Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Standar Kompetensi : 7. Menerapkan konsep konsep kelistrikan (baik statis maupun dinamis) dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian masalah dan berbagai.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Standar Kompetensi : 7. Menerapkan konsep konsep kelistrikan (baik statis maupun dinamis) dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian masalah dan berbagai."— Transcript presentasi:

1

2 Standar Kompetensi : 7. Menerapkan konsep konsep kelistrikan (baik statis maupun dinamis) dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian masalah dan berbagai produk teknologi Kompetensi Dasar 7.1 Merangkai alat ukur listrik, menggunakannya secara baik dan benar dalam rangkaian listrik Indikator  Membedakan jenis dan fungsi alat ukur listrikalat ukur listrik  Menjelaskan cara membaca dan memasang alat ukur kuat arus dan alat ukur tegangancara membaca Kompetensi Dasar 7.2 Memformulasikan besaran-besaran listrik ke dalam bentuk persamaan Indikator  Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi besar hambatan suatu penghantarfaktor-faktor  Menjelaskan besar dan arah kuat arus listrik dalam rangkaian sederhana (satu loop)rangkaian sederhana  Menjelaskan tegangan yang tertera pada alat listrik dan mampu menghitung energi dan daya yang terpakai pada alat listrikterpakai pada alat listrik  Menentukan kuat arus pada rangkaian majemuk dua loop *)rangkaian majemuk  Menentukan kuat arus pada rangkaian majemuk lebih dari dua loop *)lebih dari dua loo Kompetensi Dasar 7.2 Mengidentifikasi penerapan listrik AC dan DC dalam kehidupan sehari-hari Indikator  Membedakan tegangan DC dan tegangan AC dalam bentuk grafik misalnya yang dihasilkan osiloskoptegangan DC dan tegangan AC  Menjelaskan bentuk rangkaian AC yang digunakan dalam rumah-rumah.AC yang digunakan  Menunjukkan penerapan listrik AC dan DC dalam kehidupan sehari-hari.listrik AC dan DC

3 Ampermeter Voltmeter Multimeter Analog Digital

4 Digunakan untuk mengukur arus DC Mengukur arus yang kecil (  A), biasanya disebut Galvanometer (G)

5 Digunakan untuk mengukur tegangan DC

6 Digunakan untuk mengukur tegangan, arus DC dan AC maupun mengukur hambatan DIGITALANALOG

7 CARA MEMASANG ALAT UKUR KUAT ARUS (AMPER METER) DAN CARA MEMBACA HASIL PENGUKURAN 0,07 A 0,14 A 0,16 A + - MENGUKUR KUAT ARUS LISTRIK (AMPER METER DIPASANG SERI)

8 CARA MEMASANG ALAT UKUR KUAT ARUS (AMPER METER) DAN CARA MEMBACA HASIL PENGUKURAN PADA RANGKAIAN SERI SERI i 1 = 1,4 A i 2 = 1,4 A i 3 = 1,4 A i = i 1 = i 2 = i 3

9 CARA MEMASANG ALAT UKUR KUAT ARUS (AMPER METER) DAN CARA MEMBACA HASIL PENGUKURAN RANGKAIAN PARALEL PARALEL = i = i 1 = i 2 i = i 1 + i 2 A A A A E R R i i1i1 i2i2

10 R E R E MENGUKUR BEDA POTENSIAL (VOLT METER DIPASANG PARALEL) MENGUKUR BEDA POTENSIAL DAN ARUS LISTRIK (AMPER METER DIPASANG SERI) Voltmeter dipasang paralel Beda potensial sumber = beda potensial hambatan Voltmeter dipasang paralel Ampermeter dipasang seri arus dari sumber = arus yang melalui hambatan (R) CARA MEMASANG ALAT UKUR TEGANGAN (VOLT METER) DAN CARA MEMBACA HASIL PENGUKURAN

11 2,5 volt3,5 volt 6 volt V1V1 V2V2 V V = V 1 +V 2 SERI

12 MENJELASKAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BESAR HAMBATAN SUATU PENGHANTAR Faktor-faktor yang mempengaruhi l = panjang bahan (m)   = hambat jenis bahan (ohm.m) A = luas penampang bahan (m2) Suhu mempengaruhi besar hambatan Rt = Ro (  +  t ) Rt = hambatan pada suhu t (ohm/) Ro=hambatan pada suhu awal (ohm/)  = Koefisien suhu ( 0C-1) t = kenaikan suhu ( 0C )

