Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENYEMPURNAAN IMAN KITA

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENYEMPURNAAN IMAN KITA"— Transcript presentasi:

1 PENYEMPURNAAN IMAN KITA
Lesson 2 for October 11, 2014

2 Yang kaya dan yang miskin
Yakobus 1:2-11 Yakobus 1:2-3 Ujian terhadap imanmu Yakobus 1:4 Iman yang sempurna Yakobus 1:5-6 Meminta dalam iman Yakobus 1:7-8 Iman dan keraguan Yakobus 1:9-11 Yang kaya dan yang miskin

3 UJIAN TERHADAP IMANMU Bagaimana untuk melatih iman kita:
“Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.” (Yakobus 1:2-3) UJIAN TERHADAP IMANMU Petrus menuliskan bahwa kita harus “berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan” (1 Pet 1:6). Bagaimana kita bisa merasakan “kebahagiaan” ketika kita berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan? Yakobus menggunakan ungkapan “ujian terhadap imanmu” untuk menjelaskan proses pengujian. Iman kita diuji dalam beberapa cara (beberapa dari hal itu mungin menyakitkan), sehingga iman itu boleh bersinar seperti emas dan menghasilkan buah, yaitu ketekunan. Bagaimana untuk melatih iman kita: Percaya kepada Bapa pengasih. Bersandar kepada hikmat-Nya. Bertindak sesuai firman-Nya. Berbahagialah mereka yang melihat hasil akhir melewati dukacita iman pada saat ini (Mat 5:12). Kita merasakan “kebahagiaan” jika kita memusatkan pikiran pada proses emas yang dihaluskan, daripada memandang kepada api.

4 IMAN YANG SEMPURNA “Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.” (Yakobus 1:4) Kesempurnaan Iman Ujian Ketekunan Allah menetapkan tujuan bagi kita: untuk menjadi sempurna (kedewasaan rohani) dan utuh (utuh dalam segala hal) Menurut Efesus 4:13, kapan kita akan mencapai kesempurnaan itu? Kita akan sempurna ketika kita menjadi seperti Kristus. Paulus memahami bahwa ia belumlah sempurna (Filipi 3:12-15). Kita harus mengikuti teladannya, tetap berusaha untuk mencapai tujuan.

5 MEMINTA DALAM IMAN “Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, -- yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit --, maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.” (Yakobus 1:5-6) Menurut Alkitab, hikmat bukanlah hanya pengetahuan. Hikmat adalah kemampuan untuk bertindak dalam “takut akan Tuhan” (Amsal 9:10) Mendengar, berdiam dan marah pada saat yang tepat (Yakobus 1:19) Memahami keperluan orang lain (Yakobus 2:15,16) Berperilaku baik dan rendah hati (Yakobus 3:13) Kita harus meminta hikmat seperti itu dalam iman. Kita harus percaya bahwa Tuhan memiliki kuasa untuk mengubah hidup kita , sehingga kita dapat memantulkan persekutuan kita dengan Kristus.

6 IMAN DAN KERAGUAN “Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.” (Yakobus 1:7-8) Yakobus meminta kita sebagaimana yang Elia lakukan, “Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati?” (1 Raja 18:21). “Orang yang mendua hati” ragu-ragu antara iman dan kebimbangan. Iman kita harus hidup; iman haruslah bertumbuh. Ketika kita mencari Tuhan dan percaya kepada-Nya dalam segala keadaan, kita melatih iman kita. Begitulah iman bertumbuh. Iman yang diberikan Allah dimurnikan dalam periuk pencobaan yang dihaluskan yang dapat memindahkan gunung. Itu adalah iman yang pasti.

7 “Pengalaman yang paling sulit dalam kehidupan orang Kristen boleh jadi adalah yang paling diberkati. Pemeliharan khusus pada masa-masa kegelapan dapat menguatkan jiwa dalam serangan-serangan Setan di masa yang akan datang, dan melengkapi jiwa untuk bertahan terhadap ujian yang lebih dahsyat. Ujian terhadap imanmu lebih berharga daripada emas. Tetapi untuk bertahan dalam ujian ini, engkau harus memiliki iman, yaitu kepercayaan tinggal di dalam Tuhan, yang mana tidak akan terganggu oleh sanggahan dan penggodaan si penipu itu. Terimalah Tuhan melalui firman-Nya. Pelajarilah janji-janji itu, dan ambillah janji-janji itu sebagaimana yang engkau perlukan. “Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Allah.” Berbahagialah mereka, yang, ketika dicobai, menemukan jiwanya kaya akan pengetahuan tentang Alkitab, yang menemukan tempat perlindungan di bawah janji-janji Allah. “Firman-Mu, ‘kata pemazmur,’ “Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.” Kita memerlukan ketenangan, iman yang teguh, keberanian moral yang tak gentar, yang tak seorangpun namun hanya Kristus yang dapat memberikannya, agar kita dapat menahan setiap pencobaan dan diperkuat dalam melakukan kewajiban.” E.G.W. (The Review and Herald, April 17, 1894)

8 YANG KAYA DAN YANG MISKIN
“Baiklah saudara yang berada dalam keadaan yang rendah bermegah karena kedudukannya yang tinggi, dan orang kaya karena kedudukannya yang rendah sebab ia akan lenyap seperti bunga rumput. Karena matahari terbit dengan panasnya yang terik dan melayukan rumput itu, sehingga gugurlah bunganya dan hilanglah semaraknya. Demikian jugalah halnya dengan orang kaya; di tengah-tengah segala usahanya ia akan lenyap.” (Yakobus 1:9-11) Pengajaran Yakobus tentang orang kaya mungkin kelihatannya agak ekstrim, namun Yesus juga mengajarkan hal yang sama: Yakobus Orang kaya akan lenyap (Yakobus 1:11) Mereka harus peduli terhadap anak yatim dan para janda (Yakobus 1:27) Mereka hanya peduli tentang diri mereka sendiri (Yakobus 5: 1-4) Mereka tidak membayar upah karyawan mereka (Yakobus 5: 4) Yesus Kekayaan menghimpit benih Injil (Luk 8:14) Mereka harus peduli terhadap orang miskin (Mat 25: 37-40) Mereka hanya peduli tentang diri mereka sendiri (Lukas 12: ) Pekerja patut mendapat upahnya (Luk 10: 7)

9 “Alkitab tidak mempersalahkan orang kaya karena ia kaya; Alkitab tidak mengatakan bahwa mencari kekayaan adalah dosa, atau mengatakan bahwa uang adalah akar segala kejahatan. Sebaliknya, Kitab Suci mengatakan bahwa Allah yang memberikan kuasa untuk mendapat kekayaan. Dan kesanggupan ini adalah suatu talenta yang indah jika diabdikan kepada Allah dan digunakan untuk memajukan pekerjaanNya. Alkitab tidak mempersalahkan kepintaran yang luar biasa dan kesenian; karena hal ini berasal dari hikmat yang Allah berikan. Kita tak dapat membuat hati lebih bersih dan lebih suci dengan jalan membungkus tubuh kita dengan kain karung atau menyingkirkan dari rumah segala sesuatu yang memberikan penghiburan, keindahan dan kesenangan. Kitab Suci mengajarkan bahwa kekayaan itu berbahaya hanya bila ditempatkan bersaing dengan harta yang baka. Bila keduniawian dan faktor badani mengisap pikiran, kasih, dan pengabdian yang dituntut Allah kekayaan itu menjadi satu jerat.” E.G.W. (Counsels on Stewardship, cp. 28, pg. 138)


Download ppt "PENYEMPURNAAN IMAN KITA"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google