Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Radio Communication & Analog Modulation. Multiplexing Berfungsi untuk memungkinkan beberapa sumber transmisi agar dapat diterima yang bergantung pada.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Radio Communication & Analog Modulation. Multiplexing Berfungsi untuk memungkinkan beberapa sumber transmisi agar dapat diterima yang bergantung pada."— Transcript presentasi:

1 Radio Communication & Analog Modulation

2 Multiplexing Berfungsi untuk memungkinkan beberapa sumber transmisi agar dapat diterima yang bergantung pada translasi setiap pesan pada spektrum tertentu yang berbeda posisinya Spektrum tersebut adalah : –FDM : merupakan spektrum multiplexing yang berbasis pada frekuensi

3 Multiplexing –TDM : merupakan spektrum multiplexing yang berbasis pada waktu Cat : yang sering dipakai pada siaran radio dan televisi kabel adalah FDM

4 Frequency Division Multiplexing Frequency Division Multiplexing atau disebut juga dengan FDM yaitu sejumlah sinyal yang dibawa secara simultan, masing-masing sinyal dimodulasikan ke frekuensi carier yang berlainan, yang kemudian dibawa menuju media yang sama dengan cara mengalokasikan band frekuensi yang berlainan ke masing-masing sinyal.

5 Frequency Division Multiplexing Proses multiplexing pada FDM Sinyal hasil pada FDM

6 Time Division Multiplexing Time Division Multiplexing atau disebut juga dengan TDM. Pada bentuk multiplexing seperti ini, data dari berbagai sumber dibawa dalam frame secara berulang-ulang. Setiap frame terdiri dari susunan jatah waktu, dan setiap sumber ditetapkan bahwa setiap framenya terdiri dari satu atau lebih jatah waktu.

7 Modulation Modulasi adalah proses modifikasi sinyal carrier Terhadap sinyal input Modulasi adalah proses modifikasi sinyal carrier Terhadap sinyal input Sinyal informasi (suara, gambar, data), agar dapat dikirim ke tempat lain, sinyal tersebut harus ditumpangkan pada sinyal lain. Dalam konteks radio siaran, sinyal yang menumpang adalah sinyal suara, sedangkan yang ditumpangi adalah sinyal radio yang disebut sinyal pembawa (carrier). Sinyal informasi (suara, gambar, data), agar dapat dikirim ke tempat lain, sinyal tersebut harus ditumpangkan pada sinyal lain. Dalam konteks radio siaran, sinyal yang menumpang adalah sinyal suara, sedangkan yang ditumpangi adalah sinyal radio yang disebut sinyal pembawa (carrier). Jenis dan cara penumpangan sangat beragam. Yaitu untuk jenis penumpangan sinyal analog akan berbeda dengan sinyal digital. Penumpangan sinyal suara juga akan berbeda dengan penumpangan sinyal gambar, sinyal film, atau sinyal lain. Jenis dan cara penumpangan sangat beragam. Yaitu untuk jenis penumpangan sinyal analog akan berbeda dengan sinyal digital. Penumpangan sinyal suara juga akan berbeda dengan penumpangan sinyal gambar, sinyal film, atau sinyal lain.

8 Amplitude Modulation Di pemancar radio dengan teknik AM, amplitudo gelombang carrier akan diubah seiring dengan perubahan sinyal informasi (suara) yang dimasukkan. Frekuensi gelombang carrier-nya relatif tetap. Kemudian, sinyal dilewatkan ke RF (Radio Frequency) Amplifier untuk dikuatkan agar bisa dikirim ke jarak yang jauh. Setelah itu, dipancarkan melalui antena. Di pemancar radio dengan teknik AM, amplitudo gelombang carrier akan diubah seiring dengan perubahan sinyal informasi (suara) yang dimasukkan. Frekuensi gelombang carrier-nya relatif tetap. Kemudian, sinyal dilewatkan ke RF (Radio Frequency) Amplifier untuk dikuatkan agar bisa dikirim ke jarak yang jauh. Setelah itu, dipancarkan melalui antena.

