Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

3rd Encounter www.akurnews.com. PERSEPSI + BUDAYA Bagaimana budaya yang berbeda telah mengajari anggotanya untuk melihat secara berbeda dunia disekitar.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "3rd Encounter www.akurnews.com. PERSEPSI + BUDAYA Bagaimana budaya yang berbeda telah mengajari anggotanya untuk melihat secara berbeda dunia disekitar."— Transcript presentasi:

1 3rd Encounter

2 PERSEPSI + BUDAYA Bagaimana budaya yang berbeda telah mengajari anggotanya untuk melihat secara berbeda dunia disekitar mereka.

3  Persepsi adalah alat dimana kamu membuat masuk akal dunia fisik dan sosialmu.  Mnrt Gamble dan Gamble “Persepsi adalah proses memilih, mengorganisasi, dan menerjemahkan data sensor dengan cara yang memungkinkan melihat dunia dengan masuk akal”  Energi fisik yang di dunia luar  pengalaman internal yang bermakna  Karena dunia luar mencangkup semuanya, kita tidak akan mengetahuinya sepenuhnya.  Walaupun dimensi fisik adalah fase yang penting dalam persepsi, tapi aspek psikologis dari persepsilah yang membantumu untuk memahami komunikasi antarbudaya.

4  Atribut individual (personality, pendidikan, emosi, kepercayaan, nilai, perilaku, motivasi) memiliki dampak yang lebih mengenai bagaimana kamu melihat lingkunganmu dan bagaimana kamu berperilaku terhadapnya, daripada yang dilakukan oleh dimensi fisikmu ketika berhadapan dengan ransangan yang datang.  Ketika kamu membawa luar dunia ke dalam dirimu, kamu mulai menaruh sentuhan personalmu dan interpretasimu terhadapnya.  tinkering, tampering dan fictionalizing your view

5  Persepsi dari dunia adalah Representasi yang kamu ciptakan dari syaraf ransanganmu yang mencapai otakmu dan kemudian disuplai oleh seperangkat pengalaman unikmu yang kamu miliki sebagai seorang anggota suatu budaya.  Apakah kamu merasa senang atau jijik ketika memasak daging mentah (ikan, anjing, ular, anjing) tergantung pada apa yang budayamu ajarkan kepadamu mengenai makanan.  Atau apakah kamu merasa tidak tega melihat banteng yang ditusuk dengan pedang atau malah menganggapnya sebagai olahraga.  Dengan terekspose oleh sekelompok orang dengan pengalaman yang sama (makanan atau olahraga), budaya menghasilkan pemaknaan dan perilaku yang serupa. Tapi bukan berarti semua orang dari budaya yang sama akan memiliki reaksi yang sama persis  you are beyond your culture.

6  Kredibilitas personal juga merupakan hasil persepsi yang diakibatkan oleh budaya.  Orang amerika biasanya melihat orang yang beropini dengan terbuka dan semangat adalah orang yang bisa dipercaya. Menurut pandangan orang amerika, orang yang kredible adalah orang yang langsung, rasional, desicive, dan percaya diri.  Sedang untuk orang Jepang, orang yang cenderung diam dan menghabiskan waktu mendengarkan lebih banyak daripada berbicara lebih kredible karena mereka melihat orang yang terlalu banyak bicara sebagai tanda kedangkalan. Orang Jepang melihat orang yang basa basi, simpatik, fleksibel, dan rendah diri adalah orang yang kredible.  Bahkan persepsi dari sesuatu yang sesimple mengedipkan mata juga dipengaruhi oleh budaya. Prinsip yang sama menyebabkan orang dari berbeda budaya untuk menginterpretasikan peristiwa yang sama dengan cara yang berbeda.  Mengedipkan mata ketika seseorang berbicara tidak dianggap aneh di Amerika Utara, tapi akan dianggap tidak sopan bila di Taiwan.

