Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 Gambar 5.2 “Skema Kerja Prinsip al-Wadi’ah yad Amanah Bank Syari’ah Titipan Beban Biaya Penitipan Nasabah.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 Gambar 5.2 “Skema Kerja Prinsip al-Wadi’ah yad Amanah Bank Syari’ah Titipan Beban Biaya Penitipan Nasabah."— Transcript presentasi:

1 1 Gambar 5.2 “Skema Kerja Prinsip al-Wadi’ah yad Amanah Bank Syari’ah Titipan Beban Biaya Penitipan Nasabah

2 2 Bank Syari’ah Gambar 5.3 “Skema Kerja Prinsip al-Wadi’ah yad Dhomanah 1. Titipan 4. Beri Bonus 3. Bagi Hasil 2. Pemanfaatan Dana Prinsip ini dikembangkan dalam bentuk: 1.Current Account (Giro) 2.Saving Account (Tabungan Berjangka)

3 3 Nasabah Bank Syari’ah Keuntungan Bagi Hasil Sesuai Dengan Nisbah Modal 100% Pengembalian Modal Pokok Nisbah Y% Keahlian Modal 100% Perjanjian Bagi Hasil Gambar 6.4 “Skema Kerja Prinsip al-Mudharabah

4 4 Nasabah Bank Syari’ah Supplier Gambar 6.5 Skema Kerja Prinsip al-Murabahah 2. Akad Jual Beli 1. Negosiasi dan Persyaratan 6. Bayar Tunai atau tangguh 3. Beli Barang4. Kirim 5. Terima Barang & Dokumen

5 5 Nasabah Bank Syari’ah Supplier Gambar 6.5 Skema Kerja Prinsip Bai Bithaman Ajil 2. Akad Jual Beli 1. Negosiasi dan Persyaratan 6. Bayar dengan cicilan 3. Beli Barang4. Kirim 5. Terima Barang & Dokumen

6 6 Gambar 6.6 Skema Kerja Prinsip Bai as-Salam 1. Negosiasi Pesanan Dengan Kriteria 5. Bayar 3. Kirim Dokumen 4.Kirim Pesanan Bank Syari’ah Nasabah 2. Pemesanan Barang Nasabah dan Bayar Tunai Suplier

7 7 Gambar 6.7 Skema Kerja Prinsip Bai al-Istishna’ 1. Negosiasi Pesanan Dengan Kriteria 3. Jual Barang Suplier 2.Membeli barang dengan cicilan Bank Syari’ah Nasabah 3. Kirim Dokumen

8 8 Gambar 6.7 Skema Kerja Prinsip Bai al-Istishna’ antara bank dengan suplier dan Ba’i Bithaman Ajil antara bank dengan nasabah 1. Negosiasi Pesanan Dengan Kriteria 3. Akad Jual Barang Gita Danupranata, S.E., M.M. Suplier 2. Akad Membeli barang dengan cicilan Bank Syari’ah Nasabah 6. Pembayaran cicilan 4.Kirim Pesanan 5. Kirim Dokumen

9 9 Gambar 6.8 Skema Kerja Prinsip Ijarah Obyek Sewa Gita Danupranata, S.E., M.M. 2.Beli Obyek Sewa Bank Syari’ah Nasabah Bank Suplier 1.Pesan Obyek Sewa Milik Sewa

10 10 Gambar 6.9 Skema Kerja Prinsip Ijarah Muntahia Bithamlik Obyek Sewa 2.Beli Obyek Sewa Bank Syari’ah Nasabah Bank Suplier 1.Pesan Obyek Sewa Milik 3. Sewa Beli Milik

11 11 Gambar 6.10 Skema Kerja Prinsip al-Musyarakah Gita Danupranata, S.E., M.M. Keuntungan Bank Syari’ah Nasabah Sebagian Modal Sebagian Modal Bagi Hasil Sesuai Dengan Nisbah Nisbah X% Nisbah Y%

12 12 Gambar 6.11 Skema Kerja Prinsip al-Hiwalah Gita Danupranata, S.E., M.M. Bank Syari’ah 2. Invoice 1. Suplay Barang SuplierPembeli 5. Bayar 3. Bayar 4. Tagih

