Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KEBUGARAN JASMANI PHISICAL FITNESS  Banyak ahli yang mengungkapkan batasan kebugaran/kesegaran jasmani menurut sudut pandang masing-masing.  Batasan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KEBUGARAN JASMANI PHISICAL FITNESS  Banyak ahli yang mengungkapkan batasan kebugaran/kesegaran jasmani menurut sudut pandang masing-masing.  Batasan."— Transcript presentasi:

1

2 KEBUGARAN JASMANI PHISICAL FITNESS  Banyak ahli yang mengungkapkan batasan kebugaran/kesegaran jasmani menurut sudut pandang masing-masing.  Batasan Kesegaran Jasmani menurut ahli pendidikan jasmani adalah”Kondisi yang mencerminkan kemampuan seseorang untuk melakukan tugas dengan produktif tanpa mengalami kelelahan yang berarti”.  Kesegaran/kebugaran jasmani yang di maksud tidak hanya mencakup ranah fisik saja tetapi juga mental,social,dan emosi,sehingga merupakan kesegaran/kebugaran yang total.  Dewasa ini konsep kesegaran/kebugaran jasmani berkembang menjadi dua macam,yaitu Kesegaran jasmani yang berhubungan dengan kesehatan dan yang berhubungan dengan ketrampilan olah raga

3 Unsur-unsur dalam kesegaran/kebugaran : BERKAITAN DENGAN PERFORMA ATAU KETRAMPILAN  KELINCAHAN  KESEIMBANGAN  KOORDINASI  KECEPATAN  POWER  WAKTU REAKSI BERKAITAN DENGAN KESEHATAN  DAYA TAHAN EROBIK  KOMPOSISI TUBUH  KELENTUKAN  KEKUATAN OTOT  DAYA TAHAN OTOT

4 AKTIFITAS PENGEMBANGAN KEBUGARAN JASMANI  PROGRAM PENINGKATAN KEBUGARAN JASMANI  HAKEKAT KEBUGARAN JASMANI Dalam pertumbuhan dan perkembangan manusia akan banyak di pengaruhi oleh cara hidup dan lingkungan dimana manusia tersebut berada.Salah satu cara hidup atau kebiasaan hidup tersebut adalah pengerahan fisik. Seseorang yang mempunyai kesegaran/kebugaran jasmani yang tinggi akan dapat melakukan pekerjaannya dengan baik tanpa kelelahan yang berarti,serta tubuhnya tetap segar ketika berhenti bekerja dan pada saat istirahat.Seseorang yang mempunyai tingkat kesegaran yang baik akan terhindar dari kemungkinan cedera saat melakukan aktifitas kerja fisik yang berat.Kurangnya daya tahan, kelentukan persendian, kekuatan otot, kecepatan dan kelincahan merupakan penyebab utama timbulnya cedera olah raga. Manfaat-manfaat dari latihan kebugaran jasmani yang dilakukan,Yaitu: (1) Mempekuat sendi dan ligamen, (2) Meningkatkan kemampuan jantung dan paru- paru/Ketahanan kardio-respirasi, (3) Memperkuat otot tubuh, (4) Menurunkan tekanan darah, (5) Mengurangi lemak tubuh, (6) Memperbaiki bentuk tubuh, (7) Mengurangi kadar gula, dan (8) Mengurangi resiko terkena penyakit jantung koroner

5 BENTUK-BENTUK KEBUGARAN JASMANI

6 KELINCAHAN Kelincahan merupakan salah satu komponen kesegaran motorik yang sangat diperlukan untuk semua aktifitas yang membutuhkan kecepatan perubahan posisi tubuh dan bagian-bagiannya.Disamping itu kelincahan merupakan prasyarat untuk mempelajari dan memperbaiki ketrampilan gerak dan teknik olah raga,terutama gerakan-gerakan yang membutuhkan koordinasi gerak. Ada dua macam kelincahan yaitu kelincahan umum dan khusus Kelincahan adalah Kemampuan untuk mengubah arah dan posisi tubuh atau bagian-bagiannya secara cepat dan tepat. Selain dikerjakan dengan tanpa kehilangan keseimbangan.Dari batasan tersebut terdapat tiga hal yang menjadi karakteristik kelincahan,Yaitu: perubahan arah lari, perubahan posisi tubuh, dan perubahan arah bagian-bagian tubuh.Kelincahan bukan merupakan kemampuan fisik tunggal,akan tetapi tersusun saling berkaitan / berinteraksi dengan kualitas-kualitas fisik yang lain. Macam-macam tes kelincahan adalah:  Latihan mengubah gerak tubuh arah lurus (Bertujuan untuk melatih mengubah gerak tubuh arah lurus)  Latihan lari belak-belok (Bertujuan untuk melatih mengubah gerak tubuh arah belak-belok)  Latihan mengubah arah tubuh/Jongkok-Berdiri ( Squat- thrust )  Latihan kelincahan bereaksi (Bertujuan untuk melatih kelincahan dalam melakukan suatu reaksi gerakan)

7 KECEPATAN Kecepatan adalah kemampuan untuk menempuh suatu jarak dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Bentuk-bentuk latihan untuk meningkatkan kecepatan antara lain: (1) Lari cepat dengan jarak 40 dan 60 meter (2) Lari dengan mengubah-ubah kecepatan (3) Lari naik bukit (4) Lari menuruni bukit (5) Lari menaiki tangga gedung

8 KEKUATAN kekuatan adalah merupakan daya penggerak dan sekaligus pencegahan cedera Bentuk-bentuk latihan kekuatan: 1.Kontraksi Isometrik/Statik merupakan kontraksi sekelompok otot tanpa gerakan anggota tubuh. Bentuk latihan dapat berupa mengangkat, mendorong, atau menarik benda yang tidak dapat di gerakkan. Keuntungan latihan Isometrik adalah sebagai berikut: (1) Latihan dapat dilakukan dalam berbagai posisi dan dapat dilaksanakan di mana saja, (2) Tidak memerlukan alat-alat yang khusus dan mahal, (3) Tidak memerlukan waktu yang lama, (4) Tidak akan menimbulkan sakit otot, (5) Dapat memperkembang kekuatan pada setiap sudut sendi 2.Kontraksi Isotonik merupakan kontraksi sekelompok otot yang bergerak.Keuntungan latihan Isotonik adalah sebagai berikut: (1) Ruang geraknya lebih luas, (2) Turut berkembangnya daya tahan bersamaan dengan perkembangan kekuatan, (3) Secara psikologis lebih memberikan kepuasan, (4) Gerakan lebih menjamin fungsi peredaran darah 3.Kontraksi Isokinetik merupakan otot yang mendapatkan tahanan yang sama melalui seluruh ruang geraknya sehingga otot bergerak secara maksimal pada setiap sudut persendianmisal gerakan tangan fkexi dan ekstensi.

