Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Membuat Kertas Kerja (Worksheet) Tujuan penyusunan kertas kerja : 1.Memudahkan penyusunan laporan keuangan. 2.Menggolongkan dan meringkas informasi-informasu.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Membuat Kertas Kerja (Worksheet) Tujuan penyusunan kertas kerja : 1.Memudahkan penyusunan laporan keuangan. 2.Menggolongkan dan meringkas informasi-informasu."— Transcript presentasi:

1

2

3 Membuat Kertas Kerja (Worksheet) Tujuan penyusunan kertas kerja : 1.Memudahkan penyusunan laporan keuangan. 2.Menggolongkan dan meringkas informasi-informasu dari neraca saldo dan data-data penyesuaian sehingga menjadi persiapan sebelum disusun laporan keuangan yang formal. 3.Memudahkan dalam menemukan kesalahan yang mungkin dilakukan ketika membuat jurnal penyesuaian. Prosedur penyusunan kertas kerja : 1.Masukkan saldo-saldo akun buku besar ke dalam kolom-kolom neraca saldo. 2.Memasukkan penyesuaian ke dalam kolom-kolom penyesuaian. 3.Mengisi kolom-kolom neraca saldo setelah disesuaikan. 4.Memindahkan jumlah-jumlah di dalam kolom neraca saldo setelah disesuaikan ke dalam kolom-kolom L/R (yang merupakan akun nominal) dan kolom-kolom neraca (yang merupakan akun riil)

4 Bentuk dan Cara Menyelesaikan Kertas Kerja No Nama Akun N.SaldoAJPNSDL/RNeraca Akun DKDKDKDKDK AktivaRp. X Rp.V Rp. X Hutang Rp. XVV Ekuitas XVV X X PriveX VVX X Pendapatan XVV X X BebanX VVX X Akumulasi Penyusutan XVV X X XXVVXX Akun Setelah Disesuaikan X X AJP XXXX Saldo Laba

5 Contoh : Kertas kerja Salon Lia (contoh pada Bab 11) adalah sebagai berikut.  Klik di sini untuk melihat kertas kerjaKlik di sini untuk melihat kertas kerja

6 Menyusun Laporan Keuangan Laporan Laba Rugi (Income Statement) Laporan laba rugi merupakan ikhtisar dari pendapatan (revenue) dan beban- beban (expense) untuk suatu periode waktu atau masa tertentu,misalnya sebulan atau setahun. Selama periode akuntansi, kegiatan perusahaan menghasilkan pendapatan dan mengeluarkan beban. Jika jumlah pendapatan lebih besar daripada jumlah beban maka perusahaan memperoleh laba. Sebaliknya, jka jumlah pendapatan lenih kecil daripada jumlah beban untuk satu periode tertentu maka perusahaan menderita kerugian. Laporan laba rugi berguna untuk : 1.Menetapkan besarnya pajak penghasilan (bagi kantor pajak). 2.Menilai keberhasilan perusahaan dengan menghitung profitablilitas perusahaan. 3.Menilai laba perusahaan dengan membandingkan laporan periode lalu. 4.Menilai efisiensi perusahaan dengan melihat besarnya beban dan kompisisi jenis beban.

7 Susunan laba rugi dapat dibuat dengan dua cara : 1.Single Step. Semua jenis pendapatan (pendapatan usaha, pendapatan luar usaha, dan pendapatan lain-lain) disusun dan dijumlahkan dalam satu kelompok, kemudian diselisihkan dengan jumlah semua beban. Selisih antara jumlah pendapatan dengan beban merupakan sisa laba atau sisa rugi. 2.Multiple Step. Multiple step ialah penyusunan laporan laba rugi secara bertahap mulai dari kelompok pendapatan dan beban usaha, pendapatan beban di luar usaha, sampai dengan kelompok pendapatan dan beban lain-lain.

