Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Sampling. Peneliti kualitatif kurang berfokus pada representasi sampel atau pada teknik detail untuk mendapatkan sampling probabilitas. Peneliti berfokus.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Sampling. Peneliti kualitatif kurang berfokus pada representasi sampel atau pada teknik detail untuk mendapatkan sampling probabilitas. Peneliti berfokus."— Transcript presentasi:

1 Sampling

2 Peneliti kualitatif kurang berfokus pada representasi sampel atau pada teknik detail untuk mendapatkan sampling probabilitas. Peneliti berfokus pada bagaimana sampel atau sejumlah kecil kasus, unit, atau aktivitas mencerminkan kehidupan sosial. Tujuan utama sampling adalah untuk mengumpulkan kasus, kejadian atau tindakan khusus yang bisa memperjelas dan memperdalam pemahaman.

3 Peneliti kualitatif berurusan dengan bagaimana menemukan kasus yang bisa menggugah peneliti lain belajar tentang proses kehidupan sosial dalam konteks tertentu. –Mengumpulkan data dengan NONPROBABILITY SAMPLING

4 Bagi peneliti kualitatif yang penting adalah relevansi dengan topik penelitian daripada keterwakilan subyek penelitian. Peneliti jarang menentukan ukuran sampel dan memiliki pengetahuan terbatas tentang kelompok yang lebih besar atau populasi.

5 Haphazard, accidental, convenience sampling –Get any cases in any manner that is convenient –Murah dan cepat –Dapat sangat keliru menginterpretasikan populasi –Bisa tidak efektif, sangat tidak mewakili sampel, dan tidak direkomendasikan.

6 Quota sampling –Get a preset number of cases in each of several predetermined categories that will reflect the diversity of the population, using haphazard methods. –Peneliti pertama-tama mengidentifikasi kategori orang-orang yang relevan, kemudian memutuskan berapa banyak orang yang digunakan dalam tiap kategori. –Tidak merepresentasikan karakteristik populasi secara tepat.

7 Purposive or judgmental sampling –Get all possible cases that fit particular criteria, using various method –Menggunakan penilaian ahli dalam memilih kasus atau menyeleksi kasus dengan tujuan tertentu. –Tepat digunakan untuk 3 situasi: (a) peneliti menggunakannya untuk menyeleksi kasus unik yang sangat informatif; (b) peneliti menggunakannya untuk menyeleksi orang-orang yang sulit dicari, populasi khusus; (c) peneliti ingin mengidentifikasi tipe kasus tertentu untuk penelitian lebih mendalam.

8 Snowball sampling –Get cases using referrals from one or a few cases, and then referrals from those cases, and so forth. –Juga disebut network, chain referral, atau reputational sampling –Dimulai dengan satu atau sejumlah kecil individu atau kasus dan menyebar berdasarkan keterkaitannya dengan kasus awal.

9 Deviant case: –Get cases that substantially differ from the dominant pattern (a special type of purposive sample) –Sampel dipilih karena tidak biasa dan peneliti berharap dapat mempelajari lebih jauh tentang kehidupan sosial, dengan mempertimbangkan kasus yang berbeda dengan pola yang lazim

10 Sequential sampling: –Get cases until there is no additional information or new characteristics (often used with other sampling methods) –Peneliti mengumpulkan kasus sampai tidak ada informasi baru atau keragaman kasus sudah terpenuhi.

11 Theoretical sampling: –Get cases that will help reveal features that are theoretically important about a particular setting/topic –Yang disampling peneliti (contoh, orang, situasi, kejadian, periode waktu) dipilih secara berhati-hati, sewaktu peneliti mengembangkan grounded theory. –Peneliti memilih kasus berdasarkan insight baru yang muncul.


Download ppt "Sampling. Peneliti kualitatif kurang berfokus pada representasi sampel atau pada teknik detail untuk mendapatkan sampling probabilitas. Peneliti berfokus."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google