Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Dr.Masrul Basyar,SpP Dept.Pulmonologi RS.M.Djamil Padang.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Dr.Masrul Basyar,SpP Dept.Pulmonologi RS.M.Djamil Padang."— Transcript presentasi:

1 Dr.Masrul Basyar,SpP Dept.Pulmonologi RS.M.Djamil Padang

2 Pokok bahasan PPOK 1. Pendahuluan. 2. Definisi PPOK. 3. Patogenesis & Patologi 4. Faktor Risiko 5. Diagnosis & Diagnosis Banding 6. Klasifikasi 7. Penatalaksanaan PPOK 8. Komplikasi 9. Keadaan Khusus 10. Pencegahan

3 Tujuan Penatalaksanaan : 1)Mengurangi Gejala 2)Mencegah progresifitas Penyakit 3)Mencegah & mengobati serangan ulang 4)Mencegah & mengobati komplikasi 5)Mencegah & meminimalkan efek samping obat 6)Memperbaiki & mencegah penurunan faal paru 7)Meningkatkan toleransi latihan 8)Meningkatkan kualiti hidup penderita 9)Menurunkan angka kematian. Penatalaksanaan P P O K Cessation of cigarette smoking should be included as a goal throughout the management program.

4 PPOK Stabil PPOK Eksaserbasi Akut P P O K Managemen PPOK 12

5 Penatalaksanaan PPOK EDUKASI OBAT - OBATAN TERAPI OKSIGEN VENTILASI MEKANIK NUTRISI REHABILITASI KEADAAN STABIL EKSASERBASI AKUT

6 Four Components of COPD Management plan: 1.Assess and monitor disease 2.Reduce risk factors 3.Manage stable COPD l Education l Pharmacologic l Non-pharmacologic 4.Manage exacerbations 1.Assess and monitor disease 2.Reduce risk factors 3.Manage stable COPD l Education l Pharmacologic l Non-pharmacologic 4.Manage exacerbations

7 Assess and monitor disease 1 a)Tentukan Diagnosis awal : Simptom; Fisik; Faal paru. b)Tingkat Keparahan Penyakit : Foto Torak, Faal Paru; Analisa Gas Darah c)Komplikasi bila ada d)Penyakit penyerta yang ada e)Monitor obat yang diminum

8 8 Management of Stable COPD Assess and Monitor COPD: Key Points Diagnosis PPOK dipertimbangkan bila : sesak nafas, batuk kronis / berdahak, riwayat terpapar faktor risiko. Dilakukan Spirometry : A post-bronchodilator FEV 1 /FVC < 0.70 ( obstruksi tidak sepenuhnya reversible ). Identifikasi adanya penyakit penyerta.

9 Four Components of COPD Management plan: 1.Assess and monitor disease 2.Reduce risk factors 3.Manage stable COPD l Education l Pharmacologic l Non-pharmacologic 4.Manage exacerbations 1.Assess and monitor disease 2.Reduce risk factors 3.Manage stable COPD l Education l Pharmacologic l Non-pharmacologic 4.Manage exacerbations

10 Reduce risk factors 2 a)Stop merokok b)Farmakoterapi ( Kecanduan rokok ) : bupropion SR, nicotine gum, nicotine inhaler, nicotine nasal spray, and nicotine patch.. c)Hindari paparan “ occupational dust & chemical “ d)Hindari paparan “indoor & out door air pullution “

11 Four Components of COPD Management plan: 1.Assess and monitor disease 2.Reduce risk factors 3.Manage stable COPD l Education l Pharmacologic l Non-pharmacologic 4.Manage exacerbations 1.Assess and monitor disease 2.Reduce risk factors 3.Manage stable COPD l Education l Pharmacologic l Non-pharmacologic 4.Manage exacerbations

