Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

لَوَازِمُ الْمَحَبَّةِ Konsekuensi Cinta. لَوَازِمُ الْمَحَبَّةِ مَحَبَّةُ مَنْ أَحَبَّهُ الْمَحْبُوْبُ مَحَبَّةُ مَا أَحَبَّهُ الْمَحْبُوْبُ بُغْضُ مَنْ

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "لَوَازِمُ الْمَحَبَّةِ Konsekuensi Cinta. لَوَازِمُ الْمَحَبَّةِ مَحَبَّةُ مَنْ أَحَبَّهُ الْمَحْبُوْبُ مَحَبَّةُ مَا أَحَبَّهُ الْمَحْبُوْبُ بُغْضُ مَنْ"— Transcript presentasi:

1 لَوَازِمُ الْمَحَبَّةِ Konsekuensi Cinta

2 لَوَازِمُ الْمَحَبَّةِ مَحَبَّةُ مَنْ أَحَبَّهُ الْمَحْبُوْبُ مَحَبَّةُ مَا أَحَبَّهُ الْمَحْبُوْبُ بُغْضُ مَنْ أَبْغَضَهُ الْمَحْبُوْبُ بُغْضُ مَا أَبْغَضَهُ الْمَحْبُوْبُ اَلْوَلاَءُ اَلْبَرَاءُ

3 Konsekuensi Cinta Mencintai sesuatu tentu memiliki konsekuensi tertentu Intinya adalah menyesuaikan diri dengan sang kekasih وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam. (81:29)

4 Tidak Mau Menyesuaikan Diri Berkata Sufyan Ats-Tsauri: ketika ayat 81:28 turun, Abu Jahal berkata, “Semua itu tergantung kepada kami. Jika kami berkehendak maka kami akan menempuh jalan yang lurus, dan jika kami tidak mengehendaki maka kami tidak akan menempuh jalan yang lurus.” Maka Allah menurunkan ayat terakhir (ayat 29) RASM

5 لَوَازِمُ الْمَحَبَّةِ 1 مَحَبَّةُ مَنْ أَحَبَّهُ الْمَحْبُوْبُ

6 Mencintai Siapa yang Dicintainya Kalau kita mencintai kekasih, tentu mesti mencintai siapa saja yang dicintainya Siapa yang dicintai oleh Allah? Al-Qur’an menyebutkan: 1. Muhsinin (2:195, 5:13) 2. Tawwabin (2:222) 3. Mutathahhirin (2:222) 4. Muttaqin (3:76, 9:4,7) 5. Mutawakkilin (3:159) 6. Muqsithin (5:42, 49:9, 60:8) 7. Yang berperang di jalan Allah dengan barisan yang rapi (61:4)

7 Membenci Mereka Kalau membenci orang-orang yang telah disebutkan itu, berarti dia membenci Allah Cintanya kepada Allah palsu Atau mencurigai 7 orang yang dicintai Allah itu, berarti mencurigai Allah Atau menuduh dengan tuduhan keji (teroris, misalnya) berarti menuduh Allah secara keji— na’udzubillah min dzalik

8 Dicintai Penduduk Langit Siapa saja yang dicintai oleh Allah maka akan dicintai oleh penduduk langit إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ الْعَبْدَ نَادَى جِبْرِيلَ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحْبِبْهُ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ فَيُنَادِي جِبْرِيلُ فِي أَهْلِ السَّمَاءِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي الْأَرْضِ Apabila Allah mencintai hamba maka Allah memanggil Jibril. “Sesungguhnya Allah mencintai fulan maka cintailah dia,” maka Jibril pun mencintainya. Jibril memanggil penduduk langit. “Sesungguhnya Allah mencintai fulan maka cintailah dia,” maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian meletakkan baginya penerimaan di bumi. (HR. Bukhari-Muslim)