8 Bentuk Laporan Laba Rugi Single Step PT SEDAP LAPORAN LABA RUGI PER 31 DESEMBER 2004 (DALAM RIBUAN RUPIAH) Pendapatan : Pendapatan JasaRp. A Pendapatan BungaB Total Pendapatan Rp. C Beban-beban : Beban SewaRp. D Beban GajiE Beban AsuransiF Beban Listrik, Air. Dan TeleponG Total Beban (H) Laba Bersih Rp. I Keterangan : C = A + B H = D + E + F + G I = C - H

9 Bentuk Laporan Laba Rugi Multiple Step PT SEDAP LAPORAN LABA RUGI PER 31 DESEMBER 2004 (DALAM RIBUAN RUPIAH) Pendapatan Jasa Rp. A Beban-beban :Rp. B Beban GajiC Beban Listrik, Air, dan TeleponD Total Beban (E) Laba Usaha Rp. F Pendapatan di Luar Usaha : Pendapatan BungaRp. G Beban-beban di Luar Usaha : Beban Bunga(H) Laba di Luar Usaha I Laba Bersih Rp. J Keterangan : E = B + C + D F = A - E J = F + I

10 Laporan Perubahan Modal (Statement of Owner’s Equity) Laporan perubahan modal merupakan ikhtisar dari perubahan-perubahan dalam ekuitas atau modal yang terjadi selama periode waktu atau masa tertentu. Laporan ini hanya disusun untuk usaha perseorangan, dan memiliki kaitan dengan neraca dan laporan laba rugi. Perkembangan perusahaan dan hak kepemilikan (modal) selama satu periode dapat dilihat melalui laporan perubahan modal. Laporan perubahan modal menyajikan hal-hal mengenai : 1.Jumlah modal awal. 2.Penambahan modal, (invetasi) selama satu periode. 3.Sisa laba atau rugi. 4.Pengambilan uang (prive) untuk kepentingan pribadi.

11 Bentuk Laporan Perubahan Modal SALON LIA LAPORAN PERUBAHAN MODAL UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PER 31 DESEMBER 20XX (DALAM RIBUAN RUPIAH) Modal, 1 Januari 20XXRp. A Laba BersihRp. B Prive -C Penambahan (Pengurangan) Modal -D Modal, 31 Desember 20XXRp. E

12 Neraca (Balance Sheet) Neraca merupakan suatu daftar berkaitan dengan posisi keuangan (aktiva, kewajiban, dan modal) pada tanggal tertentu, biasanya penutupan hari terakhir dari satu bulan atau tahun tertentu. Neraca adalah daftar harga dari hutang dan modal perusahaan pada suatu saat tertentu. Harta disusun berdasarkan likuiditas atau dengan kata lain berdasarkan kecepatan atau kelancaran harta menjadi uang dalam kegiatan perusahaan. Kewajiban atau hutang disusun berdasarkan jangka waktu pembayarab. Modal disusun berdasarkan tingkat kekekalan atau lama akun tersebut bertahan dalam perusahaan.

13 Neraca dapat disusun ke dalam dua bentuk : 1.Skontro. Bentuk skontro ialah bentuk neraca yang disusun berdampingan antara sisi kiri (aktiva) untuk mencatat harta dan sisi kanan (pasiva) untuk mencatat kewajiban (hutang), dan modal. Jumlah sisi kiri(aktiva) dan jumlah sisi kanan (pasiva) harus seimbang. 2.Stafel. Bentuk stafel ialah bentuk yang disusun secara menurun dari atas ke bawah. Bagian atas untuk mencatat harta dan bagian bawah untuk mencatat hutang ditambah modal. Jumlah harta sama dengan jumlah hutang ditambah modal. Bentuk stafel banyak digunakan untuk neraca komparatif, yakni untuk membandingkan neraca dengan periode yang lalu.

14 Bentuk Neraca Scontro

15 Neraca Bentuk Stafel

16 Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flows) Laporan arus kas merupakan ikhtisar dari penerimaan dan pengeluaran kas untuk periode waktu atau masa tertentu, misalnya sebulan atau setahun. Laporan arus kas diperlukan sebab laporan keuangan seperti neraca, laporan laba rugi, dan laporan perubahan modal belum mampu menjawab berbagai pertanyaan seperti : bagaimana perusahaan mendanai investasi yang dilakukan, mengapa perusahaan mampu membeli aktiva tetap dalam jumlah besar pada saat perusahaan dalam keadaan rugi, berapa besar program ekspansi perusahaan didanai oleh arus kas operasi, dan sebagainya. Laporan arus kas dibuat dengan tujuan untuk memberikan informasi tentang mengapa posisi kas perusahaan berubah selama periode akuntansi, berkaitan dengan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan menggunakan kas dan setara kas. Kas terdiri dari : cash on hand dan cash in bank. Setara kas (cash equivalent) adalah investasi yang sifatnya sangat likuid.

