Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KIAT-KIAT DALAM PEMBUATAN PROPOSAL PENELITIAN LPPM Unesa, 12 Februari 2014 Oleh: Dr. Ir. A. A. Masroeri ITS Surabaya.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KIAT-KIAT DALAM PEMBUATAN PROPOSAL PENELITIAN LPPM Unesa, 12 Februari 2014 Oleh: Dr. Ir. A. A. Masroeri ITS Surabaya."— Transcript presentasi:

1

2 KIAT-KIAT DALAM PEMBUATAN PROPOSAL PENELITIAN LPPM Unesa, 12 Februari 2014 Oleh: Dr. Ir. A. A. Masroeri ITS Surabaya

3 KEWAJIBAN DOSEN UTK MENELITI UU NO. 20 THN 2003 (SISDIKNAS) PASAL 20 UU NO. 14 THN 2005 (GURU DAN DOSEN) PASAL 60 UU NO 12 THN 2012 (PENDIDIKAN TINGGI) PASAL 45 DAN 46 PERMENDIKBU D ? PERDIRJE N ?

4 Paradigma Baru PENELITIAN Academic & Social Impacts : o Kekayaan intelektual & paten o Publikasi ilmiah (jurnal lokal, nasional, internasional) o Model/prototipe/teknologi tepat guna o Materi ajar/buku ajar o Pemberdayaan/pengabdian masyarakat o Kerjasama penelitian antar PT, lembaga lain, industri o Income generating unit o Peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan IPTEKS-SOSBUD

5 DESENTRALISASI PENELITIAN 1. Pelimpahan sebagian tugas dan wewenang dalam pengelolaan penelitian secara bertahap dari Ditlitabmas kepada Perguruan Tinggi 2. Pelimpahan kewenangan tersebut ditetapkan berdasarkan hasil evaluasi kinerja penelitian Perguruan Tinggi

6 1 Meningkatkan keunggulan penelitian PT 2 Meningkatkan daya saing penelitian PT 3 Meningkatkan angka partisipasi dosen dalam melakukan penelitian 4 Meningkatkan kapasitas pengelolaan penelitian di PT TUJUAN DESENTRALISASI PENELITIAN

7 Skema Penelitian Desentralisasi No.Skim penelitian Ketua Peneliti (Jml anggota) Durasi (th) Anggaran (Rp. Juta/th) 1.Unggulan PT S3, S2 (LK) (2 – 3 org) 2 – 550 – tgt PT 2.Hibah Tim Pascasarjana S3 (1 – 2 org) 3100 – Penelitian Fundamental S3, S2 (LK) (1 – 2 org) 1 – 250 – 75 4.Hibah Bersaing Min. S2 Lektor (1 – 2 org) – 75 5.Hibah PEKERTI TPP : Maks S2 (1-2 org) TPM : S3 (1 org) 275 – Disertasi DoktorMhs. Prog. S3130 – 50 7.Dosen Pemula Maks S2 Lektor, PTS Binaan (1 – 2 org) 110 – 15

8 PENELITIAN HIBAH BERSAING Ciri Khas : a.Diarahkan untuk menciptakan inovasi dan pengembangan IPTEKS (penelitian terapan); b.Berorientasi pada produk yang memiliki dampak ekonomi dalam waktu dekat; c.Produk juga dapat bersifat tak-benda (intangible), misalnya kajian untuk memperbaiki kebijakan institusi pemerintah.

9 Kriteria dan Persyaratan Umum HB a.Tim pengusul minimal bergelar S2 dengan ketua peneliti mempunyai jabatan fungsional minimal lektor; b.Mempunyai rekam jejak (track record) yang relevan dengan penelitian yang diusulkan; c.Jumlah tim peneliti maksimum 4 orang (diutamakan multidisiplin), dengan tugas dan peran yang jelas; d.Jangka waktu penelitian adalah 2 – 3 tahun dengan biaya Rp. 50 – 75 jt/judul/tahun

10 e. Susunan anggota peneliti setiap tahun dapat berubah, sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan penelitian; f. Seorang pengusul dapat mengajukan usulan maks. 2 periode, kecuali bagi peneliti yang berhasil memperoleh HKI atau publikasi pada jurnal internasional.

