Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati1 AKUNTANSI PENGANTAR II Oleh: Budhi Purwantoro Jati.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati1 AKUNTANSI PENGANTAR II Oleh: Budhi Purwantoro Jati."— Transcript presentasi:

1 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati1 AKUNTANSI PENGANTAR II Oleh: Budhi Purwantoro Jati

2 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati2 Bab 2 Pengendalian Interen dan Kas

3 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati3 AKUNTANSI & PENGENDALIAN INTEREN Proses akuntansi terdiri atas pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan data keuangan Akuntansi adalah suatu sistem yang mengukur aktifitas perusahaan, memproses informasi ke dalam laporan & mengkomunikasikan hasilnya kepada para pembuat ke- putusan, melalui media laporan keuangan. Agar benar-benar bermanfaat bagi para penggunanya, informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keu- angan harus disajikan secara wajar (“benar”). Untuk menjamin bahwa informasi akuntansi disajikan secara wajar (“benar”) diperlukan suatu alat yang ber- nama sistem pengendalian interen.

4 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati4 PENGERTIAN & TUJUAN SISTEM PENGENDALIAN INTEREN Sistem pengendalian interen adalah semua alat (yang meliputi organisasi, metode, & prosedur) yang diterap- kan & digunakan perusahaan dengan tujuan untuk: a.melindungi aktiva b.menjamin ketelitian dan dapat dipercayainya cata- tan akuntansi c.meningkatkan efisiensi operasi d.mendorong dipatuhinya kebijakan perusahaan Sistem pengendalian interen terdiri atas 2 bagian, yaitu administratif control (tujuan c & d) dan accounting control (tujuan a & b).

5 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati5 KARAKTERISTIK SISTEM PENGENDALIAN INTEREN Sistem pengendalian yang digunakan oleh setiap perusa- haan belum tentu sama, tergantung pada skala operasi serta sifat dan jenis operasinya. Penerapan sistem pengendalian interen pada setiap pe- rusahaan meliputi semua aktiva dan pasiva beserta se- mua transaksi yang terkait.

6 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati6 UNSUR-UNSUR SISTEM PENGENDALIAN INTEREN YANG EFEKTIF Karyawan yang cakap dan dapat dipercaya Penetapan fungsi dan tanggung jawab yang memadai Penetapan sistem otorisasi yang tepat Pemisahan fungsi yang memadai antara: a. Fungsi operasi dan fungsi akuntansi b. Fungsi penyimpanan dan fungsi akuntansi c. Fungsi otorisasi dan fungsi penyimpanan d. Fungsi-fungsi yang ada di dalam fungsi akuntansi Penyelenggaraan pemeriksaan secara periodik baik oleh pemeriksan interen maupun oleh pemeriksa eksteren.

7 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati7 KETERBATASAN SISTEM PENGENDALIAN INTEREN Biaya penyelenggaraan yang cukup tinggi Rutinitas dalam pelaksanaan tugas Kolusi antar karyawan yang melaksanakan

8 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati8 PENGERTIAN & KARAKTERISTIK KAS Kas adalah aktiva perusahaan yang berupa uang tunai (logam & kertas), check, money order, bank draft, dan simpanan di bank dalam bentuk giro. Karakteristik kas dapat diterima sebagai alat pembaya- ran oleh umum dan siap digunakan setiap saat (tanpa adanya pembatasan) untuk membiayai semua kegiatan perusahaan sehari-hari. Surat-surat berharga yang dapat diterima oleh bank sebagai alat pembayaran juga dapat diklasifikasikan sebagai kas.

9 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati9 PENGENDALIAN INTEREN KAS Penerimaan Semua penerimaan harus dise- torkan --untuk disimpan-- di bank dalam jumlah & bentuk apa adanya pada hari yng sama Pengeluaran Semua pengeluaran harus dilak- sanakan dengan sistem voucher Semua pengeluaran yang jum- lahnya besar dilakukan dengan menggunakan check Semua pengeluaran yang jum- lahnya kecil dilakukan dengan menggunakan kas kecil

10 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati10 PENYIMPANAN KAS DI BANK DALAM BENTUK GIRO Dokumen-dokumen yang digunakan: 1. Formulir tanda tangan (signature card) 2. Bukti setor (deposit ticket) 3. Cek (check) 4. Laporan bank (bank statement) 5. Laporan rekonsiliasi bank (bank reconciliation)

