Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ED KDPPLK Syariah/ SY 160407 1 Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah Oleh: Sri Yanto Technical Director The Indonesian Institute.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ED KDPPLK Syariah/ SY 160407 1 Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah Oleh: Sri Yanto Technical Director The Indonesian Institute."— Transcript presentasi:

1 ED KDPPLK Syariah/ SY Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah Oleh: Sri Yanto Technical Director The Indonesian Institute of Accountants

2 ED KDPPLK Syariah/ SY Konsep GASAP Prinsip Akuntansi Syariah yang Berlaku Umum Kerangka Prinsip Akuntansi Syariah yang Berlaku Umum di Indonesia Landasan Operasional atau Landasan Praktik Tingkat 3 Praktik, Konvensi dan Kebiasaan Pelaporan yang Sehat sesuai dengan Syariah Buku Teks/Ajar, Simpulan riset, Artikel, dan Pendapat Ahli Tingkat 2 SAK Internasional/Negara lain yang sesuai Syariah Peraturan Pemerintah untuk Industri (Regulasi) Landasan Konseptual Tingkat 1 PSAK & ISAK Umum yang sesuai dengan Syariah Pedoman atau Praktik Akuntansi Industri (Kajian Asosiasi Syariah) KDPPLK Syariah AL HADITS PSAK & ISAK Syariah FATWA SYARIAH Landasan Syariah AL QURAN Buletin Teknis

3 ED KDPPLK Syariah/ SY Kronologis Conceptual Framwork dalam Akuntansi di Indonesia ► Prinsip Akuntansi Indonesia (1974; 1984) ► Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (1994) ► Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Bank Syariah (2002)  ED Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah (2006)

4 ED KDPPLK Syariah/ SY Struktur Substansi Kerangka Dasar Tujuan Karakteristik Unsur- Kualitatif unsur Dasar DasarTeknik Pengakuan PengukuranPengukuran

5 ED KDPPLK Syariah/ SY Pemakai dan Kebutuhan Informasi ► Investor. ► Pemberi dana qardh. ► Pemilik dana investasi mudharabah. ► Pemilik dana titipan. ► Pembayar dan penerima ZIS dan wakaf. ► Pengawas syariah. ► Karyawan. ► Pemasok dan mitra usaha lainnya. ► Pelanggan. ► Pemerintah. ► Masyarakat.

6 ED KDPPLK Syariah/ SY Tujuan Laporan Keuangan ► menyediakan informasi suatu perusahaan (entitas) yang bermanfaat perusahaan (entitas) yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan; dan pengambilan keputusan; dan ► pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. sumber daya yang dipercayakan kepadanya.

7 ED KDPPLK Syariah/ SY Tujuan Laporan Keuangan (Tambahan) ► menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu entitas syariah. ► meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip syariah dalam semua transaksi dan kegiatan usaha; ► informasi kepatuhan entitas syariah terhadap prinsip syariah, serta informasi aset, kewajiban, pendapatan dan beban yang tidak sesuai dengan prinsip syariah bila ada dan bagaimana perolehan dan penggunaannya; ► informasi untuk membantu mengevaluasi pemenuhan tanggung jawab entitas syariah terhadap amanah dalam mengamankan dana, menginvestasikannya pada tingkat keuntungan yang layak, dan ► informasi mengenai tingkat keuntungan investasi yang diperoleh penanam modal dan pemilik dana syirkah temporer; dan informasi mengenai pemenuhan kewajiban (obligation) fungsi sosial entitas syariah, ter­masuk pengelolaan dan penyaluran zakat, infak, sedekah, dan wakaf

8 ED KDPPLK Syariah/ SY Asumsi Dasar ► Dasar Akrual (Accrual Basis)  Pengaruh transaksi diakui pada saat kejadian (bukan pada saat kas diterima atau dibayar)  Penghitungan pendapatan untuk tujuan pembagian hasil usaha menggunakan dasar kas ► Kelangsungan Usaha (Going Concern)  Dasar yang berbeda dapat digunakan jika: ► Ada pembatasan kelangsungan usaha ► Ingin melikuidasi perusahaan; atau ► Mengurangi secara material skala usahanya