11 Luaran Penelitian Hibah Bersaing Luaran wajib a.Produk ipteks dan lainnya (metode, teknologi tepat guna, blue print, prototipe, sistem, kebijakan, model, rekayasa sosial); b.Publikasi ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi Luaran tambahan a. HKI, b. Bahan ajar

12 Menyesaikan masalah strategis nasional Membangun karakter bangsa Inovasi baru sesuai kemajuan IPTEKS PENELITIAN KOMPETITIF NASIONAL

13 Peneliti Dosen yang memenuhi persyaratan dari semua kelompok PT Dana 30 % Dana Ditlitabmas, Kerjasama penelitian, Internal PT Seleksi &Evaluasi Dilakukan oleh reviewer Ditlitabmas PENELITIAN KOMPETITIF NASIONAL

14 Skema Penelitian Kompetitif Nasional No. Skim penelitian (Jml hal, warna sampul) Ketua Peneliti (jml anggota) Durasi (th) Anggaran (Rp. Juta) 1. Unggulan Strategis Nasional S3 (maks 3 PT, 2 mitra) 2 – 3500 jt – 1 Milyar 2. RAPID S3 (1 – 3 org) 2 – – 400 Incash (Mitra min. 25%; PT min. 15%) 3. Kerjasama Luar Negeri & Publikasi Internasional S3 (1 – 2 org) 2 – – 200 dana mitra luar negeri inkind/incash 4. Hibah Kompetensi S3 (1 – 2 org) – Strategis Nasional S3 (1 – 3 org) 2 – 375 – Penprinas MP3EI S3 (1 – 3 org) 2 – 3150 – 200

15 Penelitian kompetitif ditlitabmas bertujuan : 1.Agar penelitian yang dilakukan lebih berkualitas dan lebih unggul 2.Pendanaan berdasarkan ranking proposal 3.Keterbatasan dari anggaran yang ada

16 Agar penelitian kita ‘unggul’: Usulan penelitian semestinya dapat menggambarkan ‘state of the art’ yang jelas, agar urgensi dan orisinilatas penelitian lebih kelihatan serta memiliki nilai ‘lebih’ (lebih baik, lebih canggih, lebih efisien dsb) dari usulan lainnya.

17 Tujuan Penelitian Unggulan PT a.Mensinergikan penelitian di PT dengan kebijakan dan program pembangunan lokal/nasional/ internasional melalui pemanfaatan kepakaran PT, sarana & prasarana penelitian dan atau sumber daya setempat, b.Menjawab tantangan kebutuhan IPTEKS oleh pengguna sektor riil, c.Membangun jejaring kerjasama antar peneliti dalam bidang keilmuan dan interest yang sama, sehingga mampu menumbuhkan kapasitas penelitian institusi dan inovasi teknologi sejalan dengan kemajuan teknologi dan frontier technology.

18 Luaran Peneltian Unggulan PT Luaran penelitian harus terukur dalam kurun waktu tertentu, yaitu : a.Produk teknologi yang langsung dapat dimanfaatkan oleh stake holders, b.Publikasi, HKI, kebijakan (pedoman, regulasi), model, rekayasa sosial, dll. c.Pengkajian, pengembangan dan penerapan IPTEKSB.

19 Anggaplah bahwa kegiatan penelitian merupakan sebuah proyek dengan target luaran, waktu, dan biaya yang jelas Proposal dapat menggambarkan sumber informasi tentang peneliti, peralatan yang adigunakan, bahan bahan yang dipakai dan besarnya dana yang diperlukan Menggambarkan rencana kegiatan yang diperlukan dalam rangka luaran yang dijanjikan dalam proposal Sebaiknya dilakukan oleh sebua tim atau kelompok peneliti dengan track record penelitian yang cukup

20 Oleh sebab itu, dalam menyusun proposal penelitian seyogianya dipersiapkan dengan baik antara lain: 1.Tentukan topik akan diteliti, kosistenlah ditopik tersebut dan coba fikirkan roadmap penelitiannya. 2. Carilah informasi sebanyak mungkin (sumber primer, sekunder maupun tertier), sehingga akan diperoleh ide atau peluang riset yang kita akan lakukan (state of the art) 3.Sumber pendanaan yang mungkin dapat kita diperoleh seperti dari Dikti, Dept lain, pemda, dan atau fihak lainnya yang memungkinkan.