9 DAYA TAHAN  Daya tahan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan kerja dalam waktu yang relatif lama.  Istilah lain yang sering digunakan ialah respiratio- cardio-vascular endurance,yaitu daya tahan yang berhubungan dengan pernafasan,jantung,dan peredaran darah.  Daya tahan otot adalah kemampuan otot-otot untuk melakukan tugas gerak yang membebani otot dalam waktu yang cukup lama.Salah satu bentuk latihan ini adalah latihan berbeban.  Latihan beban adalah latihan yang sistematis di mana beban hanya dipakai sebagai alat untuk menambah kekuatan otot guna mencapai berbagai tujuan tertentu,seperti memperbaiki kondisi fisik,kesehatan,kekuatan,prestai dalam suatu cabang olah raga,dan sebagainya.Latihan meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru banyak jenisnya,antara lain: Lari jarak jauh, Renang jarak jauh, croos country atau lari lintas alam, Fartlek, Interval training atau bentuk lain yang memaksa tubuh untuk bergerak dalam waktu yang lama

10 POWER  Power merupakan gabung- an antara kekuatan dan kecepatan. Melatih power memerlukan waktu yang relatif lama. Dasar melatih power adalah seseorang telah memiliki kekuatan terlebih dahulu kemudian secara bersamaan dilatih juga dengan kecepatan. KESEIMBANGAN  Keseimbangan dapat didefinisikan kemampuan tubuh untuk menjaga kesetabilan gerak tubuh dalam keadaan statis/diam maupun dinamis/terjadi perubahan gerak. Keseimbangan seseorang dapat dilatih dengan : 1. Berdiri dengan satu kaki. 2. Berjalan pada sebatang balok 3. Sikap kapal terbang 4. Berdiri dengan tangan dengan sikap jongkok dll.

11 TES DAN PENGUKURAN KEBUGARAN JASMANI

12 Hakekat Tes dan Penggukuran Olahraga  Tujuan pendidikan dan pengajaran pada dasarnya meliputi perubahan perilaku peserta didik.Untuk melaksanakan penilaian dibutuhkan tes atau pengukuran,dalam pendidikan jasmani tes dan pengukuran memegang peranan penting.  Tes merupakan alat untuk mengumpulkan data dan berdasarkan data tersebut penilaian dapat dilaksanakan.  Tes adalah suatu instrumen atau alat yang dipergunakan untuk memperoleh informasi tentang individu atau subyek.Pengukuran adalah proses pengumpulan informasi.Evaluasi dalah proses penentuan atau harga data yang telah di himpun, ( menurut Prof. DR. Rusli Lutan ).  Fungsi tes dan pengukuran dalam bidang pendidikan dan dalam bidang pendidikan jasmani khususnya  ( Menurut Prof. DR.Rusli Lutan ) adalah sebagai berikut: Untuk memperoleh data yang subyektif,sehingga akan mudah guru atau pelatih dalam memberikan penilaian secara jelas dan benar. Untuk mengetahui sejauh mana prestasi yang telah di capai siswa atau atlet selama mendapatkan pembelajaran atau latihan dan sesudahnya Untuk memudahkan guru atau pelatih dalam memberikan bimbingan,dalam memperbaiki dan melaksanakan program

13 Fungsi Tes dan Penggukuran Kebugaran Jasmani  Fungsi tes kebugaran jasmani dalam program pengajaran pendidikan jasmani di sekolah adalah: Menggukur kemampuan fisik siswa Menentukan status kondisi fisik siswa Menilai kemampuan fisik siswa,sebagai salah satu tujuan pengajaran pendidikan jasmani Mengetahui perkembangan kemampuan fisik siswa Sebagai bahan untuk memberikan bimbingan dalam meningkatkan kebugaran jasmaninya Sebagai salah satu bahan masukan dalam memberikan nilai pelajaran pendidikan jasmani

14 Pengetahuan Kebugaran Jasmani  Menurut pusat kesehatan jasmani dan rekreasi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tentang Kebugaran Jasmani adalah demikian : Orang yang bugar jasmaninya mempunyai ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 1.Mempunyai kemampuan fisik yang memuaskan 2.Mempunyai ukuran badan yang proporsional 3.Mempunyai fleksibilitas persendian yang baik 4.Mampu mengurangi ketegangan otot

15 Untuk mengetahui Kebugaran jasmani dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut : 1. TES AEROBIK  Tes ini menitik beratkan kepada daya kemampuan jantung,paru-paru dan peredaran darah atau volume oksigen maximal  tes aerobik dapat di lakukan dengan beberapa cara,yaitu :  Lari selama 12 menit  Lari 1000 meter  LARI 1200 Meter  Lari 2,4 km

16 Kategori atau tingkat kebugaran jasmani dapat dilihat pada tabel berikut: UmurKategori kebugaran Hasil tes 12 menit ( Km ) Hasil tes 2,4 km ( Menit ) PriaWanitaPriaWanita Kurang Dari 30 Tahun Baik Sekali Baik Sedang Kurang Sangat Kurang > 2,82 2,41 - 2,80 2,01 – 2,40 1,61 – 2,00 < dari 1,61 > 2,65 2,17 – 2,64 1,85 – 2,16 1,53 – 1,83 < dari 1,53 < 10’.17” 10’.20” - 12’.00 12’.20” – 14’.24” 14’.30’ – 18’00” < dari 12’00 < 10’.55” 10’.59” – 13’.20 15’.00”-13’26” 15’.47” – 18’.57 < dari 18’.57”