13 V = i.R atau i = V/R R = V/i

14

15 RANGKAIAN SERI SIFAT RANGKAIAN SERI 1.ARUS PADA MASING-MASING HAMBATAN SAMA DENGAN ARUS YANG BERASAL DARI SUMBER I = 1 1 = I 2 = I 3ARUS 2.TEGANGAN YANG ADA PADA MASING-MASING HAMBATAN JUMLAHNYA SAMA DENGAN TEGANGAN YANG BERASAL DARI SUMBER V = V 1 + V 2 + V 3TEGANGAN 3.HAMABATAN YANG ADA PADA RANGKAIAN DAPAT DIGANTI DENGAN HAMBATAN YANG NILAINYA R S R S = R 1 + R 2 + R 3 SIFAT RANGKAIAN PARALEL I = I 2 + I 3 1.ARUS YANG ADA PADA MASING- MASING HAMBATAN JIKA DIJUMLAHKAN SAMA DENGAN ARUS YANG BERASAL DARI SUMBER I = I 2 + I 3ARUS 2.TEGANGAN YANG ADA PADA MASING-MASING HAMBATAN BESARNYA SAMA DENGAN TEGANGAN YANG BERASAL DARI SUMBER V = V 1 = V 2 = V 3TEGANGAN 3.HAMABATAN YANG ADA PADA RANGKAIAN DAPAT DIGANTI DENGAN HAMBATAN YANG NILAINYA R P RANGKAIAN PARALEL R1R1 R2R2

16 R R R R R R R R R S1 = R + R = 2R R S1 R R R R R R P1 R P1 =2/3R = 0,7 R R R R R P1 R R R S2 = R+R+0,7R = 2,7 R R S2 R ,7 R P2 R R S2 R 2,7R 2,7R ==++= R P2 = 2,7R/3,7 = 0,73 R R P2 R S1 R P1 R S R P1 RR s1 2R == R = 3

17 MENGGUNAKAN AMPER METER DAN VOLTMETER DALAM RANGKAIAN R E 12 V i = E/R = 12/4 = 3 A V = i.R = 3.4 = 12 V Arus pada resistor Beda potensial pada resistor 12 V 2  4  Rs = R 1 + R 2 = 4+2 = 6  i = E/Rs = 12/6 = 2A R1R1 R2R2 E V = i.Rs = 2.6 = 12 V V 1 = i.R 1 = 2.4 = 8 V V 2 = i.R 2 = 2.2 = 4 V

18 8  4  6  3  Berapa besar arus serta bedapotensial pada masing masing lampu Rangkaian SERI Rs = = 12  i = E/Rs =24/12=2A V1 = i.R1 = 2.8 = 16 V V2 = i.R2 = 2.4 = 8 V Rangkaian PARALEL 1/RP = 1/3 + 1/6 = 2/6 + 1/6 = 3/6 RP = 6/3 =2  i = E/RP =12/2=6 A V1 = V2 = E = 12 V i1 = V1/R1 = 12/3 = 4 A i2 = V2/R2 = 12/6 = 2 A Berapa besar arus yang berasal dari sumber tegangan serta arus pada masing- masing lampu.Dan berapa beda potensial pada masing-masing lampu i1i1i1i1 i1i1i1i1i

19

20

21

22

23 HUKUM KIRCHOOF I : Jumlah arus pada titik cabang = nol i1i1 i2i2 i3i3 i1i1 i2i2 i4i4 i3i3 i5i5  i = 0 i 1 – i 2 – i 3 = 0 Atau i 1 = i 2 + i 3  i = 0 i 1 + i 2 – i 3 – i 4 – i 5 = 0 Atau i 1 + i 2 = i 3 + i 4 + i 5 i1i1i1i1 i2i2i2i2 i1+ i2i1+ i2i1+ i2i1+ i2 I II  E =  i.R Lop I E 1 = i 1 R 1 +(i 1+ i 2 )R 2 Lop II E 2 = i 2 R 3 +(i 1+ i 2 )R 2