17 Pengertian Arus Kas Arus kas (cash flow) adalah arus kas masuk (inflow), arus kas keluar (outflow), dan setara kas. Klasifikasi arus kas terdiri dari : 1.Aktivitas Operasi : Metode langsung Metode tidak langsung 2.Aktivitas Investasi 3.Aktivitas Pendanaan Perusahaan dianjurkan untuk melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan metode langsung. Alasannya, metode langsung tersebut menghasilkan informasi yang berguna dalam mengestimasi arus kas di masa depan, sementara hari ini tidak dapat dihasilkan dengan metode tak langsung.

18 Bentuk Laporan Arus Kas Metode Langsung

19 Bentuk Laporan Arus Kas Metode Tak Langsung

20 Bentuk Laporan Arus Kas Masuk dan Keluar Aktivitas Operasi Kas Masuk Penjualan barang dagang Pendapatan komisi, fee, dll Pendapatan bunga Kas Keluar Pembayaran kepada pemasok Pembayaran gaji karyawan Pembayaran pajak Pembayaran bunga dan beban lain-lain Pos-pos laba rugi Aktivitas Investasi Kas Masuk Penjualan aktiva tetap Kas keluar Pembelian aktiva tetap Pos-pos aktiva tidak lancar Aktivitas Pendanaan Kas Masuk Penerimaan Modal Penerimaan pinjaman jangka panjang Kas Keluar Pembayaran hutang jangka panjang Pos-pos hutang jangka panjang dan modal

21 Langkah-langkah Penyusunan Laporan Arus Kas Informasi yang diperlukan untuk menyusun laporan arus kas diperoleh dari sumber-sumber sebagai berikut : 1.Neraca komparatif 2.Laporan laba rugi 3.Informasi pendukung Penyusunan empat jenis laporan keuangan tersebut harus mengikutsertakan nama perusahaan, judul laporan, dan tanggal periode tertentu. Informasi yang disajikan dalam laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas adalah untuk suatu periode tertentu atau masa tertentu, sementara informasi yang disajikan dalam neraca adalah posisi akun sampai dengan tanggal pelaporan. Hubungan Antar Laporan Keuangan. (  Klik di sini)(  Klik di sini)

22 Pada peraga hubungan antar laporan keuangan, menggambarkan empat laporan pokok untuk bentuk usaha perseorangan. Jumlah laba bersih sebesar Rp yang terdapat pada laporan laba rugi dipindahkan ke laporan perubahan modal sehingga modal atau ekuitas mengalami penambahan. Saldo akhir Nona Lily sebesar Rp kemudian dipindahkan ke dalam neraca sebagai unsur tunggal dari ekuitas modal. Sementara itu, laporan arus kas menyajikan informasi mengenai sebab-sebab perbedaan dalam saldo kas akhir periode dibanding saldo kas awal periode, di mana jumlah saldo kas akhir yang disajikan dalam laporan ini, harus menunjukkan jumlah yang sama besarnya dengan saldo kas pada neraca, yakni sebsar Rp

23 Contoh : Laporan keuangan Salon Lia pada contoh bab sebelumnya adalah sebagai berikut.  Laporan Laba Rugi  Klil di sini.Klil di sini.  Laporan Perubahan Modal  Klik di sini.Klik di sini.  Neraca  Klik di sini.Klik di sini.  Laporan Arus Kas  Klik di sini.  Klik di sini.


Download ppt "Membuat Kertas Kerja (Worksheet) Tujuan penyusunan kertas kerja : 1.Memudahkan penyusunan laporan keuangan. 2.Menggolongkan dan meringkas informasi-informasu."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google