21 4. Penelitian merupakan rangkain proses yang dilakukan secara terencana dan sistemastis yang diawali dng identifikasi atau perumusan masalah Masalah timbul bila ada gap antara yang seharusnya dan kenyataan yang ada. Masalah yang ada sangat banyak, kita tinggal mengidentifikasi, memilih dan merumuskan masalah Diperlukan kajian literatur, pengamatan, kebijakan, pengalaman dsb agar dapat merumusakan masalah seaktual mungkin sehingga tujuan dari penelitian bisa dibuat lebih jelas.

22 HAKIKAT TELAAH PROPOSAL  Dapat diperoleh proposal bermutu  Terbebas dari benturan kepentingan  Diperlukan tim penelaah yang objektif  Diperlukan sistem & skor penilaian  Satu proposal ditelaah lebih dari seorang  Tim penelaah bekerja mandiri & membuat komentar terpadu  Nilai & saran tim penelaah menjadi masukan bagi pengusul  Masukan tim penelaah menjadi pertimbangan bagi Dit. Litabmas  Dit.Litabmas memutuskan pemenang berdasarkan prioritas/ ketersediaan dana

23 PERBEDAAN SKIM PENELITIAN (Terutama Luarannya)  UStranas: Penaggulangan masalah nasional & spin-off  KSLN&PubInt’l: Jejaring kerja sama & publikasi int’l.  Stranas: Penanggulangan masalah nasional  Hikom: Publikasi, buku ajar, HKI (apabila relevan)  Rapid: Kerja sama dgn. industri, menghasilkan produk  PU-PT: Produk teknologi, publikasi, HKI, kebijakan  Hibah Tim Pascasarjana: Disertasi, tesis, publikasi  PHB: Produk (tangible/intangible), HKI (apabila relevan)  Penelitian Fundamental: Publikasi  Hibah Pekerti: Peningkatan kemampuan TPP  Disertasi Doktor: Disertasi, publikasi, lulus tepat waktu

24 NoKRITERIAINDIKATOR PENILAIANBOBOT (%)SKORNILAI 1 Perumusan Masalah Ketajaman Perumusan Masalah dan Tujuan Penelitian 30 2 Manfaat Hasil Penelitian Pengembangan Ipteks, Pemba- ngunan, dan atau Pengembangan Kelembagaan 20 3 Tinjauan Pustaka Relevansi, Kemutakhiran, dan Penyusunan Daftar Pustaka 15 4 Metode Penelitian Ketepatan Metode yang Digunakan25 5 Kelayakan Penelitian Kesesuaian Jadwal, Kesesuaian Keahlian Personalia, dan Kewajaran Biaya 10 J U M L A H100 Skor: 1 = Sangat kurang, 2 = Kurang, 4 = Baik, 5 = Sangat baik Nilai = Bobot x Skor (batas lolos 350) Contoh Sistem Penilaian

25 CONTOH ALASAN PENOLAKAN  Perumusan masalah lemah, kurang mengarah, tujuan tidak jelas  Kontribusi hasil penelitian tidak jelas, kurang spesifik  Pustaka kurang menunjang, tidak relevan, kurang mutakhir, umumnya bukan artikel jurnal ilmiah, penyusunan daftar pustaka kurang baik  Metode kurang tepat & kurang terperinci, langkah penelitian tidak jelas  Kualifikasi tim peneliti kurang, anggaran biaya tidak terperinci atau dinilai terlalu tinggi, kesesuaian jadwal  Lain-lain: Format salah, topik sudah banyak diteliti

26 TAHAP AWAL TELAAH PROPOSAL  Mulailah dengan niat, agar posisi terhormat yang telah diamanahkan, membuat kita dapat berlaku objektif, adil, bijak, & tidak gampang menyalahkan agar terpilih proposal yang bermutu  Baca & pelajari secara cermat Panduan Pelaksanaan Penelitian Dit.Litabmas Edisi IX TAHUN 2013 (Fokus pada: syarat tim pengusul, tujuan & luaran, jangka waktu, pagu dana, borang kriteria penilaian & kelengkapan penunjang untuk setiap skema penelitian)  Proposal dapat dikelompokkan berdasar asal PT yang sama, untuk mengetahui adanya keterlibatan seorang peneliti pada lebih dari 1 proposal