24 Hitung lah besarnya arus i 2 i 3 = 3 A HUKUM KIRCHOOF I : Jumlah arus pada titik cabang = nol i 1 = 7A i 2 = 3A i3i3 i 1 = 5 A i2i2 i 4 = 5 A i 5 = 2 A Jika i 1 = 7 A dan i 2 = 3 A Hitung lah besarnya arus i 3 Arus yang menuju cabang bertanda positif (+) dan yang meninggalkan titik cabang bertanda negatif (-) Jumlah arus di titik cabang = 0  i = 0 i 1 + i 2 + i 3 = 0 i 1 + i 2 + i 3 = 0 7 – 3 + i 3 = 0 7 – 3 + i 3 = i 3 = i 3 = 0 i 3 = - 4 A i 3 = - 4 A Arus yang menuju cabang bertanda positif (+) yaitu i 1 dan i 2 dan yang meninggalkan titik cabang bertanda negatif (-) yaitu i 3, i 4 dan i 5 Jumlah arus di titik cabang = 0 Jumlah arus di titik cabang = 0  i = 0 i 1 + i 2 – i 3 – i 4 – i 5 = i = 0 6 – 10 + i 2 = 0 6 – 10 + i 2 = i 2 = i 2 = 0 i 2 = 4 A i 2 = 4 A

25 HUKUM KIRCHOOF II i1i1i1i1 i2i2i2i2 i1+ i2i1+ i2i1+ i2i1+ i2  C DE F Cara menentukan arus pada masing-masing cabang :  Arus keluar dari kutub positif sumber tegangan (E)  Besarnya arus keluar dari sumber tegangan sama dengan besarnya arus yang masuk ke sumber tegangan  Selama arus mengalir melalui penghantar yang tidak bercabang besarnya sama  Pada titik cabang berlaku  i = 0  Rangkaian tertutup berupa satu blok (ABEF, BCDE) di sebut loop  Pada loop berlaku E  Pada loop berlaku  E =  i.R Penjelasan :  Arus  Arus di EFAB besarnya i1i1i1i1 di EDCB besarnya i2i2i2i2  Besarnya  Besarnya arus di BE i 1 + i 1 + i2i2i2i2  Di  Di titik cabang B berlaku  i  i = 0 - yang masuk ke B arus i 1 & i 1 & i2i2i2i2 - sedangkan yang keluar i 1 + i 1 + i2i2i2i2 i1 i1 i1 i1 + i2 i2 i2 i2 – (i 1 (i 1 +i 2 +i 2 ) = 0  Di  Di titik cabang E berlaku  i  i = 0 - arus yang masuk i 1 + i 1 + i2i2i2i2 - sedangkan yang keluar i1 i1 i1 i1 & i2i2i2i2 -i 1 -i 1 - i2 i2 i2 i2 + (i 1 (i 1 +i 2 +i 2 ) = 0 Aturan pada Loop yaitu - beri arah mengalirnya arus dalam loop berlawanan atau searah jarum jam - arus yang sudah diberi nama jika berlawanan dengan arah loop bertanda negatif dan yang searah bertanda positif  Pada  Pada Loop EFABE berlaku  EE EE =  i.R E1 E1 E1 E1 = i 1.R 1 i 1.R 1 + ( i 1 +i 2 i 1 +i 2 ).R 2  Pada  Pada Loop DCBED berlaku  EE EE =  i.R E2 E2 E2 E2 = i 2.R 3 i 2.R 3 + ( i1 i1 i1 i1 +i 2 +i 2 ).R 2

26 MENJELASKAN BESAR DAN ARAH KUAT ARUS LISTRIK DALAM RANGAKAIAN SEDERHANA ( 1 LOOP)  E =  i.R  E =  i.R 12 = i. R 12 = i.60 i = 0,2 A  E =  i.R 1,5 = i.r + i. R 1,5 = i.0,1 + i.R 1,5 = 1.0,1 + 1.R 1,5 -0,1 = R R = 2  Berapa besar arus i ? Berapa besar hambatan R ?