12 Manage Stable COPD 3 EdukasiFarmakologiNon Farmakologi 1. Bronkodilator 2. Kortikosteroid 3. Antibiotika 4. Mukolitik 5. Anti oksidan 6. Vaksin 7. Immunoregulator 8. Alfa-1 antitrypsin 1. Rehabilitasi 2. Terapi Oksigen 3. Ventilator support 4. Surgical therapy

13 EDUKASI Menyesuaikan keterbatasan akitifitas Mencegah kecepatan perburukan fungsi paru Mengenal perjalanan penyakit & terapi Melaksanakan pengobatan maksimal Mencapai akitifitas optimal Meningkatkan kualitas hidup

14 Skala Prioritas Edukasi BERHENTI MEROKOK Penggunaan Oksigen Mengenal & mengatasi efek samping Penilaian dini eksaserbasi akut & pengelolaannya Deteksi & hindari pencetus eksaserbasi Menyesuaikan kebiasaan hidup sesuai keterbatasan aktifitas Penggunaan obat yang benar & tepat

15 Manage Stable COPD 3 EdukasiFarmakologiNon Farmakologi 1. Bronkodilator 2. Kortikosteroid 3. Antibiotika 4. Mukolitik 5. Anti oksidan 6. Vaksin 7. Immunoregulator 8. Alfa-1 antitrypsin 1. Rehabilitasi 2. Terapi Oksigen 3. Nutrisi support 4. Ventilator support 5. Surgical ttherapy

16 OBAT-OBATAN BRONKODILATOR ANTI INFLAMASI ANTIBIOTIKA ANTIOKSIDAN MUKOLITIKANTITUSIF

17 BRONKODILATOR PEMILIHAN INHALASI GOLONGAN XANTIN DIUTAMAKAN OBAT SLOW RELEASE LONG ACTING GOLONGAN BETA-2 AGONIS GOLONGAN ANTIKOLINERGIK KOMBINASI

18 18 Management of Stable COPD Pharmacotherapy: Bronchodilators  Bronchodilator medications are central to the symptomatic management of COPD (Evidence A).  Inhaled therapy is preferred  They are given to prevent or reduce symptoms and exacerbations.  The principal bronchodilator treatments are ß 2 -agonists, anticholinergics, and methylxanthines used singly or in combination (Evidence A).  Regular treatment “ long-acting bronchodilators is more effective “ and convenient than treatment with short-acting bronchodilators (Evidence A).

19 Effects of ß2-agonist on multicomponent pathophysiology of COPD Mucocilliary dysfunction -Ciliary beating ↑ -Mocociliary transport ↑ -Mocosal damaged ↓ -Mucus hidration ↑ Airway inflammation-Anti-neutrophyl activity -Inhibition of monocyt/macrophages -Surfactan secretion ↑ Structural change-Smooth muscle cell & fibroblast proliferation < -Fibroblat contraction & proliferation < Systemic componentRespiratory muscle contraction ↑

20 20 Management of Stable COPD Pharmacotherapy: Glucocorticosteroids  The addition of regular treatment with inhaled glucocorticosteroids to bronchodilator treatment is appropriate for symptomatic COPD patients with an FEV1 < 50% predicted (Stage III: Severe COPD and Stage IV: Very Severe COPD) and repeated exacerbations (Evidence A).  An inhaled glucocorticosteroid combined with a long-acting ß 2 -agonist is more effective than the individual components (Evidence A).

21 21 Management of Stable COPD Pharmacotherapy: Vaccines  In COPD patients influenza vaccines can reduce serious illness (Evidence A).  Pneumococcal polysaccharide vaccine is recommended for COPD patients 65 years and older and for COPD patients younger than age 65 with an FEV 1 < 40% predicted (Evidence B).

