Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PERMINTAAN UANG & TINGKAT BUNGA EKUILIBRIUM Dosen: Lies Rosaria, ST., MSi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PERMINTAAN UANG & TINGKAT BUNGA EKUILIBRIUM Dosen: Lies Rosaria, ST., MSi."— Transcript presentasi:

1 PERMINTAAN UANG & TINGKAT BUNGA EKUILIBRIUM Dosen: Lies Rosaria, ST., MSi

2 TEORI KEUANGAN Analisa yang menjelaskan tentang hubungan diantara penawaran uang dengan tingkat harga dan kegiatan ekonomi negara. TEORI KEUANGAN ada dua pandangan yaitu : 1.TEORI KEUANGAN KLASIK 2.TEORI KEUANGAN KEYNES

3 PENAWARAN UANG DAN HARGA : Pandangan Klasik 1.TEORI KUANTITAS Rumus persamaan pertukaran: MV = PT. Dimana: M : penawaran uang (Money Supply) V: laju peredaran uang (Velocity of Money) P: harga (Price) T : jumlah barang-barang dan jasa yang diperjualbelikan (Trading) Dalam keadaan ini maka pertambahan penawaran uang akan menimbulkan kenaikan harga yang sama persentasinya dengan pertambahan dan penawaran uang. Kenaikan penawaran uang akan menaikkan harga-harga pada tingkat yang sama dan penurunan penawaran uang akan menurunkan harga pada tingkat yang sama.

4 TEORI KUANTITAS UANG : Asumsi dan pandangan 1.Laju peredaran uang (V) adalah tetap. Menurut ahli-ahli ekonomi Klasik kelajuan peredaran uang tergantung pada beberapa faktor teknikal seperti sistem pembayaran gaji, ciri-ciri kegiatan perdagangan, efisiensi sistem pengangkutan dan kepadatan penduduk. Faktor-faktor tersebut tidak mengalami perubahan dalam jangka pendek, dan oleh karena itu cara-cara meayarakat untuk menggunakan uang dan belanja tidak berubah. 2.Kesempatan kerja penuh selalu tercapai dalam ekonomi. Katakanlah, setiap barang yang diproduksi akan dibeli masyarakat. Maka untuk memaksimalkan keuntungan, produsen akan memproduksi barang pada tingkat kesempatan kerja penuh (Full employment). Hal ini berarti T akan tetap jumlahnya, tidak bertambah ataupun berkurang.

5 CONTOH ANGKA: Misalkan dalam suatu perekonomian (dengan menggunakan satu contoh angka) diketahui T = 500, penawaran uang 200 dan laju peredaran uang adalah 5. Berdasarkan teori kuantitas uang, harga ditunjukkan dalam perhitungan berikut: MV = PT 200 × 5= 500P P = 2 Apa yang terjadi apabila tingkat harga dan penawaran uang mengikat sebanyak 25 persen, yaitu dari 200 menjadi 250? MV = PT 250 × 5= 500P P = 2,5 Dengan menggunakan teori kuantitas, terbukti bahwa apabila penawaran uang meningkat sebanyak 25% maka tingkat harga juga akan meningkat sebesar 25%.

6 PENAWARAN UANG DAN HARGA : Pandangan Klasik 2.TEORI SISA TUNAI Rumus persamaan : M = kPT. Dimana: M : penawaran uang (Money Supply) k: bagian dari pendapatan masyarakan yang tetap dipegang dalam bentuk tunai P: harga (Price) T : jumlah barang-barang dan jasa yang diperjualbelikan (Trading) Teori ini sama seperti sebelumnya yaitu pertambahan penawaran uang akan menaikkan harga pada tingkat yang sama dengan pertambahan penawaran uang

7 TEORI KUANTITAS UANG: Kritik-kritik Atas teori 1.Pemisalan bahwa T adalah tetap kurang tepat. 2.Laju peredaran uang tidak selalu tetap dalam jangka pendek dan jangka panjang. 3.Perhubungan di antara penawaran uang dan harga adalah lebih rumit dari yang diterangkan oleh teori kuantitas. 4.Teori kuantitas hanya memperhatikan fungsi uang sebagai alat untuk melicinkan kegiatan tukar menukar dan transaksi dengan menggunakan uang. 5.Teori kuantitas mengabaikan efek perubahan penawaran uang terhadap suku bunga.