27 E  E =  i.R E 1 = i 1 R 1 + ( i 1 +i 2 )R 2 10 = i ( i 1 +i 2 )2 10 = 4i 1 + 2i 1 + 2i 2 10 = 6i 1 + 2i 2  ( I ) i1i1i1i1 i2i2i2i2 i1+ i2i1+ i2i1+ i2i1+ i2 I II = 4  = 2  3  10 V 12 V MENENTUKAN KUAT ARUS PADA RANGKAIAN MAJEMUK ( 2 LOOP) Penjelasan :  Arus di EFAB = i 1, di EDCB = i 2,di BE = i 1 + i 2  Di titik cabang B berlaku  i = 0, arus yang masuk i 1 & i 2, sedangkan yang keluar ( i 1 + i 2 )  i 1 + i 2 – (i 1 +i 2 ) = 0  Di titik cabang E berlaku  i = 0. arus yang masuk i 1 + i 2  sedangkan yang keluar i 1 & i 2  -i 1 - i 2 + (i 1 +i 2 ) = 0  Pada Loop EFABE berlaku  E  Pada Loop EFABE berlaku   E =  i.R E 1 = i 1.R 1 + ( i 1 +i 2 ).R 2 E 1 = i 1.R 1 + ( i 1 +i 2 ).R 2  Pada Loop DCBED berlaku  E  Pada Loop DCBED berlaku   E =  i.R E 1 = i 2.R 3 + ( i 1 +i 2 ).R 2 E 1 = i 2.R 3 + ( i 1 +i 2 ).R 2 A BC D EF E  E =  i.R E 2 = i 2 R 3 + ( i 1 +i 2 )R 2 12 = i ( i 1 +i 2 )2 12 = 3i 2 + 2i 1 + 2i 2 12 = 2i 1 + 5i 2  ( II ) Dari persamaan (I) dan (II) (I) X 1  10 = 6i 1 + 2i 2 (II) X 3  36 = 6i i =-13i 2 i 2 = 2 A Dari persamaan (I) 10 = 6i 1 + 2i 2  10 =6.i = 6i  6i 1 = 10-4 =6 i 1 = 1A Arus di EFAB = i 1 = 1 A Arus di EDCB = i 2 = 2A Arusdi BE = i 1 + i 2 = 1+2 = 3A LOP I ( EFABE ) LOP II ( EDCBE )

28 MENENTUKAN KUAT ARUS PADA RANGKAIAN MAJEMUK ( 2 LOOP) A B Hitunglah arus yang ada pada masing-masing cabang dan beda potensial di AB. Jawab. V AB = i 3.R 2 i 2 = 0,25 A i 3 = i 1 - i 2 Lop I   E =  i.R E 1 = i 1 R 1 + i 3 R 2 1,5 = 0,75i 1 + (i 1 - i 2 ).1 1,5 = 0,75i 1 + i 1 - 0,25 1,5 + 0,25 = 1,75 i 1 1,75 = 1,75 i 1 i 1 = 1 A i 3 = i 1 - i 2 = 1 – 0,25 = 0,75 A i 1 i 2 i 3 R1R1 R2R2 R3R3 R4R4 V AB = i 3. R 2 = 0,75.1 = 0,75 V I II E1E1 ATAU Lop II   E =  i.R 0 = i 2 R 3 + i 2 R 4 - i 3 R 2 0 = 0,25. 1,5 + 0,25. 1,5 - i = 0, ,375 – i 3 0 = 0,75 – i 3 i 3 = 0,75 A

29 TENTUKAN KUAT ARUS PADA MASING-MASING CABANG PADA RANGKAIAN MAJEMUK ( LEBIH 2 LOOP) i1i1 i3i3 i 1 - i 3 i2i2 i 1 + i 2 - i 3 i 1 - i 3 i1i1 i3i3 i2i2 i 1 + i 2 - i 3 i 1 - i 3 i2i2 i2i2 i 1 + i 2 - i 3 i1i1 i1i1 I II III

30 JAWABAN : Perhatikan rangkaian pada tiap lop i1i1 i3i3 i 1 - i 3 i2i2 i 1 + i 2 - i 3 i 1 - i 3 i2i2 i2i2 i 1 + i 2 - i 3 i1i1 i1i1 I II III Jawab. Lop I   E =  i.R V= i 3 R 4 = 2.i 3 i 3 = 4/2 = 2 A Lop II   E =  i.R 2 =(i 1 + i 2 - i 3 ).4 2 =(i 1 + i ). 4 2 =4i 1 + 4i = 4i 1 + 4i 2  (II) Lop III  E =  i.R 0 =(i 1 -i 3 )1+(i 1 +i 2 -i 3 )4+(i 1 -i 3 )3–(i 3 )2 0 =i 1 -i 3 +4i 1 +4i 2 -4i 3 +3i 1 -3i 3 –2i 3 0 =8i 1 -4i 2 -10i 3  0 =8i 1 -4i =8i 1 -4i 2  (III) Dari persamaan (III) dan (II) (III)  20 = 8i 1 - 4i 2 (II)  10 = 4i 1 + 4i 2 10 = 4i 1 -  i 1 = 2,5 A Kuat arus pada masing-masing cabang Di hambatan : 1  =i 1 –i 3 =2,5–2=0,5A 4  =i 1 +i 2 –i 3 =2,5+0–2 =0,5 A 3  =i 1 –i 3 =2,5–2=0,5A 2  =i 1 –i 3 =2,5–2=0,5A Arus yang berasal dari sumber tegangan : 2 V = i 2 = 0 4 V = i 1 = 2,5 A Dari persamaan (II) 10 = 4i 1 + 4i 2  10 = 4.2,5 + 4i 2 10 = i 2  4i 2 =0  i 2 = 0

