Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Modul Menentukan Bentuk Normal Tabel I. Determinancy dan Functional Dependency Determinancy digunakan untuk menentukan “ketergantungan” sebuah attribute.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Modul Menentukan Bentuk Normal Tabel I. Determinancy dan Functional Dependency Determinancy digunakan untuk menentukan “ketergantungan” sebuah attribute."— Transcript presentasi:

1 Modul Menentukan Bentuk Normal Tabel I. Determinancy dan Functional Dependency Determinancy digunakan untuk menentukan “ketergantungan” sebuah attribute didalam tabel. Sebuah attribute dinyatakan sebagai determinant (penentu) attribute yang lain jika satu nilai attribute tersebut berpasangan tepat dengan attribute yang lain Definisi : Dalam Satu relation R, attribute Y dikatakan tergantung fungsional kepada attribute X jika setiap nilai X didalam R tepat berasosiasi dengan satu nilai Y, dimana X dan Y mungkin composite Perhatikan himpunan dibawah ini : UoD : R X1 Y1 Y2 Y3 X2 X3 X4 X5 Notasi : R.YR.X Contoh : 1. Pada Tabel Penduduk(NoKTP, Nama, …) : Penduduk.NoKTP Penduduk.Nama Satu Nama berpasangan dengan banyak NoKTP, tetapi satu NoKTP tepat berpasangan dengan satu nama. NoKTP dinyatakan sebagai determinan dari Nama, dan Nama dinyatakan tergantung fungsional kepada NoKTP Pada Tabel Matakuliah(KodeMK, NamaMK, SKS) : Matakuliah.KodeMK Matakuliah.SKS Satu nilai SKS berpasangan dengan banyak KodeMK, tetapi satu KodeMK tepat berpasangan dengan satu nilai SKS. KodeMK dinyatakan sebagai determinan dari SKS, dan SKS dinyatakan tergantung fungsional kepada KodeMK. Perhatikan latihan normalisasi yang diberikan pada contoh Invoice : (Invoice.InvoiceNo + Invoice.ItemNo)Invoice.Qty. Pasangan Nilai InvoiceNo dan ItemNo menjadi determinan bagi Qty (Jumlah barang yang dibeli yang dicatat didalam tabel invoice). Qty menjadi berarti jika dipasangkan dengan InvoiceNo dan ItemNo sekaligus. 4.Perhatikan latihan normalisasi yang diberikan pada contoh invoice : Invoice.InvoiceNo Invoice.CustomerNo. Satu InvoiceNo akan berhubungan dengan satu CustomerNo, berarti pengertian sederhananya adalah : Sebuah invoice hanya dapat diterbitkan untuk seorang customer, sedangkan seorang customer bisa diberi banyak invoice. Halaman 1 dari 8

2 Menentukan Functional Dependency Berdasarkan tabel tersebut, dapat dibuat functional dependency diagram sbb : InvoiceNo ItemNo CustomerNo InvoiceDate CustomerName Address City SubTotal Total PPN ItemDescriptionUnitUnitPrice Cost Qty Definisi : Bentuk Normal Pertama adalah bentuk tabel dimana setiap nilai-nilai setiap attribute adalah atomik, tidak terdapat pengulangan nilai. Berarti pada setiap perpotongan baris dan kolom hanya terdapat 1 nilai saja, tidak lebih tidak kurang. Garis functional dependency dibuat dengan memperhatikan bentuk hubungan himpunan nilai antar attribute. Berdasarkan functional dependency diagram ditentukan bentuk normalisasinya IV. Mentransformasikan Sampai Ke Bentuk 3 NF Definisi : Candidate Key adalah himpunan attribute yang dapat memenuhi syarat : Uniqueness – Tidak ada himpunan nilai attribute yang sama didalam satu tabel Minimality – Tidak ada bagian dari himpunan attribute yang dapat dihilangkan tanpa menghilangkan sifat uniqueness. Definisi : Bentuk Normal Kedua adalah bentuk dimana seluruh attribute bukan key tergantung fungsional kepada key Berdasarkan definisi diatas bentuk tabel berubah menjadi : Invoice(InvoiceNo, InvoiceDate, CustomerNo, CustomerName, Address, City) Item(ItemNo, ItemDescription, Unit, UnitPrice) InvoiceItem(InvoiceNo*, ItemNo*, Qty) Definisi: TransitiveDependcy adalah ketergantungan himpunan attribute non-key terhadap himpunan attribute non-key lainnya. Definisi : Bentuknormal ketiga adalah tabel dimanatabel sudah berada dalam bentuk normal kedua dan tidak ada transitive dependency Transitive depedency ditemui pada attribute CustomerNo, CustomerName, Address, dan City. Berdasarkan definisi diatas maka bentuk tabel berubah menjadi : Customer(CustomerNo, CustomerName, Address, City) Halaman 3 dari 8

3 Setiap supplier dapat mengirimkan bermacam-macam Barang. Barang dagangan tersebut tidak menjadi monopoli dari setiap supplier. Sehingga setiap supplier dapat mensupply banyak barang, dan tiap – tiap barang dapat disupply oleh banyak supplier (Bentuk many to many yang harus dirubah menjadi sejumlah n one-to–many, dimana n harus anda tentukan sendiri). Informasi Barang (diidentifikasikan dengan Barang_No) yang ingin disimpan adalah keterangan mengenai barang tersebut (Item description), Unit, dan Unit Price. Setiap pengriman barang dari supplier dicatat didalam buku pembelian. Didalam buku pembelian tersebut dicatat Tanggal, Jumlah Pembelian, Supplier dan Barangnya. (Tentukan sendiri attribute yang relevan, dan keys nya ) Setiap Customer (Diidentifikasikan dengan Customer_No) dapat membeli bermacam-macam barang. Dalam Melakukan penjualan mereka mengirimkan invoice kepada pembeli. Contoh invoice diberikan dibawah ini. Sebagai seorang analis anda diminta untuk membuat tabel 3NF bagi data base tersebut. Untuk keperluan dokumentasi mereka meminta : Entity Relationship Diagram. Buatlah DDL Script untuk membuat table dengan SQL dari E/R diagram tersebut. PT. Mercon Trading Indonesia Jl. Meruya Selatan No Jakarta Barat Invoice No : 1001 Invoice Date : 29 – February – 2000 To Customer No : 007 PT. XYZ Kaaboom Jl. Kebon Jeruk Raya No 1000 Jakarta Barat Item No Item Description Teko Kembang Api Mercon Banting Qty Unit Dozen Kg Unit Price 1,000,000 Cost 20,000, ,000, ,000, Sub Total PPN Total 50,000, ,000, ,000, Halaman 5 dari 8


Download ppt "Modul Menentukan Bentuk Normal Tabel I. Determinancy dan Functional Dependency Determinancy digunakan untuk menentukan “ketergantungan” sebuah attribute."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google