11 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati11 Contoh Formulir Setoran Bagian Depan Bagian Belakang

12 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati12 Contoh Cek Pembuat Penerima Pembayar

13 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati13 Contoh Laporan Bank

14 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati14 MEKANISME PENYIMPANAN KAS DI BANK DALAM BENTUK GIRO PENERIMAAN KAS Pihak KetigaKasPerusahaan (PT A) Jurnal Kas xxx Macam 2 xxx Posting BankKas Jurnal Kas xxx Giro PT A xxx xxx

15 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati15 MEKANISME PENYIMPANAN KAS DI BANK DALAM BENTUK GIRO PENGELUARAN KAS Pihak KetigaCekPerusahaan (PT A) Jurnal Macam 2 xxx CekUang Kas xxx Posting BankKas Jurnal Giro PT A xxx Kas xxx xxx

16 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati16 LAPORAN REKONSILIASI BANK PERUSAHAAN (PT A) BANK Catatan Kas Catatan Buku Jurnal Buku Besar Kas Buku Giro PT A Laporan Bank Laporan Rekonsiliasi Bank Saldo Per Buku Persh (+) Penerimaan (--) Pengeluaran xx (xx) Saldo Per Lap Bank (+) Setoran (--) Penarikan xx (xx) Saldo Yang BenarxxSaldo Yang Benarxx

17 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati17 MEKANISME PENYIMPANAN KAS DI BANK DALAM BENTUK GIRO Perusahaan (PT A)Bank Kas500 Piutang Dagang 500 Terima dari pihak ke-3 Kas disetor Ke Bank Kas 250 Giro PT A 250 Serahkan cek ke pihak ke-3 Utang Dagang200 Kas 200 Cek diuang- kan ke Bank Giro PT A200 Kas 200 Terima dari pihak ke-3 Kas250 Penjualan Tunai 250 Kas disetor Ke Bank Kas 500 Giro PT A 500 Serahkan cek ke pihak ke-3 Utang Dagang100 Kas 100 Cek diuang- kan ke Bank Giro PT A100 Kas 100

18 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati18 MEKANISME PENYIMPANAN KAS DI BANK DALAM BENTUK GIRO Perusahaan (PT A)Bank Buku Besar Debit Kredit Saldo Awal 0 Penerm 500 Pengelr 200 Penerrm 250 Pengelr 100 Saldo Akhir 450 Laporan Bank Debit Kredit Saldo Apabila kedua catatan diselenggarakan secara benar maka akan menunjukkan jumlah saldo akhir yang sama Apabila kedua catatan menunjukkan saldo akhir yang tidak sama berarti salah dan harus dicari penyebabnya melalui proses yang disebut rekonsiliasi bank

19 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati19 PENGERTIAN DAN TUJUAN REKONSILIASI BANK Merupakan prosedur yang dilakukan oleh perusahaan yang mempunyai rekening giro di bank dengan tujuan untuk mencari penyebab terjadinya perbedaan antara saldo kas yang nampak dalam pembukuan perusahaan dan saldo kas yang nampak dalam laporan bank. Penyebab utama perbedaan saldo kas menurut catatan (bu- ku) perusahaan dan laporan bank: 1. Transaksi 2 yang sudah dicatat oleh perusahaan tetapi belum dicatat oleh bank, misal setoran dalam perjalanan, dan cek masih beredar. 2. Transaksi 2 yang sudah dicatat oleh bank tetapi belum di- catat oleh perusahaan, misal penagihan piutang langsung melalui bank, jasa giro bank, & biaya administrasi bank. 3. Kesalahan pencatatan baik yang dilakukan oleh perusa- haan maupun oleh bank.