9 ED KDPPLK Syariah/ SY KARAKTERISTIK KUALITATIF LAPORAN KEUANGAN RelevanKeandalan Dapat Diperbandingkan Dapat Dipahami Nilai Prediksi Nilai Konfirmasi Penyajian Jujur Netral Substansi Mengungguli Bentuk Lengkap Pertimbangan Sehat Konsistensi Pengungkapan Agregasi dan klasifikasi KemampuanPengguna Apa yang membuat laporan keuangan berguna? Materialitas Kesignifikanan informasi bisa dipahami Persamaan dan perbedaan bisa dilihat dan dievaluasi Informasi yang lengkap dan disajikan secara jujur Informasi yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi pengambilan keputusan Pemberian informasi yang tidak material mungkin menurunkan kegunaan dari informasi lainnya yang diberikan. Ambang batas kualitas

10 ED KDPPLK Syariah/ SY Kendala Informasi Relevan dan Andal ► Tepat waktu ► Keseimbangan antara Biaya dan Manfaat ► Keseimbangan di antara Karekteristik Kualitatif ► Penyajian wajar

11 ED KDPPLK Syariah/ SY Komponen Laporan Keuangan ► komponen LK yang mencerminkan kegiatan komersial: ► laporan posisi keuangan; ► laporan laba rugi; ► laporan arus kas; dan ► laporan perubahan ekuitas. ► komponen LK yang mencerminkan kegiatan sosial: ► laporan sumber dan penggunaan dana zakat; dan ► laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan. ► komponen LK lainnya yang mencerminkan kegiatan dan tanggung jawab khusus entitas syariah tersebut.

12 ED KDPPLK Syariah/ SY Unsur Laporan Keuangan ► Posisi Keuangan  Aset  Kewajiban  Dana Syirkah Temporer  Ekuitas ► Kinerja  Penghasilan  Hak Pihak Ketiga atas Bagi Hasil  Beban ► Penyesuaian Pemeliharaan Modal

13 ED KDPPLK Syariah/ SY Unsur Laporan Keuangan Bank Syariah Unsur Neraca ► Aktiva =Kewajiban + Dana Syirkah Temporer + Ekuitas + Ekuitas  Dana syirkah temporer dengan kriteria bahwa bank: ► punya hak menggunakan, menginvestasikan, dan mencampur dana; ► keuntungan sesuai nisbah; dan ► tidak berkewajiban mengembalikan dana jika rugi.

14 ED KDPPLK Syariah/ SY Skema Mudharabah Mutlaqah Entitas Pelapor (Mudharib) Investor (Shahibul Maal) Proyek/Usaha Pembagian Keuntungan Modal Perjanjian Bagi Hasil Nisbah X% Nisbah Y% Modal 100% Keahlian Pengembalian Modal Pokok

15 ED KDPPLK Syariah/ SY Unsur Laporan Keuangan ► Posisi Keuangan  Aktiva  Kewajiban  Dana Syirkah Temporer  Ekuitas ► Kinerja  Penghasilan  Hak Pihak Ketiga atas Bagi Hasil  Beban ► Penyesuaian Pemeliharaan Modal

16 ED KDPPLK Syariah/ SY Unsur Laporan Keuangan ► Aktiva (assets):  sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan,  sebagai akibat dari peristiwa masa lalu, dan  dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan. ► Kewajiban (liabilities):  hutang perusahaan masa kini;  timbul dari peristiwa masa lalu, dan  penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi. ► Ekuitas (equity):  hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban dan dana syirkah temporer.

17 ED KDPPLK Syariah/ SY Unsur Laporan Keuangan Bank Syariah Unsur Neraca ► Aktiva =Kewajiban + Dana Syirkah Temporer + Ekuitas + Ekuitas  Dana syirkah temporer dengan kriteria bahwa bank: ► punya hak menggunakan, menginvestasikan, dan mencampur dana; ► keuntungan atau kerugian sesuai nisbah; dan ► tidak berkewajiban mengembalikan dana jika rugi.

18 ED KDPPLK Syariah/ SY Contoh: Skema Mudharabah Mutlaqah Entitas Pelapor (Mudharib) Investor (Shahibul Maal) Proyek/Usaha Pembagian Keuntungan Modal Perjanjian Bagi Hasil Nisbah X% Nisbah Y% Modal 100% Keahlian Pengembalian Modal Pokok

19 ED KDPPLK Syariah/ SY Unsur Laporan Keuangan ► Penghasilan (income):  kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk: ► pemasukan atau penambahan aktiva; atau ► penurunan kewajiban  yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal. ► Beban (expenses):  penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk: ► arus keluar atau berkurangnya aktiva; atau ► terjadinya kewajiban  yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak pembagian kepada pananam modal.