9 Selain yang Disebutkan Al-Qur’an 1. إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِيَّ الْغَنِيَّ الْخَفِيَّ Sesungguh Allah mencintai hamba yang bertakwa, kaya lagi tersembunyi (HR. Muslim) 2. Hamba yang menampakkan nikmat Allah (إِنَّ اللَّهَ يُحِبَّ أَنْ يَرَى أَثَرَ نِعْمَتِهِ عَلَى عَبْدِهِ) 3. Hamba yang mu’min, faqir, muta’affif (tidak meminta-minta), ayah dari anak-anaknya (إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ عَبْدَهُ الْمُؤْمِنَ الْفَقِيرَ الْمُتَعَفِّفَ أَبَا الْعِيَالِ) 4. Mu’min yang profesional (إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ المؤمن الْمُحْتَرِفَ) 5. Orang yang suka korma (إنَّ اللَّهَ يُحِبُّ مَنْ يُحِبُّ التَّمْرَ)

10 Selain yang Disebutkan Al-Qur’an (2) 6. Orang yang hatinya sedih (إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ كُلَّ قَلْبٍِ حَزِيْنٍ) 7. Orang yang gigih dalam berdoa (إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ المُلَحِّين في الدعاء) 8. Wanita yang lembut dan tampil cantik saat bersama suaminya dan menjaga diri ketika bersama yang lain (إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ المرأة الملقة البزعة مع زوجها الحصان مع غيره) 9. Orang yang tawadhu’ ( إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ المتواضعين) 10. Orang yang murah hati, pemberani dan pencemburu (يا على كن سخيا فإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ السخى وكن شجاعا فإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الشجاع وكن غيورا فإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الغيور) RASM

11 لَوَازِمُ الْمَحَبَّةِ 2 مَحَبَّةُ مَا أَحَبَّهُ الْمَحْبُوْبُ

12 Mencintai Apa yang Dicintainya Bukan hanya mencintai orang yang dicintainya saja, tapi juga mencintai apa saja yang dicintainya Dalam hadits disebutkan amal-amal yang dicintai oleh Allah: 1. Lemah lembut dalam segala urusan (إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الْأَمْرِ كُلِّهِ) 2. Bersin (إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ) 3. Pembelian yang mudah, penjualan yang mudah, pelunasan hutang yang mudah (إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ سَمْحَ الْبَيْعِ سَمْحَ الشِّرَاءِ سَمْحَ الْقَضَاءِ) 4. Keindahan (إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْجَمَالَ)

13 Mencintai Apa yang Dicintainya (2) 5. Diterima keringan-keringan dari Allah (إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ أَنْ تُؤْتَى رُخَصُهُ) 6. Kebenaran (إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْحَقَّ) 7. Petunjuk (فإن الله يحب الهدي) 8. Bilangan ganjil (يا أهل القرآن أوتروا فإن الله يحب الوتر) 9. Sedikit makan, sedikit tidur, sedikit bicara (إن الله يحب ثلاثة ويبغض ثلاثة ، فأما ما يحب : فقلة الأكل ، وقلة النوم ، وقلة الكلام) 10. Kemudahan dan kebebasan (إن الله يحب السهل الطليق) 11. Pandangan yang kuat, akal yang sempurna, toleransi dan keberanian (واعلم أن الله يحب البصر النافذ عند مجيء الشهوات والعقل الكامل عند نزول الشبهات ، ويحب السماحة ولو على تمرات ، ويحب الشجاعة ولو على قتل حية)

14 Mencintai Apa yang Dicintainya (3) 12. Diam dalam tiga keadaan: tilawatil Qur’an, peperangan dan mengantar jenazah (إِنَّ اللّه يُحِب الصمتَ عند ثلاث: عند تلاوة القرآن، وعند الزحف، وعند الجنازة) 13. Keutamaan (إن الله يحب الفضل فى كل شىء حتى فى الصلاة) 14. Berlaku adil terhadap anak-anak sampai ke mencium (إن الله يحب أن تعدلوا بين أولادكم حتى فى القُبَلِ) 15. Mengampuni dosa yang tersembunyi (إن الله يحب أن يعفو عن ذنب السرى) 16. Membaca Al-Qur’an seperti yang diturunkan (إن الله يحب أن يُقْرأَ القرآن كما أُنْزِلَ) RASM

