Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TAHAP PENGEMBANGAN FILM KARTUN-3 M.SUYANTO www.msuyanto.com.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TAHAP PENGEMBANGAN FILM KARTUN-3 M.SUYANTO www.msuyanto.com."— Transcript presentasi:

1 TAHAP PENGEMBANGAN FILM KARTUN-3 M.SUYANTO

2 Sinopsis Harry Potter and The Sorcerer’s Stone Harry Potter belajar pada ulang tahunnya yang ke- 11 bahwa ia adalah anak yatim piatu dari dua penyihir ternama dan memiliki kekuatan magis dalam dirinya. Di Sekolah Hogwarts dari Witcheraft and Wizardry, Harry memulai pada petualangan hidupnya. Ia belajar olah raga terbang-tinggi Quidditch dan bermain sebuah permainan catur hidup yang mendebarkan dengan caranya menghadapai Penyihir Jahat lihai yang akan menghancurkan dirinya.

3 Adalah isi keseluruhan cerita, jadi berawal darimana dan berakhir sampai mana, konflik dalam cerita, percintaan, misi yang ingin disampaikan dsb. Contoh Sinopsis: Sinopsis JATAYU #8 Akhirnya siang itu di gudang rusak, JATAYU (JAROT) bertempur melawan NAGA HITAM (BHARATA) untuk membebaskan orang tuanya. Sinopsis ABDAN #1 Ketika neneknya mengatakan bahwa orang tuanya telah pergi maka Abdan dengan tidak percaya segera berlari mencari orang tuanya ke seluruh ruangan.

4 Adalah alur cerita dalam setiap adegan para tokohnya dalam secara kasar dan belum ada dialog. Contoh Outline : S 1 C 1 (JATAYU) Int. Gudang Rusak – siang NAGA HITAM mendesak JATAYU dengan pukulan bertubi-tubi ke kepala JATAYU. S 1 C 1 (ABDAN) Int. Rumah Abdan – siang ABDAN sambil menangis berlari menuju pintu untuk mencari orang tuanya.

5 Adalah sebuah cerita yang dapat dibuat ke dalam media audio visual. Setelah outline sudah disetujui baru bisa kita buat scriptnya. Contoh : Script JATAYU S 1 C 1 Int. Gudang Rusak – siang ON NAGA HITAM dan JATAYU, NAGA HITAM memukul Wajah JATAYU dengan pukulan kiri menyamping dan kemudian memukul wajah JATAYU dengan hook kanan dan membuat JATAYU kesakitan. Waktu : 1/2 dtk. Script ABDAN S 1 C 1 Int. Rumah Abdan – siang ON ABDAN menangis dan berbalik dari neneknya dan berlari ke pintu depan. Waktu : 1 dtk.

6 Naskah terdiri dari : Title Page, Scene Heading, Action, Dialogue, Parenthetical dan Transition •Title Page (Judul) Sebuah judul akan dijadikan pedoman pertama bagi seorang produser apakah seorang screenwriting merupakan screenwritting profesional atau hanya amatiran. Judul sebuah naskah ditulis kira-kira pada 25 baris dalam 1 halaman, biasanya disertakan garis bawah atau quotation marks. Kemudian 2 baris berikutnya dengan font yang sama ditulis “Written By”. Dan pada ujung kanan bawah tertulis nama kontak person dan informasi hak cipta (copyright).

7 Naskah terdiri dari : Title Page, Scene Heading, Action, Dialogue, Parenthetical dan Transition •Title Page (Judul) Sebuah judul akan dijadikan pedoman pertama bagi seorang produser apakah seorang screenwriting merupakan screenwritting profesional atau hanya amatiran. Judul sebuah naskah ditulis kira-kira pada 25 baris dalam 1 halaman, biasanya disertakan garis bawah atau quotation marks. Kemudian 2 baris berikutnya dengan font yang sama ditulis “Written By”. Dan pada ujung kanan bawah tertulis nama kontak person dan informasi hak cipta (copyright).

8 Naskah terdiri dari : Title Page, Scene Heading, Action, Dialogue, Parenthetical dan Transition •Title Page (Judul) Sebuah judul akan dijadikan pedoman pertama bagi seorang produser apakah seorang screenwriting merupakan screenwritting profesional atau hanya amatiran. Judul sebuah naskah ditulis kira-kira pada 25 baris dalam 1 halaman, biasanya disertakan garis bawah atau quotation marks. Kemudian 2 baris berikutnya dengan font yang sama ditulis “Written By”. Dan pada ujung kanan bawah tertulis nama kontak person dan informasi hak cipta (copyright).

9 Scene Heading merupakan petunjuk dimulainya sebuah cerita naskah. Kata-kata yang digunakan mulai dengan “EXT.” --- jika sebuah cerita berada di luar ruangan (exterior) atau outdoor, atau “INT.” --- jika sebuah cerita berada di dalam ruangan (interior) atau indoor. Kemudian nama sebuah tempat harus dengan huruf besar (capital), misalnya: “DESA BANJARSARI” Setelah itu diikuti dengan waktu yang ditandai dengan spasi, atau hyphen (garis penghubung), atau spasi lainnya, contohnya: “  DAY” atau “  PAGI” dan sebagainya. Sebagai contoh misalnya: EXT.DESA BANJARSARI – PAGI HARI Scene Heading ditulis dengan margin 1,5 inches (37 mm) dari kiri dan 1 inch (25 mm) dari kanan. Kadangkala scene heading diberikan angka, namun dalam format awal ini tidak terdapat. Format dengan angka biasanya dibuat kemudian ketika dibutuhkan untuk pengambilan gambar shooting pada film live.