13 13 Gambar 6.12 Skema Kerja Prinsip ar-Rahn 3. Akad Pembiayaan Pembiayaan 4. Hutang Piutang + Mark up 2. Permohonan Pembiayaan 1.c 1.b. Titipan/Gadai 1.a

14 14 Gambar 6.13 Skema Kerja Prinsipal-Qardh Gita Danupranata, S.E., M.M. Keuntungan Bank Syari’ah Nasabah Proyek Perjanjian Qardh Keahlian Modal 100% ZIS Modal 100%+ administrasi

15 15 Gambar 6.14 Skema Kerja Prinsip al-Wakalah Gita Danupranata, S.E., M.M. Nasabah Investor Agency Administration Collection Payment Kontrak + Fee

16 16 Gambar 6.15 Skema Kerja Prinsip al-Kafalah Nasabah (Ditanggung) Jasa Obyek (Tertanggung) Bank (Penanggung) Jaminan Kewajiban

17 17 a. Al Mudharabah: merupakan bentuk kerja sama (parthership) dimana satu pihak memberi dana sementara pihak lainnya memberi keahlian atau manajemen. b. Al Musyarakah (profit sharing): merupakan bentuk kerjasama (partnership) melibatkan pengumpulan dana diantara dua atau tiga pihak untuk membiayai usaha tertentu. c. Al Wadiah: merupakan perjanjian antara pemilik barang/uang dengan pihak yang menyimpannya dimana pihak terakhir akan menyimpan dan menjaga uang atau barang yang didepositokan. Prinsip-prinsip Dasar Operasi Bank Syariah

18 18 d.Al Murabahah: merupakan tehnik pendanaan dimana dilakukan kontrak penjualan antara pembeli dengan penjual dengan harga penjualan yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga aslinya. e.Al Bai Bithaman Ajil: merupakan pendanaan dimana bank membeli mesin dan kemudian menjual ke pihak yang memerlukan mesin tersebut dengan harga yang lebih tinggi. f.Al Bai Al Dyn: merupakan penjualan klaim (piutang) dengan diskonto, Piutang tersebut berasal dari penjualan/pembelian barang atau jasa. g.Al Sharf: merupakan penjualan/pembelian mata uang asing tertentu dengan mata uang lainya.

19 19 i.Al Ijarah (leasing tanpa hak pembelian): merupakan perjanjian antara lessor dengan lessee yang mempunyai hak menggunakan mesin/peralatan dengan pembayaran sewa tertentu yang telah disepakati. j.Al Wakalah: merupakan perjanjian transfer wewenang (pemberian kuasa) kepada pihak lain untuk melaksanakan pekarjaan tertentu untuk kepentingan pihak pertama. k.Al Kafalah (jaminan): merupakan perjanjian pemberian jaminan. Pihak penjamin bertanggung jawab terhadap pembayaran hutang atau pelaksanaan pekerjaan tertentu kepada pihak penerima jaminan. l. Al Hiwalah; merupakan perjanjian transfer kewajiban dari satu pihak ke pihak lainnya.

20 20 m.Al Qord Ul Hasan: merupakan perjanjian antara pemberi pinjaman dengan peminjam, dimana peminjam berkewajiban membayar sesuai dengan jumlah hutang. Tetapi jika peminjam tidak bisa membayar hutang tersebut, sanksi tidak bisa diberikan terhadap peminjam. Disamping kegiatan pencarian dana dan penanaman dana, bank Islam juga bisa melakukan aktifitas-aktifitas lainnya seperti pemberian jaminan dengan prinsip Al Kafalah, transfer uang dengan prinsip Al Hiwalah, penyimpanan barang atau surat berharga dengan prinsip Al Waidah dan Al Wakalah, dan pembukaan L/C (Letter of Credit) dengan prinsip Al Wakalah, Al Musyarakah, dan Al Murabahah.


Download ppt "1 Gambar 5.2 “Skema Kerja Prinsip al-Wadi’ah yad Amanah Bank Syari’ah Titipan Beban Biaya Penitipan Nasabah."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google