Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Arsitektur Website Ecommerce dan Pengembangan Aplikasi E- commerce.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Arsitektur Website Ecommerce dan Pengembangan Aplikasi E- commerce."— Transcript presentasi:

1 Arsitektur Website Ecommerce dan Pengembangan Aplikasi E- commerce

2 Arsitektur Website Web arsitektur adalah suatu metode perencanaan dan dalam merancang situs web yang melibatkan teknis, estetika, dan fungsionalitas. Misalnya dalam arsitektur, pengguna dan kebutuhannya serta persyaratan dalam menciptakan sebuah situs web. Web Arsitektur mempunyai criteria yang kompleks oleh karena itu memerlukan pertimbangan khusus dalam –content web, –koordinasi, dan rencana bisnis, –web desain, –kegunaan fungsionalitas, –struktur informasi serta interaktivitas estetika.

3 Arsitektur Website Di dalam web arsitektur terdapat istilah Strukturalisme. Strukturalisme merupakan bagian penting dalam arsitektur web yaitu pendekatan metodologis yang mempengaruhi disiplin teoritis seperti estetika, teori kritis dan postmodernisme yang mempunyai disiplin disetiap pembuatan situs web. Kemudian melibatkan user generated content, dan memberikan bimbingan kepada arsitek web untuk penataan yang tepat dari setiap informasi untuk digunakan sebagai kenyamanan dan kepuasan browser tersebut

4 4 Empat Tahapan Pengembangan Tahap 1: Pengembangan Arsitektur EC –Arsitektur EC: Rancangan organisasi aplikasi dan infrastruktur situs EC –Komponen arsitektur: Visi dan tujuan bisnis situs Peta aliran informasi dan data Modul-modul aplikasi yang memproses dan mengelola data serta informasi tsb. Software dan hardware yang menjalankan aplikasi- aplikasi tsb. Panduan implementasi arsitektur tsb.

5 5 Empat Tahapan Pengembangan Tahap 2: Menentukan strategi pengembangan –Mengembangkan sendiri (in-house) Dari nol atau dengan mengkustomisasi modul-modul komersial –Outsourcing dari pihak lain Dioperasikan oleh perusahaan ASP Menumpang situs Web perusahaan lain “Menyewa tempat” pada portal e-Market –Kombinasi keduanya

6 6 Empat Tahapan Pengembangan Tahap 3: Instalasi, testing, dan pengoperasian aplikasi EC –Menghubungkan aplikasi dengan sistem-sistem back-end: database, aplikasi-aplikasi lain/eksternal, dan ke situs Web lain. –Testing secara bertahap: dari test per modul, sampai test keseluruhan sistem.

7 7 Integrasi dengan Database dan Aplikasi Lain Beberapa teknologi standar dapat digunakan untuk mengintegrasikan aplikasi EC dengan database –Dengan PHP, ASP, CGI, dsb. melalui interface JDBC, ODBC, ADO. Integrasi dengan sistem-sistem lain seperti ERP, CRM, SCM, EDI, data warehouse, dsb. dapat dilakukan melalui middleware

8 8 Terminologi Testing –Unit testing: Testing modul aplikasi satu demi satu secara independen –Integration testing: Testing yang melibatkan beberapa modul aplikasi secara terpadu –Usability testing: Testing kualitas “pengalaman” (kenyamanan, kemudahan, kepuasan) user dalam berinteraksi dengan situs –Acceptance testing: Evaluasi apakah sistem (situs) telah sesuai dengan visi dan tujuan bisnis semula

9 9 Empat Tahapan Pengembangan Tahap 4: Operasi dan pemeliharaan –Situs akan di-update secara terus menerus, misal: Produk-produk baru ditambahkan pada katalog Daftar harga-harga disesuaikan Iklan dan promosi baru dipublikasikan –Setiap perubahan harus melalui testing sebagaimana pada tahap instalasi

10 10 Empat Tahapan Pengembangan Monitoring penggunaan –Pola penggunaan dan kinerja situs harus dianalisa secara periodik untuk mengidentifikasikan bagian-bagian yang harus sempurnakan, modifikasi, atau bahkan dibuang

11 11 Mengapa Arsitektur? Manfaat pengembangan berfokus arsitektur: –Menaikan tingkat abstraksi rancangan sistem untuk mempermudah analisa/evaluasi –Meningkatkan komunikasi antara anggota tim (dengan berbagai latar belakang dan peran masing-masing) –Mudah menemukan kesalahan secara dini, sebelum nantinya terlalu mahal untuk diperbaiki –Skala (kapasitas dan scope) dapat direncanakan dengan baik –Membantu menciptakan keselarasan antara proyek TI dengan kebutuhan bisnis –Memudahkan identifikasi komponen-komponen yang dapat dipakai ulang (reuse) dalam proyek lain –Memudahkan perubahan/pengembangan lanjut: lebih cepat dengan gangguan minimal

