Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

•A•Arfi Mesrach Hapaiduka •N•Nimma Erviana •R•Rahmat Hidayat •A•Alfian Muhammad Kelompok 5 teknik telekomunikasi A. Analogi Telekomunikasi B. Voice Bandwidth.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "•A•Arfi Mesrach Hapaiduka •N•Nimma Erviana •R•Rahmat Hidayat •A•Alfian Muhammad Kelompok 5 teknik telekomunikasi A. Analogi Telekomunikasi B. Voice Bandwidth."— Transcript presentasi:

1 •A•Arfi Mesrach Hapaiduka •N•Nimma Erviana •R•Rahmat Hidayat •A•Alfian Muhammad Kelompok 5 teknik telekomunikasi A. Analogi Telekomunikasi B. Voice Bandwidth C. Multiplexing D. Sistem Modulasi

2 Analogi Telekomunkasi

3 a.yang dikirim tidak sesuai / efisien untuk dikirim maka dilakukan perubahan bentuk / pemotongan seijin / dengan persetujuan pemilik barang. Jika pemilik barang menginginkan tidak adanya pemotongan maka semuanya akan dikirim apa adanya dengan satu kontainer khusus yang disewa sendirian. Ini disebut sewa borongan. ( leased channel ). Dalam hal ini maka penyewa dapat menentukan berapa besar kapasitas yang disewanya sesuai dengan kesediaan dananya. b. Perusahaan transportasi tersebut tidak hanya menerima satu pesanan saja, tetapi banyak. Sebab itu barang barang tersebut di kelompokan menurut tujuan dan jenis barangnya. Sesudah itu di paking kembali dalam group. (proses multiplexing ) c.Paking yang siap dikirim, dimuat kedalam alat transportasi, dapat berbentuk truk, pesawat terbang, kapal laut atau truk yang kemudian dimuat kembali kedalam kapal laut. Dsb. (Proses Modulasi) d.Proses pengiriman / perjalanan/ perpindahan dari satu tempat ketempat lain. (Perjalanan di Media ) KETERANGAN :

4 e. Ditempat tujuan, packing tersebut dibongkar dan dikembalikan kepada packing asalnya. (demodulasi f.Pembongkaran packing berlanjut hingga menghasilkan packing individual lengkap dengan pengkodeannya. (Demultiplexing ) g.Code dibaca dan object yang dihasilkan dikirimkan kepada penerima masing masing.( Penyambungan ke pelanggan  teknik penyambungan ) h.Penerima menerima object. Dalam hal leased channel ( borongan ) maka biaya dapat pula ditanggung oleh pengirim atau penerima. Sedangkan untuk publik di bayar secara eceran. ( pentaripan / billing )

5 Proses Pembatasan (Voice Bandwidth) Semakin tinggi frekwensi harmonis maka semakin rendah pula energinya. Gambar di atas melukiskan distribusi power untuk setiap komponen frekwensi suara Tekanan suara ditentukan oleh amplitudo nada dasar yang berkisar 100 – 500 Hz untuk suara pria dan 200 – 1000 Hz untuk suara wanita

6 Pada proses transmisi maka 4 ( empat ) parameter yang perlu diperhatikan sepanjang saluran adalah: •Distorsi redaman Distorsi redaman pada saluran terjadi karena redaman pada tiap frekwensi yang berbeda berbeda juga •Distorsi phasa Perubahan phasa signal sepanjang saluran Perbedaan ini menimbulkan distorsi penerimaan

7 •Level Sementara itu kepekaan terima ditentukan oleh level signal yang datang, jika level terima terlalu keras atau terlalu lemah tidak memuaskan juga •Noise / S/N ( kualitas ) Noise (derau) adalah sinyal yang tidak diinginkan. Biasanya noise datang dari luar dalam bentuk gangguan atas pembicaraan. Contoh yang paling jelas ketikapenerima radio FM tidak sedang terisi oleh orang yang bicara yang terdengar adalah suara mendesis (derau).

8 MULTIPLEXING ( PENGGABUNGAN ) Multiplexing adalah suatu teknik mengirimkan lebih dari satu (banyak) informasi melalui satu saluran. Istilah ini adalah istilah dalam dunia telekomunikasi. Tujuan utamanya adalah untuk menghemat jumlah saluran fisik misalnya kabel, pemancar & penerima (transceiver), atau kabel optik. Multiplexing disebut Multiplexer atau disebut juga dengan istilah Transceiver / Mux.