17 ACPSPFT (Asian Commite on The Standardization of Phisical Fitness Test )  Tes ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani seseorang a.Lari cepat 50 meter b.Lompat jauh tanpa awalan c.Pull-up (bergantung angkat badan untuk putra,bergantung tekuk siku untuk putri) d.Lari hilir mudik 4 x 10 meter e.Sit-up f.Lentur togok ke muka g.Lari jarak 1000 m untuk putra h.Lari jarak 800 m untuk putri

18 Tes kesegaran jasmani Indonesia untuk siswa sekolah menengah atas ( Usia 16 – 19 tahun ) terdiri dari lima rangkaian butir tes,yaitu :  Lari cepat 60 meter  Angkat tubuh / Push-Up ( 30 dtk untuk putri dan 60 dtk untuk putra  Baring duduk / Sit-Up ( 60 dtk )  Loncat tegak ( Vertical jump ) / Squat- jump ( Pa 60 dtk / Pi 30 dtk )  Lari jauh ( 1000 meter untuk putri dan 1200 meter untuk putra

19 BENTUK TES KEBUGARAN JASMANI

20 TES KEBUGARAN JASMANI

21 Tes Tersebut harus dilaksanakan dalam satuan waktu dan kategori – kategori sebagai berikut Uk Putra Lari 60 m Push- up 60 Detik Sit-up 60 Detik Vertical jump / Squat- jump 60 Detik Lari 1200 meter Nil ai < 7’.2” 7’.3” – 8’.3” 8’.4” – 9’.6” 9’.7” – 11’.00” 11’.00” – < – – – < – – – < – – – < 3’.14” 3’.15” – 4’.25” 4’.26” – 5’.12” 5’.13” – 6’.33” 6’.34” - dst

22 Untuk Putri Lari 60 m Push- up 30 detik Sit-up 30 dtk Vertical Jump / Squat- jump 30 dtk Lari 1000 meter Nil ai -8’.41” 8’.5” – 9’.8” 9’.9” – 11’.4” 11’.5” – 13’.4” 13’.5” dst < – – – < – – – < – – – ’.52” 3’.53” – 4’.56” 4’.57” – 5’.58” 5’.59” – 7’.23” 7’.24” dst

23 Kriteria / Norma tes kesegaran jasmani ( Untuk siswa SMA / usia tahun ) Klasifikasi nilai Putra Putri Baik sekali Baik Sedang Cukup Kurang 22 –

24 Kriteria Nilai Pendidikan jasmani KlasifikasiPutraPutriNilai Baik sekali Baik Sedang Cukup Kurang 22 – – – – – – – –

25 SEPAK BOLA DASAR. Standar Kompetensi : Melakukan Teknik dan strategi olahraga berdasarkan konsep yang benar dan memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.  Kompetensi Dasar Melakukan salah satu nomor olahraga beregu dengan menggunakan bola besar ( permainan Sepak bola dasar )

26 A. Teknik Tendangan Bola  Tendangan bola dilakukan dengan tujuan tertentu. Tendangan dalam permainan sepak bola bisa bertujuan sebagai umpan / operan atau serangan.Unsur yang penting alam menendang bola adalah kaki tumpu dan bagian kaki yang dipakai untuk menendang, selain itu jarak sasaran juga akan mempengaruhi posisi kaki tersebut. SOAL  Demonstrasikan macam-macam latihan kebugaran jasmani dengan beberapa metode yang kanlian ketahui !  Demonstrasikan tes kebugaran jasmani sesuai dengan tes kebugaran jasmani untuk pelajar tingkat SLTA !

27 Tendangan bola dilihat dari perkenaan kaki  Tendangan bola dengan menggunakan kura-kura kaki bagian dalam dan salah satu kaki sebagai kaki tumpu. Fungsi tendangan ini untuk mengoper bola- bola jarak dekat dan datar serta menembak bola ke gawang.

28  Tendangan bola dengan menggunakan kura-kura kaki penuh / punggung kaki dan salah satu kaki sebagai kaki tumpu. Fungsi tendangan ini adalah untuk operan jarak jauh dan bola tinggi

29  Tendangan bola dengan menggunakan kura-kura kaki bagian luar dan salah satu kaki sebagai kaki tumpu. Fungsi tendangan ini adalah untuk operan ke samping dan menggiring bola dan untuk mengecoh lawan.

30 Mengontrol Bola  Mengontrol bola adalah mengelandalikan atau menghentikan laju bola yang datang dari segala arah untuk bisa dikuasai dengan kaki, kepala, dada dan paha sehingga bola berada dalam pengendalian atau penguasaan. Untuk mengendalikan bola perlu adanya latihan yang intensif dan berulang – ulang. QUIS  Demonstrasikan teknik menendang bola dengan kaki bagian dalam, kaki bagian luar dan punggung kaki denagn teknik yang benar !

31 B. Mengontrol Bola  Mengontrol Bola dengan Menggunakan kaki Mengontrol bola dengan kaki harus melihat dengan cermat arah datangnya bola baik bola datangnya datar, lambung maupun bola memantul. Salah satu kaki yang mengontrol berusaha menghentikan bola salah satu kaki bertumpu dengan kokoh. Posisi tangan membantu keseimbangn badan.

32  Mengontrol bola dengan menggunakan dada Mengontrol bola dengan dad merupakan upaya pemain untuk menghentikan dengan menggunakan dada. Kontrol dengan dada dilakukan pada bola setinggi dada baik dengan berdiri maupun dengan cara melompat.

33  Mengontrol bola dengan menggunakan kepala Mengontrol bola dengan kepala merupakan menghentikan bola secara intensif dengan menggunakan kepalala. Kontrol bola ini biasanya dilakukan untuk bolalambung dan dengan posisi berdiri maupun melompat.

34 Kontrol Bola Dengan Paha Kontrol bola dengan paha merupakan upaya untuk menghentikan bola dengan menggunakan salah satu paha kaki mengangkat hampir sejajar dengan tanah, sedangkan kaki satunya untuk bertumpu. Pada aat bola datang sambil menarik kaki untuk meredam laju bola.