31 CONTOH i1i1 i3i3 i 1 - i 3 i2i2 i 1 + i 2 i 2 + i 3 i3i3 A B C D I II III Jawab. Lop I(ACB)   E =  i.R 4-8 = i 3 R -4 = 8.i 3 i 3 = -4/8 = -0,5 A Lop II (ADB)  E =  i.R 4 =(i 1 -i 3 ).4+(i 1 +i 2 ).2 4 =4i 1 -4i 3 +2i 1 +2i 2 4 =6i 1 +2i 2 -4i 3 4 =6i 1 +2i ,5 4 =6i 1 +2i =6i 1 +2i 2  (II) Lop III (CDB)  E =  i.R 8 =(i 2 +i 3 ).6+(i 1 +i 2 ).2 8 =6i 1 +6i 3 +2i 1 +2i 2 8 =2i 1 +8i 2 +6i 3 8 =2i 1 +8i ,5 8 =2i 1 +8i =2i 1 +8i 2  (III) Dari persamaan (III) dan (II) (III)  11 = 2i 1 + 8i 2 x 1  11 = 2i 1 + 8i 2 (II)  2 = 6i 1 + 2i 2 x4  8 = 24i 1 + 8i 2 3 = -22i 1  i 1 = -0,14A Dari persamaan (II) 2 = 6i 1 + 2i 2 2 = 6.-0,14 + 2i 2 2 = -0,84 + 2i 2 2i 2 =2,84 i 2 = 1,42 A Kuat arus di : BA = i1 i1 = -0,14 A BC = i2 i2 = 1,42 A AD = i1 i1 – i2 i2 = -0,14-(-0,5) =0,36 A AC = i3 i3 = -0,5 A CD = i 2 +i 3 = 1,42-0,5=0,92A DB = i 1 +i 2 = -0,14+1,42=1,28A

32 ENERGI DAN DAYA LISTRIK Apabila suatu penghantar/hambatan dialiri arus listrik, maka pada penghantar/ hambatan timbul panas. Panas ini adalah bentuk dari energi yang tersimpan pada penghantar/hambatan. W = V.i.t W = i.R 2.t V = i. R Energi yang tiap satuan waktu dalam penghantar/hambatan disebut daya. W V.i.t W V.i.t P = = t t t t V 2 V 2 P = R atau P = V.i P = i.R 2 W = energi listrik ( Joule/J) V = Beda potensial (volt) R = Hambatan (ohm) I = Arus listrik (A) P = Daya listrik (Watt/W)

33 MENJELASKAN TEGANGAN YANG TERTERA PADA ALAT LISTRIK DAN MAMPU MENGHITUNG ENERGI DAN DAYA YANG TERPAKAI PADA ALAT LISTRIK Berapa besar hambatan lampu, dan berapa daya dari lampu Lampu ini memerlukan beda potensial 6 Volt dan arus 0,3 A. Bagaimana jika diberi beda potensial lebih kecil misalnya 5 Volt ? Atau arus lebih kecil misalnya 0,2 A ? Lampu menyala tidak terang. Bagaimana jika beda potensial dan arusnya diperbesar ? Lampu akan putus. R = V/I = 6/0,3 = 20  P = V.i = 6. 0,3 = 1,8 W Berapa besar hambatan lampu, dan berapa arus yang diperlukan lampu V 2 P = R V R = = = 960  P 60 i = V/R = 240/960 = 0,25 A

