Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BAGIAN WARISAN UNTUK KAKEK YENI SALMA BARLINTI Hukum Kewarisan Islam Rabu, 20 April 2011.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BAGIAN WARISAN UNTUK KAKEK YENI SALMA BARLINTI Hukum Kewarisan Islam Rabu, 20 April 2011."— Transcript presentasi:

1 BAGIAN WARISAN UNTUK KAKEK YENI SALMA BARLINTI Hukum Kewarisan Islam Rabu, 20 April 2011

2 I. KAKEK MENURUT BILATERAL- HAZAIRIN  Kakek adalah bapak dari bapak atau ibu dan seterusnya ke atas baik melalui garis laki-laki maupun perempuan  Kakek termasuk dalam Kelompok Keutamaan ke 4 yaitu sebagai mawali dari bapak atau mawali dari ibu  Kakek dapat tampil menjadi ahli waris bersama janda atau duda

3 Besar Bagian Warisan Kakek  Kakek mawali ibu = 1/3 sebagai zul-fara’id (An Nisa: 11e)  Kakek mawali ayah = sisa sebagai zul- qarabat (An Nisa: 11e)  Jika pewaris meninggalkan ibu dan kakek melalui ayah, maka ibu = seluruh harta warisan, karena ibu kelompok keutamaan ketiga, sedangkan kakek = 0 (Kelompok Keutamaan 4)

4 II. KAKEK MENURUT PATRILINEAL- SYAFI'I Pengertian Kakek 1. Kakek Sahih (Kakek Sejati): kakek yang hubungannya dengan cucu (pewaris) tidak melalui garis perempuan, tetapi dari ayahnya ayah, dan seterusnya ke atas melalui garis laki-laki  Kakek sahih termasuk golongan ahli waris karena hubungan darah 2. Kakek Gairu Sahih (Kakek Tidak Sejati): kakek yang hubungannya dengan cucu (pewaris) melalui garis perempuan: (1) ayahnya ibu, (2) ayahnya nenek, baik nenek melalui ayah maupun nenek melalui ibu, dan seterusnya ke atas melalui garis perempuan  Kakek gairu sahih, termasuk zul-arham, yang dapat tampil sebagai ahli waris apabila pewaris tidak meninggalkan ahli waris zul-fara’id karena hubungan darah dan ahli waris ‘asabah

5 Dasar Hukum  DASAR HUKUM bagi kakek sahih, menurut A. Hassan = Q.4:11d jo. Sunnah Rasulullah, diriwayatkan Ahmad, Abu Daud, dan Tarmizi dari Imran bin Hushain: “Bahwasanya datang seorang laki-laki kepada Nabi saw bertanya: “Anak laki-laki saya punya anak laki- laki, mati. Maka berapa bagian saya dari (harta) peninggalannya?” Sabdanya: “Seperenam.” Tatkala orang itu mau pergi, beliau memanggil dia lalu berkata: “Buat kamu seperenam lagi.” Tatkala orang itu berpaling sabdanya: “Seperenam yang belakangan itu pemberian.”

6 Cont’d  Hadis riwayat Ad-Daramie dari Sya’bi: “Umar membagi rata antara datuk dengan seorang saudara laki-laki. Apabila mereka lebih (dari dua orang) ia beri datuk 1/3; dan Umar beri kepada datuk 1/6, kalau si mati meninggalkan anak.”  Ibnu ‘Abbas: “Serahkanlah ahlinya yang berhak, maka sebagian bagian itu kepada lebihnya itu, adalah untuk laki-laki yang lebih dekat kepada pewaris (li awla rojulin zakarin)”

7 Cont’d  Mu’awiah pernah menulis surat kepada Zaid bin Tsabit menanyakan dia dari hal (pembagian) datuk. Maka ia jawab: Engkau bertanya kepadaku dari hal datuk. Sesungguhnya aku hadir melihat dua khalifah sebelummu memberikan bagi separoh bersama seorang saudara, dan sepertiga beserta dua saudara atau lebih; tidak kurang dari sepertiga, walaupun saudara-saudara itu banyak.

