Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENGANTAR ILMU KESEHATAN MASYARAKAT.  Definisi  Ruang Lingkup  Aspek sosial dari kesehatan  Masalah kesehatan masyarakat terkait aspek sosial  Social.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENGANTAR ILMU KESEHATAN MASYARAKAT.  Definisi  Ruang Lingkup  Aspek sosial dari kesehatan  Masalah kesehatan masyarakat terkait aspek sosial  Social."— Transcript presentasi:

1 PENGANTAR ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

2  Definisi  Ruang Lingkup  Aspek sosial dari kesehatan  Masalah kesehatan masyarakat terkait aspek sosial  Social Determinant of Health dan Promosi Kesehatan

3 SEHAT (WHO, 1948)  KEADAAN SEJAHTERA FISIK-MENTAL-SOSIAL TIDAK HANYA TERBEBAS DARI SAKIT DAN KELEMAHAN. SEHAT (WHO, 1988)  KEADAAN SEJAHTERA BADAN, JIWA DAN SOSIAL YANG MEMUNGKINKAN SETIAP ORANG HIDUP PRODUKTIF SOSIAL DAN EKONOMI/KONSEP SEHAT PRODUKTIF  PERHATIKAN PERUBAHANNYA!  UPAYA KESEHATAN BUKAN LAGI SEKEDAR PENYEMBUHAN PENYAKIT TAPI HARUS DAPAT MENGANTAR SETIAP PENDUDUK MENCAPAI SEHAT PRODUKTIF.

4  Definisi sehat ini bisa dikatakan baik tetapi melupakan unsur sosial dan spirit dari sehat yang menurut saya bisa didefinisikan dalam satu kata bahagia.  Ottawa Charter tahun 1986 melakukan redifinisi terhadap health dan kemudian menghasilkan kalimat berikut: health is not just a state, but also “a resource for everyday life, not the objective of living.  Health is a positive concept emphasizing social and personal resources, as well as physical capacities.  Di sini mulai ada penekanan pentingnya konsep positif dan unsur sosial dalam definisi sehat, melalui definisi inilah kemudian istilah determinan sosial kesehatan ikut berkembang.

5  Faktor SDH adalah keadaan di mana orang dilahirkan, tumbuh, hidup, bekerja, dan usia, serta sistem untuk menangani penyakit.  Keadaan ini pada gilirannya dibentuk oleh seperangkat kekuatan yang lebih luas: ekonomi, kebijakan sosial, dan politik.

6  Selain atribut materi dari "tempat," pola keterlibatan sosial dan rasa aman dan kesejahteraan juga dipengaruhi oleh mana orang hidup/tinggal.  Sumber daya yang meningkatkan kualitas hidup dapat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil kesehatan populasi.  Contoh sumber daya ini termasuk rasa aman dan terjangkaunya harga perumahan, akses ke pendidikan, keamanan publik, ketersediaan makanan sehat, layanan darurat / kesehatan setempat, dan lingkungan bebas dari racun yang mengancam jiwa.

7  Memahami hubungan antara bagaimana pengalaman kelompok populasi di suatu "tempat" dan dampak dari "tempat" untuk kesehatan adalah dasar dari SDH –termasuk faktor sosial dan fisik.

8

9  Ketersediaan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari (misalnya, perumahan yang aman dan pasar makanan lokal)  Akses ke pendidikan, ekonomi, dan kesempatan kerja  Akses ke layanan kesehatan  Kualitas pendidikan dan pelatihan kerja  Ketersediaan sumber daya berbasis masyarakat dalam mendukung hidup dan kesempatan masyarakat untuk kegiatan rekreasi dan waktu luang  Pilihan transportasi  keselamatan publik  dukungan sosial

10  Norma Sosial dan sikap (misalnya, diskriminasi, rasisme, dan ketidakpercayaan terhadap pemerintah)  Paparan kejahatan, kekerasan, dan gangguan sosial (misalnya, adanya sampah dan kurangnya kerjasama dalam suatu komunitas)  Kondisi sosial-ekonomi (misalnya, terkonsentrasi kemiskinan dan kondisi stres yang menyertainya)  segregasi residential  bahasa / tingkat melek huruf  Akses ke media massa dan teknologi (misalnya, ponsel, internet, dan media sosial)  budaya

11  “Health follows a social gradient: the higher the social position, the better the health” (Marmot, 2006)  SDH: The causes of the causes  Tiga siklus sosial determinan mempengaruhi kesehatan: 1. Keterbatasan materi 2. Perilaku 3. Psikososial