8 TEORI KEUANGAN KEYNES Menerangkan tiga persoalan : i.tujuan masyarakat untuk meminta uang ii.faktor-faktor yang menentukan suku bunga iii.efek perubahan penawaran uang keatas kegiatan ekonomi negara Bagian yang penting dari keynes adalah menentukan suku bunga dan bagaimana suku bunga mempengaruhi kegiatan ekonomi negara.

9 TEORI KEUANGAN KEYNES: tujuan-tujuan memegang uang: 1.Permintaan uang untuk transaksi Tujuan utama memegang uang adalah untuk bertransaksi. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, seseorang membelanjakan sebagian besar penghasilannya. 2.Permintaan uang untuk berjaga-jaga Uang yang disisihkan dan dipergunakan sewaktu-waktu untuk keperluan tak terduga/mendesak seperti pengobatan dll. 3.Permintaan uang untuk Spekulasi Uang yang digunakan untuk tujuan ini disimpan atau digunakan untuk membeli surat berharga – seperti obligasi, saham, dll. Penggunaan uang cara ini bergantung pada suku bunga/dividen atas surat-surat berharga tersebut. Apabila suku bunganya tinggi, masyarakat akan lebih banyak membeli surat berharga tersebut, apabila suku bunganya rendah, mereka cenderung menyimpan uang mereka daripada membeli surat-surat berharga tersebut.

10 GRAFIK PERMINTAAN UANG PERMINTAAN UANG : jumlah uang yang diminta oleh masyarakat untuk ketiga tujuan: transaksi, berjaga-jaga dan spekulasi.

11 PERMINTAAN UANG, PENAWARAN UANG DAN SUKU BUNGA: Grafik permintaan uang (Money Demand)

12 PERMINTAAN UANG, PENAWARAN UANG DAN SUKU BUNGA: Grafik permintaan dan penawaran uang

13 UANG DAN KEGIATAN EKONOMI: Pandangan Keynes Keynes berkeyakinan: pengangguran akan selalu terwujud dan menyebabkan tingkat kegiatan ekonomi yang belum mencapai tingkat maksimum. Keadaan ini dapat diperbaiki dengan 2 pendekatan/kebijakan: i.Menaikkan pengeluaran agregat. Melalui perubahan pengeluaran pemerintah dan komponen pengeluaran agregat lain seperti investasi dan ekspor atau membuat perubahan dalam sistem pajak pemerintah. ii.Menambah penawaran uang. Bertambahnya penawaran uang akan dapat menambah pendapatan nasional. Efek perubahan penawaran uang dapat dibedakan menjadi tiga tahap:  Perubahan penawaran uang akan merubah suku bunga  Perubahan suku bunga mengubah jumlah investasi  Perubahan investasi mengubah pengeluaran dan akhirnya mengubah pendapatan nasional.

14 EFEK PERUBAHAN PENAWARAN UANG: Grafik mekanisme transmisi

15 TEORI KEUANGAN KEYNES dan TINGKAT HARGA Perangkap Likuiditas: suatu keadaan dimana suku bunga dalam perekonomian mencapai tingkat yang sangat rendah dan menyebabkan permintaan uang untuk tujuan spekulasi menjadi elasitis sempurna.

16 EFEK PERUBAHAN PENAWARAN UANG: terhadap kurva AD

17 EFEK PERUBAHAN PENAWARAN UANG: Kurva Keseimbangan AD-AS

18 EFEK PERUBAHAN PENAWARAN UANG: Keseimbangan AD-AS Keadaan 1 (Kurva AS Landai ) : Pertambahan uang mengeser kurva AD  AD 1, keseimbangan bergeser dari E 0  E 1. Hal ini mengakibatkan perubahan harga yang relatif kecil (P 0  P 1 ) Pendapatan nasional mengalami perubahan yang cukup besar (Y 0  Y 1 ). Keadaan 2 (Kurva AS Curam ) : Pertambahan uang mengeser kurva AD  AD 1, keseimbangan bergeser dari E 0  E 2. Hal ini mengakibatkan perubahan harga yang lebih besar dibandingkan keadaan 1 (P 0  P 2 ) Pendapatan nasional mengalami perubahan yang lebih sedikit dibandingkan keadaan 1 (Y 0  Y 2 ).