35 QUIS  Demonstrasikan berbagi macam mengontrol bola dengan dengan teknik yang benar.

36 BOLA VOLI DASAR

37 SEJARAH BOLA VOLI Permainann bolavoli diciptakan oleh William G, Morgan pada tahun William adalah seorang pembina kesegaran jasmani pada organisasi yuong Man cristian Association ( YMCA ). Di kota Massachusetts, Amerika Serikat. Awal mula permainan bolavoli bernama Mintonette. Permainan mintonette hampis sama dengan badminton dengan jumlah pemain yang tidak terbatas sesuai dengan tujuan semula yait untuk mengembangkan kesegaran jasmani para buruh disamping senam umum. Permainan ini berubah menjadi volleyball yang artinya memvoli bola berganti-ganti. Pada tahun 1892 YMCA mengadakan kejuaraan bolavoli di Ameika Serikat. Pertandingan bolavoli 1947 di Polandia. Pada tahun 1948 terbentuk wadah organisasi bolavoli dunia Internatonal Volley Ball Federation ( IVBF ) yang beranggotakan 15 negara yang berpusat di Paris. Dalam perang dunia Ke II Bolavoli tersebar ke seluruh dunia terutama eropa dan Asia. Indonesia mengenal Bolavoli sejak 1928 pada jaman penjajahan belanda. Pada asa itu etara belanda bermain bola voli di sela-sela kesibukan mereka dan akhirnya ditirukan oleh masyarakat Indonesia. Perkembangan Bola Voli di Indonesia sangant pesat sehingga munculah pekumpulan ataupun klub-klub bolavoli. Pada tanggal 22 Januari 1945 terbentuk organisasi Bolavoli Indonesia yaitu PBVSI ( Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) di jakarta. Bolavoli dipertandingkan secara resmi pada PON ke II di Jakarta dan POM I di Yogyakarta. Bolavoli berkembang sangat pesat di Indonesia bahkan merupakan cabang penyumbang medali emas di Seagame di Vietnam. Pada kejuaraan Proliga bola Voli Juga tedapat pemain-pemain asing yang turut meramaikan kejuaraan bola voli tersebut

38 Lapangan Bola voli

39  Teknik SERVIS  Servis dalam bola voli bisa didevinisikan penyajian bola pertama dimulainya permainan. Dengan servis berarti pukulan dimulainya atau awal permainan. Dalam bolavoli modern sservi bisa dikategorikan serangan pertama. Yang dimaksud serangan pertama adalah pukulan servis diharapkan penerima tidak mampu menerima atau dikembalikan dengan baik sehingga membuat poin untuk tim server.  Servis yang baik adalah sevis yang bolanya memasuki lapangan lawan dengan melewati atas net, tetapi server pada waktu melakukan tidak boleh menginjak garis dan melakukannya pada daerah servis. Seorang servis yang jeli akan memberikan kepada pemain yang lemah dalam passing.

40 Teknik servis  Cara melakukan servis bermacam-macam tergantung dari kemampuan teknik yang dimiliki pemain akan tetapi memiliki tujuan yang sama. Dalam servis harus memiliki dasar tumpuan kaki dengan baik. Bola dalam servis wajib dilakbungkan sebelum dipukul. Arah servis ke dalam lapangan lawan. Yang membedakan servis terletak pada pelaksanaannya. Servis dalam bola voli dapat dibedakan sebagai berikut:

41 Servis Bawah Sevis bawah adalah servis yang dilakukan dengan memukul bola dari bawah ke atas dan masuk ke lapangan lawan. Server harus memiliki kaki tumpu yang kokoh. Sebelum dipukul bola darus dilambungkan terlebih dahulu. Perkenaan pukulan biasanya pada bagian tangan yang keras. Setelah bola masuk langsung masuk ke dalam lapangan melanjutkan permainan.

42 2. Servis Atas Servis atas merupakan pukulan pertama yang dilakukan diatas depan kepala. Sevis atas juga harus memiliki tumpuan kaki yang baik, tidak bolehmenginjak garis dan dilakukan di darah servis. Bola dilambungkan terlebih dahulu berada di atas kepala kemudian tangan yang satu memukul bola ke arah lapangan lawan. Setelah memukul server masuk ke dalam lapangan.

43 2. Servis Mengapung Servis atas merupakan pukulan pertama yang dilakukan di samping badan dan posisi berdiri menyampiang lapangan. Sevis atas juga harus memiliki tumpuan kaki yang baik, tidak boleh menginjak garis dan dilakukan di darah servis. Bola dilambungkan terlebih dahulu berada di samping badan kemudian tangan yang satu memukul bola ke arah lapangan lawan. Setelah memukul server masuk ke dalam lapangan.

44 2. Servis Melompat/ Jump servis Servis merupakan pukulan pertama yang dilakukan dengan cara melompat. Sevis melompat tidak bolehmenginjak garis dan dilakukan di darah servis. Bola dilambungkan terlebih dahulu sesuai dengan ketinggian berada di atas kepala kemudian melompat dan salah satu memukul bola ke arah lapangan lawan. Setelah memukul server masuk ke dalam lapangan.

45 QUIS  Demonstrasikan berbagai macam servis dalam bola voli dengan teknik yang benar !

46 BOLA BASKET

47 Sejarah Bola Basket  Permainan bola basket diciptakan oleh Dr. James A. Naismith pada tahun 1891atas anjuran Dr. Luther Hasley Gulick. Dokter Huther menganjurkan untuk menciptakan permainan baruyang dapat dimainkan di dalam gedung.  Pada mulanya Dr. Naismith menggunakan keranjang sebagai sasaran. Oleh karena itu permainan ini dinamakan “ Basket Ball “. Permainan ini berkembang cepat di seluruh dunia. Pada ahun 1924 Basket di demonstrasikan pada olimpiade di Perancis. Pada tanggal 21 juni 1932 atas prakarsa Dr. Elmer Beny direktur sekolah olhraga di Jeneva diadakan konfrensi bola basket dan terbentuklah Federation Internationale De Basketball Amateur ( FIBA ).  Pada tahun1936 permainan bola basket dipertandingkan di olimpiade di Jerman dan diikuti 21 negara. Bola basket masuk ke Indonesia setelah perang dunia ke II oleh para perantau Cina. Pada PON I di Surakarta bola basket di masukkan dalam pertandingan. Pada tanggal 23 Oktober 1951 brdirilan Persatuan Basketball Seluruh Indonesia. Tahun 1955 PERBASI diterima oleh FIBA dan tahun 1955 Perbasi di ubah singkatan menjadi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia.