7  Budaya mempengaruhi kenyataan subjektif kita dan bahwa terdapat kaitan langsung antara budaya, persepsi, dan perilaku. Akan kita lihat bagaimana budaya berdampak pada proses persepsi. 1. Perception is selective. Karena terlalu banyak rangsangan yang masuk ke dalam inderamu pada waktu yang bersamaan, kamu hanya akan membiarkan informasi tertentu melewati perceptual screen terhadap pikiran sadarmu. Rangsangan apa yang dipilih itu dipengaruhi oleh budaya. 2. Perceptual patterns are learned. Seperti yang telah didiskusikan, kita lahir di dunia tanpa makna, budayalah yang memberi makna pada pengalaman kita. Persepsi dipengaruhi oleh budaya. Kita belajar melihat dunia dengan cara tertentu tergantung latar belakang budaya kita.  Persepsi disimpan oleh manusia dalam bentuk : (1) kepercayaan, (2) Perilaku, (3) nilai, (4) pola budaya. Pengetahuan mengenai keempat elemen ini akan membantumu menerjemahkan perilaku komunikasimu sendirimu sekaligus perilaku orang dari berbeda budaya.

8 BELIEF  Antonio Machado, Spanish poet “Under all that we think, lives all we believe, like the ultimate veil of our spirit”.  Sistem kepercayaan adalah INTI dari pemikiran dan aksimu. Kepercayaan menyediakan sistem penyimpanan yang berisi pengalaman masa lalu kita, termasuk pemikiran, ingatan, dan interpretasi dari kejadian-kejadian.  Kepercayaan dibentuk oleh budaya seseorang  terefleksi dari TINDAKANmu.  Contohnya, bila kamu percaya kalau ular berbahaya, kamu akan menghindari mereka. Berbeda, bila kamu percaya bahwa hanya dengan dapat menangani ular, kamu baru bisa dekat dengan Tuhan (yang dipercayai bbrp sekte), maka kamu akan menghadapi mereka dan percaya bahwa keyakinanmu akan melindungimu dari bisa yang berbahaya.  Sistem kepercayaan penting karena sistem ini merupakan subjek bagi interpretasi budaya dan keberagaman budaya.  Kita mungkin akan mempercayai koran Kompas sebagai sumber apa yang benar dan apa yang harus kita percayai karena kita menghargainya. Begitu juga bagi orang muslim yang akan percaya pada AlQuran sebagai sumber pengetahuan sehingga kalian akan menerima mukjizat dan janji yang ditawarkan. Apapun yang kamu percayai (Kompas, Quran, injil, daun teh, kartu, primbon) tergantung pada latar belakang budaya dan pengalamanmu.  Bila seseorang percaya bahwa duduk bersemedi dalam waktu yang cukup lama akan memandu mereka pada jalur yang benar, kamu tidak bisa mengganggapnya salah.

9  Kamu harus bisa mengenali fakta bahwa budaya memiliki kenyataan dan sistem kepercayaan yang berbeda. Apa yang menakjubkan dari kepercayaan adalah bahwa mereka adalah bagian dari kebudayaan kita yang mana jarang kita cari bukti dan mempertanyakannya. Kita cukup menerimanya karena kita tahu “hal tersebut adalah benar.”  Kepercayaan mempengaruhi pikiran sadar dan ketidaksadaranmu, begitu juga tindakanmu ketika berkomunikasi. Karena berasal ketika kamu tumbuh dalam kebudayaanmu.  Ketika muda, kamu tidak mempertanyakan insititusi sosial yang ada (keluarga, mesjid, sekolah, negara), jadi kamu menerima secara bebas apa yang mereka ajarkan mengenai apa yang benar dan bagaimana untuk hidup dalam masyarakat. Ketika kamu mempertanyakan inti kepercayaan dari budayamu, kamu biasanya akan menerima reaksi negatif yang kuat sehingga kamu secepatnya mengurungkan niatmu untuk bertanya dan akhirnya menerima apa yang telah disuruh. BELIEF