9 MULTIPLEXER

10 Contoh pengaplikasian dari teknik multiplexing ini adalah pada jaringan transmisi jarak jauh, baik yang menggunakan kabel maupun yang menggunakan media udara (wireless atau radio)

11 Tujuan : Meningkatkan efisiensi penggunaan bandwidth / kapasitas saluran transmisi dengan cara berbagi akses bersama. Keuntungan : • Komputer host hanya butuh satu port I/O untuk banyak terminal • Hanya satu line transmisi yang dibutuhkan TUJUAN DAN KEUNTUNGAN MULTIPLEXING

12 BEBERAPA ALASAN PENGGUNAN MULTIPLEXING - Menghemat biaya penggunaan saluran komunikasi, - Memanfaatkan sumber daya se-efisien mungkin, - Kapasitas terbatas dari saluran telekomunikasi digunakan semaksimum mungkin, - Karakteristik permintaan komunikasi pada umumnya memerlukan penyaluran data dari beberapa terminal ke titik yang sama.

13 - Membantu berbagai koneksi pada sebuah mesin, - Memetakan banyak koneksi pada sebuah tingkatan antara sebuah koneksi dengan lainnya FUNGSI MULTIPLEXING

14 Teknik Multiplexing yang umum digunakan adalah : a.Time Division Multiplexing (TDM) b.Frequency Division Multiplexing (FDM) c.Code Division Multiplexing (CDM) JENIS TEKNIK MULTIPLEXING

15 TDM yaitu Terminal atau channel pemakaian bersama-sama kabel yang cepat dengan setiap channel membutuhkan waktu tertentu secara bergiliran. Secara umum TDM menerapkan prinsip penggiliran waktu pemakaian saluran transmisi dengan mengalokasikan satu slot waktu (time slot) bagi setiap pemakai saluran (user). a.Time Division Multiplexing (TDM)

16

17 -Synchronous TDM -Asynchronous TDM TDM terbagi atas:

18 SYNCHRONOUS TDM ASYNCHRONOUS TDM

19 -Synchronous TDM Hubungan antara sisi pengirim dan sisi penerima dalam komunikasi data. -Asynchronous TDM Untuk mengoptimalkan penggunaan saluran dengan cara menghindari adanya slot waktu yang kosong akibat tidak adanya data ( atau tidak aktif-nya pengguna) pada saat sampling setiap input line, maka pada Asynchronous TDM proses sampling hanya dilakukan untuk input line yang aktif saja. Konsekuensi dari hal tersebut adalah perlunya menambahkan informasi kepemilikan data pada setiap slot waktu berupa identitas pengguna atau identitas input line yang bersangkutan. Penambahan informasi pada setiap slot waktu yang dikirim merupakan overhead pada Asynchronous TDM

20 Kelemahannya adalah jika ada channel (terminal) yang tidak menghantar data, frekuensi yang dikhususkan untuk membawa data pada channel tersebut tidak tergunakan dan ini merugikan dan juga harganya agak mahal dari segi pemakaian (terutama dibandingkan dengan TDM) kerana setiap channel harus disediakan frekuensinya. Kelemahan lain adalah karena bandwidth jalur atau media yang dipakai bersama-sama tidak dapat digunakan sepenuhnya, karena sebagian dari frekuensi terpaksa digunakan untuk memisahkan antara frekuensi channel-channel yang ada. KELEMAHAN TDM

21

22 Frequency Division Multiplexing (FDM) FDM yaitu pemakaian secara bersama kabel yang mempunyai bandwidth yang tinggi terhadap beberapa frekuensi (setiap channel akan menggunakan frekuensi yang berbeda). Contoh metoda multiplexer ini dapat dilihat pada kabel coaxial TV, dimana beberapa channel TV terdapat beberapa chanel, dan kita hanya perlu tunner (pengatur channel) untuk gelombang yang dikehendaki. FDM merupakan sinyal analog yang digunakan sebagai media pengiriman sinyal digital (0&1) dalam system computer

23

24 Prinsip FDM adalah pembagian bandwidth saluran transmisi atas sejumlah kanal (dengan lebar pita frekuensi yang sama atau berbeda) dimana masing-masing kanal dialokasikan ke pasangan entitas yang berkomunikasi. Contoh aplikasi FDM ini yang polpuler pada saat ini adalah Jaringan Komunikasi Seluler, seperti GSM ( Global System Mobile) yang dapat menjangkau jarak 100 m s/d 35 km

25

26 Code Division Multiplexing (CDM) Code Division Multiplexing (CDM) dirancang untuk menanggulangi kelemahan kelemahan yang dimiliki oleh teknik multiplexing sebelumnya, yakni TDM dan FDM. Contoh aplikasinya pada saat ini adalah jaringan komunikasi seluler CDMA (Flexi)

