Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ELSA INSAN HANIFA, S.PD Listrik Dinamis SiswaNF.com.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ELSA INSAN HANIFA, S.PD Listrik Dinamis SiswaNF.com."— Transcript presentasi:

1 ELSA INSAN HANIFA, S.PD Listrik Dinamis SiswaNF.com

2 Menentukan arus listrik dan arus elektron. Arah elektronArah arus listrik Arus elektron adalah aliran elektron dari potensial rendah ke potensial tinggi Arus lisrik adalah aliran muatan positif dari potensial tinggi ke potensial rendah Klik

3 Menentukan syarat arus listrik dapat mengalir pada suatu rangkaian Mengapa Lampu mati ? Rangkaian Terbuka Mengapa Lampu menyala ? Rangkaian Tertutup Dalam rangkaian apa agar Arus listrik dapat mengalir ? Klik

4 Kuat Arus Listrik Kuat arus listrik adalah banyaknya muatan yang mengalir pada penghantar tiap detik. I = Kuat arus listrik ( Ampere ) Q = muatan ( Coulomb ) t = waktu ( secon ) Klik Satu Ampere didefinisikan sebagai muatan listrik sebesar 1 coulomb yang mengalir dalam penghantar selama satu sekon 1 A = 1 C/s Klik

5 Pengukuran Kuat arus listrik Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik Pemasangan Amperemeter dalam rangkaian listrik disusun secara seri ( tidak bercabang ) Klik

6 Nilai yang terukur = Cara membaca Amperemeter skala maksimum skala yang ditunjuk jarum skala batas ukur Nilai yang ditunjuk jarum Nilai maksimum X 1 = 0,34 A Klik x Batas ukur

7 Contoh Sebuah akumulator pada kutub-kutubnya dihubungkan pada terminal lampu jika kuat arus yang mengalir pada lampu 0,5 A dan lampu dinyalakan selama 2 menit berapakah muatan listrik yang telah melewati lampu ? Diketahui I = ……………… A t = ……………… s Jawab Q = ………… x ……………. = ………….x ……………. = …………………………. C Klik

8 Beda Potensial Energi yang diperlukan untuk memindah muatan listrik tiap satuan muatan Definisi Beda potensial listrik V = Beda Potensial ( Volt ) W = Energi ( Joule ) Q = Muatan ( Coulomb ) 1 Volt = 1J/C Satu volt didefinisikan untuk memindah muatan listrik sebesar 1 Coulumb memerlukan energi sebesar 1 Joule.

9 Contoh Sebuah baterai memiliki beda potensial sebesar 1,5 volt jika baterai digunakan untuk menyalakan lampu maka sejumlah 50 coulomb muatan listrik yang melewati lampu. Berapakah besar energi yang dikeluarkan baterai Diketahui V = ………………… Jawab Q = ………………….W = ………….. X …………….. Ditanya = ………….. X …………….. W = ? = ………………… J Klik

10 A.Hukum Ohm Kuat arus listrik yang terjadi pada suatu penghantar berbanding lurus dengan beda potensial atau tegangan kedua ujung penghantar. atau Grafik perbandingan V-I pada hukum Ohm 1.Hubungan Kuat Arus dan Tegangan

11 2.Hambatan Hambatan suatu penghantar sebanding dengan panjang penghan-tar dan berbanding terbalik dengan luas penampangnya. Keterangan: R = hambatan peghantar (  )  = hambatan jenis (  m) l = panjang penghantar (m) A = luas penampang (m 2 )

12 3.Rangkaian Hambatan a.Rangkaian Seri Hambatan satu dengan hambatan lainnya disu- sun secara berurutan. Besar hambatan pengganti dihitung dengan menggunakan rumus,

13 b.Rangkaian Paralel Hambatan satu dengan hambatan lainnya disusun secara berdampingan. Besar hambatan pengganti dihitung dengan menggunakan rumus, Tiap hambatan bertemu pada satu titik percabangan.

14 B.Hukum Kirchoff 1.Hukum I Kirchoff jumlah arus masuk = jumlah arus keluar atau

15 Pada rangkaian tertutup, jumlah aljabar ggl sumber arus dengan penurunan potensial, sama dengan nol. 2.Hukum I Kirchoff

16 Semua hambatan dihitung positif. E bernilai positif jika E bernilai negatif jika Ketentuan perumusan hk. Kirchoff II: Arus yang searah dengan penelusuran lup dihitung positif, sedangkan yang berlawanan dihitung negatif. Jika hasil akhir perhitungan kuat arus bernilai negatif maka kuat arus yang sebenarnya merupakan kebalikan dari arah yang ditetapkan.

17 3.Kuat Arus Listrik pada Rangkaian Sederhana Dalam rangkaian hanya terdapat satu buah sumber arus, maka: Sehingga besarnya kuat arus dirumuskan dengan,

18 4.Kuat Arus Listrik pada Rangkaian Tertutup Misal, arah arus dan penelusuran loop searah dengan jarum jam, sesuai dengan hukum Kirchoff II maka:

19 C.Alat Ukur Listrik 1.Amperemeter Dalam rangkaian, amperemeter dilambangkan dengan simbol Berfungsi untuk mengukur besarnya arus listrik. Dipasang seri dalam rangkaian.

20 2.Voltmeter Berfungsi untuk mengukur besarnya tegangan dalam rangkaian listrik. Dipasang paralel dalam rangkaian. Dalam rangkaian, voltmeter dilambangkan dengan simbol

21 3.Multimeter Dapat berfungsi sebagai voltmeter, amperemeter, dan ohmeter. Pada multimeter analog, besar simpangan jarum sebanding dengan besar satuan (voltage, kuat arus, atau nilai hambatan) yang sedang diukur.

22 D.Daya Listrik 1.Pengertian Daya Listrik Daya, adalah besar usaha atau energi listrik per satuan waktu.

23 2.Daya pada Alat-Alat Listrik Misalnya, pada sebuah lampu bertuliskan 40W/220V, hal ini berarti menunjukkan: Pada tegangan 220 V, lampu membutuhkan daya sebesar 40 watt atau 40 joule per sekon. Dalam satu jam, lampu menggunakan energi listrik sebesar: Pemakaian daya diukur oleh kWh-meter diukur dalam satuan kWh

24 Jika lampu dipasang pada tegangan selain 220 V, misalnya pada tegangan 110 V, maka daya yang diserap lampu adalah sebagai berikut. Jadi, fungsi lampu tidak maksimal pada tegangan yang lebih rendah daripada yang tertera pada lampu.

25 3.Penghematan Energi Listrik Menggunakan peralatan listrik dengan daya kecil. Mematikan peralatan listrik jika tidak digunakan. Mengurangi lamanya pemakaian listrik. Menggunakan alat listrik hemat energi.

26 4.Pemanfaatan Listrik dalam Kehidupan


Download ppt "ELSA INSAN HANIFA, S.PD Listrik Dinamis SiswaNF.com."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google