27 Lanjutan:  Selanjutnya proposal dapat dikelompokkan berdasar skim penelitian, agar telaah dapat dilakukan secara konsisten  Sebelum telaah aspek substantif, dapat dimulai dengan telaah aspek administratif/kelengkapan proposal (antara lain: legalitas dari institusi, lampiran proposal misalnya jadwal kegiatan, rincian anggaran & justifikasinya, sarana/prasarana penunjang)  Telaah awal proposal dilanjutkan dengan mencermati hal-hal: Level of generality & kebaruan topik penelitian, state of the art kajian, road-map teknologi (apabila ada) & road-map penelitian, kesesuaian keahlian tim dengan topik penelitian, rekam jejak tim peneliti, tingkat prio- ritas topik bagi ilmu pengetahuan & atau pembangunan nasional/regional

28 TELAAH SUBSTANSI PROPOSAL  Sistematika proposal setiap skim sedikit berbeda, namun secara umum mencakup: - Judul Penelitian & Abstrak - Pendahuluan (Latar belakang, Rumusan masalah, Tujuan & Manfaat penelitian) - Kajian Pustaka (Road-map apabila ada) - Metode Penelitian - Jadwal Kegiatan - Daftar Pustaka - Lampiran (Sarana & Prasarana, Anggaran penelitian, Biodata tim peneliti)  Setiap butir tsb harus ditelaah secara cermat, obyektif & taat asas

29 TELAAH JUDUL & ABSTRAK  Judul tidak terlalu panjang, spesifik (tidak general) sesuai dengan research question/ permasalahan, & tidak menimbulkan multitafsir  Abstrak harus ditulis ringkas, namun telah mencakup permasalahan, tujuan & target yang ingin dicapai, serta metode penelitian & rencana kegiatan  Dengan membaca abstrak, secara garis besar sudah dapat dipahami tujuan & kegiatan yang akan dilakukan, serta target yang ingin dicapai

30 TELAAH PENDAHULUAN  Meliputi: Perumusan masalah lemah, kurang mengarah, tujuan penelitian & kontribusinya tidak jelas  Daya ungkap peneliti tentang permasalahan sangat terbatas, lebih banyak “kliping” dari bacaan yang dianggap relevan  Uraian terlalu panjang, tidak langsung pada deskripsi masalah  Masalah yang dirumuskan tidak didukung pustaka/ informasi mutakhir (state of the art)  Perlu ada cara pendekatan penyelesaian masalah  Rumusan masalah tidak harus dengan kalimat tanya

31 Lanjutan:  Cukup 2-3 paragraf, tidak lebih dari 2 halaman, dengan pernyataan-pernyataan yang lugas  Untuk penelitian lanjutan, permasalahan yang terkait hasil penelitian sebelumnya perlu diungkap  Ditulis pernyataan singkat mengenai tujuan, seperti: menjajaki, menguraikan, menerangkan, membuktikan, menerapkan konsep/dugaan, membuat prototipe  Tidak menggunakan kata “mengetahui”/“memahami”, yang terkesan hanya inventarisasi belaka  Tujuan penelitian harus dapat memberi kesan bahwa akan ada perubahan (implikasi) dari hasil penelitian (Misalnya: perubahan kebijakan/iptek, bukan sekadar informasi baru)

32 TELAAH KAJIAN PUSTAKA  Cermati: kepustakaan kurang menunjang, pustaka tidak relevan & kurang mutakhir, bukan acuan primer  Uraian terlalu ekstensif, banyak teori-teori yang terkesan “hanya kliping”, kurang ada ulasan dari peneliti  Mutu karya ilmiah sangat ditentukan mutu pustaka (acuan primer: artikel jurnal, paten, & disertasi yang relevan 10 tahun terakhir. Buku ajar = acuan sekunder)  Dapat menggambarkan bahwa state of the art dikuasai  Lebih utama persentase keprimeran & kemutakhiran, bukan jumlah pustaka  Tidak mengutip kutipan (misalnya: A dalam B)

33 Lanjutan: Perhatikan untuk pengacuan internet:  Tidak sembarang mengacu  Perhatikan otoritas keilmuan/kepakaran penulis  Tidak semua informasi dari situs internet dapat dipertanggung-jawabkan isinya (tidak semua situs permanen)  Lebih utama/dipilih acuan yang sifatnya cetakan  Lazimnya artikel yang yang telah dipublikasikan, ada keterangan tambahan “nama jurnal” & “terhubung berkala”

