Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ANALISIS METODE CAMELS DALAM PENILAIAN KESEHATAN BANK SYARIAH dan BANK KONVENSIONAL DI INDONESIA YANG BELUM Go Public YULIA DEWI MASITOH 20080410041 FAKULTAS.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ANALISIS METODE CAMELS DALAM PENILAIAN KESEHATAN BANK SYARIAH dan BANK KONVENSIONAL DI INDONESIA YANG BELUM Go Public YULIA DEWI MASITOH 20080410041 FAKULTAS."— Transcript presentasi:

1 ANALISIS METODE CAMELS DALAM PENILAIAN KESEHATAN BANK SYARIAH dan BANK KONVENSIONAL DI INDONESIA YANG BELUM Go Public YULIA DEWI MASITOH FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2012

2 LATAR BELAKANG MASALAH  Negara berkembang yang dihadapkan pada krisis ekonomi seperti korupsi dan kemiskinan yang semakin tinggi, bencana alam, yang mengakibatkan perekonoian menurun.  Perbaikan dalam berbagai sektor industri, perdagangan dan perbankan  Selain perbaikan ekonomi, semua perusahaan harus melakukan penilaian kinerja untuk megatahui kesehatan kinerjanya terutama perusahaan perbankan agar tidak terjadi kebangkrutan di perusahaan perbankan. Metode yang digunakan yaitu CAMELS  Penelitian merupakan replika dari Farhani dengan judul “Analisis Tingkat Kesehatan PT. Bank Agroniaga (TBK) dengan Menggunakan Metode CAMELS”, yang ditulis pada tahun Farhani menganalisis tingkat kesehatan PT. Bank Agroniaga (TBK) dengan menggunakan metode CAMELS (Capital, Assets, Management, Earning, Liquidity, dan Sensivity to Market Risk ) selama 4 (empat) tahun yaitu 2005, 2006, 2007 dan 2008.

3 Batasan Masalah Penelitian 1.Penilaian hanya dilakukan selama 3 tahun terakhir dari tahun 2007 sampai tahun 2009 karena keterbatasan data pada bank syariah, sehingga penelitian pada bank konvensional disesuaikan dengan data yang dimiliki oleh bank syariah. 2.Dalam penelitian ini hanya menggunakan metode CAMELS untuk meneliti data kuantitatif pada bank dan mengabaikan aspek manajemen yang bersifat kualitatif. 3.Penelitian tentang aspek Sensitivity to Market Risk (Resiko Pasar) tidak dapat menyajikan data secara lengkap karena aspek Sensitivity to Market Risk (Resiko Pasar) sebagian besar data merupakan bagian intern perusahaan yang dimilki oleh Dewan Direksi dan tidak ditampilkan didalam laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan, sehingga dalam penelitian ini hanya menggambarkan Sensitivity to Market Risk (Resiko Pasar) berdasarkan teori.

4 Rumusan Masalah Penelitian  Dari latar belakang diatas maka dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut :  Bagaimana kesehatan bank syariah dan bank konvensional yang belum go public di Indonesia berdasarkan metode CAMELS?  Bagaimana perbandingan kesehatan antarbank yaitu kesehatan bank syariah dan bank konvensional yang belum go public di Indonesia? Tujuan Penelitian  Menguji kesehatan perusahaan perbankan syariah dan perbankan konvensional melalui metode CAMELS.  Menguji kesehatan antarbank, yaitu dengan membandingkan kesehatan bank syariah dan bank konvensional yang belum go public.

5 Manfaat Penelitian  Manfaat bagi obyek penelitian yaitu untuk memberikan kontribusi tentang penilaian kesehatan perbankan syariah dan bank konvensional menggunakan metode CAMELS.  Manfaat bagi pengetahuan yaitu menambah bukti empiris di studi keuangan khususnya topik tentang perbankan.  Manfaat bagi peneliti yaitu untuk memperbaharui ilmu pengetahuan tentang metode CAMELS. Landasan Teori Bank Syariah Bank Syariah adalah bank umum yang berjalan sesuai dengan prinsip syariah (UU No.10 tahun 1998).

6 Bank Konvensional Bank konvensional adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran (pasal 1 ayat 3 Undang-Undang No. 10 tahun 1998). Kinerja Perusahaan Kinerja perusahaan menunjukkan sesuatu yang berhubungan dengan kekuatan serta kelemahan suatu perusahaan. Kinerja bank secara umum merupakan gambaran prestasi yang dicapai oleh bank dalam operasionalnya. Kinerja keuangan bank merupakan gambaran kondisi keuangan bank pada suatu periode tertentu baik mencakup aspek penghimpunan dana maupun penyaluran dana (Dahlan Siamat,2005).

7 Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan ikhtisar mengenai keadaan keuangan suatu bank pada periode tertentu. Secara umum laporan keuangan ada 4 macam yaitu laporan neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal dan laporan aliran kas. Dari keempat laporan tersebut hanya ada 2 laporan yang umum digunakan untuk menganalisis yaitu laporan neraca dan laporan laba/rugi. Hal ini disebabkan laporan perubahan modal dan laporan aliran kas pada akhirnya akan diikhtisarkan pada laporan neraca dan laporan laba/rugi.

8 Metode CAMELS Aspek CAMELS dibagi menjadi 5 yaitu : Capital (Permodalan) Capital (permodalan) aspek ini digunakan unuk mengavaluasi kecukupan modal bank dalam menutup resiko saat ini dan mengantisipasi resiko yang akan datang. permodalan dihitung dengan CAR (Capital Adequacy Ratio). Asset ( Aktiva) Asset (aktiva) digunakan untuk mengevaluasi aktiva yang dimiliki oleh bank melalui penilaian komponen-komponen aset.

