Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

2. Pasar Modal Indonesia Lecture Note: Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom 1.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "2. Pasar Modal Indonesia Lecture Note: Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom 1."— Transcript presentasi:

1 2. Pasar Modal Indonesia Lecture Note: Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom 1

2 Pasar Modal Indonesia Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom 2

3 Periode Pertama ( ) 14 Desember 1912: Asosiasi “Vereniging voor Effectenhandel” berdiri di Jakarta (terdiri dari 13 broker). 1 Januari 1925: Pasar modal di Surabaya dibuka. 1 Agustus 1925: Menyusul pasar modal di Semarang. Saham-saham perusahaan belanda dan afiliasinya dalam Dutch East Indies Trading yang diperdagangkan. Beroperasi sampai tahun 1942 pada saat kedatangan Jepang. Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom 3

4 Periode Kedua ( ) 3 Juni 1952: BEJ dibuka kembali berdasarkan Kepmenkeu No /U.U. tanggal 1 November Surat berharga yang diperdagangkan berupa obligasi perusahaan Belanda dan obligasi pemerintah Indonesia. Mulai tahun 1960 sekuritas-sekuritas perusahaan Belanda tidak diperdagangkan lagi akibat nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda oleh pemerintah Indonesia. Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom 4

5 Periode Ketiga ( ) Keppres No. 52 tahun 1976 menetapkan pendirian Pasar Modal, pembentukan BAPEPAM, dan PT Danareksa. 10 Agustus 1977: BEJ diresmikan kembali. PT Semen Cibinong merupakan perusahaan pertama yang tercatat di BEJ. Sampai dengan tahun 1988 hanya 24 perusahaan yang listing di BEJ. Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom 5

6 Periode Keempat ( ) Tahun : 238 perusahaan listing di BEJ. Pada periode ini, IPO menjadi peristiwa nasional. Peningkatan di pasar modal disebabkan karena: 1.Permintaan dari investor asing 2.Pakto 88 3.Perubahan generasi. Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom 6

7 Periode Keempat ( ) 16 Juni 1989: BES dilahirkan kembali Sampai akhir tahun 1996 tercatat 208 emiten saham dengan nilai kapitalisasi Rp 191,57 T Semua sekuritas yang tercatat di BEJ juga diperdagangkan di BES. Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom 7

8 Periode Kelima (Mulai 1995) Karena peningkatan kegiatan transaksi melebihi kapasitas manual, maka BEJ memutuskan untuk mengotomatisasikan kegiatan transaksi di bursa Jika sebelumnya di lantai bursa terlihat 2 deret antrian (jual-beli) yang panjang untuk masing- masing transaksi dan tercatat di papan tulis. Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom 8

9 JATS JATS mulai beroperasi pada 22 Mei Sistem manual hanya mampu menangani transaksi/hari. JATS mampu menangani transaksi sebanyak /harinya. Rata-rata volume perdagangan dengan sistem manual sebesar 14,8 juta lembar senilai Rp 46 M. Rata-rata volume perdagangan dengan JATS sebesar 18 juta lembar senilai Rp 58 M. Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom 9

10 S-MART 19 September 1996: BES menerapkan sistem Surabaya Market information & Automated Remote Trading (S-MART) yang terintegrasi dengan sistem JATS dan sistem di KDEI (Kliring Deposit Efek Indonesia). Fasilitas yang diberikan oleh S-MART antara lain: 1.Trader workplace 2.S-MART mail 3.S-MART web 4.S-MART chat. Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom 10

11 Periode Keenam (Mulai Agustus 1997) Tingginya suku bunga SBI berakibat menurunnya IHSG sejak bulan Agustus s.d. akhir tahun September 1997: Pemerintah tidak memberlakukan lagi pembatasan 49% pemilikan asing di pasar modal. 1 November 1997: Pemerintah melikuidasi 16 bank swasta. 30 November 2007: BEJ dan BES digabung dan berganti nama menjadi BEI. Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom 11

12 Sejarah BAPEPAM Tahun 1975: Badan Pelaksana Pasar Modal (BAPEPAM) didirikan. Peranan BAPEPAM pada saat itu adalah untuk melaksanakan jalannya kegiatan pasar modal dan meregulasinya. Pada tahun 1990 melalui Keppres No. 53 tahun 1990 BAPEPAM diubah sebagai Badan Pengawas Pasar Modal yang berfungsi sebagai regulator, pengkoordinasi semua bursa-bursa pasar modal di Indonesia, dan pengawas jalannya pasar modal. Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom 12

13 Pasar Modal di Indonesia Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom 13

14 Persiapan untuk Going Public 1.Manajemen memutuskan rencana untuk memperoleh dana melalui publik dan harus disetujui dalam RUPS. 2.Perusahaan ybs harus menugaskan pakar- pakar pasar modal dan institusi-institusi pendukung untuk membantu di dalam penyediaan dokumen-dokumen yang dibutuhkan. 3.Mempersiapkan semua dokumen yang diperlukan untuk penawaran ke publik. Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom 14