19 KEBIJAKAN MONETER DAN KEGIATAN EKONOMI: Kebijakan Moneter Kuantitatif Langkah-langkah bank sentral yang tujuan utamanya memepengaruhi jumlah penawaran uang dan suku bunga.  Dalam masa deflasi, penawaran uang perlu ditambah. Ini mengakibatkan turunnya suku bunga dan penurunan ini akan menggalakkan kegiatan ekonomi (melalui peningkatan investasi) sehingga kesempatan kerja akan lebih tinggi dan pengangguran akan dapat dikurangi.  Dalam masa inflasi, dimana pengeluaran masyarakat melebihi penawaran barang yang tersedia, pengeluaran agregat perlu dikurangi melalui pengurangan penawaran uang dan kenaikan suku bunga sehingga terjadi keseimbangan antara pengeluaran dalam ekonomi dengan penawaran barang. Kebijakan ini dibedakan atas tiga jenis tindakan: i.Melakukan jual beli surat berharga di pasar uang dan pasar modal ii.Membuat perubahan atas suku diskonto dan suku bunga yang harus dibayar bank-bank perdagangan. iii.Membuat perubahan ke atas cadangan minimum yang harus disimpan bank- bank perdagangan.

20 KEBIJAKAN MONETER DAN KEGIATAN EKONOMI: Kebijakan Moneter Kualitatif langkah-langkah bank sentral dalam mengawasi bentuk-bentuk pinjaman dan investasi yang dilakukan bank-bank perdagangan. Kebijakan ini dibedakan atas dua jenis : i.Pengawalan pinjaman secara terpilih. Dapat dilakukan dengan dua cara:  Pinjaman kepada para konsumen  Pinjaman untuk membeli saham ii.Pembujukan moral Bentuk-bentuk pembujukan moral dapat dilakukan dengan:  Bank sentral meminta bank-bank perdagangan untuk mengurangi/ menambah keseluruhan jumlah pinjaman.  Mengurangi/menambah pinjaman pada sektor-sektor tertentu.  Membuat perubahan atas suku bunga yang mereka tetapkan ke atas pinjaman yang mereka berikan

21 EFEK KEBIJAKAN MONETER DALAM GRAFIK

22 Grafik (a) menunjukkan efek kebijakan moneter dalam analisis pengeluaran agregat – penawaran agregat (Y = AE).  Pengeluaran agregat ketika keadaan ekonomi mengalami kemunduran adalah Y 0.  Kebijakan moneter menambah pengeluaran agregat (AE 0  AE 1 ) menyebabkan pendapatan nasional meningkat (Y 0  Y 1 )  Penambahan pendapatan nasional mengakibatkan meningkatnya kesempatan kerja dan berkurangnya pengangguran. Grafik (b) menunjukkan efek kebijakan moneter dalam analisis AD-AS.  Keseimbangan awal (E 0 ) terjadi ketika keadaan ekonomi mengalami kemunduran (Y 0 ) yang berada di tingkat harga P 0.  Kebijakan moneter menyebabkan pendapatan nasional meningkat (Y 0  Y 1 ) akan menggeser kurva AD 0  AD 1 di tingkat harga yang sama (P 0 )  Pergeseran kurva AD 0  AD 1 menimbulkan keseimbangan baru (E 1 ) pada titik dimana AD 1 = AS. Keseimbangan ini menimbulkan peningkatan harga (P 0  P 1 ) dan pendapatan riil berkurang dari (Y 1  Y 2 ). EFEK KEBIJAKAN MONETER DALAM GRAFIK Penjelasan Gambar


Download ppt "PERMINTAAN UANG & TINGKAT BUNGA EKUILIBRIUM Dosen: Lies Rosaria, ST., MSi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google