10 •Dua baris dibawah scene heading dengan margin yang sama, maka dimulailah sebuah action. •Action menggambarkan apa-apa yang akan terlihat di dalam adegan film dan selalu keadaan sekarang (present tense). •Saat mengenalkan karakter, harus ditulis dengan huruf kapital (huruf besar), misalnya: (“…Di pagi yang cerah ABDAN bersama ayahnya bermain catur….”)

11 •Di dalam screenwriting dialog merefernsikan kepada segala sesuatu yang dibicarakan oleh karakter/tokoh. •Tanda (“Cue”) dialog ditandai oleh Nama dari si pembicara. •Margin masuk 4,2 inches (107 mm) dari kiri halaman. Nama pembicara/tokoh harus huruf besar/kapital. Standar pembicaaran adalah 35 karakter setiap baris dimulai dari 3,1 inches (79 mm). Contoh: ABDAN Hore…Aku menang…Aku menang…!!!

12 •Parenthetical berfungsi untuk memberikan keterangan segala sesuatu yang dilakukan oleh tokoh atau karakter. Parenthetical diletakkan 1 baris dibawah Nama tokoh diawali dengan tanda kurung buka dan diakhiri dengan tanda kurung tutup. Margin parenthetical 3,7 inches (94 mm) dari kiri, 1 inches (25 mm) dari kanan Contoh: AYAH (melambaikan tangannya ke Abdan) Ayo, Dan! Sekarang kambingnya udah kuat lagi!

13 •Transisi adalah sebuah deskripsi pendek untuk menggambarkan bagaimana sebuah film berpindah dari scene satu ke scene yang lain. Letak transisi ini berada di rata kanan dari lembar screenplay dan dikuti dengan colon (tanda titik dua). Beberapa contoh transition(transisi) pada screenplay antara lain: •CUT TO: mengindikasikan transisi langsung (cut) menuju scene baru •DISSOLVE TO: mengindikasikan dissolve, yaitu perpindahan secara fade in/out menuju scene baru. Dissolve biasanya identik dengan perpindahan waktu. •INTERCUT WITH/INTERCUT BETWEEN: mengindikasikan cut to cut antara 2 scene saling berbalik. Biasanya identik dengan percakapan telepon, atau aksi yang berlawanan pada tempat yang berbeda namun pada waktu yang sama.

14 “PETUALANGAN ABDAN” Written By M.SUYANTO Cp: M. Suyanto STMIK AMIKOM Yogyakart Jl. Ring Road Utara, Condong-Catur, Sleman, Yogyakarta, Indonesia Copyright© by M.Suyanto All Right Reserved

15 EXT. KAKI GUNUNG WILIS – PAGI HARI Sesosok orang tua setengah baya, pandangannya menerawang jauh ke puncak Gunung Wilis. Di tangan kanannya memegang sebuah simbol kerajaan Majapahit dari pemerintahan Raja Brawijaya. Dialah MOHAMMAD BIN UMAR, seorang prajurit pilihan yang dianugerahi sebuah tanah di kaki gunung wilis. MOHAMMAD BIN UMAR (melihat simbol kerajaan Majapahit dan berbicara dalam hati) Puji Syukur Ya Allah, yang telah memberiku berkah berupa tanah yang demikian suburnya.

16 JENIS-JENIS FILM •F•FILM DOKUMENTER (Berpijak pada realita) •N•National Geography, Animal Planet, dsb. •F•FILM CERITA PENDEK •D•Durasi < 60 menit : eksperimen mahasiswa •F•FILM CERITA PANJANG •D•Durasi 90 – 180 menit •F•FILM JENIS LAIN •T•TV Programme, Reality Show, Video Klip, Iklan TV, Company Profile, dsb.

17 Format Acara. a.Format 30 menit. Biasanya yang dipakai dalam acara atau program kita adalah 22 menit (Plus Intro dan Ending selama 2 menit) sisa 8 menit dipakai untuk iklan. b.Format 60 menit. Waktu yang dipakai untuk program kita adalah 48 menit sisa 12 menit untuk iklan.

18 KEBUTUHAN DASAR PERALATAN Drawing Table / Lightboxes Meja gambar dengan disertai lampu pada bagian bawah meja, dan Peg bars dengan tipe lubang acme. Meja tersebut dapat diputar-putar sesuai kebutuhan animator. Meja diatas dapat dipesan di toko-toko animasi atau dapat dibuat sendiri. Selain itu, dapat juga digunakan jenis portable yang dapat dengan mudah dilipat dan dibawa kemana-mana. Meja ini biasanya terbuat dari alumunium supaya ringan dan anti karat. Lightbox Portable Lightbox

19 KEBUTUHAN DASAR PERALATAN Lampu penerang yang digunakan sebaiknya menggunakan lampu yang hemat energi dan bercahaya putih dan tidak menghasilkan panas yang berlebihan. Jenis lampu yang digunakan seperti dibawah ini:


Download ppt "TAHAP PENGEMBANGAN FILM KARTUN-3 M.SUYANTO www.msuyanto.com."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google