Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pemrograman Berorientasi Obyek.  Digunakan untuk mengatur alur eksekusi program sesuai dengan kondisi yang telah ditentukan.  Dalam Java ada 3 macam.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pemrograman Berorientasi Obyek.  Digunakan untuk mengatur alur eksekusi program sesuai dengan kondisi yang telah ditentukan.  Dalam Java ada 3 macam."— Transcript presentasi:

1 Pemrograman Berorientasi Obyek

2  Digunakan untuk mengatur alur eksekusi program sesuai dengan kondisi yang telah ditentukan.  Dalam Java ada 3 macam kontrol alur: Selection (Percabangan/Seleksi) Iterasi (Perulangan/Looping) Jump

3  Terdapat 2 kata kunci dalam Java untuk melakukan seleksi: if dan switch  Sama-sama digunakan untuk menentukan alur eksekusi program mana yang akan dijalankan pada suatu percabangan.

4

5  Jika kondisi di dalam if bernilai True, maka statement(s) di dalam blok if yang akan dieksekusi dan mengabaikan statement(s) yang ada di dalam blok else.  Demikian juga sebaliknya, jika kondisi pada if bernilai False, maka statement(s) di dalam blok if tidak dieksekusi dan statements(s) yang ada di blok else yang akan dieksekusi.

6

7  Pada prinsipnya sama saja, hanya kita dapat mengkombinasikan penggunaannya menjadi bertingkat. if(kondisi1) { pernyataan1; } else if(kondisi2) { pernyataan2; } else if(kondisi3) { pernyataan3; } else { pernyataan default; }

8

9  Penggunaan switch case mirip dengan penggunaan if bertingkat, di mana kita dapat menggunakannya untuk percabangan yang lebih dari satu.  Dapat dijadikan alternatif terbaik dibandingkan if bertingkat.

10

11

12  Java memiliki 3 jenis iterasi yang dapat digunakan untuk mengulang sejumlah statement(s) yang sama tanpa menulis statement(s) tersebut secara berulang, yaitu: for while do - while

13  Pola penggunaan for : for(inisialiasasi;kondisi;iterasi){ pernyataan; }  Inisialisasi: nilai awal iterasi / inisialisasi variabel awal.  Kondisi: pernyataan yang akan diperiksa dan berupa boolean True or False.  Iterasi: pernyataan yang mengubah nilai variabel pengontrol jumlah perulangan.

14  Berikut ini 3 tahap urutan eksekusi bentuk for: 1. Pernyataan untuk inisialisasi akan dieksekusi di mana eksekusi ini hanya akan dilakukan sekali saja pertama kali. 2. Kondisi akan diperikasa apakah bernilai True atau False. Jika True maka pernyataan dalam blok for akan dieksekusi. 3. Pernyataan iterasi dieksekusi, kemudian kembali ke tahap kedua di atas.

15

16

17

18

19

20

21

22

23 while(kondisi) { pernyataan; }  Kondisi dapat berupa ekspresi boolean yang mengembalikan nilai True atau False.  Pernyataan akan dieksekusi jika kondisi bernilai True.

24

25

26 do { blok perulangan; } while(kondisi);  Pernyataan yang akan dieksekusi harus diletakkan dalam blok code sekalipun hanya ingin mengeksekusi satu buah pernyataan saja.  Pengecekan kondisi True atau False dilakukan pada bagian akhir sehingga pernyataan dalam blok perulangan akan dieksekusi minimal 1 kali, walaupun eksekusi do..while pertama kali menemukan kondisi FALSE.

27

28

29  Java mengenal 3 buah perintah untuk memindahkan alur eksekusi program ke bagian lain dalam program. break continue return

30  Penggunaan break adalah untuk menghentikan proses perulangan dalam for, while dan do while.

31

32  Mengabaikan statement dari iterasi yang sedang berjalan kemudian melanjutkan pada iterasi berikutnya.

33

34  Perintah return biasanya digunakan di dalam method. Dengan menggunakan perintah ini, maka alur eksekusi dikembalikan ke bagian dari program yang memanggil method tersebut.

35  Exception handling adalah suatu mekanisme penanganan error yang mungkin terjadi dalam suatu program.  Misalnya sebuah program yang memiliki operasi pembagian, di mana suatu ketika user menginputkan bilangan pembagi atau denumerator 0, maka program tersebut harus memiliki suatu exception handling untuk kasus tersebut.  Contoh kasus lain: Akses keyboard Akses CD ROM Akses File Akses Database sehingga apabila alat-alat yang kita butuhkan dalam program kita tersebut tiba-tiba terputus aksesnya maka program kita tidak secara tiba-tiba mati dan agar program kita bisa terus berjalan

36 Tidak Menggunakan Exception Handling Menggunakan Exception Handling Menjalankan perintah Jika dalam menjalankan perintah menemui error Program berhentiException akan melemparkan error tersebut Catch akan menerima dan memproses error tersebut Program menjalankan perintah selanjutnya

37  Sehingga dengan menggunakan Exception Handling kita dapat memprevent terjadinya runtime error yang menyebabkan program kita berhenti di tengah tengah jalan.  Contoh exception yang bisa terjadi: java.lang.ArithmeticException  terjadi jika kita melakukan pembagian bilangan dengan 0. exception ArrayIndexOutOfBounds  terjadi jika kita mencoba mengakses elemen array yang tidak ada. NumberFormatException  terjadi ketika kita mencoba melalui parameter bukan angka dalam method integer. Dsb…

38  Untuk menangani exception dalam Java, kita gunakan blok try-catch  menempatkan pernyataan yang mungkin menghasilkan exception di dalam blok ini.  Bentuk umum dari blok try-catch adalah:

39

40 import java.util.Scanner; /** * christine */ public class input { public static void main(String[] args) { Scanner a = new Scanner(System.in); System.out.println("Masukkan nama anda = "); String nama = a.next().toString(); System.out.println("Hallo "+nama); }

41  Buat program sederhana Outputnya : Masukkan tinggi segitiga :9

42  Tugas kelompok 2 orang  Copas nilai = 0  Dikumpulkan minggu depan hardcopy sourcecode dan printscreenya.  GBU

43


Download ppt "Pemrograman Berorientasi Obyek.  Digunakan untuk mengatur alur eksekusi program sesuai dengan kondisi yang telah ditentukan.  Dalam Java ada 3 macam."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google