Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Menulis Feature dan Opini Santi Indra Astuti Bimbingan Teknis Pers Mahasiswa Jatinangor, 3 Desember 2014.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Menulis Feature dan Opini Santi Indra Astuti Bimbingan Teknis Pers Mahasiswa Jatinangor, 3 Desember 2014."— Transcript presentasi:

1 Menulis Feature dan Opini Santi Indra Astuti Bimbingan Teknis Pers Mahasiswa Jatinangor, 3 Desember 2014

2 … siapapun perlu, dan butuh menulis!

3 Menulis adalah …  Sebuah kegiatan intelektual yang bertujuan menghubungkan fakta, data, perasaan, imajinasi dan lain-lain, sehingga menjadi sebuah bangunan cerita utuh, dengan bantuan bahasa.

4 Apa yang ditulis? FIKSI  Karangan yang bersifat khayalan, tidak faktual. Kalau pun ada, fakta hanya sebagai latar belakang (setting).Yang termasuk ke dalam fiksi antara lain: Novel, Cerita Pendek, Skrip Drama, dll.Produk biasanya disebut karangan. NON-FIKSI  Tulisan tentang sesuatu yang terjadi atau faktual. Fakta bukan merupakan setting. Karangan justru berbicara tentang fakta tersebut.Yang termasuk dalam non fiksi: berita, feature, opini, tesis, biografi, autobiografi, sejarah, dll.Produk disebut sebagai tulisan.

5 Medianya adalah …  Surat Kabar (Opini, rubrik, wacana, dll.)  Media Online  Newsletter  Bulletin Internal  Jurnal Publik  Majalah  Dll.

6 Bentuk Opini lainnya...  Opini Redaksi: Tajuk Rencana, Karikatur, Pojok.  Opini Masyarakat: Artikel Populer, Surat Pembaca.  Opini Pakar: Artikel Populer, Kolom.

7 Tulisan bisa berbentuk apa saja… Menulis Ilmiah (standar akademik) Khalayak: Komunitas Akademik/ Ilmiah Menulis Populer (apa saja) Khalayak: Umum Menulis Ilmiah Populer Isu-isu ilmiah/akademik Khalayak:Umum

8 Model Tulisan Opini…  PENULISAN POPULER.  PENULISAN ILMIAH.  PENULISAN ILMIAH POPULER.

9 Penulisan Populer  Biasanya ringan dan tidak "njelimet“, cenderung untuk konsumsi hiburan. Selain itu, bahasa yang digunakan juga cenderung bebas.

10 Berasa Pretty Woman dan James Bond  Setelah punya love-and-hate relationship dengan si yayang Kumbang, mobil lain rasanya jauuuuh lebih bagus. Kalau “sekadar” sedan Mercedez dan BMW, bisa saja sih. Tapi kalau mobil itu jarang ada di Indonesia, saya pun “ngiler” pengen naik. Saya emang bukan spoke person merek mobil tertentu, tapi saya ingin membagikan pengalaman betapa nikmatnya jalan-jalan naik mobil mewah. Dengan harganya yang muahal itu, seumur hidup tidak pernah terlintas di kepala saya bahwa saya akan naik salah satunya.

11 Penulisan Ilmiah  Mensyaratkan objektivitas.  Kedalaman pembahasan  Dukungan informasi yang relevan,  Biasa diharapkan menjelaskan "mengapa" atau "bagaimana" suatu perkara itu terjadi (Soeseno 1982: 2).  Mensyaratkan bahasa yang baku. Contoh: tulisan dalam jurnal.

12 Tidak Hanya Gender, Seks juga Konstruksi Sosial Menurut Rubin (2007:44), seksualitas merupakan sebuah konstruksi sosial, bukan fakta kromosomik-biologis. Mereka menggugat ortodoksi teoritik tentang seksualitas, yang seluruh prinsipnya didasarkan pada esensialisme seksual. Yaitu, paham yang menganggap seksualitas sebagai fenomena biologis, kenyataan alamiah yang melampaui kenyataan sosial....dst. (Moh. Yasir Alimi, Jurnal Perempuan no. 41)

13 Terorisme dalam Wacana Media Serangan teror sebenarnya bukan sekadar aksi kekerasan untuk membunuh pihak lain. Teror adalah sebentuk komunikasi politik yang dilakukan di luar prosedur konstitusional (McNair, 1999 : 172). Dengan kata lain, aksi terorisme dapat diartikan sebagai simbolisasi yang dirancang untuk memengaruhi perilaku politik dengan cara yang tidak normal menggunakan kekerasan (Thornton, 1996 : 13). (Fajar Junaedi dalam Jurnal Penelitian Sosial UKSW “Cakrawala”, Vol. 1 No. 2/Des 2011)

14 Penulisan Ilmiah Populer  Irisan antara Penulisan Ilmiah dan Penulisan Populer.  Merupakan perpaduan penulisan populer dan ilmiah. Istilah ini mengacu pada tulisan yang bersifat ilmiah, namun disajikan dengan cara penuturan yang mudah dimengerti (Soeseno 1982: 1; Eneste 2005: 171).