22 ANTIBIOTIKA LINI 1 Amoksisilin makrolid BILA ADA INFEKSI LINI 2 Amoksisilin-asam klavulanat Sefalosporin Kuinolon & makrolid baru PERAWATAN RUMAH SAKIT Amoksilin-klavulanat Sefalosporin II & III Kuinolon oral DITAMBAH Anti Pseudomonas Aminoglikoside Kuinolon Sefalosporin gen. IV

23 ANTI INFLAMASI MENEKAN INFLAMASI PADA EKSASERBASI AKUT METILPREDNISOLON PREDNISON BENTUK INHALASI TERAPI JANGKA PANJANG UJI KORTIKOSTEROID POSITIF VEP1 meningkat > 20 % Paska bronkodilator

24 MUKOLITIK TERUTAMA PADA EKSASERBASI AKUT KARENA MEMPERCEPAT PERBAIKAN EKSASERBASI PADA BRONKITIS KRONIS DENGAN SPUTUM YANG VISCOUS TIDAK DIANJURKAN SEBAGAI PEMBERIAN RUTIN

25 ANTIOKSIDAN Mengurangi eksaserbasi N-ASETILSISTEIN Memperbaiki Kualitas hidup PADA PPOK SERING EKSASERBASI TIDAK DIANJURKAN PEMBERIAN RUTIN

26 N- Acetylcystein

27 27 Management of Stable COPD Pharmacotherapy: Vaccines  influenza vaccines can reduce serious illness (Evidence A).  Pneumococcal polysaccharide vaccine : Usia > 65 th Usia < 65 th bila FEV1 < 40 %

28 Manage Stable COPD 3 EdukasiFarmakologiNon Farmakologi 1. Bronkodilator 2. Kortikosteroid 3. Antibiotika 4. Mukolitik 5. Anti oksidan 6. Vaksin 7. Immunoregulator 8. Alfa-1 antitrypsin 1. Rehabilitasi 2. Terapi Oksigen 3. Ventilator support 4. Surgical therapy

29 REHABILITASI MEDIK Simptom pernapasan berat Sering masuk rawat darurat Kualitas hidup menurun 1. LATIHAN FISIS 2. PSIKOSOSIAL 3. LATIHAN PERNAPASAN TUJUAN PROGRAM INDIKASI Meningkatkan toleransi latihan Memperbaiki kualitas hidup

30 30 Management of Stable COPD Non-Pharmacologic Treatments  Rehabilitation: All COPD patients benefit from exercise training programs, improving with respect to both exercise tolerance and symptoms of dyspnea and fatigue (Evidence A).  Oxygen Therapy: The long-term administration of oxygen (> 15 hours per day) to patients with chronic respiratory failure has been shown to increase survival (Evidence A).

31 Terapi Oksigen Mengurangi sesak Memperbaiki Fungsi neuropsikiatri Memperbaiki aktivitas Meningkatkan Kualitas hidup Mencegah komplikasi jantung Mengurangi Vasokonstriksi TERAPI OKSIGEN PPOK  hipoksemia  kerusakan jaringan

32 NUTRISI HIPOFOSFATEMI HIPOKALSEMI HIPOMAGNESEMI Komposisi nutrisi seimbang Nutrisi terus-menerus ( Nocturnal feeding ) KONDISI MALNUTRISI TERAPI Gangguan Keseimbangan Elektrolit Kebutuhan energi meningkat Kerja otot respirasi meningkat HIPERKALEMI

33 Four Components of COPD Management plan: 1.Assess and monitor disease 2.Reduce risk factors 3.Manage stable COPD l Education l Pharmacologic l Non-pharmacologic 4.Manage exacerbations 1.Assess and monitor disease 2.Reduce risk factors 3.Manage stable COPD l Education l Pharmacologic l Non-pharmacologic 4.Manage exacerbations

34 PPOK EKSASERBASI AKUT Timbul perburukan dibandingkan kondisi sebelumnya. GEJALA EKSASERBASI : a.Sesak bertambah b.Sputum meningkat c.Sputum ( menjadi purulent ) PPOK Eksaserbasi dibagi 3 : TIPE I ( berat ) : ada 3 gejala diatas. TIPE II ( sedang ) : ada 2 gejala diatas. TIPE III ( ringan ) : ada 1 gejala diatas + ispa

35 35 Management COPD Exacerbations Key Points An exacerbation of COPD is defined as: “An event in the natural course of the disease characterized by a change in the patient’s baseline dyspnea, cough, and/or sputum that is beyond normal day-to-day variations, is acute in onset, and may warrant a change in regular medication in a patient with underlying COPD.”