12 12 Lapisan-lapisan Arsitektur Rancangan e-commerce diterjemahkan kedalam rancangan Arsitektur Aplikasi: –Arsitektur Konseptual Struktur dan interaksi antar aktor yang terlibat dalam proses bisnis Teknologi-teknologi Kunci yang akan digunakan –Arsitektur Logis Model proses bisnis & aliran data, dan spesifikasi interface –Arsitektur Eksekusi/Fisik Struktur komponen-komponen infrastruktur

13 13 Perencanaan Infrastruktur Rancangan Arsitektur Fisik (infrastruktur) –Memperhatikan aspek Jaminan Tingkat Layanan (Service Level Agreement) Availability Scalability & Capacity Security –Memperhatikan aspek Pengembangan Lanjut Modularity, Flexibility, Adaptiveness

14 14 Contoh Pengembangan Arsitektur Target: Electronic Bill Presentment & Payment (EBPP) - Layanan tagihan dan pembayaran tagihan online –Analisa trend pasar dan trend teknologi –Pengembangan model bisnis: tujuan dan strategi –Identifikasi proses-proses bisnis –Pengembangan arsitektur konsepsual –Identifikasi komponen-komponen aplikasi

15 15 Studi Banding: e-Banking e-Banking sebagai model acuan untuk mengembangkan model bisnis EBPP Business Objective: Menyediakan layanan praktis, efisien dan dimana-saja bagi nasabah –Cek saldo 24jam/7hari –Transfer uang ke account lain –Pembayaran tagihan listrik, telepon, & PAM –Pembayaran tagihan kartu kredit –Isi ulang kartu ponsel prabayar

16 16 Kelayakan Bisnis Potensi Pasar: –Skala bisnis didukung popularitas Internet –Teknologi (user interface, keamanan, dsb) yang telah memadai –Literasi komputer masyarakat yang meningkat –Infrastruktur relatif murah (TCP/IP, modem, dan Web browser) –Trend pertumbuhan jumlah pengguna... ?

17 17 Arsitektur Konseptual Gambaran umum proses-proses bisnis ditunjukkan dengan model arsitektur konseptual –Menunjukkan aktor-aktor dan proses-proses utama (kunci) serta aliran informasi dalam proses-proses tersebut Dapat menggunakan diagram-diagram: –Context Diagram (DFD) –Activity Diagram (Swim Lanes)

18 18 Komponen Aplikasi EBPP Komponen-komponen fungsional yang mengeksekusi proses- proses bisnis EBPP: –Administrasi dan pendaftaran pembayar Userid, password, data pribadi, metoda pembayaran, nomor- nomor rekening bank, dsb. –Administrasi dan pendaftaran penagih Jenis pembayaran yang diterima, ketentuan, dsb. –Administrasi dan pendaftaran pengiklan –Otentikasi pengguna dan logging aktivitas –Presentasi dan personalisasi online session

19 19 Komponen Aplikasi EBPP … Komponen-komponen Fungsional EBPP: –Pengumpulan data tagihan dan penyusunan tagihan –Distribusi dan notifikasi ( /SMS) tagihan Tagihan baru, batas waktu pembayaran terlewati, laporan masalah, status lunas, ringkasan, dsb. –Manajemen pembayaran tagihan Penjadwalan, otorisasi pembayaran, dsb. –Transaksi pembayaran dan transfer dana

20 20 Komponen Aplikasi EBPP Komponen-komponen fungsional kemudian dipetakan ke komponen-komponen aplikasi –Struktur komponen aplikasi sering disesuaikan dengan pola-pola arsitektur aplikasi yang tersedia Paket-paket commercial off-the-shelf (COTS)

21 21 Contoh 2: e-Procurement –Kategori konsep: Buy-Side e-Market –Teknologi kunci: Portal Web yang mempertemukan karyawan perusahaan dengan pemasok kebutuhan perkantoran (alat-alat tulis, bahan terkonsumsi, dsb.) secara asynchronous. –Strategi: Agregasi informasi/katalog tentang produk, spesifikasinya, harga dan pemasok Integrasi & otomasi proses pembelian (termasuk approval dan adminstrasinya) untuk efisiensi