15 Intelektual Kampus/Pr ofesional Copyrighted material for personal use only

16 Mengapa? Deskriptif Naratif Fenomena Aktual Urgensi Apa? Deskriptif Naratif Theoretical Framework/ Academic – research finding s Bagaimana? Deskriptif Naratif Menganalisa (4) Menjelaskan/Men egaskan/Memberi solusi (5) Mendukung/Meno lak/Memprovokasi (6)

17 CaseReferenceConclusion

18 Mengatasi Konflik Bentrokan fisik yang terjadi di SMAK Dago Bandung, pekan lalu, sangat memprihatinkan. Sebagai orang yang pernah tinggal di Kota Bandung, saya terkejut. Bandung selama ini kota yang ramah, dikenal sebagai Parijs van Java yang sejuk dan cinta damai. Konflik yang berawal dari sengketa lahan, lantas berkembang jadi bentrok massa, membuat semua ketakutan, bertanya-tanya, dan merasa terancam. Secara teori, konflik merupakan ekspresi pertikaian antar individu maupun kelompok. Dilihat dari polanya, ada konflik horisontal, ada pula vertikal. Penelitian Bloomfield dan Reilly (1994) di sejumlah negara Dunia Ketiga menyimpulkan, konflik di kawasan itu lazimnya berkarakter konflik horisontal. Yaitu.... dst. (Hariman Bahtiar, HU Pikiran Rakyat, 20 Juli 2011)

19 Tulisan di media massa: - maksimum 600 kata (4-5 halaman A4, 2 spasi) - judul ringkas - struktur linear, sederhana

20 Anatomi Tulisan TULISAN POPULER  Head, judul  By-line (nama penulis)  Intro/lead  Bridging  Body  Ending/closing TULISAN ILMIAH  Judul  Subjudul  By-line  Abstrak  Pendahuluan: Latar Belakang Permasalahan, Research Problems,Tinjauan Pustaka,Metodologi dan objek penelitian  Pembahasan (deskripsi temuan dan analisis)  Penutup: Kesimpulan, Saran dan Rekomendasi.

21 Sederhananya... MengapaApaBagaimana

22 Atau... FenomenaPerspektifSignifikansiSOLUTIF!

23 Bagaimana dengan Feature? Feature disebut sebagai karangan KHAS, yaitu fakta yang dikisahkan dengan sudut pandang penulisnya Fakta dan dramatisasi, sebuah ‘SENI’ menyampaikan sesuatu Feature mengandung unsur HUMAN INTEREST, yang menyentuh emosi, baru intelektual/rasio.

24 … organisasi Feature… Ragam feature: tergantung topiknya. Panjang pendeknya, terserah Panjang pendeknya, terserah Style, jangan lupa.

25 Opini vs. Feature Tantangan opini: menyampaikan sudut pandang yang diboboti oleh argument. Tantangan feature: menyampaikan sudut pandang yang diperindah oleh ‘style’.

26 Contoh …

27 Kita, Internet, dan Detik- detik yang Dimampatkan Kita, Internet, dan Detik- detik yang Dimampatkan  Pernah baca komik Lucky Luke, si koboi yang konon mampu menembak bayangannya sendiri? Salah satu episode yang saya ingat adalah ketika komik bercerita tentang perjalanan yang harus ditempuh sepucuk surat cinta untuk mencapai tujuannya. Surat diangkut gerobak, bergonta-ganti kereta, kurir, disandera suku Indian, hingga ketika sampai, beberapa tahun kemudian, sang penerima bahkan sudah tidak bisa lagi mengingat wajah pengirim surat cinta yang berkobar-kobar penuh gairah itu. Kita terpingkal-pingkal membaca adegan yang bak dagelan itu. Maklum, di jaman serba digital seperti sekarang ini, kejadian Lucky Luke amat sangat langka. Berkat internet, kendala jarak dan waktu pun terpecahkan.

