Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MODUL 11 MATA KULIAH SEMINAR ARSITEKTUR DOSEN: DR. IR. M. SYARIF HIDAYAT, M.ARCH. JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR UNIVERSITAS MERCU BUANA 2004

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MODUL 11 MATA KULIAH SEMINAR ARSITEKTUR DOSEN: DR. IR. M. SYARIF HIDAYAT, M.ARCH. JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR UNIVERSITAS MERCU BUANA 2004"— Transcript presentasi:

1 MODUL 11 MATA KULIAH SEMINAR ARSITEKTUR DOSEN: DR. IR. M. SYARIF HIDAYAT, M.ARCH. JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR UNIVERSITAS MERCU BUANA 2004

2 untuk mendapatkan bukti tentang kesanggupan calon dalam berpikir secara ilmiah. Membuat tesis sendiri merupakan latihan bagi calon sarjana dalam proses penelitian ilmiah. Menyusun tesis dapat dipandang sebagai metode yang balk untuk berpikir secara ilmiah. PENELITIAN ILMIAH Apakah yang dimaksud dengan ilmiah? Dengan ilmiah dimaksud menggunakan metode dan prinsip-prinsip science, yaitu sistematis dan eksak, atau menggunakan metode penelitian di mana suatu hipotesis yang dirumuskan setelah dikumpulkan data obyektif secara sistematis, dites secara empires. Science selalu empiris, yaitu di- dasarkan atas data yang diperoleh melalui observasi. Science bersifat sistematis dan mencoba melihat sejumlah observasi yang kompleks dalam hubungan yang logis. Untuk melihat keseluruhan dunia kenyataan science membentuk teon-teon yang dapat memberi pegangan untuk memahami dunia sekitar. Science itu obyektif, menjauhi aspek-aspek yang subyektif. Karena itu pula kegiatan ilmiah itu sendiri tidak mencampurkannya dengan nilai-nilai etis. Science tidak bertanya apakah obyek penelitian itu balk atau buruk. Ilmu pengetahuan atau science hanya mencoba untuk memahaminya dan menjelaskannya dengan meneliti prinsip-prinsip dan hakikat obyek penyelidikannya. Ada masanya pada waktu lampau di mana orang mengatakan bahwa penelitian ilmiah, seperti yang dilakukan dalam ilmu-ilmu pengetahuan alam, tidak dapat dilakukan terhadap gejala-gejala sosial. Dikatakan bahwa kelakuan manusia senantiasa berubah-ubah, sehingga tidak dapat diramalkan secara ilmiah dan tepat. Kelakuan manusia terlampau kompleks sehingga sukar diklasifikasikan secara ketat. Juga dianggap bahwa sukar diadakan pengamatan yang obyektif tentang kelakuan manusia. Selain itu dianggap bahwa manusia itu unik, lain danpada setiap manusia lainnya. Yang unik memang tak dapat diramalkan kelakuannya. Akan tetapi setiap ilmu menyederhanakan bahan penelitiannya. Kalau kita menghitung buah mangga, kita anggap semua mangga sama, walaupun tak ada dua mangga yang sama benar. Bukan hanya manusia yang kompleks, tiap sel atau molekul pun mempunyai kompleksitas tersendiri. Padasaatsekarangorangtidaklagimempertentangkanmetode penelitian-dalam iImu pengetahuan alam dengan ilmu sosial.Ilmu-ilmu sosial juga mengembangkan teknik-teknik kuantitatif, mencari alat-alat ukur yang

3 menyusun fakta-fakta dalam bentuk yang sistematis sehingga dapat dipahami. Fakta tidak dapat mengembangkan ilmu pengetahuan jika dikumpulkan tanpa sistem. Sistem disusun berdasarkan teori. Tanpa sistem, tanpa teori, science tidak dapat mengadakan ramalan atau prediksi tentang apa yajig akan terjadi dalam kondisi tertentu (jika maka ). Jadi fakta dalam ilmu pengetahuan adalah hasil observasi, bukan secara acakan, akan tetapi relevan dan bertalian dengan teori. Maka karena itu teori dan fakta saling berhubungan. Perkembangan ilmu pengetahuan terjadi berkat interaksi antara fakta dan teon. Peranan Teori Teori merupakan alat science yang penting sekali. Fungsinya antara lain Teori mengarahkan perhatian. Teori memberi orientasi atau arah kepada penelitian dan dengan demikian membatasi fakta-fakta yang harus dipelajari dari dunia kenyataan yang luas. Tiap ilmu pengetahuan dan tiap spesialisasi membatasi gejala-gejala bidang penelitiannya sehingga dapat dikuasai. Teori dapat membantu menentukan fakta-fakta mana yang relevan bagi suatu penelitian. Teori merangkum pengetahuan. Teori merangkum fakta-fakta dalam bentuk generaliseLsi dan prinsip-pnnsip, sehingga fakta-fakta lebih mudah dipahami dalam rangka generalisasi itu. Teori juga mencoba melihat hubungan antara generalisasi-generalisasi yang serba kompleks dengan membentuk sistem-sistem pemikiran ilmiah. Teori meramalkan fakta. Dengan teon dicoba meramalkan kejadiani yang akan datang dengan mempelajan' kondisi-kondisi yang menuju kepada kejadian itu. Teknologi di duma Barat dan perkembangan industri menimbulkan urbanisasi dan gejala ini merenggangkan. hubungan kekeluargaan tradisional. Majunya teknologi modern di negaranegara yang berkembang diramalkan akan menimbulkan hal-hal yang bersamaan. Namun ilmu-ilmu sosial belum cukup berkembang untuk rnengadakan ramalan atau prediksi seperti yang dapat dilakukan dalam ilmu-ilmu pengetahuan alam. Peranan Fakta Teori dan fakta saling berhubungan. Teori dapat memberi petunjuk untuk mengungkapkan fakta-fakta baru. Sebaliknya fakta dapat memberi dorongan untuk menyusun teori baru atau mengubah dan menggantikan teori lama. Peranan fakta antara lain. 1.Fakta dapat merupakan alasan untuk menolak teori yang ada. Map teori harus


Download ppt "MODUL 11 MATA KULIAH SEMINAR ARSITEKTUR DOSEN: DR. IR. M. SYARIF HIDAYAT, M.ARCH. JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR UNIVERSITAS MERCU BUANA 2004"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google