10 ATTITUDE  Sikap : Kombinasi kepercayaan mengenai subjek, perasaan mengenai hal tersebut, dan aksi pendahulu mengenainya.  Intensitas sikapmu berdasar pada tingkat keyakinanmu bahwa kepercayaan dan evaluasimu adalah benar dan tepat. Kepastian keyakinan ini menciptakan tingkat psikologis untuk kesiapan bereaksi terhadap objek dan peristiwa yang kamu hadapi di lingkunganmu.  Bila kamu percaya bahwa menyakiti orang lain adalah salah, dan takut ketika hal tersebut terjadi, dan kemudian percaya bahwa olahraga tinju memiliki kemungkinan yang tinggi yang mengakibatkan kesakitan fisik, kamau kamu akan memiliki pikiran awal yang negatif terhadap tinju (sebuah sikap) yang ditunjukkan bahwa kamu tidak akan menyaksikan atau mengikuti pertandingan tinju.  Sikap juga dipelajari dalam budaya. Apa lingkungan budaya yang melingkupimu akan membantumu untuk membentuk sikapmu, kesiapanmu untuk merespon, dan dan juga perilakumu.  Contoh: orang Amerika Utara percaya bahwa kekejaman terhadap binatang adalah salah dan perilaku sistematis untuk membunuh atau menundukkan seekor banteng adalah contoh dari kekejaman tersebut. Sehingga orang amerika utara akan melihat pertandingan banteng dengan sikap yang negatif – sikap yang membuat banyak orang amerika utara tidak menonton pertandingan tersebut. Sedangkan, bagi orang amerika latin, bullfighting bukanlah kekejaman terhadap binatang, tapi merupakan pertunjukan menegnai sikap yang amat pemberani, kemampuan dan kekuatan fisik.  Most daripada all  we are more than aour culture.  Ada tiga poin penting (1) sikap harus dipelajari, (2) budaya sering menjadi sumber pembelajaran, (3) sikap ditunjukkan dalam aksi.

11 NILAI  Satu fungsi terpenting dari kepercayaan dan sistem sikap adalah bahwa mereka adalah dasar nilai kita.  Nilai : Sebuah organisasi peraturan yang dipelajari untuk membuat keputusan dan untuk menyelesaikan konflik.  Nanda dan Warms : Nilai adalah gagasan mengenai apa yag benar, betul, dan indah yang mendasari pola budaya dan mengawal masyarakat dalam responnya terhadap lingkungan fisik dan sosial.  Pentingnya nilai : sebuah sistem nilai merepresentasikan apa yang diharapkan, diperlukan atau dilarang.  Nilai bukanlah laporan dari aksi yang terjadi, melainkan merupakan sistem kriteria yang menghakimi perilaku dan menerapkan sanksi.  Struktur kognitif seseorang terdiri atas banyak nilai, yang dirangkai kedalam susunan hirarkis. Maksudnya, beberapa nilai memiliki kepentingan yang lebih daripada yang lain. Nilai diklasifikasikan dalam Primer, sekunder, dan tersier.

12  Walaupun setiap orang memiliki nilai individu sendiri- sendiri, ada juga nilai yang cenderung mengarah ke budaya  nilai budaya.  Nilai budaya berasal dari masalah filsafat yang lebih besar yang menjadi dari budaya. Mereka ditransmisikan oleh berbagai sumber (keluarga, mesjid, sekolah) yang cenderung tahan lama dan stabil.  Nilai budaya biasanya normatif dan evaluatif, yang menginformasikan kepada anggota budayanya apa yang benar dan salah, baik dan buruk. Nilai budaya mendefinisikan apa yang layak untuk berkorban, layak untuk dilindungi, apa yang menakutkan orang, dan apa yang layak dipelajari dan yang konyol. NILAI

13  Nilai dipelajari dalam konteks budaya.  Contoh: ekspresi emosi bisa berbeda tergantung budaya. Orang amerika cenderung mengekspresikan perasaannya dengan terbuka, dan diajarkan untuk tidak pekewuh untuk memberitahu orang lain kalau mereka tersinggung. Sedangkan orang cina diajarkan untuk tidak secara terbuka mengutarakan emosinya, apalagi yang negatif. Ada peribahasa cina yang mengatakan “Kata kasar yang dihasilkan oleh lidah tidak bisa dikembalikan oleh enam ekor kuda.”  Nilai budaya memandu persepsi dan komunikasi. Nilai-nilaimu akan diterjemahkan dalam bentuk tindakan/ aksi.  Pemahaman terhadap nilai budaya membantumu menghargai perilaku orang lain. Kesadaran terhadap nilai budaya juga membantumu memahami tindakanmu sendiri.  Ketidaksabaran dapat dikaitkan dengan nilaimu akan waktu, keagresivan akan nilaimu akan persaingan, dan keterbukaanmu dengan nilai pertemananmu dan sosial. NILAI