28 Internet Masuk SD, Siapkah Kita?  Seorang guru SD di Bandung bercerita pada saya dengan bangga, “Internet sudah masuk ke sekolah saya,” tuturnya. Saya tanya, apa yang diajarkan pada siswa-siswanya—kelas 2 dan 3 SD. “Untuk awalnya, mencari informasi dengan Google,” jawabnya. Lalu? “Hebat sekali. Hanya klik-klik mengetik kata kunci, informasi yang dibutuhkan muncul di layar. Sekarang, saya suruh anak-anak mengerjakan tugas dengan mencari informasi di Internet. Anak-anak saya jadi rajin ke warnet, mereka bisa cari informasi sendiri, dan tidak seperti bapaknya, mereka lebih modern, melek teknologi!“ Bapak Guru yang baik itu merasa sangat bangga. Membiarkan anak-anak ke warnet? Tanpa pendampingan? Saya justru merasa cemas luarbiasa.

29 Sejarah Uang (Jack Weatherford)  Jika kita bisa menyingkirkan mesin-mesin yang mendengung, monitor, video, blackberry, bermil-mil kabel biru, maka bursa efek di New York akan mirip dengan hari pekan di Bandiagara, Mali, ketika kerumunan pedagang gigih menjajakan dagangannya dalam stan-stan mungil yang terhampar di rerumputan. Transaksi mereka dilakukan dengan gulungan kain, bongkahan garam, sekantung rempah, beberapa potong jimat, semangkuk susu segar, atau kepemilikan atas sero kecil suatu perusahaan raksasa. Perhatikanlah. Berbagai aktivitas fundamental pasar-pasar di belahan dunia yang saling bertolak belakang itu, sesungguhnya, cuma sedikit sekali bedanya...

30 The Truth About I2 Percent Inflation... Inflasi dua belas koma tiga persen itu berarti jatah transpor kamu yang biasanya cukup buat beli bensin full bolak-balik rumah-sekolah-rumah doi seminggu, sekarang cuma cukup buat tiga hari saja. Nyokap yang biasanya belanja daging dua hari sekali, sekarang jadi dua minggu sekali karena jatah belanja mingguan yang biasanya cukup seminggu jadi mesti dicukup-cukupin buat empat hari, itupun kamu harus rela makan telor ceplok pagi-siang-malam, susu adik kamu diganti sama teh manis...

31 Terlambat, Bukan Berarti Tertinggal (Intisari)  Remaja SMP itu harus meninggalkan sekolah karena nervous breakdown. Memang, sejak kecil ia sudah merisaukan orangtua dan gurunya. Betapa tidak? Pada saat anak sebayanya sudah pintar bercakap-cakap, ia baru belajar berbicara. Guru-guru menganggapnya “lambat menangkap pelajaran, tidak bisa bergaul, tenggelam dalam lamunan konyol.” Menghadapi anak seperti ini, tidak heran kalau orangtua dan gurunya kehilangan harapan. Tetapi, benarkah anak ini suram masa depannya? Belum tentu. Buktinya, anak yang diceritakan tadi, tidak lain adalah Albert Einstein!

32 Psikolog Jean Walker McFarlane dari Universitas Barkeley AS pernah mengamati 170 anak laki- laki dan perempuan sejak dilahirkan sampai berusia 18 tahun, lalu diamati lagi pada umur 30 tahun. Ternyata, remaja yang paling kacau di sekolah (gagal nilainya, tak bisa bergaul, tak populer, tak punya semangat) bisa berubah menjadi orang dewasa yang bahagia, sukses, disukai, dan dihormati! Lebih dari setengah kelompok itu hidupnya lebih kaya dan lebih produktif daripada ramalan yang dilekatkan pada mereka ketika remaja...

33 Nonton TV di Hanoi Trinity, “Naked Traveler” ... Soal iklan, jarang sekali ada. Kalaupun ada, kualitasnya seperti iklan sebuah produk kosmetik. Merek Cina di TV kita, tapi dibuat dengan teknik sangat sederhana. Iklan yang paling lucu adalah iklan obat flu yang menayangkan bapak-bapak yang bersin saking kerasnya sampai poninya yang panjang terlempar! Iklan yang hanya berisi 'bersin-poni lempar-nama obat' ini berdurasi 5 detik, diulang 3 kali berturut-turut!

34 Nonton TV di Hanoi Trinity, “Naked Traveler”  Parah, semua tayangan berbahasa Inggris di-dubbing dalam bahasa Vietnam! Jadi, mulai dari cuplikan berita bola dari ESPN sampai film seri Bart Simpson, Desperate Housewives, Man in The Black... semuanya di-dubbing! Yang paling ancur, dubbing hanya dilakukan oleh satu suara—suara ibu-ibu. Lucu juga mendengar Homer, Margie, Bart, sampai Will Simpsons Tommy Lee Jones yang macho itu bersuara ibu-ibu berbahasa Vietnam! Saya pun berasumsi, pasti SI ibu tukang dubber ini paling kaya se-Vietnam...