34 TELAAH METODE PENELITIAN  Cermati: Metode kurang tepat & tidak rinci tahapannya  Bukan bagian “metodologi penelitian”, tidak perlu ada definisi tentang metode  Metode yang digunakan sudah out of date  Tahapan penelitian tidak dideskripsikan dengan jelas sehingga sulit menjustifikasi jadwal kerja & biaya  Apabila ada sampling, harus ada teknik samplingnya  Cara analisis data harus dijelaskan dengan baik  Untuk penelitian multitahun, harus dijelaskan kegiatan & target/luaran tahunan dalam bentuk bagan alir

35 TELAAH JADWAL KEGIATAN  Cermati: Jadwal tidak sesuai dengan skim penelitian, tidak wajar (misalnya 12 bulan/tahun)  Kegiatan bersifat multitahun (kecuali Penelitian Dosen Pemula; Penelitian Fundamental bisa 1 tahun)  Digambarkan dengan diagram palang  Pelaksanaan kegiatan harus rinci sesuai dengan yang tertera pada Metode Penelitian  Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan wajar (tidak diulur-ulur)  Beberapa kegiatan dapat dilakukan serempak & tidak perlu berurutan (apalagi banyak anggota tim yang terlibat & multidisiplin)

36 TELAAH DAFTAR PUSTAKA  Cermati: Sistem penulisan acuan harus baku  Sistem nama-tahun (Harvard system)  Lazim diguna- kan dalam karya ilmiah; Pada Daftar Pustaka penulis didaftar berdasarkan abjad “nama belakang (nama keluarga)”  Sistem nomor (Vancouver system)  Tidak perlu peng- abjadan, tetapi urutan kemunculan dalam teks  Pustaka yang diacu adalah pustaka yang didaftar (DP)  “Komunikasi pribadi” dengan pakar ditulis di catatan kaki  Cek apabila ada publikasi dari pengusul

37 Lanjutan: Penulisan pustaka di Daftar Pustaka vs di teks: Daftar Pustaka Dalam Teks Rahman, A Rahman (2008) Rahman, A., dan Budi, S Rahman dan Budi (2007) Rahman, A., Budi, S., dan Rahman et al. (2009) Abduh, M Tujuan pembuatan daftar:  Memudahkan pembaca untuk penelusuran kembali  Sarana pengindeksan nama penulis

38 TELAAH RENCANA ANGGARAN  Rincian anggaran per tahun (untuk 2-3 tahun)  Pagu Rp10 juta sampai Rp1 miliar/tahun  Harga wajar, ada justifikasi & tidak melebihi pagu  Harus sesuai dengan tahap kegiatan yang direncanakan  Rincian komponen: - Bahan habis (bahan kimia, komponen elektronik) - Peralatan = rakitan percobaan (tidak untuk alat induk) - Peralatan utama di laboratorium agar disebutkan - Perjalanan (seminar, analisis sampel ke lembaga lain) - Gaji/Upah (tidak untuk tenaga ahli di luar tim) - Lain-lain (administrasi, komunikasi, pendaftaran paten, biaya publikasi, dokumentasi)

39 TELAAH BIODATA TIM PENELITI  Cermati: kelayakan peneliti kurang ditinjau dari kualifikasi tim  Rekam jejak penelitian kurang/tidak relevan dengan topik yang akan dikerjakan  Cek nama, kualifikasi, jabatan pengusul & tanda tangan  Butir penting biodata: riwayat pendidikan, pengalaman penelitian (terutama yang kompetitif), pengalaman publikasi (terutama berkala nasional terakreditasi/ bereputasi internasional)  Cek apakah penelitian yang pernah dilakukan berakhir dengan publkasi pada tahun-tahun berikutnya  Cek apakah pengusul konsisten pada minat penelitian- nya (bukan “kutu loncat”)

40 TELAAH LAIN-LAIN  Proposal belum mengikuti format sesuai skim penelitian  Peneliti pemula yang tidak memenuhi persyaratan untuk skim penelitian tertentu  Masalah penelitian sudah banyak diteliti (tidak ada unsur kebaruan/novelty)  Permasalahan kurang relevan dengan bidang ilmu peneliti  Untuk skim penelitian lanjut (misalnya: PHB, Stranas, Rapid, Unggulan Stranas), kegiatan inventarisasi/ identifikasi kurang layak/bukan prioritas  Cek adanya sarana & prasarana penunjang (milik PT) sehingga tidak perlu ada biaya sewa (bentuk sharing PT)

