Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Lesson 8 for May 24, 2014. “ Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Lesson 8 for May 24, 2014. “ Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau."— Transcript presentasi:

1 Lesson 8 for May 24, 2014

2 “ Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.“ Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. ”” (Matius 19:17-19) Semua hukum; baik 10 Perintah Allah dan bagian lain dari hukum Taurat (Imamat 19:18) Yesus mengharapkan mereka yang akan hidup kekal bersama-Nya untuk memenuhi Hukum Allah di dalam kehidupan ini. Tidakkah kita ingin untuk memenuhi kehendak Allah di Surga? Perintah-perintah manakah yang harus dilakukan oleh pemimpin muda itu?

3 “Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Matius 22:40) Yang manakah kedua perintah itu? Bagaimana kedua perintah itu berkaitan dengan Hukum Taurat dan kitab para nabi (Matius 22:35-40)? Jika Yesus telah membatalkan Hukum Taurat dengan kematian, dua perintah – yang juga merupakan bagian dari Hukum Taurat, juga harus telah dibatalkan. Sebaliknya, Dia mengajar kita untuk memenuhi SELURUH Hukum Allah.

4 “Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.” (Yohanes 15:10)  Dia menghormati orang tuanya (Lukas 2:51)  Dia menolak untuk menyembah Setan (Lukas 4:8)  Dia memelihara hari Sabat (Lukas 4:16)  Dia tidak pernah berbuat dosa (Ibrani 4:15)  Dia selalu patuh (Filipi 2:5-11) Bagaimana Yesus memelihara Perintah Allah? “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” (Filipi 2:8) Jika kita ingin tinggal di dalam kasih Yesus, kita harus taat kepadaNya sebagaimana Dia taat kepada Bapa dan tinggal dalam kasih-Nya.

5 “Tidak memelihara perintah-perintah Allah artinya tidaklah mengasihi Dia. Tak seorangpun akan memelihara hukum Allah kecuali mereka mengasihi Dia yang adalah Anak Tunggal Bapa. Dan meskipun demikian, dengan pasti; jika mereka mengasihi Dia, mereka akan menyatakan kasih itu melalui penurutan kepada-Nya. Semua yang mengasihi Kristus akan dikasihi oleh Bapa, dan Ia akan menyatakan diri-Nya kepada mereka. Dalam segala keadaan genting dan kebingungan mereka, mereka akan memiliki seorang penolong di dalam Yesus Kristus. ” EGW (This Day with God, May 13)

6 “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” (Yohanes 13:34) Yesus telah mengajarkan kepada kita untuk mengasihi baik teman-teman dan musuh- musuh kita. Dia mengajarkan hal itu berdasarkan ajaran dalam Perjanjian Lama. Mengapa mengasihi satu sama lain merupakan perintah BARU? Ada sedikit perbedaan yang membuatnya baru, kita harus saling mengasihi seperti Yesus mengasihi kita. “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita... Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.” (1 Yohanes 4:19, 21)

7 “Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat.” (1 Korintus 9:21) Paulus berusaha untuk menyelamatkan semua orang. Ketika berusaha untuk menjangkau bangsa-bangsa lain, ia pada awalnya tidak menggunakan hukum Allah. Dia mencari tema yang sudah lazim atau akrab bagi mereka. Dia menggunakan tema-tema itu untuk membuat mereka memahami kasih Allah. Dalam kitab Korintus, Paulus ingin menjelaskan bahwa ia menghormati dan mematuhi hukum Allah, bahkan ketika ia pertama kali tidak menggunakannya ketika berkhotbah kepada bangsa-bangsa lain. Menurut Paulus, bahwa penurutan didasarkan pada menurut hukum Kristus (Yohanes 13:34) “Bangsa-bangsa lain, didekati Paulus dengan mengagungkan Kristus, dan kemudian menyatakan tuntutan-tuntutan hukum yang mengikat. Ia menunjukkan bagaimana terang itu dipantulkan oleh salib Golgota yang memberi kebesaran dan kemuliaan kepada segenap kesejahteraan bangsa Yahudi.” EGW (Gospel workers, pg. 118)

8 Hukum Kristus didorong oleh rahmat. Jika bukan karena pengorbanan kematian-Nya, tidak akan ada alasan bagi kita untuk memelihara hukum Allah. Namun, karena Kristus telah membuat hidup kekal itu mungkin, maka itu menjadi pendorong bagi orang yang setia untuk mulai lagi memelihara hukum Allah setelah melewati saat-saat kelemahan. “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” (Galatia 6:2) Orang-orang Kristen harus menggunakan hukum Kristus sebagai sarana untuk memindahkan orang berdosa yang bertobat kembali ke arena hukum kasih Allah.

9 “ Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, ” (Yohanes 5:22) Kita akan dihakimi oleh Dia yang telah mengalami apa yang kita lakukan; dan hukum-Nya adalah kasih. Itu menghibur! Memenuhi hukum tidaklah terbatas pada penurutan kita terhadap hukum agar Allah berpihak kepada kita, tetapi mengisyaratkan agar setiap orang Kristen membagikan kasih Allah kepada mereka yang membutuhkannya. Sebagai ukuran penghakiman, hukum berfungsi untuk mengukur tingkatan kasih yang seorang telah berikan kepada Allah dan manusia. Ketika Kristus memimpin penghakiman terakhir, Ia akan menggunakan hukum kasih Allah yang tidak berubah sebagai ukuran untuk menghakimi (Yakobus 2:12)


Download ppt "Lesson 8 for May 24, 2014. “ Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google