Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Metode Penelitian Kualitatif. Paradigma Antipositivisme Penting untuk memperhatikan pikiran manusia untuk memahami penciptaan makna Pengetahuan individu.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Metode Penelitian Kualitatif. Paradigma Antipositivisme Penting untuk memperhatikan pikiran manusia untuk memahami penciptaan makna Pengetahuan individu."— Transcript presentasi:

1 Metode Penelitian Kualitatif

2 Paradigma Antipositivisme Penting untuk memperhatikan pikiran manusia untuk memahami penciptaan makna Pengetahuan individu tentang dunia itu dibentuk oleh penafsiran atau interpretasi individual Tugas ilmu adalah mencari pemahaman melalui penafsiran atau interpretasi (verstehen), dengan menghayati pengalaman orang lain ke dalam diri peneliti. Guna memahami pengalaman orang lain, peneliti perlu memahami konteks peristiwa atau tindakan pelaku yang diamatinya

3 Metode Penelitian Pendekatan penelitian Unit analisis (populasi dan sampel) Teknik penentuan sampel Jenis data Teknik pengumpulan data Teknik analisis data

4 Kekuatan Penelitian Kualitatif 1.MEMAHAMI PROSES Memahami proses terjadinya berbagai peristiwa dan tindakan. Dalam hal ini ada yang menganggap bahwa yang menarik di dalam studi-studi kualitatif adalah bukan semata-mata hasil dari sesuatu (outcome) melainkan juga prosesnya, yaitu proses yang mengarah kepada terjadinya hasil (outcome). Kajian tentang proses pelibatan/partisipasi masyarakat dalam pembuatan peraturan daerah. Kajian tentang konsekuensi dari proses desentralisasi di Indonesia

5 2.MENDESKRIPSIKAN POLA-POLA (PATTERN) TERTENTU Pendekatan/metode kualitatif sesuai untuk digunakan ketika penelitian memerlukan informasi yang menggambarkan pola-pola tertentu, misalnya: pola relasi kekuasaan (power) di dalam suatu masyarakat/partai politik, Budaya organisasi/administrasi (Organizational culture/ Administrative culture)

6 3.MEMAHAMI MAKNA TERTENTU (MEANING) Dalam hal ini, pengertian meaning mencakup kognisi, affect, intentions, atau hal-hal lain yang dimaksud oleh si peneliti sebagai perspektif partisipan. 4.MENGIDENTIFIKASI UNANTICIPATED PHENOMENA Mengidentifikasi gejala dan pengaruh yang tidak terantisipasi sebelumnya, dan membuat teori-teori baru yang mengembangkan teori sebelumnya. 5.MEMBANGUN CAUSAL EXPLANATIONS Berbeda dari pendekatan kuantitatif yang mencoba menjelaskan, misalnya "apakah dan sejauhmana variabel X menyebabkan variabel Y", penelitian kualitatif mencoba mempertanyakan "bagaimana X memainkan peranan dalam menyebabkan terjadinya Y, proses apa yang mengaitkan X dan Y".

7 Unit Analisis Unit analisis adalah satuan gejala atau satuan sosial yang informasinya diperlukan untuk penelitian: –Individu – kolektiva (kelompok, komuniti, dll. ) –Kegiatan –Peristiwa Sampel merupakan cuplikan dari universe (satuan- satuan analisis) yang dibatasi agar dapat diteliti, dan dianggap “mewakili” universe. Dalam penelitian kualitatif, prinsip keterwakilan adalah keterwakilan kategorikal, bukan numerikal.

8 Sampling Dalam pendekatan kualitatif, sampel yang dipilih tidak didasarkan atas kriteria kesempatan yang sama pada seluruh elemen populasi untuk terpilih menjadi sampel, juga tidak didasarkan pada rasa kenyamanan si peneliti. Cara pemilihan sampel dalam pendekatan kualitatif bukan probability sampling dan juga bukan convenience sampling, melainkan jenis sampel lain yang disebut purposeful sampling (sampel purposif), yaitu jenis sampel yang pemilihannya didasarkan atas kriteria tujuan dan manfaatnya

9 Sampel Purposif Patton (1990) –logika dan kekuatan purposeful sampling terletak pada pemilihan kasus-kasus yang kaya informasi (information-rich cases) untuk studi mendalam. Kasus-kasus kaya-informasi diperoleh dari orang-orang tertentu yang memungkinkan peneliti mempelajari berbagai issue sentral yang penting bagi tujuan penelitian Maxwell (1996) –ada empat tujuan digunakannya sampel purposif: untuk mencapai keterwakilan (representativeness) dari setting, individu-individu, aktifitas yang dipilih; untuk menggambarkan secara memadai heterogenitas populasi. Ini bertujuan agar kesimpulan yang dibuat mencakup semua variasi yang ada; memilih sampel untuk dengan sengaja menguji kasus-kasus yang kritis terhadap teori yang dijadikan acuan pada awal studi; membangun perbandingan-perbandingan untuk menggambarkan alasan atas perbedaan yang terjadi antara setting atau individu