48 Menggiring Bola / dribbling  Menggiring bola adalah salah satu cara membawa lari bola ke segala arah. Dalam dribbling pemain boleh mendribble bola lebih dari satu langkkah, asal bola dipantulkan dengan cara berlari maupun berjalan. Menggiring bola adalah merupakan salah satu cara membawa bola ke daerah lawan / lapangan lawan. Menggiring bola dibenarkan dengan satu tangan baik tangan kanan maupun tangan kiri. Fungsi dribbling adalah : Mencari peluang serangan Menerobos pertahanan lawan Memperlambat tempo permainan Mendekati daerah lapangan lawan Mendekati teman satu tim Mendekati ring lawan

49 Macam-Macam Teknik Dribbling  Dribbling menggunakan jari dengan kontrol Dribbling ini menekan bola dengan jari, pada waktu bola naik dikontrol memakai telapak tangan.

50 Dribbling Rendah Dribbling rendah biasanya dilakukan untuk mengontrol bola, menerobos pertahanan lawan

51 Dribbling croosover Yaitu dribbling dengan memindahkan bola dengan tangan untuk mengecoh atau menerosos pertahanan lawan.

52 Dribbling diantara dua kaki Dribbling diantara dua kaki yaitu mendribling bola dengan tangan kaknan di sebelah kanan badan, kemudian melangkahkan kaki kiri. Gerak ini menghasilkan celah sehingga bisa dilewati bola. Dengan memantulkan bola dengan cepat mekewati celah kaki untuk memindahkan ke tangan kiri dan sebaliknya

53 Dribbling Jab-Step/ drible mengecoh langkah Dribbling ini mula mula mendribling dengan tangan kanan, kemudian stelah mendekati lawan melakukan langkah dengan kaki kiri ke arah kiri, kemudian menjejakkan kaki kiri untuk membuat bergerak kembali ke arah kanan dan sebaliknya.

54 Dribbling Behind the back/ drible melewati belakang badan  Dribbling ini memindahkan dribbling melewari belakang badan. Setelah mengontrol bola menggunakan tangan dan lengan untuk mengayun bola cepat melewati belakang badan

55 Back up drible/ Drible Membelakangi  Dribbling ini membawa bola dengan membelakangi lawan dengan kontrol, arah langkah yaitu ke belakang atau mundur.

56 QUIS  Demonstrasikan berbagai macam dribbling bola basket dengan teknik yang benar !

57 Menerapkan Budaya Hidup Sehat “tanpa narkoba”

58 Narkoba Narkoba atau NAPZA adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang (pikiran, perasaan dan perilaku) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi. Yang termasuk dalam NAPZA adalah: Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya. Menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika adalah: zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

59 Narkotika terdiri dari 3 golongan :  Golongan I : Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Heroin, Kokain, Ganja.  Golongan II : Narkotika yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Morfin, Petidin.  Golongan III : Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau tujuan pengebangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Codein.

60 PSIKOTROPIKA Menurut UU RI No 5 / 1997, Psikotropika adalah : zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku.

61 Psikotropika terdiri dari 4 golongan :  Golongan I : Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Ekstasi.  Golongan II : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalan terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Amphetamine.  Golongan III : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Phenobarbital.  Golongan IV : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan.Contoh: Diazepam, Nitrazepam ( BK, DUM)

62 ZAT ADIKTIF LAINNYA Yang termasuk Zat Adiktif lainnya adalah : bahan / zat yang berpengaruh psikoaktif diluar Narkotika dan Psikotropika, meliputi : 1.Minuman Alkohol : mengandung etanol etil alkohol, yang berpengaruh menekan susunan saraf pusat, dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari - hari dalam kebudayaan tertentu. Jika digunakan bersamaan dengan Narkotika atau Psikotropika akan memperkuat pengaruh obat / zat itu dalam tubuh manusia. Ada 3 golongan minuman beralkohol : A. Golongan A : kadar etanol 1 – 5 % ( Bir ). B. Golongan B : kadar etanol 5 – 20 % ( Berbagai minuman anggur ) c. C. Golongan C : kadar etanol 20 – 45 % ( Whisky, Vodca, Manson House, Johny Walker).

63 2. Inhalasi ( gas yang dihirup ) dan solven ( zat pelarut ) mudah menguap berupa senyawa organik, yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga, kantor, dan sebagai pelumas mesin. Yang sering disalahgunakan adalah : Lem, Tiner, Penghapus Cat Kuku, Bensin. 3. Tembakau : pemakaian tembakau yang mengandung nikotin sangat luas di masyarakat. Dalam upaya penanggulangan NAPZA di masyarakat, pemakaian rokok dan alkohol terutama pada remaja, harus menjadi bagian dari upaya pencegahan, karena rokok dan alkohol sering menjadi pintu masuk penyalahgunaan NAPZA lain yang berbahaya.

64 Berdasarkan efeknya terhadap perilaku yang ditimbulkan dari NAPZA dapat digolongkan menjadi 3 golongan : 1. Golongan Depresan ( Downer ). Adalah jenis NAPZA yang berfungsi mengurangi aktifitas fungsional tubuh. Jenis ini membuat pemakainya menjadi : tenang dan bahkan membuat tertidur bahkan tak sadarkan diri. Contohnya : Opioda ( Morfin, Heroin, Codein ), sedative ( penenang ), Hipnotik ( obat tidur ) dan Tranquilizer (anti cemas ). 2. Golongan Stimulan ( Upper ). Adalah jenis NAPZA yang merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan kerja. Jenis ini menbuat pemakainnya menjadi aktif, segar dan bersemangat. Contoh : Amphetamine ( Shabu, Ekstasi ), Kokain. 3. Golongan Halusinogen. Adalah jenis NAPZA yang dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan, pikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga seluruh persaan dapat terganggu. Contoh : Kanabis ( ganja ).

65 Contoh Bentuk Narkoba  Narkotika adalah zat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik semi sintesis/sintesis. Contoh obat-obatan yang tergolong Narkotika antara lain: Morphin, Heroin, Ganja dll. Contoh gambar:

66 - Psikotropika  Contoh obat-obatan yang tergolong psikotropika antara lain: Shabu, Ecstasy, Rohimnol, pilkoplo, dan man drugs.