8 Kedudukan Kakek 1. Kakek = Bapak  Abu Bakr, Ibnu ‘Abbas, Siti ‘Aisyah, Ibnu Zubair, Mu’adz, Hasan Al Bishri, Bisyr bin ‘Iyaasy  QS Al Hajj (22) ayat 78  Ibrahim adalah bapak kamu, padahal Ibrahim kakek yang jauh  Kakek menghijab saudara 2. Kakek = Saudara  ‘Umar dan Zaid bin Tsabit  Kakek adalah cabang atas bagi bapak, sedangkan saudara adalah cabang bawah bagi bapak. Dengan demikian Kakek = Saudara

9 Kakek Bersama Anak atau Cucu  Apabila kakek mewaris bersama anak laki-laki atau cucu laki-laki melalui anak laki-laki dan atau anak perempuan atau cucu perempuan melalui anak laki-laki, maka kakek mendapat 1/6 dari seluruh harta sebagai zul faraid  Hadis Umar

10 Kakek Bersama Ibu dan atau Suami/Isteri  Apabila kakek mewaris bersama ibu dan atau suami atau isteri, maka kakek sebagai ashabah binnafsihi  An Nisa ayat 11e jo. Hadis Ibnu Abbas tentang liawla rajulin zakarin

11 Kakek Bersama Saudara Seibu Kakek menghijab Saudara Seibu

12 Kakek Bersama Saudara Sekandung atau Saudara Sebapak  Bagian warisan untuk kakek jika bersama saudara sekandung atau saudara sebapak adalah bagian yang menguntungkan baginya dari dua macam bagian berikut: 1. 1/3 dari seluruh harta warisan; atau 2. Muqasamah  berbagi dengan saudara-saudara

13 Kakek Bersama Saudara Sekandung atau Saudara Sebapak dan Ahli Waris Lainnya  Bagian warisan untuk kakek jika bersama saudara sekandung atau saudara sebapak dan ahli waris lainnya adalah bagian yang menguntungkan baginya dari tiga macam bagian berikut: 1. 1/6 dari seluruh harta warisan; atau 2. 1/3 dari sisa harta setelah dibagikan kepada zul faraid; atau 3. Muqasamah

14 AKDARIYAH  Pewaris meninggalkan seorang saudara perempuan sekandung, suami, kakek, dan ibu.  Suami = ½ = 3/6  Ibu = 1/3 = 2/6  Kakek = 1/6 = 1/6  Saudara perempuan sekandung = ½ = 3/6  Perbandingan= 3 : 2 : 1 : 3 (dijumlahkan = 9  ‘awl)  Kakek mendapat bagian lebih sedikit daripada saudara perempuan sekandung  merupakan kejanggalan

15 Cont’d  Suami = ½ = 3/6  Ibu = 1/3 = 2/6  Kakek = 1/6 + Saudara perempuan sekandung = ½ = 4/6  dijumlahkan untuk dibagi kepada kakek dan saudara perempuan sekandung 2:1  Perbandingan = 3 : 2 : 4  Untuk mempermudah penghitungan bagian masing-masing ahli waris, maka semua bagian dikalikan 3 (total harta 9 x 3 = 27), menjadi:  Suami = 3 x 3 = 9  Ibu = 2 x 3 = 6  Kakek dan saudara = 4 x 3 = 12  dibagi menjadi 2 : 1 Kakek = 2/3 x 12 = 8 Saudara = 1/3 x 12 = 4  Perbandingan = 9 : 6 : 8 : 4 (= 27)

16 III. KAKEK MENURUT KHI  KHI tidak mengatur bagian warisan kakek  Hakim dapat menerapkan hukum kewarisan Islam ajaran Bilateral Hazairin atau hukum kewarisan Islam ajaran Patrilineal Syafi’I sesuai dengan nilai-nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat  Berdasarkan Pasal 229 KHI jo Pasal 5 ayat (1) UU No. 48 Th ttg Kekuasaan Kehakiman  ”Hakim dan hakim konstitusi wajib menggali, mengikuti, dan memahami nilai-nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat”


Download ppt "BAGIAN WARISAN UNTUK KAKEK YENI SALMA BARLINTI Hukum Kewarisan Islam Rabu, 20 April 2011."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google