14 POLA BUDAYA  Orang + budaya = sangatlah kompleks.  Terdiri atas banyak orientasi budaya yang saling berkaitan, selain kepercayaan, sikap, dan nilai- nilai.  Payung yang berguna bagi kita untuk membicarakan mengenai hal demikian secara penuh adalah pola budaya.  Pola budaya mengarah pada kondisi yang berkonstribusi pada cara orang melihat dan berpikir mengenai dunia, dan cara mereka hidup di dunia tersebut.

15 1. We are more than our culture. Nilai budaya belum tentu menjadi nilai seluruh individu yang menjadi anggota budaya tersebut. Bagaimana kamu mlihat dunia dan berkomunikasi terhadapnya, dipengaruhi oleh faktor2: umur, gender, status, pekerjaan, politik, dll. Variasi pada sub budaya juga mempengaruhi persepsi dan komunikasi. Walaupun kita melihat bahwa manusia adalah kompleks, tapi budaya memiliki pengaruh paling kuat dalam mempengaruhi perilaku komunikasimu, karena semua pengalamanmu berlangsung dalam konteks budaya. 2. Cultural pattern change. Budaya berubah begitu juga dengan nilai dari budaya tersebut. 3. Cultural pattern are often contradictory. Pada banyak contoh, kita menemukan nilai yang bertentangan dalam budaya tertentu. Walaupun di amerika dikatakan “Semua orang diperlakukan sama”, tp masih banyak prasangka rasial dan kekerasan yang diarahkan ke arah golongan gay. Amerika mengatakan bahwa mereka bangsa yang bermoral dan terhormat, tp buktinya amerika adalah masyarakat yang paling violent. Di Cina dimana Konfusianisme dan Budha yang menekankan pada harmonitas antarpribadi, tapi kamu masih menemukan kekerasan terhadap hak asasi.

16 POLA BUDAYA DOMINAN AMERIKA  Orang membawa budaya kemanapun mereka pergi, dan budaya tersebut mempengaruhi bagaimana mereka merespon orang yang mereka temui. Untuk memahami peristiwa komunikasi, kamu harus menghargai peranmu dalam peristiwa tersebut.  Analisis pola budaya harus mengikutsertakan pola dari kedua belah pihak yang melakukan komunikasi/ pertemuan. Meneliti pola budaya seseorang dapat memperlihatkan informasi mengenai budaya yang jarang diliat. Pola budaya seseorang dapat juga dijadikan poin referensi dan dasar perbandingan dengan budaya lain.  Kita akan membandingkan pola budaya Amerika dengan yang kita temukan dalam budaya kita. Budaya dominan adalah bagian dari populasi yang mengontrol dan mendominasi institusi dan yang menentukan arah dan isi informasi. Yang dimaksud dominan di sini adalah orang kulit putih, laki2, dan keturunan eropa.

17 1. Individualistik  Individualisme mengarah pada doktrin (oleh John Locke) yang mengatakan bahwa setiap individu adalah unik, spesial, dan sangat berbeda dengan orang lain.  Pentingnya individualisme dapat terlihat pada bagaimana orang amerika menggunakan space.  Role model amerika, apakah itu di film atau game, dipotret sebagai agen mandiri yang mencapai tujuan mereka dengan sedikit atau tanpa bantuan.  Hal ini mengartikan bahwa kebanyakan orang Amerika percaya setiap orang memiliki identitas yang terpisah yang harus dikenali.

18 2. Kesamaan  Ditunjukkan dalam “everyone has the right to vote” (pemerintah) sampai hubungan sosial (panggil dengan nama pertama). Dalam kebanyakan hubungan sosial dalam keluarga cenderung untuk meningkatkan kesamaan daripada hirarki. Formalitas tidak penting dan anak2 sering diperlakukan sbg orang dewasa.  Nilai kesamaan ini menimbulkan masalah dalam komunikasi antarbudaya.  Orang amerika sudah memperlakukan orang dengan sederajat dan mereka juga ingin diperlakukan yang sama ketika berada di sekolah, bisnis, atau lingkungan sosial.  Orang dari budaya berbeda yang memiliki struktur sosial hirarkis yang kaku sering tidak cocok ketika bekerja dengan orang amerika, yang mereka anggap bertentangan dengan struktur hirarki dalam masyarakat.

