Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Fonologi Dewi Puspitasari. Adanya perbedaan orang yang berbicara dalam acara pidato, ngobrol, ceramah. 1. Suara biasa / pendek / panjang; 2. Berhenti.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Fonologi Dewi Puspitasari. Adanya perbedaan orang yang berbicara dalam acara pidato, ngobrol, ceramah. 1. Suara biasa / pendek / panjang; 2. Berhenti."— Transcript presentasi:

1 Fonologi Dewi Puspitasari

2 Adanya perbedaan orang yang berbicara dalam acara pidato, ngobrol, ceramah. 1. Suara biasa / pendek / panjang; 2. Berhenti sejenak / lama; 3. Bertekanan / tidak; 4. Nada suara naik / turun. Dianalisis / disegmentasikan berdasarkan jeda / hentian-hentian.

3 [keduaorangitumeninggalkanruangsidang] [keduaorangitu] [meninggalkanruangsidang] [keduaorang] [itu] [meninggalkan] [ruangsidang] [meninggalkan] [me] [ning] [gal] [kan] silabel / suku kata

4 Silabel Silabel : suatu runtutan bunyi yang ditandai dengan satu satuan bunyi yang paling nyaring, yang dapat disertai atau tidak oleh sebuah bunyi lain di depannya, di belakangnya, atau sekaligus di depan atau di belakangnya. Puncak kenyaringan bunyi ditandai dengan sebuah bunyi vokal. [ruangsidang] ?

5 Fonologi Bidang linguistik yang mempelajari, menganalisis, dan membicarakan runtutan bunyi-bunyi bahasa ini. Secara etimologi, fon = bunyi; logi = ilmu. Dibedakan menjadi fonetik dan fonemik; Fonetik dan fonologi (= Fonemik)

6 Fonetik dan Fonemik Fonetik: mempelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan apakah bunyi-bunyi tersebut mempunyai fungsi sebagai pembeda makna atau tidak. [kera] [monyet] [sate] Fonemik: mempelajari bunyi bahasa dengan memperhatikan fungsi bunyi bahasa tersebut sebagai pembeda makna. [paru] [baru]

7 Fonetik Mempelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan apakah bunyi-bunyi tersebut mempunyai fungsi sebagai pembeda makna atau tidak. 1. Fonetik Artikulatoris: bagaimana bunyi bahasa dihasilkan dan diklasifikasikan. 2. Fonetik Akustik: bnyi bahasa diselidiki frekuensi getaran, amplitudo, intensitas, dan timbrenya (fisika). 3. Fonetik Auditoris: bagaimana penerimaan bunyi bahasa oleh telinga (kedokteran dan neurologi).

8 Fonetik Artikulatoris 1. Alat Ucap 2. Proses Fonasi 3. Tulisan Fonetik 4. Klasifikasi Bunyi 5. Unsur Suprasegmental 6. Silabel

9 Alat Ucap Paru-paru, batang tenggorok, pita suara, lidah, gusi, gigi, mulut, rongga mulut, dan rongga hidung

10 Proses Fonasi Hambatan pada pita suara: 1. Pita suara terbuka lebar 2. Pita suara terbuka agak lebar 3. Pita suara terbuka sedikit 4. Pita suara tertutup rapat Yang menghasilkan bunyi bila posisi pita suara seperti nomor? Dilanjutkan ke alat-alat ucap tertentu di rongga mulut atau rongga hidung = artikulator

11 Artikulator aktif: alat ucap yang bergerak / digerakkan. Co: bibir bawah, ujung lidah, daun lidah. Artikulator pasif: alat ucap yang tidak bergerak / dilekati oleh artikulator aktif. Co: bibir atas, gigi atas, lagit-langit keras

12 Tulisan Fonetik Huruf latin, tanda diakritik, dan modifikasi. (Chaer, 1994:117)

13 Klasifikasi Bunyi Vokal: arus udara setelah melewati pita suara tidak mendapat hambatan. Konsonan: arus udara setelah melewati pita suara mendapat hambatan.

14 Bunyi Vokal

15 Unsur Suprasegmental Tekanan / Stres Keras lunaknya bunyi blackboard ‘papan tulis’ / ‘papan hitam’ Nada / Pitch Tinggi rendahnya suatu bunyi Jeda / Persendian Hentian bunyi dalam arus ujar. /am+bil/ # buku // sejarah / baru # # buku / sejarah // baru #

16 Silabel Satuan ritmis terkecil dalam suatu arus ujaran atau runtutan bunyi ujaran. [makanan] ? [ngak] ?

17 Fonemik / Fonologi 1. Identifikasi Fonem 2. Khazanah Fonem 3. Perubahan Fonem 4. Fonem dan Grafem

18 Identifikasi Fonem [b] [a] [k] [u] [b] [a] [h] [u] Berkontras minimal atau dua buah kata yang merupakan pasangan minimal (minimal pair)

19 Klasifikasi Fonem Fonem-fonem yang berupa bunyi, yang didapat sebagai hasil segmentasi terhadap arus ujaran disebut fonem segmental. Fonem yang berupa unsur suprasegmental disebut fonem suprasegmental / nonsegmental.

20 Perubahan Fonem Asimilasi Fonemis Peristiwa berubahnya bunyi menajdi bunyi yang lain sebagai akibat dari bunyi yang ada di lingkungannya, sehingga bunyi menjadi sama atau mempunyai ciri-ciri yang sama dg bunyi yang mempengaruhinya. [sabtu] [saptu]

21 Khazanah Fonem Banyaknya fonem yang terdapat dalam suatu bahasa. Fonem dalam bahasa Indonesia? 26 Fonem – 31 Fonem

22 Fonem dan Grafem Fonem : satuan bunyi bahasa terkecil yang fungsional atau dapat membedakan makna kata. Grafem : satuan terkecil dalam aksara yang menggambarkan fonem, suku kata, dan morfem. FonemAlofonGrafemContoh /i/[i] iIni, nila Ilham, batik


Download ppt "Fonologi Dewi Puspitasari. Adanya perbedaan orang yang berbicara dalam acara pidato, ngobrol, ceramah. 1. Suara biasa / pendek / panjang; 2. Berhenti."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google