36 36 Management COPD Exacerbations Key Points  The most common causes exacerbation : infection tracheobronchial and air pollution, (Evidence B).  COPD exacerbations with airway infection (e.g., increased sputum purulence ) may benefit from antibiotic treatment (Evidence B).

37 Management COPD exacerbations 4 Poliklinik Rawat jalan UGD Ruang rawat Ruang I C U

38 38 Management COPD Exacerbations Key Points  The most common causes of an exacerbation are infection of the tracheobronchial tree and air pollution, but the cause of about one-third of severe exacerbations cannot be identified (Evidence B).  Patients experiencing COPD exacerbations with clinical signs of airway infection (e.g., increased sputum purulence) may benefit from antibiotic treatment (Evidence B).

39 39 Manage COPD Exacerbations Key Points  Inhaled bronchodilators (particularly inhaled ß 2 -agonists with or without anticholinergics) and oral glucocortico- steroids are effective treatments for exacerbations of COPD (Evidence A).

40 Management COPD Exacerbations Key Points  Noninvasive mechanical ventilation in exacerbations improves respiratory acidosis, increases pH, decreases the need for endotracheal intubation, and reduces PaCO 2, respiratory rate, severity of breathlessness, the length of hospital stay, and mortality (Evidence A).  Medications and education to help prevent future exacerbations should be considered as part of follow-up, as exacerbations affect the quality of life and prognosis of patients with COPD.

41 Keterangan : Kortikosteroid hanya diberikan pada penderita dengan uji steroid positif. UJI STEROID Positif : Bila dengan pemberian steroid oral selama 10 – 14 hari, atau inhalasi selama 6 minggu – 3 bulan menunjukkan perbaikan gejala klinis atau fungsi paru SABA : Short Acting Beta-2 agonist LABA : Long Acting Beta-2 agonist VAKSINASI INFLUENZA : hanya dipertimbangkan pada : 1.Pasien usia > 60 tahun 2.Pasien PPOK sedang, berat atau sangat berat.

42 Blocking tonus cholinergik di saluran nafas Mencegah reflek bronkokontriksi ok allergen atau irritan meningkatkan efek kerja acting β 2 -agonist. Cara kerja Anticholinergik

43 Amonium kwartener ( termasuk kelompok ini ) : Ipratropium bromide (atrovent ®) Oxitropium bromide (oxivent ®) Flutropium bromide (flubron ®) Tiotropium bromide (spiriva ®) Glycopyrolate bromide (robinul ®) Anticholinergic

44 Terapi Inhalasi

45 Preparat anticholinergik handihaler Pemakaian obat hanya 1 kali sehari sudah CukupPemakaian obat hanya 1 kali sehari sudah Cukup

46

47 Cara pemberian Oksigen :

48 Nutrisi Malnutrisi dapat dievaluasi dengan : 1.Penurunan berat badan 2.Kadar albumin darah rendah ( < 3 gr% ) 3.Antropometri 4.Pengukuran kekuatan otot 5.Hasil metabolisme ( Hiperkapni & hipoksia ) Cara mengatasi malnutrisi : 1.Nutrisi diberikan secara terus menerus 2.Seimbang kalori yang masuk dengan yg dibutuhkan 3.Komposisi nutrisi yang seimbang : tinggi lemak – rendah karbohidrat 4.Pada PPOK + gagal nafas : protein ber > an  timbul kelelahan

49 REHABILITASI MEDIK Simptom pernapasan berat Sering masuk rawat darurat Kualitas hidup menurun 1. LATIHAN FISIS 2. PSIKOSOSIAL 3. LATIHAN PERNAPASAN TUJUAN PROGRAM INDIKASI Meningkatkan toleransi latihan Memperbaiki kualitas hidup