20 ED KDPPLK Syariah/ SY Unsur Laporan Keuangan Syariah Unsur Laporan Laba Rugi ► Pada dasarnya sama dengan yang berlaku umum, ditambah  Hak Pihak Ketiga atas Bagi Hasil ► alokasi keuntungan/kerugian kepada pemilik investasi tidak terikat (hak bagi hasil untuk pemilik dana investasi tidak terikat). ► tidak dapat diperlakukan sebagai beban atau pendapatan.

21 ED KDPPLK Syariah/ SY Pengakuan Unsur Laporan Keuangan ► Pengakuan (recognition):  proses pembentukan suatu pos yang memenuhi definisi unsur dan kreteria pengakuan dalam neraca atau laporan laba rugi. ► Kreteria pengakuan unsur:  Ada kemungkinan bahwa manfaat ekonomi yang berkaitan dengan pos tersebut akan: ► mengalir dari dalam perusahaan;atau ► mengalir ke dalam perusahaan; dan  Pos tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal.

22 ED KDPPLK Syariah/ SY Pengakuan Unsur Laporan Keuangan ► Aktiva diakui dalam neraca jika:  besar kemungkinan manfaat ekonomi dari aktiva tersebut di masa depan diperoleh perusahaan; dan  aktiva tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal. ► Kewajiban diakui dalam neraca jika:  besar kemungkinan akan dilakukan pengeluaran sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi untuk menyelesaikan kewajiban (obligation) sekarang; dan  jumlah yang harus diselesaikan dapat diukur dengan andal.

23 ED KDPPLK Syariah/ SY Pengakuan Unsur Laporan Keuangan ► Penghasilan diakui dalam laporan laba rugi jika:  kenaikan manfaat ekonomi di masa depan yang berkaitan dengan peningkatan aktiva atau penurunan kewajiban telah terjadi; dan  dapat diukur dengan andal. ► Beban diakui dalam laporan laba rugi jika:  penurunan manfaat ekonomi di masa depan yang berkaitan dengan penurunan aktiva atau peningkatan kewajiban telah terjadi; dan  dapat diukur dengan andal.

24 ED KDPPLK Syariah/ SY Pengukuran Unsur Laporan Keuangan ► Pengukuran:  proses penetapan jumlah uang untuk mengakui dan memasukkan setiap unsur laporan keuangan dalam neraca dan laporan laba rugi. ► Proses ini menyangkut pemilihan dasar pengukuran tertentu yang tepat sesuai dengan tujuan laporan keuangan dan karakteristik kualitatif.  Pemilihan dasar pengukuran ini sangat terkait dengan sifat aktiva atau kewajiban dan lingkungan yang menyertainya.

25 ED KDPPLK Syariah/ SY Pengukuran Unsur Laporan Keuangan ► Ada 4 dasar pengukuran berbeda:  Biaya historis ► Aktiva dinilai sebesar:  pengeluaran kas (atau setara kas) yang dibayar; atau  nilai wajar dari dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aktiva tersebut pada saat perolehan. ► Kewajiban dinilai sebesar:  jumlah yang diterima sebagai penukar kewajiban (obligation), atau  jumlah kas (atau setara kas) yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan usaha yang normal.  Biaya kini (current cost) ► Aktiva dinilai sebesar:  jumlah kas (atau setara kas) yang seharusnya dibayar jika aktiva yang sama; atau  setara aktiva diperoleh pada saat sekarang. ► Kewajiban dinilai sebesar:  jumlah kas (atau setara kas) yang tidak didiskontokan yang mungkin akan diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban pada saat sekarang.

26 ED KDPPLK Syariah/ SY Pengukuran Unsur Laporan Keuangan  Nilai realisasi/penyelesaian (realizable/settlement value) ► Aktiva dinilai sebesar jumlah kas (atau setara kas) yang dapat diperoleh sekarang dengan menjual aktiva dalam pelepasan normal. ► Kewajiban dinilai sebesar nilai penyelesaian yaitu jumlah kas (atau setara kas) yang tidak didiskontokan yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan usaha normal.  Nilai sekarang (present value) ► Aktiva dinilai sebesar arus kas masuk bersih di masa depan yang didiskontokan ke nilai sekarang dari pos yang diharapkan dapat memberikan hasil dalam pelaksanaan usaha normal. ► Kewajiban dinilai sebesar arus kas keluar di masa depan yang didiskontokan ke nilai sekarang yang diharapkan akan diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban dalam pelaksanaan usaha normal.


Download ppt "ED KDPPLK Syariah/ SY 160407 1 Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah Oleh: Sri Yanto Technical Director The Indonesian Institute."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google