27 PRINSIP KERJA DARI CDM 1.Kepada setiap entitas pengguna diberikan suatu kode unik (dengan panjang 64 bit) yangdisebut chip spreading code. 2.Untuk pengiriman bit ‘1’, digunakan representasi kode (chip spreading code) tersebut. 3.Sedangkan untuk pengiriman bit ‘0’, yang digunakan adalah inverse dari kode tersebut. 4.Pada saluran transmisi, kode-kode unik yang dikirim oleh sejumlah pengguna akan ditransmisikan dalam bentuk hasil penjumlahan (sum) dari kode-kode tersebut. 5.Di sisi penerima, sinyal hasil penjumlahan kode-kode tersebut akan dikalikan dengan kode unik dari si pengirim (chip spreading code) untuk diinterpretasikan.

28 SISTEM MODULASI Sesudah penggabungan, maka signal hasil penggabungan dimuat kedalam carrier (truk) yang akan membawanya, proses pemuatan ini disebut Modulasi

29 Apabila gelombang pembawa diumpamakan dengan gelombang sinusi=A sin (2λftI–θ), tiga kemungkinan type-type modulasi dapat diterangkan sebagai berikut: 1.Amplitudo yang berubah-ubah dengan signal perubah - modulasi amplitudo. 2.Frekwensi yang berubah-ubah dengan signal perubah - modulasi frekwensi. 3.Perbedaan fase (phasa) yang berubah-ubah dengan - modulasi fase (phasa) sistem modulasi disebut Phase modulasi. Phasa berubah sesuai dengan signal perubah. Alat yang melakukan perubahan ini disebut modulator. Pada bagian terima ada peralatan demodulator yang mendeteksi gangguan yang ada pada sebuah carrier. Proses deteksi ini disebut Demodulation dan peralatan yang digunakan disebut demodulator.

30 1. Modulasi Amplitudo (AM) Modulasi amplitudo adalah membuat suatu cara agar amplitudo gelombang pembawa berubah sesuai dengan bentuk gelombang dari informasi yang akan dikirimkan, Dalam hal ini, sinyal yang akan dibawa dinamakan sinyal modulasi dan gelombang radio yang membawa, dan umumnya frekwensi gelombang pembawa yang harus lebih tinggi dari pada sinyal modulasi, dinamakan gelombang pembawa. Pada saluran telepon, frekuensi suara umunya terletak dibawah Hz, sedangkan di pihak lain yaitu gelombang pembawa, misalnya dalam hal HF, adalah beberapa MHz, jadi jauh lebih tinggi. Gelombang Amplitudo

31 2. MODULASI FREKUENSI (FM)

32 Dalam telegrap gelombang pembawa seperti suatu type yang spesial dari modulasi frekuensi, dua frekuensi gelombang pembawa yang berbeda digunakan, satu untuk kode plus dan yang lain untuk kode minus. System modulasi ini disebut system ferkunesi shift (sistem penggeseran frekuensi) dan disingkat menjadi FS. Nilai tengah dari kedua frekuensi disebut frekuensi tengah

33 4. MODULASI FASE (PHASA) Dengan demikian dapat dikatakan bahwa gelombang modulasi fase dapat diperoleh dengan modulasi fase, atau melakukan dulu sinyal pada rangkaian deferensial baru kemudian diteruskan ke modulasi frekwensi. Dengan cara yang sama. Keduanya dinamakan modulasi sudut dan fase berubah sesuai dengan sinyal pemodulasinya.

34 System FM mempunyai keuntungan-keuntungan sebagai berikut: 1.Perhubungan dapat dilaksanakan dengan gerisik yang lebih kecil. 2.Dapat dilakukan perhubungan dengan kualitas yang sama dengan system AM, tetapi dengan tenaga yang lebih kecil. 3.Dapat dilakukan perhubungan tanpa timbulnya perubahan level dari bentuk gelombang sinyal yang disebabkan oleh perubahan amplitudo akibat fading mengingat sinyal yang ditumpangkannya terletak pada perubahan frekuensi KEUNTUNGAN SYSTEM FM

35 Gambar di samping memperlihat hal terjadinya frekwensi modulasi dengan menggunakan kode-kode telegrap. Dalam hal ini frekwensi dinamakan sinyal FSK (Frequency Shift Keying)


Download ppt "•A•Arfi Mesrach Hapaiduka •N•Nimma Erviana •R•Rahmat Hidayat •A•Alfian Muhammad Kelompok 5 teknik telekomunikasi A. Analogi Telekomunikasi B. Voice Bandwidth."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google