41 Lanjutan:  Penelitian yang ada sumber dana selain dari Dit.Litab- mas, dapat mempunyai nilai tambah  Komentar dapat diberikan (secara naratif) bagi bab yang dinilai rendah  Komentar harus spesifik & jelas, tidak bermakna ganda (berlaku bagi keunggulan/kelemahan proposal)  Segi kebahasaan perlu diperhatikan (misalnya: kaidah ejaan, istilah, kalimat & paragraf yang terlalu panjang, tanda baca dsb.)  mencerminkan pengalaman publikasi di masa lalu  Telaah, penilaian & komentar tim reviewer, merupakan rekomendasi bagi Dit.Litabmas untuk memutuskan proposal yang layak didanai berdasarkan prioritas

42 Roadmap penelitian memberikan gambaran yang jelas tentang status penelitian yang diusulkan, terhadap hasil penelitian sebelumnya (dari pustaka dan karya sendiri) dan terhadap kemungkinan perkembangan penelitian tersebut di masa depan

43 BUKU CATATAN HARIAN PENELITIAN / LOG BOOK Setiap peneliti yang melakukan kegiatan penelitian harus mencatat semua kegiatan dan data yang diperoleh secara singkat dan jelas sehingga tergambar dalam buku catatan kegiatan ini

44 BUKU CATATAN HARIAN PENELITIAN / LOG BOOK 1.Hari, tanggal (hari, tanggal pencatatan) 2.Nama kegiatan / sub kegiatan (sesuai proposal) 3.Tujuan dari kegiatan / sub kegiatan (sesuai proposal) 4.Uraian kegiatan (harus dapat menggambarkan urutan kegiatan yang dilakukan harian atau mingguan, berupa desain eksperimen serta analisa yang dilakukan, berikut penggunaan-penggunaan waktu, ornag,bahan, alat dan mesin, dan lain-lain) 5.Hasil yang diperoleh harian atau mingguan (cantumkan juga hari/tanggal dan tempat/ lokasi pengukuran/pencatatan/analisa) 6.penelitian pada setiap tahap sebelum pembuatan laporan kemajuan.

45 BUKU CATATAN HARIAN PENELITIAN / LOG BOOK 7.Kesimpulan dan saran (kesimpulan dan saran masing- masing kegiatan) 8.Rencana Kegiatan Selanjutnya (sesuai kesimpulan dan proposal) 9.Tanda tangan peneliti di dalam Buku Peneliti dan tanda tangan Peneliti utama sekali seminggu) 10.Tanda tangan Peneliti Utama di dalam buku Peneliti Utama sekali seminggu dan tanda tanggan penanggung jawab penelitian pada setiap tahap sebelum pembuatan laporan kemajuan.

46 Catatan Kemajuan Penelitian NoTanggal (Jam) KegiatanCatatan Kemajuan ( berisi data yang diperoleh, keterangan data,sketsa,gambar,analisis singkat,dsb)

47 Sikap diri yang mendukung keberhasilan kegiatan riset Kreativitas Keingin tahuan (Curiousity) Kebebasan berfikir Kemampuan komunikasi yang baik Keteguhan hati Disiplin diri Kemampuan berinteraksi

48 Proposal Penelitian Agar proposal penelitian mendapatkan dana maka diperlukan adanya proposal penelitian Proposal harus berisi cukup informasi dan argumentasi untuk meyakinkan reviewer bahwa penelitian memang penting dan perlu dilaksanakan dan didanai Proposal harus mempunyai research questions yang jelas dan penting, serta metodologi yang jelas dan sistematis untuk menjawabnya

49 Memilih Topik Penelitian Sadari kekuatan dan kompetensi anda Pilih topik penelitian yang sesuai dengan kekuatan dan kompetensi anda Pilih topik penelitian yang bermanfaat Jangan pilih topik penelitian yang banyak kompetitornya Kalau memungkinkan integrasikan dengan hoby yang anda miliki

50 Topik * Topik penelitian merupakan objek penelitian (Amirin, 1995). Objek penelitian biasanya tercermin dalam perumusan masalah dan dalam judul. Topik atau objek penelitian adalah masalah penelitian yang akan diteliti. Objek dan subjek penelitian biasanya sudah sekaligus menjadi satu kesatuan. Untuk PHB topic penelitiannya bebas, tetapi sebaiknya yang sedang hangat, unik dan sesuai dengan bidang keahlian peneliti. *Diambil dari jurnal Urip Santosa

51 Judul: - Menarik, spesifik, unik, bermakna tunggal, sederhana, jelas, lojik, tidak perlu puitik, ditulis dalam kalimat berita. - Gunakan kata kunci primer. - Mencerminkan isi. - berorientasi kepada produk sesuai dengan ciri PHB. - Tidak terlalu pendek tetapi tidak terlalu panjang (10-20 kata). Judul yang lengkap biasanya terdiri dari: 1) masalah, objek, atau topic penelitian; 2) subjek penelitian, 3) lokasi atau daerah penelitian, 4) desain, strategi, metode penelitian, dan 5) tahun atau waktu terjadinya peristiwa atau waktu menyelenggarakan penelitian (Amirin, 1995).