50 KOMPLIKASI P P O K KOMPLIKASI DAPAT TERJADI : 1)GAGAL NAFAS : a)GAGAL NAFAS KRONIK b)GAGAL NAFAS AKUT PD GAGAL NAFAS KRONIK 2)Infeksi berulang 3)Kor Pulmonale Kronikum ( CPC ) Kompensata / Dekompensata 4)Meninggal

51 Pelebaran vena di leher Pembesaran ( hipertrofi & dilatasi ) jantung kanan Hepar membesar ( hepatomegali ) + asites Edema pada tungkai

52 Ventilasi mekanik

53 1.Hindari Asap Rokok 2.Hindari Polusi Udara 3.Hindari Infeksi saluran nafas berulang 1.Berhenti merokok 2.Gunakan Obat-obatan adekuat 3.Mencegah eksaserbasi berulang

54 Managemen PPOK a.Hindari iritan b.Exercise c.Pencegahan infeksi d.Minum cukup e.Nutrisi adekuat f.Latihan nafas

55 IV: Very Severe III: Severe II: Moderate I: Mild Therapy at Each Stage of COPD  FEV 1 /FVC < 70%  FEV 1 > 80% predicted  FEV 1 /FVC < 70%  50% < FEV 1 < 80% predicted  FEV 1 /FVC < 70%  30% < FEV 1 < 50% predicted  FEV 1 /FVC < 70%  FEV 1 < 30% predicted or FEV 1 < 50% predicted plus chronic respiratory failure Add regular treatment with one or more long-acting bronchodilators (when needed); Add rehabilitation Add inhaled glucocorticosteroids if repeated exacerbations Active reduction of risk factor(s); influenza vaccination Add short-acting bronchodilator (when needed) Add long term oxygen if chronic respiratory failure. Consider surgical treatments

56 artinya PPOK : Penyakit Progresif

57 Kevin. A

58 Di Rumah Di Rumah Sakit PPOK eksaserbasi akut RINGAN PPOK eksaserbasi akut SEDANG / BERAT Cara : Menambah dosis bronkodilator Mengubah bronkodilator inhaler/oral ke nebulizer Menggunakan oksigen bila aktiviti Menambah mukolitik Menambah ekspektorans Rawat jalanRawat Inap Bila 2 hari tak ada perbaikan  harus segera ke dokter TEMPAT PERAWATAN DI RS Poliklinik rawat jalan Unit gawat darurat Ruang rawat Ruang ICU

59 Di Rumah Sakit PPOK eksaserbasi akut SEDANG / BERAT Rawat jalanRawat Inap Indikasi : Eksaserbasi ringan – sedang. Tidak ada gagal nafas akut pada gagal nafas kronik Evaluasi rutin : a. Pemberian obat yg optimal b. Evaluasi progresifiti penyakit c. Edukasi Indikasi Rawat Inap: Eksaserbasi sedang – berat Terdapat komplikasi : a. Infeksi nafas berat b. Gagal nafas akut c. Gagal jantung kanan

60 1. 1. Menghindari intubasi & penggunaan alat bantu nafas dengan cara : EVALUASI KLINIS TEPAT + TERAPI ADEKUAT. 2. Obat-obatan : a.Bronkodilator ( agonis beta – 2, antikolinergis, xantin ) b.Kortikosteroid c.Antibiotika d.Mukolitik / ekspektorans 3.Terapi Oksigen dengan cara yang tepat. 4.Terapi Nutrisi enteral / parenteral seimbang 5.Rehabilitasi awal 6.Edukasi pasca rawat