12

13  Menciptakan lingkungan sosial dan fisik yang mempromosikan kesehatan yang baik bagi semua.

14  1. Income and social status  2. Social participation and social support networks  3. Education  4. Health literacy  5. Healthy Living Conditions  6. Racism, discrimination and culture  7. Early life factors and genetics  8. Individual behaviours and lifestyle factors  9. Access to health care

15  Hal ini diakui bahwa promosi kesehatan telah lazim berfokus pada faktor-faktor risiko perilaku di antara kelompok sasaran untuk meningkatkan kesadaran atau memperbaiki kesehatan negatif, tapi promosi kesehatan dan intervensi semakin diminta untuk mempertimbangkan konteks sosiologis yang lebih besar di mana ketidakadilan kesehatan ada.  Dengan mengatasi penyebab kesehatan yang buruk, fokus intervensi dan pencegahan lebih awal dapat dicapai.  Ada peningkatan pengakuan dari kebutuhan untuk Australia untuk memulai penelitian yang menyelidiki faktor-faktor sosial yang berkontribusi terhadap faktor-faktor penentu kesehatan dan pengalaman kesehatan dan kesejahteraan, terutama pada kelompok yang kurang beruntung.

16  Penelitian di luar negeri, terutama di Inggris dan Kanada, telah berperan dalam mengidentifikasi ketidakadilan kesehatan masyarakat yang telah diinformasikan dan berkontribusi terhadap promosi kesehatan, strategi, intervensi dan perubahan kebijakan.  Penelitian telah menunjukkan bahwa peran promosi kesehatan dalam kaitannya dengan meningkatkan SDH di kelompok yang kurang beruntung dapat mencakup advokasi, kemitraan dengan sektor lain dan menjadi agen perubahan dalam seluruh strategi pemerintah.

17  Seperangkat intervensi langsung pada sasaran usual health service (tidak cukup)  Modifikasi pengorganisasian kesehatan masyarakat  Redefinisi intervensi kesehatan masyarakat

18

19

20  1. Melalui pentahapan  2. Manajemen perubahan kebijakan  3. Manajemen proses intersektoral  4. Penyesuaian program  5. Menjaga keberlangsungan

21  1. Policy/legislation: Intervensi untuk meregulasi ketersediaan dan kontrol: 1. Pelayanan 2. Sumber daya 3. Komoditas (alkohol, tembakau, etc.)  2. Perubahan norma: 1. Modifikasi norma boleh/tidak boleh di masyarakat 2. Mis: Makanan larangan untuk perempuan, etc

22  3. Community empowerment (Pemberdayaan masyarakat): ◦ Membagi kekuasaan sebagian/sepenuhnya dari pemerintah ke masyarakat ◦ Menyerahkan kontrol institusi ◦ Menyerahkan kontrol keuangan  4. Community development (Pengembangan masyarakat): ◦ Menggali potensi masyarakat untuk mampu memecahkan masalah mereka ◦ Melibatkan peminjaman sumber daya: uang,training, pemberian informasi dll

23  5. Akses komoditas: ◦ Menghilangkan barier akses komoditas ◦ Mis: Makanan sehat, kelambu ◦ Termasuk subsidi komoditas, or free  6. Akses pelayanan: ◦ Menghilangan barier akses pelayanan ◦ Mendekatkan pelayanan ◦ Mensubsidi hingga menggratiskan pelayanan

24 Sejumlah alat dan strategi yang muncul untuk mengatasi faktor SDH, termasuk:  Penggunaan Penilaian Dampak Kesehatan untuk meninjau diperlukan, diusulkan, dan kebijakan sosial yang ada untuk kemungkinan dampak terhadap kesehatan  Penerapan strategi "kesehatan dalam semua kebijakan", yang memperkenalkan peningkatan kesehatan bagi semua dan penutupan kesenjangan kesehatan sebagai tujuan untuk dibagikan di semua bidang pemerintahan

25  Dengan bekerja untuk menetapkan kebijakan yang positif mempengaruhi kondisi sosial dan ekonomi dan orang-orang yang mendukung perubahan perilaku individu, kita dapat meningkatkan kesehatan bagi banyak orang dengan cara yang dapat dipertahankan dari waktu ke waktu.  Memperbaiki kondisi di mana kita hidup, belajar, bekerja, dan bermain dan kualitas hubungan kita akan menciptakan populasi sehat, masyarakat, dan tenaga kerja.


Download ppt "PENGANTAR ILMU KESEHATAN MASYARAKAT.  Definisi  Ruang Lingkup  Aspek sosial dari kesehatan  Masalah kesehatan masyarakat terkait aspek sosial  Social."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google