9 Amplitude Modulation Tentu saja dalam perjalanannya mencapai penerima, gelombang akan mengalami redaman (fading) oleh udara, mendapat interferensi dari frekuensi-frekuensi lain, noise, atau bentuk-bentuk gangguan lainnya. Gangguan-gangguan itu umumnya berupa variasi amplitudo sehingga mau tidak mau akan memengaruhi amplitudo gelombang yang terkirim. Tentu saja dalam perjalanannya mencapai penerima, gelombang akan mengalami redaman (fading) oleh udara, mendapat interferensi dari frekuensi-frekuensi lain, noise, atau bentuk-bentuk gangguan lainnya. Gangguan-gangguan itu umumnya berupa variasi amplitudo sehingga mau tidak mau akan memengaruhi amplitudo gelombang yang terkirim. Akibatnya, informasi yang terkirim pun akan berubah dan ujung-ujungnya mutu informasi yang diterima jelas berkurang. Akibatnya, informasi yang terkirim pun akan berubah dan ujung-ujungnya mutu informasi yang diterima jelas berkurang.

10 Frequency Modulation Di pemancar radio dengan teknik modulasi FM, frekuensi gelombang carrier akan berubah seiring perubahan sinyal suara atau informasi lainnya. Amplitudo gelombang carrier relatif tetap. Setelah dilakukan penguatan daya sinyal (agar bisa dikirim jauh), gelombang yang telah dimodulasi dipancarkan melalui antena. Di pemancar radio dengan teknik modulasi FM, frekuensi gelombang carrier akan berubah seiring perubahan sinyal suara atau informasi lainnya. Amplitudo gelombang carrier relatif tetap. Setelah dilakukan penguatan daya sinyal (agar bisa dikirim jauh), gelombang yang telah dimodulasi dipancarkan melalui antena.

11 Frequency Modulation Seperti halnya gelombang termodulasi AM, gelombang ini pun akan mengalami redaman oleh udara dan mendapat interferensi dari frekuensi-frekuensi lain, noise, atau bentuk-bentuk gangguan lainnya. Tetapi, karena gangguan itu umumnya berbentuk variasi amplitudo, kecil kemungkinan dapat memengaruhi informasi yang menumpang dalam frekuensi gelombang carrier. Seperti halnya gelombang termodulasi AM, gelombang ini pun akan mengalami redaman oleh udara dan mendapat interferensi dari frekuensi-frekuensi lain, noise, atau bentuk-bentuk gangguan lainnya. Tetapi, karena gangguan itu umumnya berbentuk variasi amplitudo, kecil kemungkinan dapat memengaruhi informasi yang menumpang dalam frekuensi gelombang carrier. Sehingga, mutu informasi yang diterima tetap baik. Dan, kualitas audio yang diterima juga lebih tinggi daripada kualitas audio yang dimodulasi dengan AM. Sehingga, mutu informasi yang diterima tetap baik. Dan, kualitas audio yang diterima juga lebih tinggi daripada kualitas audio yang dimodulasi dengan AM.

12 Antennas Antenna adalah suatu alat pasif yang memancarkan sinyal modulasi. Sinyal tersebut kemudian diterima dengan koneksi langsung dari unit Radio Frequency (RF), kabel koaksial atau waveguides pada frequency yang lebih tinggi Antenna adalah suatu alat pasif yang memancarkan sinyal modulasi. Sinyal tersebut kemudian diterima dengan koneksi langsung dari unit Radio Frequency (RF), kabel koaksial atau waveguides pada frequency yang lebih tinggi Cat : waveguides digunakan untuk membuat sinyal langsung dari unit RF menuju antena

13 Radio Propagation Sinyal radio dipancarkan dari pengirim ke penerima melalui free space, pantulan, difraksi,dan Line of Sight (LOS) Propagasi radio di dalam ruangan

14 Radio Propagation Ini berarti sinyal radio tiba di penerima melalui banyak jalur (Multipath), dimana tiap sinyal (pada jalur yang berbeda-beda) memiliki level kekuatan sinyal, delay dan fasa yang berbeda-beda

15 Lapisan Atmosfer

16 Ionospheric Propagation

17

18 Line Of Sight Zone Clearance Zona bersih adalah tingkat hasil minimum yang dapat diterima dengan bersih dari sinyal yang harus dikirim

19 Line Of Sight Zone Clearance Zona bersih diperlukan karena dalam pengiriman, jalur memantul atau membengkok dapat membuat sinyal tidak terkirim.


Download ppt "Radio Communication & Analog Modulation. Multiplexing Berfungsi untuk memungkinkan beberapa sumber transmisi agar dapat diterima yang bergantung pada."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google