15 Persiapan untuk Going Public 4.Mempersiapkan kontrak awal dengan bursa. 5.Mengumumkan ke publik. 6.Menandatangani perjanjian-perjanjian yang berhubungan dengan going public. 7.Untuk yang akan menjual obligasi, perusahaan harus mendaftarkannya ke agen peringkat untuk mendapatkan peringkat obligasi yang akan ditawarkan. Agen peringkat yang ditunjuk adalah PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) yang berdiri pada tanggal 21 Desember Mengirimkan pernyataan registrasi dan dokumen- dokumen pendukung lainnya ke BAPEPAM. Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom 15

16 Registrasi di BAPEPAM 1.Menerima pernyataan registrasi dan dokumen- dokumen pendukung dari perusahaan yang akan going public dan underwriter. 2.Pengumuman terbatas di BAPEPAM. 3.Mempelajari dokumen-dokumen yang diperlukan. 4.Deklarasi pernyataan registrasi efektif berlaku yang didasarkan pada kelengkapan dokumen, kebenaran dan kejelasan informasi, dan pengungkapan (disclosure) tentang aspek-aspek legalitas, akuntansi, keuangan, dan manajemen. Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom 16

17 Pencatatan di Bursa Setelah BAPEPAM mendeklarasikan keefektifan dari pernyataan registrasi, maka underwriter dapat menjual saham perdana di pasar primer. Setelah penawaran perdana selesai, emiten dapat melakukan hal-hal berikut untuk mencantumkan pasarnya di pasar sekunder (bursa): 1.Emiten mengisi dan menyerahkan formulir yang telah disediakan oleh BEI 2.BEI akan mengevaluasi aplikasi berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom 17

18 Pencatatan di Bursa 3.Jika aplikasi memenuhi kriteria yang disyaratkan, maka BEI akan menyetujuinya 4.Emiten kemudian membayar biaya jasa pencantuman (listing fee) 5.BEI kemudian akan mengumumkan pencantuman dari sekuritas ini 6.Sekuritas yang sudah tercantum ini siap untuk diperdagangkan. Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom 18

19 Sistem Perdagangan di BEI Transaksi perdagangan di BEI menggunakan order-driven market system dan continuous auction system. Dengan order-driven market system berarti bahwa pembeli dan penjual sekuritas yang ingin melakukan transaksi harus melalui broker. Investor tidak dapat langsung melakukan transaksi di lantai bursa. Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom 19

20 Sistem Perdagangan di BEI Dengan continous auction system maksudnya harga transaksi ditentukan oleh penawaran (supply) dan permintaan (demand) dari investor. Untuk sistem otomatisasi dengan JATS, broker memasukkan order dari investor ke workstation JATS di lantai bursa sehingga akan menemukan harga transaksi yang cocok dengan mempertimbangkan waktu urutan dari order. Sistem lelang ini akan terus dilakukan secara kontinyu selama jam kerja bursa sampai ditemukan harga kesepakatan. Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom 20

21 Sistem Perdagangan di BEI Cara mendapatkan harga dengan lelang kontinyu dipakai untuk transaksi reguler. Di BEI transaksi reguler dilakukan dengan cara round lot, yaitu sebanyak 500 lembar untuk non-investment fund dan 100 lembar untuk investment fund. Di samping itu, beberapa transaksi non-reguler juga dapat dilakukan antara lain: 1.Block trades 2.Cross trades 3.Cash trades 4.Odd-lot trades 5.Foreign board trades. Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom 21

22 Sistem Perdagangan di BEI Umumnya transaksi yang terjadi di bursa bukan merupakan transaksi tunai. Pembayaran dan penyerahan sertifikat diatur pada hari ke lima atau hari ke T+4 setelah transaksi terjadi. PT Kliring Pinjaman Efek Indonesia (KPEI) ditunjuk untuk mengumpulkan pembayaran dan melakukan penyerahan sertifikat. Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom 22

23 Sistem Perdagangan di BEI PT BEI merupakan perusahaan swasta yang menyediakan jasa fasilitas perdagangan sekuritas. Untuk membiayai semua aktivitasnya, salah satu sumber penghasilan BEI adalah komisi dari broker akibat terjadinya transaksi (penghasilan lainnya adalah fee dari emiten yang mencatatkan sahamnya di bursa). Broker menerima komisi dari investor karena melakukan order yang diinginan oleh investor dan membayar komisi ke BEI karena menggunakan fasilitas yang disediakan oleh BEI. Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom 23

24 Sistem Perdagangan di BEI Broker menerima komisi dari investor tidak boleh melebihi 1% dari nilai transaksinya (baik beli atau jual). Kegiatan perdagangan di BEI diadakan pada hari yang disebut dengan exchange days, yaitu: ▫Senin-Kamis mulai jam WIB (sesi pagi) dan jam WIB (sesi sore) ▫Hari Jumat jam WIB (sesi pagi) dan jam WIB (sesi sore). Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom 24


Download ppt "2. Pasar Modal Indonesia Lecture Note: Trisnadi Wijaya, SE, S.Kom 1."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google