61 PENATALAKSANAAN PPOK STABIL Algoritme PPOK Stabil NON FARMAKOLOGIFARMAKOLOGIEDUKASI 1. Berhenti merokok 2. Pengetahuan dasar PPOK 3. Obat-obatan 4. Pencegahan perburukan penyakit 5. Menghondari pencetus 6. Penyesuaian aktiviti REGULER Bronkodilator a.Anti kolinergik b.Beta-2 agonist c.Xantin d.Kombinasi SABA + Anti kolinergik e.Kombinasi LABA + Kortikosteroid f.Anti oksidan a.Rehabilitasi b.Terapi Oksigen c.Vaksinasi d.Ventilasi non mekanik e.Intervensi bedah PPOK Pedoman Praktis Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia PDPI 2004

62

63 PPOK STABIL RINGAN Pikirkan penyebab sesak nafas lain : * Gagal jantung; kelelahan otot ; obat bronkodilator tak adekuat, pastikan tehnik inhaler yang tak benar Upayakan berhenti merokok, Periksa FEV 1 minimal 1 tahun Respon bronkodilator Anjuran : - berhenti merokok - hindari/kurangi pajanan - Vaksin influenza tiap tahun 1 FEV1 ≤ 80 % predicted FEV1 / FVC < 75 % S E S A K YA Tidak

64 Pikirkan penyebab sesak nafas lain : * Gagal jantung; kelelahan otot ; obat bronkodilator tak adekuat, pastikan tehnik inhaler yang tak benar Upayakan berhenti merokok, Periksa FEV 1 minimal 1 tahun 2 S E S A K YA Tidak Evaluasi 4 – 6 minggu Perbaikan gejala / pemakaian inhaler ≤ 4 x / hr Evaluasi 6 – 12 minggu Ganti / tambah bronkodilator Evaluasi 4 – 6 minggu Perbaikan gejala / pemakaian inhaler ≤ 4 x / hr Lakukan rehabilitasi / pikirkan penyebab lain Penyebab lainnya Nilai ulang pemakaian inhaler / bronkodilator tiap bulan Pengobatan yang sesuai/benar Tidak YA ada Tidak ada

65 PPOK STABIL SEDANG - BERAT Evaluasi tiap 6 bulan Respon bronkodilator positif Periksa HB, foto toraks Anjuran : - berhenti merokok - hindari/kurangi pajanan - Vaksin influenza tiap tahun 3 FEV1 < % predicted atau FEV1 / FVC < 75 % PERBAIKAN GEJALA YA Tidak Saturasi oksigen > 92 % Obati penyebab sesak lainnya, misal : gagal jantung, kelemahan otot. Berikan inhalasi antikolinergik atau beta-2 agonis Kombinasi antikolinergik dan beta-2 agonis ditambah brobkodilator lain

66 Evaluasi tiap 6 bulan - Stop kortikosteroid pertimbangkan penggunaan nebulizer bronkodilator - Rehabilitasi 3 Perbaikan gejala dan tanda obyektif PERBAIKAN GEJALA YA Tidak Kombinasi antikolinergik dan beta-2 agonis ditambah brobkodilator lain PERBAIKAN GEJALA Evaluasi tiap 6 bulan YA Tidak Tambahkan kortikosteroid : Prednison / metil prednisolon 30 – 50 mg / hari selama 2 minggu Tambahkan N-asetilsistein 600 mg/hr selama 6 bulan ; evaluasi setiap 6 bulan - Ganti kortikosteroid inhalasi - turunkan sampai dosis minimal yang efektif EVALUASI TIAP 6 BULAN

67 Keterangan : Kortikosteroid hanya diberikan pada penderita dengan uji steroid positif. UJI STEROID Positif : Bila dengan pemberian steroid oral selama 10 – 14 hari, atau inhalasi selama 6 minggu – 3 bulan menunjukkan perbaikan gejala klinis atau fungsi paru SABA : Short Acting Beta-2 agonist LABA : Long Acting Beta-2 agonist VAKSINASI INFLUENZA : hanya dipertimbangkan pada : 1.Pasien usia > 60 tahun 2.Pasien PPOK sedang, berat atau sangat berat.

68


Download ppt "Dr.Masrul Basyar,SpP Dept.Pulmonologi RS.M.Djamil Padang."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google