9 Earning (Rentabilitas) Earning (rentabilitas) digunakan untuk mengevaluasi tingkat efisiensi usaha dan kemampuan bank dalam menghasilkan laba. Liquidity (Likuiditas) Liquidity digunakan untuk mengevaluasi kemampuan bank dalam memelihara tingkat likuiditas yang memadai dan kecukupan manajemen risiko likuiditas.

10 Komponen dan Bobot dalam Metode CAMELS Peraturan Tentang Penilaian Kesehatan Perusahaan Perbankan Peraturan Pedoman Penggunaan Metode Standar Dalam Perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum dengan Memperhitungkan Resiko Pasar Peraturan Tentang Penerapan Manajemen Resiko bagi Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah Teori tentang Risiko Pasar Pada Bank Umum Syariah dan Bank Umum Konvensional

11 Penelitian Terdahulu Hasil penelitian yang khusus menggunakan rasio CAMELS dalam menguji manfaat rasio keuangan telah dilakukan oleh Farhani pada tahun Farhani menganalisis tingkat kesehatan PT. Bank Agroniaga (TBK) dengan menggunakan metode CAMELS (Capital,Assets, Management, Earning, Liquidity, dan Sensivity to Market Risk ) selama 4 (empat) tahun yaitu 2005, 2006, 2007 dan Dilihat dari rasio keuangan CAMELS selama 3 (tiga) tahun yaitu 2005, 2007 dan 2008 mencerminkan bahwa kondisi keuangan PT. Bank Agroniaga (TBK) tergolong baik (sehat) dan mampu mengatasi pengaruh negatif kondisi perekonoian dan industri keuangan. Sedangkan pada tahun 2006 peringkat bank berada pada peringkat cukup baik (cukup sehat) namun terdapat beberapa kelemahan – kelemahan yang menyebabkan peringkat bank menjadi buruk apabila bank tidak segera melakukan tindakan perbaikan dalam kinerjanya.

12 METODE PENELITIAN Obyek Penelitian Obyek penelitian yang akan diambil adalah perusahaan bank syariah dan bank konvensional yang belum go public dan terdapat di Indonesia. Alasan mengambil obyek penelitian bank konvensional yang belum go public yaitu untuk menyesuaikan dengan bank syariah di Indonesia yang belum go public, supaya kinerja antara bank syariah dan bank konvensional dapat dibandingkan. Jenis Data Data yang akan diambil adalah data sekunder dari perusahaan bank syariah dan bank konvensional yang belum go public berupa data kuanlitatif yang diambil dari Bank Indonesia selam 3 tahun terakhir yaitu pada tahun 2007 sampai tahun Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh bank syariah dan bank konvensional belum go public yang telah terdaftar dalam direktori Bank Indonesia. Sampel diambil secara acak dari seluruh bank konvensional dan bank syariah yang terdaftar dalam direktori Bank Indonesia.

13 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang akan digunakan yaitu teknik pengambilan data sekunder dari bank syariah dan bank konvensional yang belum go public terdaftar dalam Direktori Bank Indonesia. Teknik Pengambilan Sampel Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian adalah metode acak yaitu mengambil sampel secara bebas dari suatu populasi tanap menggunakan kriteria tertentu. Populasi yang diambil adalah kumpulan data dari bank-bank syariah dan bank konvensional yang belum go public dan sampelnya adalah bank syariah dan bank konvensional yang memiliki data lengkap selama 3 tahun terakhir yaitu tahun 2007 sampai tahun Definisi Operasional Bank Syariah Bank syariah adalah bank umum yang prinsip kerja sesuai dengan prinsip syariah yaitu Al-Quran dan Al-Hadist (menurut UU No.10 Tahun 1998). Bank Konvensional Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran (Dahlan Siamat, 2005).

14 Laporan Keuangan Laporan Keuangan adalah laporan mengenai kondisi keuangan suatu badan usaha yang terdiri atas neraca perhitungan laba/rugi (L/R), dan informasi keuangan lain seperti laporan mengenai arus kas (cash flow) dan laporan mengenai laba ditahan (financial statement), (menurut kamus Besar Bank Indonesia).” Metode CAMELS Metode CAMELS (Capital, Asset, Management, Earning, Liquidity, dan Sensivity to Market Risk) adalah rumus untuk mengetahui tentang kesehatan suatu perusahaan terutama perusahaan perbankan (Dahlan Siamat, 2005).

15 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Obyek Penelitian Obyek penelitian yang akan diambil adalah perusahaan bank syariah dan bank konvensional yang belum go public dan terdapat di Indonesia. Alasan mengambil obyek penelitian bank konvensional yang belum go public yaitu untuk menyesuaikan dengan bank syariah di Indonesia yang belum go public, supaya kinerja antara bank syariah dan bank konvensional dapat dibandingkan. Data yang akan diambil adalah data sekunder dari perusahaan bank syariah dan bank konvensional yang belum go public berupa data kuanlitatif yang diambil dari Bank Indonesia selam 3 tahun terakhir yaitu pada tahun 2007 sampai tahun Hasil Perhitungan Hasil Perhitungan


Download ppt "ANALISIS METODE CAMELS DALAM PENILAIAN KESEHATAN BANK SYARIAH dan BANK KONVENSIONAL DI INDONESIA YANG BELUM Go Public YULIA DEWI MASITOH 20080410041 FAKULTAS."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google