15 لَوَازِمُ الْمَحَبَّةِ 3 بُغْضُ مَنْ أَبْغَضَهُ الْمَحْبُوْبُ

16 Membenci Siapa yang Dibencinya 1. Mu’tadin (2:190, 5:87) 2. Kafirin (3:32) 3. Orang-orang yang sombong dan membangga- banggakan diri (4:36, 28:76, 31:16) 4. Orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa (4:107) 5. Kha-inin (8:58) 6. Tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat (22:38) 7. Mufsidin (28:77) 8. Orang yang cabul (إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَاحِشَ الْمُتَفَحِّشَ)

17 Menyukai Mereka? Bagaimana kalau kita menyukai orang-orang yang dibenci Allah? Menyanjung mereka? Mungkin mereka Artis? Olahragawan? Ilmuwan? Betapa banyak umat Islam yang terpesona dengan mereka sehingga meniru-niru gaya mereka? مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ “Siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk golongan mereka.” (HR. Abu Dawud) RASM

18 لَوَازِمُ الْمَحَبَّةِ 4 بُغْضُ مَا أَبْغَضَهُ الْمَحْبُوْبُ

19 Membenci Apa yang Dibencinya Konsekuensi cinta kita kepada Allah yang keempat adalah membenci apa saja yang dibenci Allah Semua keburukan dibenci oleh Allah, bahkan diharamkanNya 7:157 Rasulullah SAW datang untuk menghalalkan yang baik-baik dan mengharamkan yang buruk-buruk Yang buruk-buruk itu: daging babi, riba, dan semua makanan yang diharamkan oleh Allah

20 Menghiasi yang Buruk (Tazyin) Setan selalu menghiasi amal-amal buruk yang dibenci Allah, sehingga nampak elok Pezina mendapatkan tempat yang mulia (terutama di dunia infotainment) Waria yang merupakan penyimpangan yang dahulu Allah membalikkan bumi yang bawah jadi yang atas (kaum Nabi Luth AS) sekarang pun mendapatkan tempat yang mulia di dunia hiburan Umat Islam ditipu oleh berbagai ulah setan yang menjadikan sesuatu yang seharusnya dibenci menjadi yang dicinta

21 Tidak Sama Tidaklah sama yang baik dengan yang buruk, meskipun yang buruk itu sudah merajalela dan dikagumi banyak orang (5:100) مَا قَلَّ وَكَفَى خَيْرٌ مِمَّا كَثُرَ وَأَلْهَى “Sesuatu yang sedikit tapi mencukupi adalah lebih baik daripada sesuatu yang banyak tapi melalaikan.” (HR. Ahmad) Cukuplah kita dengan hal-hal yang dicintai Allah agar kita mendapatkan kesuksesan

22 Al-Wala wal-Bara Jika sudah memenuhi konsekuensi cinta kita kepada Allah, maka kita telah memenuhi tuntutan laa ilaaha illallah, yakni al-wala wal-bara Dengan kita mencintai siapa dan apa yang dicintai Allah, berarti kita telah berwala (loyal) kepada Allah Dengan kita membenci siapa dan apa yang dibenci Allah, kita pun telah bara (berlepas diri) dari selain Allah Iman pun menjadi bersih dari segala kotoran-kotoran yang dapat merusaknya


Download ppt "لَوَازِمُ الْمَحَبَّةِ Konsekuensi Cinta. لَوَازِمُ الْمَحَبَّةِ مَحَبَّةُ مَنْ أَحَبَّهُ الْمَحْبُوْبُ مَحَبَّةُ مَا أَحَبَّهُ الْمَحْبُوْبُ بُغْضُ مَنْ"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google