Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 KONSEP DAN STRATEGI PROGRAM IMPLEMENTASI SKM/SSN DI SMA TAHUN 2008.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 KONSEP DAN STRATEGI PROGRAM IMPLEMENTASI SKM/SSN DI SMA TAHUN 2008."— Transcript presentasi:

1 1 KONSEP DAN STRATEGI PROGRAM IMPLEMENTASI SKM/SSN DI SMA TAHUN 2008

2 2 PP 19/2005 Penjelasan Pasal 11 Ayat 2&3 Dengan diberlakukannya Standar Nasional Pendidikan, maka Pemerintah memiliki kepentingan untuk memetakan sekolah/ madrasah menjadi sekolah/madrasah yang sudah atau hampir memenuhi Standar Nasional Pendidikan dan sekolah/madrasah yang belum memenuhi Standar Nasional Pendidikan. Terkait dengan hal tersebut, Pemerintah mengkategorikan sekolah/ madrasah yang telah memenuhi atau hampir memenuhi Standar Nasional Pendidikan ke dalam kategori mandiri, dan sekolah/madrasah yang belum memenuhi Standar Nasional Pendidikan ke dalam kategori standar.

3 3 Terpenuhinya 8 Standar Nasional Pendidikan Terpenuhinya 8 Standar Nasional Pendidikan Mampu menjalankan sistem kredit semester (SKS) Mampu menjalankan sistem kredit semester (SKS)

4 4 PROFIL SKM/SSN Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Standar Proses Standar Proses Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Sarana dan Prasarana Standar Sarana dan Prasarana Standar Pengelolaan Standar Pengelolaan Standar Pembiayaan Standar Pembiayaan Standar Penilaian Pendidikan Standar Penilaian Pendidikan

5 5 LANDASAN 1.UU No.22/ UU No.25/ PP No.25/ UU No.20/ PP No.19/ Permendiknas No.22/ Permendiknas No.23/ Permendiknas No.24/ Permendiknas No.6/ Renstra Depdiknas Progker Depdiknas Progker Ditjen MDDM 13.Progker Dit.PSMA

6 6 14. Permendiknas Nomor 12, 13, 14, 16 tahun 2007, tentang standar pendidik dan tenaga kependidikan 14. Permendiknas Nomor 12, 13, 14, 16 tahun 2007, tentang standar pendidik dan tenaga kependidikan 15. Permendiknas Nomor 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan 15. Permendiknas Nomor 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan 16. Permendiknas Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian 16. Permendiknas Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian 17. Permendiknas Nomor 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana Prasarana Pendidikan 17. Permendiknas Nomor 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana Prasarana Pendidikan 18.Permendiknas Nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses 18.Permendiknas Nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses 19.Panduan Penyusunan KTSP 19.Panduan Penyusunan KTSP

7 7 S K M/SSN 8 SNP SKS SKS

8 8 S K M/S S N Sekolah kategori mandiri adalah sekolah yang telah memenuhi atau hampir memenuhi SNP Sekolah kategori mandiri adalah sekolah yang telah memenuhi atau hampir memenuhi SNP Sekolah yang mampu mengoptimasikan pencapaian tujuan pendidikan, potensi dan sumberdaya yang dimiliki untuk melaksanakan proses pembelajaran yang dapat mengembangkan potensi peserta didik sehingga menghasilkan lulusan yang berkualitas. Sekolah yang mampu mengoptimasikan pencapaian tujuan pendidikan, potensi dan sumberdaya yang dimiliki untuk melaksanakan proses pembelajaran yang dapat mengembangkan potensi peserta didik sehingga menghasilkan lulusan yang berkualitas.

9 9 Adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester pada satuan pendidikan. S K S S K S

10 10 KARAKTERISTIK PENYELENGGARAAN SATUAN KREDIT SEMESTER (SKS) A S P E K INDIKATOR STANDAR ISI DAN SKL Beban Belajar dinyatakan dg SKS Tidak ada Kenaikan Kelas Struktur Kurikulum memuat mata pelajaran wajib dan pilihan Siswa dimungkinkan lulus kurang dari enam semester STANDAR PROSES Strategi Pembelajaran Tatap Muka, Penugasan Terstruktur dan Kegiatan Mandiri TT

11 11 A S P E K INDIKATOR STANDAR PROSES Pengelolaan pembelajaran sistem moving class Menerapkan pembelajaran berbasis TIK STANDAR PENILAIAN Bentuk penilaian : tugas-tugas, mid semester dan ujian semester Penilaian menggunakan acuan kriteria dengan kategori A, B, C dan D Lulus minimum C Syarat lulus: Indek prestasi minimum 2,00