67 - Bahan Adiktif  Bahan adiktif adalah zat atau bahan yang menyebabkan manusia kecanduan atau ketergantungan terhadap zat tersebut. Narkotika, Alkohol, dan Psikotropika, sebetulnya, termasuk zat adiktif karena dapat menyebabkan kecanduan. Namun, yang dimaksud zat adiktif disini adalah zat adiktif yang bukan narkotika, alkohol, dan psikotropika atau zat-zat baru hasil olahan manusia yang menyebabkan kecanduan.

68 Jenis – Jenis Narkoba 1.Opium Merupakan golongan Narkotika alami yang sering digunakan dengan cara dihisap (inhalasi).  Menimbulkan rasa kesibukan (rushing sensation)  Menimbulkan semangat  Merasa waktu berjalan lambat.  Pusing, kehilangan keseimbangan/mabuk.  Merasa rangsang birahi meningkat (hambatan seksual hilang).  Timbul masalah kulit di sekitar mulut dan hidung.

69 2. MORFIN Merupakan zat aktif (narkotika) yang diperoleh dari candu melalui pengolahan secara kimia. Umumnya candu mengandung 10% morfin. Cara pemakaiannya disuntik di bawah kulit, ke dalam otot atau pembuluh darah (intravena)  Menimbulkan euforia.  Mual, muntah, sulit buang hajat besar (konstipasi).  Kebingungan (konfusi).  Berkeringat.  Dapat menyebabkan pingsan, jantung berdebar- debar.  Gelisah dan perubahan suasana hati.  Mulut kering dan warna muka berubah.

70 3. HEROIN atau Putaw Merupakan golongan narkotika semisintetis yang dihasilkan atas pengolahan morfin secara kimiawi melalui 4 tahapan sehingga diperoleh heroin paling murni berkadar 80% hingga 99%. Heroin murni berbentuk bubuk putih sedangkan heroin tidak murni berwarna putih keabuan (street heroin). Zat ini sangat mudah menembus otak sehingga bereaksi lebih kuat dari pada morfin itu sendiri. Umumnya digunakan dengan cara disuatau dihisap. Timbul rasa kesibukan yang sangat cepat/rushing sensastion (± detik) diikuti rasa menyenangkan seperti mimpi yang penuh kedamaian dan kepuasan atau ketenangan hati (euforia). Ingin selalu menyendiri untuk menikmatinya.  Denyut nadi melambat.  Tekanan darah menurun.  Otot-otot menjadi lemas/relaks.  Diafragma mata (pupil) mengecil (pin point).  Mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan diri.  Membentuk dunia sendiri (dissosial) : tidak bersahabat.

71  Penyimpangan perilaku : berbohong, menipu, mencuri, kriminal.  Ketergantungan dapat terjadi dalam beberapa hari.  Efek samping timbul kesulitan dorongan seksual, kesulitan membuang hajat besar, jantung berdebar- debar, kemerahan dan gatal di sekitar hidung, timbul gangguan kebiasaan tidur. Jika sudah toleransi, semakin mudah depresi dan marah sedangkan efek euforia semakin ringan atau singkat.

72 4. GANJA atau kanabis Berasal dari tanaman kanabis sativa dan kanabis indica. Pada tanaman ini terkandung 3 zat utama yaitu tetrahidrokanabinol, kanabinol dan kanabidiol. Cara penggunaannya dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok. Denyut jantung atau nadi lebih cepat.  Mulut dan tenggorokan kering.  Merasa lebih santai, banyak bicara dan bergembira.  Sulit mengingat sesuatu kejadian.  Kesulitan kinerja yang membutuhkan konsentrasi, reaksi yang cepat dan koordinasi.  Kadang-kadang menjadi agresif bahkan kekerasan.  Bilamana pemakaian dihentikan dapat diikuti dengan sakit kepala, mual yang berkepanjangan, rasa letih/capek.

73 5. KOKAIN Mempunyai 2 bentuk yakni bentuk asam (kokain hidroklorida) dan bentuk basa (free base). Kokain asam berupa kristal putih, rasa sedikit pahit dan lebih mudah larut dibanding bentuk basa bebas yang tidak berbau dan rasanya pahit. Nama jalanan kadang disebut koka, coke, happy dust, snow, charlie, srepet, salju, putih. Disalahgunakan dengan cara menghirup yaitu membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus di atas permukaan kaca dan benda yang mempunyai permukaan datar. Kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot atau gulungan kertas. Cara lain adalah dibakar bersama tembakau yang sering disebut cocopuff. Menghirup kokain berisiko luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam.  Menimbulkan keriangan, kegembiraan yang berlebihan (ecstasy).  Hasutan (agitasi), kegelisahan, kewaspadaan dan dorongan seks.  Penggunaan jangka panjang mengurangi berat badan.  Timbul masalah kulit.

74 6. AFETAMIN Nama generik/turunan amfetamin adalah D- pseudo epinefrin yang pertama kali disintesis pada tahun 1887 dan dipasarkan tahun 1932 sebagai pengurang sumbatan hidung (dekongestan). Berupa bubuk warna putih dan keabu-abuan. Ada 2 jenis amfetamin yaitu MDMA (metil dioksi metamfetamin) dikenal dengan nama ectacy. Nama lain fantacy pils, inex. Metamfetamin bekerja lebih lama dibanding MDMA (dapat mencapai 12 jam) dan efek halusinasinya lebih kuat. Nama lainnya shabu, SS, ice. Cara penggunaan dalam bentuk pil diminum. Dalam bentuk kristal dibakar dengan menggunakan kertas alumunium foil dan asapnya dihisap melalui hidung, atau dibakar dengan memakai botol kaca yang dirancang khusus (bong). Dalam bentuk kristal yang dilarutkan dapat juga melalui suntikan ke dalam pembuluh darah (intravena).

