Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Bahasa Swahili Kelompok 6 1. Alvi Innayah12/335262/SA/16725 2. F. X. Sinungharjo11/318631/SA/16148 3. Suci Nurjannah11/312275/SA/15769 4. Kiki Riskita.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Bahasa Swahili Kelompok 6 1. Alvi Innayah12/335262/SA/16725 2. F. X. Sinungharjo11/318631/SA/16148 3. Suci Nurjannah11/312275/SA/15769 4. Kiki Riskita."— Transcript presentasi:

1 Bahasa Swahili Kelompok 6 1. Alvi Innayah12/335262/SA/ F. X. Sinungharjo11/318631/SA/ Suci Nurjannah11/312275/SA/ Kiki Riskita S.12/334999/SA/16518

2 Wilayah Pengguna Bahasa Swahili

3 Swahili A. Dimana dan oleh siapa bahasa Swahili dituturkan ? B. Situasi Kebahasaan C. Klasifikasi Linguistik D. Fonologi E. Morfologi F. Sintaksis

4 A. Dimana dan oleh siapa bahasa Swahili dituturkan ? Bahasa swahili dituturkan di Kenya dan pantai Tanganyika dan pulau-pulau tetangga, lebih jauh ke pedalaman serta utara dan selatan di wilayah pesisir, dan Poruguese timur africa digunakan sebagai bahasa ibu penduduk Afrika. Di kota-kota timur dan tengah Afrika kehadiran kelompok Swahili merupakan hasil dari perkembangan terakhir dari detribalized Afrika terpaksa menggunakan 'lingua franca' sebagai satu-satunya alat komunikasi. Bahasa swahili dituturkan oleh penduduk Afrika.

5 B. Situasi Kebahasaan Bahasa Swahili juga merupakan bahasa utama dari pers dan radio, serta media biasa dari kurikulum pada tingkat utama, selain yang diajarkan sebagai subjek pada tingkat menengah, dimana Inggris menjadi pengantar. Situasi kebahasaan di sepanjang pantai dan di zanzibar dipengaruhi oleh bahasa arab yang bersaing dalam konteks budaya tertentu, dan bahasa arab digunakan pada acara-acara seremonial sebagai bahasa pengadilan di zanzibar, perubahan situasi sebagai salah satu bergerak ke pedalaman. Di Kenya situasinya lebih kompleks, sedangkan di Tanganyika terhitung puluhan suku, sehingga sebagai konsekuensi dari fungsi bahasa Swahili, telah terjadi perubahan besar dalam sikap resmi terhadap bahasa Swahili lama sebelum kemerdekaan, lebih lagi sebagai sikap tegas dari Tanganyika untuk mempertahankan bahasa Swahili sebagai bahasa nasional meningkatkan pamor 'lingua franca' dalam rangka upaya konstruktif kemudian dimulai menuju timur Afrika.

6 C. Klasifikasi Linguistik Bahasa Swahili adalah bahasa bantu, yaitu, milik keluarga besar bahasa yang dipakai selatan dari garis membentang dari lereng gunung Cameroun ke pantai utara danau Victoria, dan dari situ menuju pantai, dengan baji selatan ke wilayah masai dan tonjolan utara untuk menyertakan meru di lereng timur gunung Kenya. Bahasa-bahasa yang termasuk dalam kelompok ini terkait erat dan menunjukkan fitur struktural karakteristik, seperti sejumlah kontras fungsional dalam sistem vokal, sistem konsonan lebih kompleks, sistem protobantu tampaknya telah ditandai oleh tidak adanya frikatif (tingkat fonemik, palatalisasi dan perubahan fonetik lain.

7 Satu-satunya fitur yang khas untuk membuat kontras fungsional terdapat empat perintah artikulasi - labial, alveolar, palatal, dan velar - tampaknya suara; dalam tiga perintah kontras antara hidung dan non - nasal juga fonemis relevan sebagai aturan bahasa bantu adalah bahasa nada, yaitu perbedaan lapangan pada berbagai suku kata secara morfologis dan semantis yang relevan sedemikian rupa bahwa perbedaan kontur lapangan adalah satu-satunya penanda perbedaan dalam tegang, modus atau aspek, atau perbedaan satu-satunya antara dua item yang tidak terkait leksikal. Mengenai silabifikasi, bahasa bantu ditandai dengan posisi akhir dari puncak suku kata, yaitu semua suku kata akhir dengan vokal, tidak ada diftong jatuh, struktur suku kata dasarnya adalah obstruen -plus - vokal, tetapi hambat yang bertanggung jawab untuk diikuti oleh alofon non - suku kata dari fonem vokal tinggi dan mid - tinggi atau didahului oleh nasal.

8 Sebagai struktur morfemis regrads, akar bantu biasanya dari jenis CVC (KVK). Sebuah vokal akhir akan ditambahkan ke akar batang verbal dan derivasi nominal. Beberapa akar menunjukkan alofon non - suku kata dari tinggi dan fonem tengah vokal setelah konsonan pertama. Proses derivasi praktis terbatas pada sufiksasi, afiks infleksional, menunjukkan kelas, nomor, orang, tegang, dll, yang muncul sebagai aturan sebagai prefiks. Pengklasifikasi tersebut juga diawali dengan setiap kata mengacu atau gramatikal atau sintaksis berhubungan dengan kata benda, tetapi sering muncul di bawah dua bentuk yang berbeda: hanya kata sifat dan angka, tindakan yang sama awalan - bentuk sebagai kata benda, sedangkan concords pronominal dapat mengasumsikan bentuk yang sama sekali berbeda.

9

10 D. Fonologi Masalah-masalah yang timbulkan bunyi aspirasi tak bersuara

11 E. Morfologi

12 Morfologi bahasa Swahili dibahi menjadi morfofonemik vokal dan morfofonemik konsonan. 1.Morfofonemik vokal a)Asimilasi total. [a] + [a] =[a] [wa]+[ana] = [wana] ‘anak’ b)Asimilasi regresif [a] + [e] = [e] [a] + [o] = [a] [a] + [i] 2)Morfofonemik konsonan a)Silabel [m-] b)Prefik [n]

13 F. Sintaksis Perubahan Pada Bentuk Jamak Mtume ->mitume= rasul Bwana -> mabwana= jagoan Seremala-> maseremala= tukang kayu Shangazi -> mashangazi= bibi dari pihak ayah Kipofu -> vipofu = orang buta Kiboko -> viboko= kuda nil Ndugu= saudara laki-laki (banyak) Nyoka= ular (banyak) Tembo= gajah (banyak) Mke -> wake= istri (wifes) >> Wake zenu = your wives


Download ppt "Bahasa Swahili Kelompok 6 1. Alvi Innayah12/335262/SA/16725 2. F. X. Sinungharjo11/318631/SA/16148 3. Suci Nurjannah11/312275/SA/15769 4. Kiki Riskita."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google