12 12 KRITERIA UMUM : RINTISAN SKM/SSN ASPEK INDIKATOR STANDAR ISI DAN SKL Melaksanakan KTSP sejak TP. 2006/2007, atau Melaksanakan Kur’ 2004 sejak TP. 2002/2003 STANDAR PROSES  Menggunakan berbagai macam model pembelajaran  Diutamakan telah menerapkan Pembelajaran Berbasis TIK STANDAR PENILAIAN  Memiliki Nilai UN Rata-rata 7,00  Presentasi Kelulusan ≥ 90 % selama 3 tahun terakhir

13 13 A S P E KINDIKATOR STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN  Kualifikasi > 75%  Profesional > 90%  Rasio Guru : Siswa = 1 : 12/16  Kesiapan dan kemauan guru STANDAR SARANA PRASARANA  Memiliki Ruang Kelas sebanyak jumlah rombongan belajar  Memiliki ruang Perpustakaan dan R. Lab (TIK dan IPA) minimal satu Ruang per jenis ruang

14 14 A S P E K INDIKATOR STANDAR PENGELOLAAN 90 % guru siap mendukung pelaksanaan program SKM Ada dukungan dari Komite Sekolah secara tertulis (kebi-jakan dan Fasilitas) STANDAR PEMBIAYAAN Memiliki dana pendukung berbagai program yang dilakukan secara swadaya melalui berbagai sumber

15 15 A S P E K INDIKATOR KEBIJAKAN DAN PEMBINAAN PENGEMBANGAN SMA Ada Dukungan dari Pemkab/- kota secara tertulis (kebijak- an dan Fasilitas) Penyebaran lokasi sekolah rintisan (antar Kabupaten/- Kota Daya jangkau pembinaan

16 16 Program Rintisan SKM/SSN SMA Asistensi pengelola- an 441 sek. melalui kegiatan Rakor di 7 regional untuk pe- nyepakatan program kerja Asistensi pengelola- an 441 sek. melalui kegiatan Rakor di 7 regional untuk pe- nyepakatan program kerja Supervisi 100 sek. Supervisi 100 sek. Pengembangan Pem- bel. berbasis TIK Pengembangan Pem- bel. berbasis TIK Pendataan awal Pendataan awal Verifikasi dan penyusunan program kerja Verifikasi dan penyusunan program kerja Penyaluran dana block grant Penyaluran dana block grant Pembinaan/supervisi, monitoring dan evaluasi Pembinaan/supervisi, monitoring dan evaluasi

17 17 Pertimbangan Seleksi Sekolah Rintisan 1.Sekolah yang mempunyai keingin- an/kesediaan,kemauan dan potensial untuk dikembangkan 2.Sekolah model rintisan program Dit.PSMA (Pelaksana Terbatas KBK, SNBI/SBI, TIK, Mandarin, Jepang, Keunggulan Kelautan, dll)

18 18 Persyaratan Minimal Rintisan SKM/SSN a. Dukungan Internal 1).Kinerja Sekolah 2).Kurikulum 3).Ketersediaan panduan pelaksanaan 4).Kesiapan sekolah 5).Kesiapan Sumber Daya Manusia 6).Ketersediaan Fasilitas b.Dukungan Eksternal 1).Dukungan dari komite sekolah 2).Adanya kesediaan orang tua/wali yang menyatakan putranya mengikuti pembelajaran dengan sistem SKS 3).Dukungan dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota secara tertulis 4).Dukungan tenaga pendamping/narasumber dalam proses pengembangan dan pelaksanaan SKM/SSN

19 19 Tujuan Rintisan SKM/SSN 1.Memberikan dorongan dan pendampingan 1.Memberikan dorongan dan pendampingan sekolah dalam kurun waktu tertentu untuk dapat menyelenggarakan pendidikan memenuhi/hampir memenuhi standar nasional pendidikan 2.Menjalin kerjasama dan meningkatkan peran 2.Menjalin kerjasama dan meningkatkan peran serta stakeholder pendidikan di SMA baik ditingkat pusat maupun daerah dalam mengembangkan SKM/SSN 3.Mendapatkan model/rujukan SKM/SSN 3.Mendapatkan model/rujukan SKM/SSN 4.Memenuhi SNP pada seluruh SMA 4.Memenuhi SNP pada seluruh SMA

20 20 Strategi/Model Pengembangan 1. Tahap persiapan 1. Tahap persiapan a. Penyusunan perangkat/dokumen pendukung pelaksanaan modelrintisan SKM/SSN modelrintisan SKM/SSN 1) Konsep SKM/SSN 1) Konsep SKM/SSN 2) Program Implementasi rintisan SKM/SSN 2) Program Implementasi rintisan SKM/SSN 3) Panduan Verifikasi Profil SMA Pelaksana Program Rintisan 3) Panduan Verifikasi Profil SMA Pelaksana Program Rintisan SKM/SSN SKM/SSN 4) Panduan Penyusunan Program Kerja Sekolah Pelaksana Rintisan 4) Panduan Penyusunan Program Kerja Sekolah Pelaksana Rintisan SKM/SSN SKM/SSN 5) Panduan dan Instrumen Supervisi danEvaluas Keterlaksanaan 5) Panduan dan Instrumen Supervisi danEvaluas Keterlaksanaan Program Rintisan SKM/SSN Program Rintisan SKM/SSN b. Sosialisasi program rintisan SKM/SSN dilaksanakan melalui berbagai kegiatan/ forum kegiatan/ forum 2. Keterkaitan antar lembaga 2. Keterkaitan antar lembaga