75  Jantung terasa sangat berdebar-debar (heart thumps).  Suhu badan naik/demam.  Tidak bisa tidur.  Merasa sangat bergembira (euforia).  Menimbulkan hasutan (agitasi).  Banyak bicara (talkativeness).  Menjadi lebih berani/agresif.  Kehilangan nafsu makan.  Mulut kering dan merasa haus.  Berkeringat.  Tekanan darah meningkat.  Mual dan merasa sakit.  Sakit kepala, pusing, tremor/gemetar.  Timbul rasa letih, takut dan depresi dalam beberapa hari.  Gigi rapuh, gusi menyusut karena kekurangan kalsium.

76 Sedatif (obat penenang) dan hipnotikum (obat tidur). Nama jalanan BDZ antara lain BK, Lexo, MG, Rohip, Dum. Cara pemakaian BDZ dapat diminum, disuntik intravena, dan melalui dubur. Ada yang minum BDZ mencapai lebih dari 30 tablet sekaligus. Dosis mematikan/letal tidak diketahui dengan pasti. Bila BDZ dicampur dengan zat lain seperti alkohol, putauw bisa berakibat fatal karena menekan sistem pusat pernafasan. Umumnya dokter memberi obat ini untuk mengatasi kecemasan atau panik serta pengaruh tidur sebagai efek utamanya, misalnya aprazolam/Xanax/Alviz.  Akan mengurangi pengendalian diri dan pengambilan keputusan.  Menjadi sangat acuh atau tidak peduli dan bila disuntik akan menambah risiko terinfeksi HIV/AIDS dan hepatitis B & C akibat pemakaian jarum bersama. Menghilangkan kekhawatiran dan ketegangan (tension). 7. SEDATIF-HIPNOTIK (Benzodiazepin/BDZ)

77 8. ALKOHOL Merupakan suatu zat yang paling sering disalahgunakan manusia. Alkohol diperoleh atas peragian/fermentasi madu, gula, sari buah atau umbi-umbian. Dari peragian tersebut dapat diperoleh alkohol sampai 15% tetapi dengan proses penyulingan (destilasi) dapat dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi bahkan mencapai 100%. Kadar alkohol dalam darah maksimum dicapai menit. Setelah diserap, alkohol/etanol disebarluaskan ke suluruh jaringan dan cairan tubuh. Dengan peningkatan kadar alkohol dalam darah orang akan menjadi euforia, namun dengan penurunannya orang tersebut menjadi depresi. Dikenal 3 golongan minuman berakohol yaitu golongan A; kadar etanol 1%-5% (bir), golongan B; kadar etanol 5%-20% (minuman anggur/wine) dan golongan C; kadar etanol 20%-45% (Whiskey, Vodca, TKW, Manson House, Johny Walker, Kamput).

78 Pada umumnya alkohol :  Akan menghilangkan perasaan yang menghambat atau merintangi.  Merasa lebih tegar berhubungan secara sosial (tidak menemui masalah).  Merasa senang dan banyak tertawa.  Menimbulkan kebingungan.  Tidak mampu berjalan.

79 9. INHALANSIA atau SOLVEN Adalah uap bahan yang mudah menguap yang dihirup. Contohnya aerosol, aica aibon, isi korek api gas, cairan untuk dry cleaning, tinner, uap bensin.Umumnya digunakan oleh anak di bawah umur atau golongan kurang mampu/anak jalanan. Penggunaan menahun toluen yang terdapat pada lem dapat menimbulkan kerusakan fungsi kecerdasan otak.  Pada mulanya merasa sedikit terangsang.  Dapat menghilangkan pengendalian diri atau fungsi hambatan.  Bernafas menjadi lambat dan sulit.  Tidak mampu membuat keputusan.  Terlihat mabuk dan jalan sempoyongan.  Mual, batuk dan bersin-bersin.  Kehilangan nafsu makan.  Halusinasi.  Perilaku menjadi agresif/berani atau bahkan kekerasan.  Bisa terjadi henti jantung (cardiac arrest).

80 10. LSD atau lysergic acid atau acid, trips, tabs Termasuk sebagai golongan halusinogen (membuat khayalan) yang biasa diperoleh dalam bentuk kertas berukuran kotak kecil sebesar ¼ perangko dalam banyak warna dan gambar. Ada juga yang berbentuk pil atau kapsul. Cara menggunakannya dengan meletakkan LSD pada permukaan lidah dan bereaksi setelah menit kemudian dan berakhir setelah 8-12 jam.  Timbul rasa yang disebut Tripping yaitu seperti halusinasi tempat, warna dan waktu.  Biasanya halusinasi ini digabung menjadi satu hingga timbul obsesi terhadap yang dirasakan dan ingin hanyut di dalamnya.  Menjadi sangat indah atau bahkan menyeramkan dan lama kelamaan membuat perasaan khawatir yang berlebihan (paranoid).  Denyut jantung dan tekanan darah meningkat.  Diafragma mata melebar dan demam.  Disorientasi.  Depresi.

81 Ciri umum anak pengguna narkoba Setiap pecandu narkoba pasti memiliki cirri-ciri, di antaranya: 1.Merokok pada usia remaja dini 2.Cenderung menarik diri dari acara keluarga dan lebih senang mengurung dikamar 3.Bergaul dengan teman hingga larut malam bahkan jarang pulang kerumah 4.Sering bersenang-senang di pesta, diskotek maupun kumpul di mall 5.Mudah tersinggung, egois, dan tidak mau diusik oleh orang tua atau keluarga 6.Menghindar dari tanggung jawab yang sesuai, malas menyelesaikan tugas rutin dirumah 7.Prestasi belajar menurun, sering bolos atau terlambat kesekolah 8.Perilaku mulai menyimpang seperti kenakalan remaja, mencuri, pergaulan seks bebas dan berkelompok dengan teman yang suka mabuk- mabukan

82 STRATEGI PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN NARKOBA Penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba saat ini menjadi masalah yang sangat memprihatinkan dan cenderung semakin meningkat serta merupakan masalah bersama antara yang melibatkan pemerintah dan masyarakat sehingga memerlukan suatu strategi yang melibatkan seluruh komponen bangsa yang bersatu padu dalam suatu gerakan bersama untuk melaksanakan strategi ”menyeimbangkan dan memadukan pengurangan pemasukan dan pengurangan permintaan” sehingga program P4GN dapat berhasil guna yang meliputi bidang-bidang sebagai berikut :