35 “Demokrasi, Ayam Betina, dan Mahasiswa” Orang menyatakan cinta dengan bunga, mahasiswa mencemooh demokrasi dengan ayam. Ketika serombongan besar mahasiswa datang ke Kejaksaan Agung untuk mendesak agar mantan Presiden Suharto dibawa ke pengadilan, mereka memberi Jaksa Agung Andi Muhammad Ghalib seekor ayam betina berbulu hitam. Mahasiswa juga mengirim kutang pada kejaksaan yang dianggapnya 'banci'. Mengapa ayam betina hitam? Menurut antropolog Rachmat Mattulada, ayam betina hitam adalah tanda penghinaan dalam budaya masyarakat Bugis. Jadi, sehina-hinanya orang adalah kalau dapat hadiah 'ayam betina hitam'.

36 Pertama-tama, tidak semua penerima ayam betina hitam adalah orang Bugis, dan tidak semua orang Bugis memahami simbol penghinaan ini. Tante saya yang menikah dengan om saya yang orang Bugis pastinya senang sekali kalau mendapat kiriman ayam gratis—apapun gendernya. Saya juga senang dong, soalnya ngekos dan makan gratis di rumahnya, hehehe... Pertanyaan selanjutnya, apa yang salah dengan ayam betina sampai-sampai harus menanggung dosa jadi simbol kebobrokan pemerintah? Jangan-jangan yang salah adalah pikiran para mahasiswa itu sendiri, yang senang sekali memainkan -maaf- kutang dan kebetinaan untuk mengejek orang lain. Mereka lupa bahwa mereka dibesarkan dengan air susu ibunya yang pastinya berkutang—ibunya, maksudnya.

37 Seingat saya, perempuan itu juga makhluk Tuhan yang sangat perkasa. Makanya, memakai simbol 'betina' atau 'feminin', atau bahkan 'banci' sekalipun untuk memprotes kejaksaan atau aparat pemerintahan yang memble, rasanya kok tidak elok. Lihat saja para banci di Taman Lawang atau perempatan lampu merah lainnya. Kurang struggle apa mereka—dengan baju tipis dan rok mini-- berjuang cari makan di sela debu dan knalpot sambil kucing-kucingan sama Satpol PP! Jadi, jangan sensi ya. Saya bukannya tidak menghargai aksi teman-teman mahasiswa. Tapi mbok ya jangan bawa-bawa femininitas sebagai cara untuk menyimbolkan kebobrokan orang lain, gitu. Mari belajar bersama-sama untuk mendudukkan sesuatu pada tempatnya. Bikin aksi juga harus cerdas, lho...

38 Bagi editor, artikel populer adalah masalah READABILITY, atau faktor 'keterbacaan'

39 Maksudnya?

40 Bagi AUDIENS, TIDAK ADA TULISAN YANG BAGUS KALAU SULIT DIPAHAMI. Tulisan yang akan dibaca HANYA tulisan yang bisa DIPAHAMI, dan MENARIK penyampaiannya!

41 TIPS-TiPS untuk para penulis  Antusias pada topik yang akan diangkat. Jatuh cinta itu penting!  Rajin ‘ngulik’…mencari data terbaru.  Rajin membaca (dan mengobservasi)  Tidak cepat puas, baca berulang-ulang.  To write means to communicate: posisikan diri sebagai khalayak, mampukah mereka mencerna tulisan Anda?  To write means to rewrite: selalu cari cara mengungkapkan yang lebih komunikatif!  Most of all, BE HONEST!

42  Words sing. They hurt. They teach. They sanctify. They were man’s first, immeasureable feat of magic. There is indeed a wild magic in words. Reach, and see if you can grasp it…. (Michael Harvey, The Nuts and Bolts of College Writing, 2003).

43 Oke, Sekian contohnya. Sekian materinya dan lain-lainnya. Saatnya menulis!

44 Latihan... Pilihlah sebuah topik, dan cobalah menulis sepanjang 300 – 500 kata untuk topik tersebut. Gunakan MIND MAP—main topic dan supporting details...


Download ppt "Menulis Feature dan Opini Santi Indra Astuti Bimbingan Teknis Pers Mahasiswa Jatinangor, 3 Desember 2014."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google