21 21 KEGIATANWAKTUKETERANGAN Persiapan dan penyempurnaan naskah, sosialisasi program rintisan SKM/SSN 2008 Akhir tahun sebelumnya- Januari 2008 Dit. PSMA Pemilihan dan penetapan SMA rintisan SKM/SSN dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi November/Des ember tahun sebelumnya Dit. PSMA Pengumpulan data SMA rintisan SKM/SSN terpilih dari Dinas Pendk. Provinsi selambat - lambatnya 2008 Akhir Januari 2008 Dit. PSMA Jadwal Kegiatan

22 22 KEGIATANWAKTUKETERANGAN Penyiapan Petugas/ Fasilitator Rintisan SKM/ SSN 2008 Februari 2008 Dilaksanakan oleh Dit. Pembinaan SMA, Dinas Dik Prov /Kab/Kota Inventarisasi kondisi 2008 Februari s.d. Maret 2008 Perangkat disiapkan oleh Dit. Pembinaan SMA dan disosialisasikan kepada Dinas Dik Prov/Kab/Kota melalui TOT Inventarisasi kondisi dilaksanakan oleh Dinas Dik Prov/Kab/Kota

23 23 KEGIATANWAKTUKETERANGAN Penyusunan dan penilaian program kerja sekolah 2008 Maret s.d. Mei 2008 Dinas Pend Prov Pembinaan (Asistensi, bimbingan teknis dan supervisi) Juli tahun berjalan s.d Juni tahun berikutnya Dilakukan Dit. PSMA bersama- sama Dinas Dik Prov/Kab/Kota Evaluasi keterlaksanaan program Akhir tahun anggaran Dilakukan Dit. PSMA bersama- sama Dinas Dik Prov/Kab/Kota Pemilihan dan penetapan SMA ”Model” SKM/SSN Akhir Juni tahun berikutnya Dilakukan Dit. PSMA bersama- sama Dinas Dik Prov/Kab/Kota

24 24 TARGET PENCAPAIAN SNP Pemberlakukan SNP – pemerintah berke- pentingan memetakan sekolah/madrasah menjadi sekolah/madrasah yang sudah atau hampir memenuhi SNP Pemberlakukan SNP – pemerintah berke- pentingan memetakan sekolah/madrasah menjadi sekolah/madrasah yang sudah atau hampir memenuhi SNP Satuan pendidikan wajib menyesuaikan diri dengan ketentuan PP No.19/2005 paling lambat 7 tahun sejak diterbit- kannya PP ini Satuan pendidikan wajib menyesuaikan diri dengan ketentuan PP No.19/2005 paling lambat 7 tahun sejak diterbit- kannya PP ini Paling lambat tahun 2013 seluruh sekolah/madrasah sudah/hampir meme- nuhi SNP. Paling lambat tahun 2013 seluruh sekolah/madrasah sudah/hampir meme- nuhi SNP.

25 25 Rintisan SKM Penyebaran sekolah rintisan:-me mewakili kab/kota Penyebaran sekolah rintisan:-me mewakili kab/kota Bagaimana daerah menyikapi rin- tisan ini dibandingkan dengan target akhir Bagaimana daerah menyikapi rin- tisan ini dibandingkan dengan target akhir Tujuan Rintisan ---- Rujukan bagi sekolah lain (input-proses-hasil) Tujuan Rintisan ---- Rujukan bagi sekolah lain (input-proses-hasil) Menyusun proyeksi pencapaian pemenuhan sek./madrasah SNP Menyusun proyeksi pencapaian pemenuhan sek./madrasah SNP

26 26 Proses pemilihan sekolah rintisan Proses pemilihan sekolah rintisan Dengan asumsi seluruh sekolah/ madrasah yang ada Sekolah Kate- gori Standar, perlu dipelajari: Dengan asumsi seluruh sekolah/ madrasah yang ada Sekolah Kate- gori Standar, perlu dipelajari: pola penanganan/pembinaan se- kolah rintisan ini : Baik, Cukup, Kurang?? pola penanganan/pembinaan se- kolah rintisan ini : Baik, Cukup, Kurang?? Tingkat keberhasilan program rintisan – proses membangun sistem Tingkat keberhasilan program rintisan – proses membangun sistem

27 27 Program utama pembinaan SMA PENINGKATAN MUTU mendorong SMA menuju Sekolah Kategori Mandiri

28 28 TerimaKasih…….


Download ppt "1 KONSEP DAN STRATEGI PROGRAM IMPLEMENTASI SKM/SSN DI SMA TAHUN 2008."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google