83 1. Bidang Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba. Mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba dengan meningkatkan kapasitas kelembagaan lintas bidang terkait, meningkatkan kualitas individu aparat, serta menumbuhkan kesadaran, kepedulian dan peran serta aktif seluruh komponen masyarakat melalui lembaga swadaya masyarakat (LSM), lembaga keagamaan, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, pelajar, mahasiswa dan pemuda, pekerja, serta lembaga-lembaga lainnya yang ada di masyarakat. (Pendidikan, Kesehatan sosial, Sosial-Akhlak, Sosial-pemuda & OR Ekonomi-Tenaga Kerja). Mencegah terjadinya penyalahgunaan dan perredaran gelap, dengan upaya-upaya yang berbasiskan masyarakat mendorong dan menggugah kesadaran, kepedulian dan peran serta aktif seluruh komponen masyarakat dengan motto yang menjadi pendorong semangat adalah ”Mencegah Lebih baik Daripada Mengobati”, adalah :

84 a. Strategi pre-emtif (Prevensi Tidak Langsung) Merupakan pencegahan tidak langsung yaitu, menghilangkan atau mengurangi faktor-faktor yang mendorong timbulnya kesempatan atau peluang untuk melakukan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, dengan usaha/kegiatan dengan menciptakan kesadaran, kepedulian, kewaspadaan, dan daya tangkal masyarakat dan terbina kondisi, prilaku dan hidup sehat tanpa narkoba. b. Strategi Nasional Usaha Promotif Usaha-usaha promotif dilaksanakan dengan kegiatan- kegiatan pembinaan dn pengembangan lingkungan masyarakat bebas narkoba, pembinaan dan pengembangan pola hidup sehat, beriman, kegiatan positif, produktif, konstruktif dan kreatif.

85 c. Strategi nasional untuk komunikasi, Informasi dan Pendidikan Pencegahan. Pencegahan penyalahgunaan narkoba terutama diarahkan kepada generasi muda (anak, remaja, pelajar, pemuda, dan mahasiswa). Penyalahgunaan sebagai hasil interaksi individu yang kompleks dengan berbagai elemen dari lingkungannya, terutama dengan orng tua, sekolah, lingkungan masyarakat dan remaja/pemuda lainnya, oleh karena itu Strategi informasi dan Pendidikan Pencegahan dilaksanakan melalui 7 (Tujuh) jalur yaitu : 1) Keluarga, dengan sasaran orang tua, anak, pemuda, remaja dan anggota keluarga lainnya. 2) Pendidikan, sekolah maupun luar sekolah/dengan kelompok sasaran guru/tenaga pendidikan dan peserta didik/warga belajar baik secara kurikuler maupun ekstra kurikuler. 3) Lembaga keagamaan, engan sasaran pemuka-pemuka agama dan umatnya.

86 4) Organisasi sosial kemasyarakatan, dengan sasaran remaja/pemuda dan masyarakat. 5) Organisasi Wilayah Pemukiman (LKMD, RT,RW), dengan sasaran warga terutama pemuka masyarakat dan remaja setempat. 6) Unit- unit kerja, dengan sasaran Pimpinan, Karyawan dan keluargannya. 7) Mass Media baik elektronik, cetak dan Media Interpersonal (Talk show dan dialog interaktif), dengan sasaran luas maupun individu. d. Strategi Nasional untuk Golongan Beresiko Tinggi Strategi ini disisapkan khusus untk remaja/pemuda yang beresiko tinggi, yaitu mereka yang memepunyai banyak masalah, yang dengan edukasi preventif saja tidak cukup krena tidak menyentuh permasalahan yang mereka alami. Pada umumnya masalah-masalah tersebut, menyangkut kehidupan keluarga drop out/putus sekolah, putus pacar, kehamilan diluar nkah, tekanan kelompok sebaya (peer group), glandangan dan anak terlantar, dan lain-lain.

87 e. Strategi Nasional untuk partisipasi Masyarakat Strategi ini merupakan strategi pencegahan berbasis masyarakat, sebagai upaya untuk menggugah, mendorong dan menggerakan masyarakat untuk sadar, peduli, dan aktif dalam melakukan pencegahan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Suksesnya strategi ni sangat tertanggung pada partisispasi masyarakat dalam usaha-usaha promotif, edukasi prevensi, dan penanganan golongan beresiko tinggi. Kekuatan-kekuatan didalam masyarakat di mobilisir untuk secara aktif menyelenggarakan program-program dibidang-bidang tersebut ditas.

88 Apa yang harus kita lakukan jika ada keluarga kita yang terkena narkoba 1.Jangan panik secara berlebihan atau sembarangan menuduh 2.Hindari saling menyalahkan, merasa gagal dan putus asa 3.Siapkan diri dan keluarga menerima kenyataan, tidak perlu merasa malu sehingga menutup diri dari usaha, kerjasama dan informasi. 4.Jalin komunikasi keterbukaan dengan anak, sebab anak yang terkena tidak perlu disalahkan tapi perlu penyelesaian 5.Ingat, anak narkoba berbeda dengan terkena penyakit fisik umumnya karena ia mengalami kekurangan fisik dan mental 6.Perawatan harus melalui tahap Detoksifikasi untuk menetralisir efek penyalahgunaan NARKOBA dan dilanjutkan rehabilitasi untuk perbaikan fisik, mental, sosial, spiritual dan perilaku yang menyimpang 7.Tidak ada jaminan untuk sembuh kecuali atas : kesadaran anak, doa, motivasi dan dorongan keluarga atas karunia Tuhan pada jalan agama

89 QUIS  Jelaskan apa yang dimaksud dengan NAPSA !  Sebutkan jenis-jenis narkoba yang kalian ketahui.  Sebutkan bahaya penyalahgunaan narkoaba !  Jebutkan 3 golongan Narkotika !  Sebutkan 3 golongan napsa !  Sebutkan 5 cara menanggulangi bahaya narkoba dilihat dari sudut pandang: a. Pribadi b. Keluarga c. pemerintah.


Download ppt "KEBUGARAN JASMANI PHISICAL FITNESS  Banyak ahli yang mengungkapkan batasan kebugaran/kesegaran jasmani menurut sudut pandang masing-masing.  Batasan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google