52 Subjek penelitian Subjek penelitian adalah sesuatu atau seseorang yang akan kita ambil informasinya. Informasi tersebut bisa berupa perilaku, keadaan dll. dari sesuatu atau seseorang tersebut. Sumber data adalah sesuatu atau seseorang yang kita pilih untuk mendapatkan informasi tentang sesuatu atau seseorang yang lain.

53 Aspek atau segi penelitian Aspek adalah segi pandangan terhadap sesuatu hal, peristiwa dsb atau pandangan terhadap bagaimana terjadinya sesuatu peristiwa dari perjmulaan sampai akhirnya (Poerdarminta, 1976). Aspek penelitian berkaitan dengan informasi apa yang akan kita ambil dari sesuatu atau seseorang. Kita ambil contoh misalnya tentang penelitian motivasi mahasiswa dimuka. Informasi yang ingin kita dapatkan adalah motivasi mahasiswa dan faktor-faktor yang mempengaruhinya ditinjau dari sudut pandang tertentu. Misalnya seorang ahli jiwa tentunya akan memandang motivasi tersebut dari sudut pandang ilmu jiwa atau dari kejiwaan seseorang. Demikian pula ahli lain tentunya akan meneliti dari sudut pandang mereka masing-masing.

54 Pemilihan Problem Riset Problem adalah sesuatu yang penting dan dapat menjawab permasalahan nasional, industri dan masyarakat Problem merupakan bagian dari “obsesi ketertarikan pengembangan ilmiah” yang melekat pada diri kita. Problem harus mempunyai “kedalaman” sehingga layak untuk dikaji – diteliti secara ilmiah. Problem dapat dibangun dari sikap kritis terhadap teori-pendekatan dan literatur yang ada

55 Pemilihan Problem Riset Problem dapat merupakan kelanjutan dari suatu temuan, metode, pendekatan, analysis yang telah kita lakukan sebelumnya Problem dapat mendorong kita pada temuan teknologi baru Problem sebaiknya merupakan sesuatu yang sedang ‘hot’, “trend” atau “bersifat fundamental” sehingga “dilirik” pemberi dana. Problem mempunyai nuansa Pro dan Kontra.

56 STRATEGI Memperoleh peta permasalahan penelitian strategis yang mutakhir, relevan, dan diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu, biaya, dan ketersediaan sumberdaya yang ada Agar permasalahan penelitian yang dapat ditangani cukup beragam, ketersediaan sumberdaya yang tersedia perlu senantiasa dinilai keadaaanya (sebagai fungsi waktu dan ruang) serta ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya dengan program yang terarah, dan berperspektif jangka panjang

57 Kapan Proposal ditulis ? Seawal mungkin ! Pertimbangkan waktu mencari pustaka Memahami persoalan Merenungkan ide Membentuk tim Menulis Self-evaluation proposal yang ditulis Evaluasi oleh anggota tim Evaluasi oleh kolega

58 Pertanyaan setelah proposal ditulis Telah dipikirkan & ditulis dgn baik? Kelebihannya apa? Kontribusi pada Ipteks? Tidak terlalu ambisius? Target masuk akal & realistis? Sesuai tujuan penelitian? Keterkaitan dgn pustaka yg relevan? Tidak pengulangan?

59 Bidang penelitian sesuai kepakaran? Peneliti dapat melaksanakan? Mempunyai pendekatan inovatif? Metode dapat menjawab tujuan? Waktu penelitian dipertimbangkan baik? Dana masuk akal & realistis? SDM & peralatan menunjang?


Download ppt "KIAT-KIAT DALAM PEMBUATAN PROPOSAL PENELITIAN LPPM Unesa, 12 Februari 2014 Oleh: Dr. Ir. A. A. Masroeri ITS Surabaya."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google