22 22 Dari Strategi ke Proses Bisnis Dapat memilih produk Proses administrasi otomatis Pemesanan langsung oleh karyawan Harga bersaing Pendaftaran & verifikasi pemasok Penerimaan pesanan Pemesanan mudah dilacak/ubah Reputasi pemasok diketahui Updating katalog produk & daftar harga Pencarian & pemilihan produk Pemesanan produk Proses-proses BisnisFaktor Keberhasilan Tujuan Bisnis Efisiensi pengadaan kebutuhan kantor Pembayaran tagihan Pelacakan & pengubahan pesanan Pengiriman pesanan off line

23 23 Arsitektur Konsepsual Peran-peran aktor yang terlibat dalam proses-proses bisnis utama: karyawan, inventaris keuangan dan pemasok. Sistem karyawan inventaris pemasok keuangan pembayaran pengiriman tagihan laporan penerimaan order katalog order status order katalog

24 24 Kebutuhan Fungsional: Use Case Keuangan* Order produk Cek status order Ubah/batalkan order Update informasi katalog Laporan Penerimaan produk Ambil data order Ambil data tagihan Baca katalog Karyawan Pemasok* Inventaris* Sistem Catatan: Skenario use-case ini dibuat berdasarkan faktor- faktor keberhasilan. *Aktor sekunder

25 25 Kebutuhan Fungsional: Use Case Keuangan* Order produk Cek status order Ubah/batalkan order Update informasi katalog Laporan Penerimaan produk Ambil data order Ambil data tagihan Baca katalog KaryawanPemasok*Inventaris* Sistem Skenario use-case yang membutuhkan data identitas mensyaratkan login. *Aktor sekunder Login includes

26 26 Daftar Event Usecase NoAktorEventTriggerRespons E01KaryawanCari & pilih produk Input: kategori produk Tampilkan daftar produk berdasarkan kategori Tampilkan data produk berdasarkan ID produk E02KaryawanOrder produk Input: ID produk Verifikasi profil karyawan dan data order dengan aturan pembelian Jika OK, tampilkan ID order, dan Catat data order di database Order.

27 27 Daftar Event Usecase NoAktorEventTriggerRespons E03KaryawanCek status order Input: ID order Ambil data order dari database Order Tampilkan data order dalam form E04KaryawanUbah atau batalkan order Input: Data order baru (diubah) Verifikasi data/status order baru Update data order di database Order E05PemasokAmbil data order- order Input: ID pemasok Ambil data order-order untuk pemasok dari database Order Update data order- order di database Order

28 28 Daftar Event Usecase NoAktorEventTriggerRespons E06PemasokUpdate informasi katalog Input: data produk Update data produk di database Katalog E07InventarisLaporan penerimaan produk Order diterima Input: ID order Update data order di database Order E08KeuanganAmbil data tagihan Waktu (periodik) Ambil data order- order yang telah terpenuhi

29 29 Daftar Event Usecase NoAktorEventTriggerRespons E09AktorLoginInput: ID user Ambil data profil user dari database User Verifikasi password Jika OK, aktifkan sesi E10AktorLogoutSesi selesai Non-aktifkan sesi Catatan: Event dan usecase untuk administrator sistem (fungsi manajemen user, dsb) tidak ditunjukan.

30 30 Dekomposisi Fungsi-fungsi Sistem E-Pengadaan Pemesanan Katalog Buat daftar produk berdasarkan kategori Tampilkan data produk (spesifikasi, harga, pemasok, dsb) berdasarkan ID produk Update data produk dalam katalog Verifikasi order Tampilkan ID order Catat data order Ambil/cari data order Tampilkan data order dalam form Update data order Ambil data order-order Update data order-order Manajemen Sesi Verifikasi password Ambil data profil user Aktifkan sesi Non-aktifkan sesi Integrasi proses Agregasi informasi Otorisasi & Otentikasi Respons atas event

31 31 Arsitektur Logis Arsitektur logis diperoleh dengan membuat Data Flow Diagram: –Aliran data antara modul-modul aplikasi –Lokasi server dimana modul-modul aplikasi tersebut dijalankan Karyawan Tampilkan daftar produk per kategori Tampilkan informasi produk per ID produk Update informasi produk 3: E01 & E06 App. Server 1 DB Server 1: Katalog produk 5: READ Data produk 1: Informasi produk* Pemasok 1: Kategori produk* 3: Daftar produk 4: ID produk 6: Informasi produk 2: WRITE Data produk-produk 2: READ Daftar produk


Download ppt "Arsitektur Website Ecommerce dan Pengembangan Aplikasi E- commerce."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google