34 JOULE METER MERUPAKAN ALAT UNTUKMENGUKUR DAYA,ALAT INI TERPASANG PADA SETIAP RUMAH YANG MENGGUNAKAN LISTRIK DARI PLN kWh merupakan singkatan dari kilo watt hour, artinya daya yang digunakan oleh alat-alat dirumah ( lampu, AC, pompa listrik, Komputer, setrika dll ) dihitung dalam kilo watt untuk waktu 1 jam. PLN menghitung biaya dalam 1 jam (hour). 1 kW = 1000 watt. Biaya per kWh Rp 500,- Misalnya dikamarmu menggunakan lampu 25 watt dimana setiap hari dinyalakan rata-rata selama 10 jam. Berapa biaya yang harus dibayar setiap bulan ( 30 hari ). Jawab : 25 watt = 0,025 kW Penggunaan selama 1bulan = 10 x 30 = 300 jam Daya yang digunakan 300 x 0,025 = 7,5 kWh Biaya yang harus dibayar = 7,5 x 500 = Rp 3750 JOULE METER

35 MEMBEDAKAN TEGANGAN DC DAN AC DALAM BENTUK GRAFIK YANG DIHASILKAN OSILOSKOP - BATU BATRE - AKI - ADAPTOR - GENERATOR DC - PLN ( RUMAH ) - GENERATOR AC

36 MENJELASKAN BENTUK RANGKAIAN AC YANG DIGUNAKAN DIRUMAH

37 MENUNJUKKAN PENERAPAN AC DAN DC DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Tunjukkan alat mana yang menggunakan sumber tegangan AC dan mana yang menggunakan sumber tegangan DC atau keduanya

38

39

40

41

42 Pada sumber tegangan : Arus yang keluar ( A1 ) = arus yang masuk ( A4 ) Pada titik cabang berlaku : jumlah arus = 0 A1 + (-A2 ) + (-A3 ) = 0 A1 = A2 + A3 4 = Pada titik : jumlah arus = 0 2 = 1,33 + 0,67

43 1/R tot =1/3 + 1/6 = 2/6 + 1/6 = 3/6 R tot = 6/3 = 2 W i = V/R tot = 6/2 = 3 A i VY = V VY /R VY = 6/3 = 2 A i WX = V VY /R WX = 6/6 = 1 A atau i WX = 3 – 2 = 1 A Pada rangkaian paralel tegangan pada masing- masing hambatan nilainya sama dan besarnya sama dengan sumber tegangan V VY =V WX =V UZ = 6 volt

44 ARUS DARI SUMBER SAMA DENGAN ARUS YANG ADA PADA MASING-MASING HAMBATAN i1 = i2 = i3 = 0,5 A

45 Arus yang keluar dari sumber tegangan (GGL) sama dengan arus yang masuk sama besar

46 -TEGANGAN PADA RESISTOR TIDAK BERGANTUNG PADA BESAR KECILNYA HAMBATAN, -BESARNYA SELALU SAMA DENGAN TEGANGAN SUMBER TEGANGANNYA

47 -TEGANGAN PADA RESISTOR TIDAK BERGANTUNG PADA BESAR KECILNYA HAMBATAN, -BESARNYA SELALU SAMA DENGAN TEGANGAN SUMBER TEGANGANNYA -JIKA HAMBATAN BERBEDA-BEDA, MAKA ARUS YANG ADA PADA HAMBATAN BERBEDA-BEDA

48 -TEGANGAN PADA RESISTOR TIDAK BERGANTUNG PADA BESAR KECILNYA HAMBATAN, -BESARNYA SELALU SAMA DENGAN TEGANGAN SUMBER TEGANGANNYA -JIKA HAMBATAN BERBEDA-BEDA, MAKA ARUS YANG ADA PADA HAMBATAN BERBEDA-BEDA