19 3. Materialisme  Orang Amerika sering menghakimi orang lain berdasar apa yang mereka punyai. “Orang yang mati dengan mainan paling banyaklah yang menang”.  Dalam dunia metafisika orang amerika, realitas selalu realitas materi.

20 4.Science and technology  Di National Museum of American History = peradaban yang modern bergantung pada ilmu pengetahuan. Orang amerika percaya kalau tidak ada yang tidak mungkin ketika ilmuwan, peneliti, insinyur, dan penemu memikirkan sesuatu/ masalah. Semua masalah pasti bisa diselesaikan oleh science.  Orang Amerika menghargai ilmu pengetahuan berdasar pada asumsi bahwa kenyataan dapat didapatkan secara rasional oleh manusia dan dengan menggunakan metode ilmiah tertentu membuat orang untuk meramal dan mengontrol kehidupan.

21 5. Progress and change  Berbagai aspek dari orientasi ini antara lain: optimisme, menerima perubahan, penekanan pada masa depan dibanding masa lalu maupun sekarang, keyakinan akan kemampuan untuk mengontrol semua fase kehidupan.  Kepercayaan terhadap progress (kemajuan) bukan hanya mendorong diterimanya perubahan, tapi juga keyakinan bahwa perubahan itu cenderung mengarah pada arah tertentu, dan arah tersebut adalah baik.  Penulis Amerika melihat semangat ini “Kemajuan apapun yang terjadi dalam hidup tidak datang melalui adaptasi, melainkan dengan menantang.”

22 6. Work and Leisure  Orang amerika menghargai kerja. Hal ini terpancar pada kata yang dikatakan orang amerika ketika bertemu dengan orang lain “What do you do?”, bahwa melakukan sesuatu adalah hal yang penting.  Pekerjaan adalah alat untuk mengontrol dan mengekspresikan tingkat afektif yang kuat dan cara untuk mempelihatkan penghargaan, uang, dan kekuatan. Sehingga mereka tidak suka dan tidak bertoleransi terhadap orang yang dapat bekerja tapi tidak mau.  Hadiah utama bekerja adalah liburan. “To the art of working well a civillized race would add the art of playing well” – George Santayana. Berlibur adalah sesuatu yang mereka hasilkan. Dalam liburan kita menemukan kebahagiaan yang sejati.

23 7. Kompetisi  Sifat bersaing didorong di amerika. Orang diberi rangking, dinilai, diklasifikasi, dan dinilai sehingga orang bisa tahu bahwa mereka yang terbaik. Di olahraga, pekerjaan, sekolah, kita selalu diajarkan untuk menjadi nomor satu.  Anak muda bahkan diberitahu bahwa bila mereka kalah dan hal tersebut tidak mengganggu mereka, pasti ada yang salah dengan mereka.  “A horse never runs so fast as when he has other horses to catch up and outpace”.  orang harus bisa mendahului orang lain.

24 POLA-POLA BUDAYA  Hofstede’s value dimension  Confucian Dynamism  Kluckhohns and Strodbeck’s value orientation  Hall’s High-context and Low-context orientation

25 Tugas  Dalam kelompok kecil (5 orang), coba ciptakan sebuah budaya yang ideal dan berilah nama. Indikasikan nilai mana yang primer dalam hirarki nilai budayamu ini, sesuai dengan yang telah dijelaskan tadi. Cobalah untuk mengakomodasi semua kepentingan anggota kelompok. Deskripsikan juga manifestasi bentuk budayamu dalam hal pakaian, pekerjaan, peran.

26  Nama Budaya  Pola budaya yang dianut  Manifestasi dalam kehidupan sehari-hari


Download ppt "3rd Encounter www.akurnews.com. PERSEPSI + BUDAYA Bagaimana budaya yang berbeda telah mengajari anggotanya untuk melihat secara berbeda dunia disekitar."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google