Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MEKANIKA TANAH I Staf Pengajar: Reza P. Munirwan, S.T, M.Sc Fakultas Teknik Sipil - Geoteknik Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MEKANIKA TANAH I Staf Pengajar: Reza P. Munirwan, S.T, M.Sc Fakultas Teknik Sipil - Geoteknik Universitas Syiah Kuala Banda Aceh."— Transcript presentasi:

1 MEKANIKA TANAH I Staf Pengajar: Reza P. Munirwan, S.T, M.Sc Fakultas Teknik Sipil - Geoteknik Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

2 Kerapatan relative ( D R ) digunakan untuk menentukan kerapatan tanah berbutir kasar di lapangan. e = Angka pori tanah di lapangan e max = Angka pori tanah kondisi paling lepas e min = Angka pori tanah kondisi paling padat e = Angka pori tanah di lapangan e max = Angka pori tanah kondisi paling lepas e min = Angka pori tanah kondisi paling padat i i i e max e e min Kerapatan relatif (Relative Density)

3 Hubungan antara D R dengan kondisi tanah di lapangan D R (%)Keadaan Tanah Di Lapangan Sangat Lepas ( Very Loose) Lepas ( Loose) Tengah ( Medium) Padat (dense) Sangat padat ( very dense)

4 Contoh Soal: Tanah pasir yang akan digunakan untuk urugan kembali (back fill) mempunyai berat volume basah γ b = kN/m 3 dan kadar air w = 10%. Angka pori dalam keadaan paling longgar (e mak ) = 0.64 dan dalam keadaan paling padat (e min ) = Tentukan angka pori (e) tanah urugan kembali dan kerapatan relatifnya (Dr). Diketahui tanah urugan kembali mempunyai Gs = 2.65.

5 Penyelesaian: Dik: γ b = kN/m3Dit:e = ? w = 10%D r = ? e mak = 0.64 e min = 0.39 G s = 2.65 γ b = G s (1 + w)γ w / 1 + e = 2.65 ( ) 9.81 / 1 + e e = 0.46

6 D r = e mak – e / e mak - e min D r = 0.64 – 0.46 / 0.64 – 0.39 D r = 0.72 Jadi angka pori tanah urugan kembali e = 0.46 dan kerapatan relatif D r = 0.72

7 Batas – batas Atterberg Menurut Atterberg (1911), sifat kohesif tanah dibagi dalam 4 keadaan pokok : - Padat (solid) - Semi padat (semi solid) - Plastis (plastic) - Cair (liquid) Keadaan-keadaan tersebut terjadi karena adanya perubahan kadar air ( w c ) Konsistensi tanah: kedudukan fisik tanah berbutir halus pada kadar air (w c )

8 BATAS CAIR (LL) BATAS PLASTIS (PL) BATAS SUSUT (SL) PADAT SEMI PADATPLASTISCAIR wcwc Batas – batas Atterberg (Batas Konsistensi)

9 Batas Cair (Liquid Limit = LL) BATAS CAIR ( LIQUID LIMIT = LL) LL = kadar air tanah dimana apabila dibuat goresan pada tanah tersebut dengan spatula standard akan menutup pada 25 kali pukulan. Apparatus and grooving tool Groove cut in sample prior to the test Groove closed over 12.5 mm – soil at w L if this requires 25 “blows”

10 Banyak PukulanKadar Air (%) LL = 39.5 %

11 Dimana: I F = Indeks Aliran w 1 = Kadar air (%) pada N 1 pukulan w 2 = Kadar air (%) pada N 2 pukulan Indeks Aliran (I F )

12 Dimana: N = Jumlah pukulan, untuk menutup celah 0.5 inchi (12.7 mm) w N = Kadar air (%) tg β = LL menurut Waterways Experiment Station:

13 Batas Plastis (Plastic Limit = PL) BATAS PLASTIS ( PLASTIC LIMIT = PL) PL = Kadar air tanah dimana apabila tanah tersebut digulung sampai dengan diameter 3.2 mm mulai terjadi retak-retak.

14 Batas Susut (Shrinkage Limit = SL) BATAS SUSUT ( SHRINKAGE LIMIT = SL) SL = Percobaan batas susut dilaksanakan dalam laboratorium dengan cawan porselin diameter 44.4 mm dengan tinggi 12.7 mm. Dimana: m 1 = berat tanah basah dalam cawan percobaan (g) m 2 = berat tanah kering oven (g) v 1 = volume tanah basah dalam cawan (cm 3 ) v 2 = volume tanah kering oven (cm 3 ) γ w = berat volume air (g/cm 3 )

15 INDEKS PLASTIS (PLASTICITY INDEX = IP) IP = LL - PL LLPL SL SOLIDSEMI SOLID PLASTIS CAIR INDEKS KECAIRAN (LIQUIDITY INDEX= LI) 0 < LI < 1  Tanah berada dalam daerah plastis LI > 1  Tanah dalam keadaan cair/hampir cair

16 NAMA MINERAL LEMPUNGAKTIVITAS (A) MONTMORILLONITE ( BENTONITE)1 – 7 ILLITE0.5 – 1 KAOLINITE0.5 HALLOYSTE0.5 ATTAPULGITE0.5 – 1.2 ALLPHANE0.5 – 1.2 A = % BUTIRAN YANG LEBIH KECIL 2  IP Aktivitas (A)

17 Contoh Soal: Beberapa hasil percobaan untuk menentukan batas- batas konsistensi ditunjukkan dalam tabel dibawah. Tentukan LL, IP, dan LI tanah tersebut jika diketahui PL = 20% dan kadar air di lapangan w N = 38% Benda Uji1234 Jumlah Pukulan Berat tanah basah + cawan (g) Berat tanah kering + cawan (g) Berat cawan (g)

18 1. 2. w = 42.46%;3. w = 40.60%;4. w = 38.64% LL = 39.5 %

19 IP = LL – PL = 39.5 – 20 = 18.5% LI = 0.95

20 1.Tentukan LL (batas cair) untuk data tes batas cair berikut: Jawaban: LL = 18.7% 2.Diketahui PL (plastic limit) suatu contoh tanah = 30% dan plasticity index (PI) = 7%. Jika contoh tanah dikeringkan dari kondisi PL maka perubahan volumenya adalah 25% dari volume pada kondisi PL dan perubahan voluma dari kondisi LL ke kondisi kering adalah 35% dari volume pada kondisi LL. Tentukan SL (batas susut) ? Jawaban: SL = 18.6% Jumlah KetukanKadar Air (%)

21 SELESAI


Download ppt "MEKANIKA TANAH I Staf Pengajar: Reza P. Munirwan, S.T, M.Sc Fakultas Teknik Sipil - Geoteknik Universitas Syiah Kuala Banda Aceh."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google