10 Ukuran Sampel Berapa banyak jumlah informan harus diwawancacarai dalam studi kualitatif? Apakah jumlah sampel yang relatif kecil dapat menjamin validitas penelitian? tidak ada aturan khusus tentang ukuran sampel dalam pendekatan kualitatif Jumlah sampel tergantung dari apa yang ingin diketahui oleh peneliti, mengapa hal itu ingin diketahui, dan sumber daya yang dimiliki untuk melakukan studi. Validitas, manfaat, atau wawasan yang diperoleh dari pendekatan kualitatif lebih terkait dengan kasus-kasus terpilih yang kaya- informasi daripada jumlah sampel Namun, tidak berarti bahwa peneliti bisa dengan seenaknya menentukan jumlah sampel yang sedikit dengan tanpa penjelasan atau strategi yang dapat menjaga validitas data atau penelitian.

11 Alur Analisis Data (Miles & Huberman, 1984)

12 Reduksi Data Adalah proses pemilihan, focusing, penyederhanaan, abstraksi, dan transformasi data "mentah" yang ada dalam catatan lapangan. Reduksi data adalah suatu bentuk analisis yang mempertajam, membagi- bagi, memfokuskan, membuang, dan mengorganisasi data sedemikian rupa sehingga kesimpulan dapat dibuat. Reduksi data berlangsung bersamaan dengan tahap pengumpulan data, dan bahkan hal itu dimulai dengan antisipasi sebelum pengumpulan data dimulai ketika peneliti memutuskan kerangka konseptual apa, lokasi mana, pertanyaan penelitian apa, atau cara pengumpulan data apa yang akan dipilih. Proses reduksi data berlangsung hingga laporan akhir selesai. Reduksi data dilakukan dengan cara membaca transkrip wawancara, catatan pengamatan, atau dokumen-dokumen yang akan dianalisis lalu membuat catatan (note) atau memo atas data tersebut. Selain memo, data juga bisa dibuat menjadi ringkasan data (summary), dikelompok- kelompokan (cluster), atau dibuat partisinya (bagian-bagiannya).

13 Tampilan Data Merupakan alur kegiatan kedua dalam proses analisis data. "Display" adalah kumpulan informasi yang terorganisasi. Dengan display pembuatan kesimpulan dapat dimungkinkan untuk dilakukan. Tampilan data yang paling umum dilakukan adalah teks naratif. Namun, tampilan dalam bentuk teks naratif ini tidak praktis dan seringkali inti permasalahan menjadi kabur karena terlalu tebalnya laporan dan tidak tersajikan dengan sistematis. Tampilan (display) yang lebih baik merupakan jalan utama untuk menghasilkan analisis kualitatif yang valid. Selain teks naratif, tampilan lain yang biasa digunakan dalam analisis kualitatif adalah kutipan (quotes), matriks, tabel, grafik, bagan (charts, causal flow charts), jaringan (networks), atau taksonomi, dan sebagainya.

14 Pembuatan Kesimpulan (Verifikasi)  Sejak awal pengumpulan data, peneliti mulai menentukan apa arti dari sesuatu atau berbagai hal yang dikumpulkannya, mencatat regularities, menggambarkan pola, penjelasan, penjelasan kausal, dan membuat proposisi.  Proses pembuatan kesimpulan sudah dimulai, tetapi peneliti "memperlakukannya" sebagai temuan-temuan awal yang masih terbuka terhadap perubahan.  Peneliti juga masih bersikap skeptis.  Kesimpulan "akhir" baru akan muncul setelah tahap pengumpulan data berakhir.

15 Validitas Secara umum berarti ketepatan instrumen dalam kaitannya dengan temuan di lapangan. Artinya: –Apakah instrumen penelitian dapat menggali masalah yang seharusnya didapat di lapangan sesuai dengan keberadaan teori penelitian yang digunakan? –Bagaimana setiap bagian dari instrumen tersebut dapat menjadi tanda adanya hubungan sebab akibat sehingga dapat diperkirakan lingkup generalisasi yang menjadi dasar simpulan, kekuatan teori, serta pemahaman yang baik dan unsur replikasi yang terjadi di lapangan Checking the validity berhubungan dengan evaluasi awal dari kegiatan penelitian di lapangan, yaitu penuh perhatian terhadap situasi penelitian (seperti tempat, waktu, dan siapa informan yang hendak ditemui), terhadap masalah penelitian, dan terhadap alat yang akan digunakan

16 Reliabilitas Secara umum berarti konsistensi pengukuran Menunjuk pada aspek keterandalan yakni tingkat kepercayaan dan konsistensi indikator penelitian Masalah reliabilitas penelitian kualitatif menyangkut kesahihan temuan yang diperoleh Checking the reliability artinya bagaimana kekuatan data dapat menggambarkan keaslian dan kesederhanaan nyata dari setiap informasi


Download ppt "Metode Penelitian Kualitatif. Paradigma Antipositivisme Penting untuk memperhatikan pikiran manusia untuk memahami penciptaan makna Pengetahuan individu."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google