Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Idealkah Berat Badan Si Kecil? Kapankah si kecil dikatakan terlalu gemuk atau terlalu kurus? Minimnya pengetahuan ibu tentang berat badan, justru akan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Idealkah Berat Badan Si Kecil? Kapankah si kecil dikatakan terlalu gemuk atau terlalu kurus? Minimnya pengetahuan ibu tentang berat badan, justru akan."— Transcript presentasi:

1 Idealkah Berat Badan Si Kecil? Kapankah si kecil dikatakan terlalu gemuk atau terlalu kurus? Minimnya pengetahuan ibu tentang berat badan, justru akan mengarahkan si kecil menuju obesitas. Berat Badan Ideal Normalnya berat badan bayi saat lahir harus mencapai gr. Jika kurang dari angka itu, maka bayi tersebut lahir dengan berat badan rendah. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) sangat erat kaitannya dengan kesehatan serta gaya hidup ibu saat hamil. Jika calon ibu punya riwayat penyakit seperti diabetes atau hipertensi, kemungkinan bayinya lahir dengan BBLR akan semakin besar. Begitu juga jika calon ibu punya kebiasaan merokok, minum alkohol serta asupan gizinya juga buruk, cenderung melahirkan bayi dengan BBLR. Kenaikan berat badan bayi yang sehat, bisa dilihat per tiga bulan. Pada usia 1-3 bulan, kenaikan berat badan normalnya adalah gr/minggu. Usia 4- 6 bulan, kenaikan berat badannya adalah gr/bulan. Usia 7-9 bulan kenaikan berat badannya harus mencapai gr/bulan, dan usia bulan berat badan si kecil sebaiknya bertambah gr/bulan. Antara 1-6 bulan, pertambahan berat badan bayi biasanya cepat. Namun memasuki usia 6 bulan ke atas, biasanya jadi melambat. Salah satu faktor penyebabnya adalah bayi sudah mulai banyak bergerak, seperti belajar berguling, merangkak dan kemudian berjalan. Bayi yang normal, berat badannya akan bertambah dua kali lipat pada usia lima bulan dan menjadi tiga kali lipat pada usia setahun. Namun hati-hati jika pada bayi usia empat bulan kenaikan berat badannya kurang dari 200 gr/minggu, maka kemungkinan besar itu merupakan gejala kurang makan. Bayi Sehat vs Obesitas Paradigma lama tentang bayi montok adalah bayi yang sehat, tanpa disadari telah mengarahkan bayi dan anak-anak ke arah obesitas. Bayi dan anak menjadi gemuk jika porsi makanan yang dimakan melebihi kebutuhan tubuh. Kelebihan kalori disimpan menjadi lemak. Sel-sel lemak di tubuhnya menjadi besar dan jumlahnya melebihi jumlah yang dimiliki anak dengan berat badan normal. Selera makan anak yang sudah terlanjur gemuk umumnya jadi tinggi. Itu sebabnya anak yang gemuk berat badannya sulit turun, karena sulit bagi anak- anak untuk menahan nafsu makannya. Menurut sebuah penelitian di Surabaya, pemberian makanan padat yang terlalu dini pada bayi (di bawah usia enam bulan) menjadi salah satu faktor penyebab kegemukan pada bayi. Selain itu, gaya hidup di perkotaan yang akrab dengan junk food, seperti pizza, hamburger, dan ayam goreng cepat saji, juga disinyalir menjadi penyebab obesitas pada anak-anak. Yang perlu dikhawatirkan dari bayi dan anak-anak yang kelebihan berat badan adalah, obesitas dekat dengan penyakit. Pada anak-anak, obesitas bisa mengakibatkan hipertensi, diabetes, dan gangguan ortopedik (nyeri lutut). Diet Pada Bayi Jika bayi berusia 0-6 bulan kelebihan berat badan, maka sebaiknya ibu tetap konsisten memberikan ASI eksklusif. Lemak susu sapi lebih tinggi dari lemak ASI, maka sebaiknya dihindari dulu. Diet pada anak satu tahun ke bawah sebaiknya dilakukan dibawah pengawasan dokter. Mengurangi porsi susu atau makanannya bukanlah tindakan yang bijaksana karena si kecil masih dalam masa pertumbuhan. Jadi gizi yang baik masih sangat diperlukan. Umumnya dokter akan memberikan menu diet yang tinggi serat dan sebaiknya Anda menjauhi si kecil dari makanan yang manis-manis.


Download ppt "Idealkah Berat Badan Si Kecil? Kapankah si kecil dikatakan terlalu gemuk atau terlalu kurus? Minimnya pengetahuan ibu tentang berat badan, justru akan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google