49

50 Lampu hijau P = V.i P = V 2 /R R H = V 2 /P = 8 2 /16 = 4 0hm Lampu merah P = V.i P = V 2 /R R M = V 2 /P = 8 2 /8 = 8 0hm Rangkaian lampu SERI, Hambatan total lampu RT RT = RH RH + R M = = 12 ohm Arus pada rangkaian i = V/R T = 12/12 = 1 A Arus di lampu merah = arus di lampu hijau Tegangan di lampu hijau,V H = i x RH RH = 1 x 4 = 4 volt Daya di lampu hijau, P = VH VH x i = 4 x 1 = 4 W Tegangan di lampu merah,V M = i x RM RM = 1 x 8 = 8 volt Daya di lampu merah, P = VM VM x i = 8 x 1 = 8 W Jadi lampu merah lebih terang dibanding lampu hijau Lampu hijau P = V.i P = V 2 /R R H = V 2 /P = 8 2 /16 = 4  Lampu merah P = V.i P = V 2 /R R M = V 2 /P = 4 2 /4 = 4 0hm Rangkaian lampu SERI, Hambatan total lampu RT RT = RH RH + R M = = 8 ohm Arus pada rangkaian i = V/R T = 12/8 = 1,5 A Arus di lampu merah = arus di lampu hijau Tegangan di lampu hijau,V H = i x RH RH = 1,5 x 4 = 6 volt Daya di lampu hijau, P = VH VH x i = 6 x 1,5 = 9 W Tegangan di lampu merah,V M = i x RM RM = 1,5 x 4 = 6 volt Daya di lampu merah, P = VM VM x i = 6 x 1,5 = 9 W Daya listrik yang masuk di lampu merah 9 W lebih besar dari daya lampu yang ada yaitu 4 W akibatnya lampu merah putus. Terdapat dua rangkaian listrik A dan B, pada rangkaian mana terdapat lampu putus, Jika ada lampu yang warna apa

51 Lampu hijau P = V.i P = V 2 /R R H = V 2 /P = 8 2 /8 = 8 0hm Lampu merah P = V.i P = V 2 /R R M = V 2 /P = 4 2 /4 = 4 0hm Rangkaian lampu SERI, Hambatan total lampu RT RT = RH RH + R M = = 12 ohm Arus pada rangkaian i = V/R T = 12/12 = 1 A Arus di lampu merah = arus di lampu hijau Tegangan di lampu hijau, VH VH = i x RH RH = 1 x 8 = 8 volt Daya di lampu hijau, P = VH VH x i = 8 x 1 = 8 W Tegangan di lampu merah, VM VM = i x RM RM = 1 x 4 = 4 volt Daya di lampu merah, P = VM VM x i = 4 x 1 = 4 W Jadi lampu hijau lebih terang ( 8 W ) dibanding lampu merah ( 4 W ) 12 V Lampu mana yang lebih terang

52 Terdapat dua rangkaian listrik A dan B, pada rangkaian mana terdapat lampu putus, Jika ada lampu yang warna apa 6 Volt

53

54

55 Tegangan dari sumber E diberikan kepada masing masing hambatan E = V1 + V2 + V3

56 -TEGANGAN PADA MASING-MASING RESISTOR JIKA DIJUMLAH SAMA DENGAN BESARNYA TEGANGAN PADA SUMBER ( E ). -ARUS YANG BERASAL DARI SUMBER BESARNYA SAMA DENGAN ARUS YANG ADA PADA MASING-MASING HAMBATAN R 1 = 4  ; R 2 =6  R S = = 10  i =E/R S = 2/10 = 0,2 A V 1 = i.R 1 = 0,2 x 4 = 0,8 Volt V 2 = i.R 2 = 0,2 x 6 = 1,2 Volt R 1 = 7  ; R 2 =3  R S = = 10  i =E/R S = 2/10 = 0,2 A V 1 = i.R 1 = 0,2 x 7 = 1,4 Volt V 2 = i.R 2 = 0,2 x 3 = 0,6 Volt

57 -TEGANGAN PADA MASING-MASING RESISTOR JIKA DIJUMLAH SAMA DENGAN BESARNYA TEGANGAN PADA SUMBER ( E ). -ARUS YANG BERASAL DARI SUMBER BESARNYA SAMA DENGAN ARUS YANG ADA PADA MASING-MASING HAMBATAN R 1 = 4  ; R 2 = 7  R 3 = 9  R S = = 20  i =E/R S = 2/20 = 0,1 A V 1 = i.R 1 = 0,1 x 4 = 0,4 Volt V 2 = i.R 2 = 0,1 x 7 = 0,7 Volt V 3 = i.R 3 = 0,1 x 9 = 0,9 Volt R 1 = 5  ; R 2 =2  R 3 = 3  R S = = 10  i =E/R S = 2/10 = 0,2 A V 1 = i.R 1 = 0,2 x 5 = 1 Volt V 2 = i.R 2 = 0,2 x 2 = 0,4 Volt V 3 = i.R 3 = 0,2 x 3 = 0,6 Volt

58

59


Download ppt "Standar Kompetensi : 7. Menerapkan konsep konsep kelistrikan (baik statis maupun dinamis) dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian masalah dan berbagai."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google