20 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati20 ILUSTRASI TERJADINYA SETORAN DALAM PERJALANAN (DEPOSIT IN TRANSIT) Perusahaan (PT A)Bank Terima dari pihak ke-3 Kas500 Piutang Dagang 500 Kas disetor Ke Bank Kas 500 Giro PT A 500 Serahkan cek ke pihak ke-3 Utang Dagang200 Kas 200 Cek diuang- kan ke Bank Giro PT A200 Kas 200 Terima dari pihak ke-3 Kas250 Penjualan Tunai 250 Kas disetor Ke Bank Serahkan cek ke pihak ke-3 Utang Dagang100 Kas 100 Cek diuang- kan ke Bank Giro PT A100 Kas 100

21 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati21 ILUSTRASI TERJADINYA SETORAN DLM PERJALANAN Perusahaan (PT A)Bank Buku Besar Debit Kredit Saldo Awal 0 Penerm 500 Pengelr 200 Penerrm 250 Pengelr 100 Saldo Akhir 450 Laporan Bank Debit Kredit Saldo Karena jumlah saldo akhir kedua tidak menunjukkan angka yang sama berarti ada yang salah & harus dibetulkan melalui proses rekonsiliasi Karena yang salah dalam hal ini adalah catatan bank, maka yang harus dibetulkan melalui proses rekonsilisi bank adalah catatan bank Karena salah bank adalah belum mencatat penerimaan kas maka membetulkannya dlm proses rekonsiliasi bank adalah ditambahkan pada saldo kas per laporan bank

22 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati22 Perusahaan (PT A)Bank ILUSTRASI TERJADINYA CEK YANG MASIH BEREDAR (OUT STANDING CHEK) Terima dari pihak ke-3 Kas500 Piutang Dagang 500 Kas disetor Ke Bank Kas 500 Giro PT A 500 Serahkan cek ke pihak ke-3 Utang Dagang200 Kas 200 Cek diuang- kan ke Bank Giro PT A200 Kas 200 Terima dari pihak ke-3 Kas250 Penjualan Tunai 250 Kas disetor Ke Bank Kas 250 Giro PT A 250 Serahkan cek ke pihak ke-3 Utang Dagang100 Kas 100 Cek diuang- kan ke Bank

23 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati23 ILUSTRASI TERJADINYA CEK MASIH BEREDAR Perusahaan (PT A)Bank Buku Besar Debit Kredit Saldo Awal 0 Penerm 500 Pengelr 200 Penerrm 250 Pengelr 100 Saldo Akhir 450 Laporan Bank Debit Kredit Saldo Karena jumlah saldo akhir kedua tidak menunjukkan angka yang sama berarti ada yang salah & harus dibetulkan melalui proses rekonsiliasi Karena yang salah dalam hal ini adalah catatan bank, maka yang harus dibetulkan melalui proses rekonsilisi bank adalah catatan bank Karena salah bank adalah belum mencatat pengeluaran kas (cek) maka membetulkan- nya dlm proses rekonsiliasi bank adalah dikurangkan pada saldo kas per laporan bank

24 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati24 ILUSTRASI TERJADINYA JASA GIRO BANK Perusahaan (PT A)Bank Biaya Bunga 15 Giro PT A 15 Pendapatan Bunga Tidak ada pemberi- tahuan Terima dari pihak ke-3 Kas500 Piutang Dagang 500 Kas disetor Ke Bank Kas 500 Giro PT A 500 Serahkan cek ke pihak ke-3 Utang Dagang200 Kas 200 Cek diuang- kan ke Bank Giro PT A200 Kas 200

25 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati25 ILUSTRASI TERJADINYA JASA GIRO BANK Perusahaan (PT A)Bank Buku Besar Debit Kredit Saldo Awal 0 Pengelr 200 Penerm 500 Saldo Akhir 300 Laporan Bank Debit Kredit Saldo Karena jumlah saldo akhir kedua tidak menunjukkan angka yang sama berarti ada yang salah & harus dibetulkan melalui proses rekonsiliasi Karena yang salah dalam hal ini adalah catatan perusahaan, maka yang harus dibe- betulkan melalui proses rekonsilisi bank adalah catatan perusahaan Karena salah persh adalah belum mencatat penerimaan kas (pend bunga) maka mem betulkannya dlm proses rekonsiliasi adalah ditambahkan pd saldo kas per buku persh

26 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati26 ILUSTRASI TERJADINYA BIAYA ADMINISTRASI BANK Perusahaan (PT A)Bank Terima dari pihak ke-3 Kas500 Piutang Dagang 500 Kas disetor Ke Bank Kas 500 Giro PT A 500 Serahkan cek ke pihak ke-3 Utang Dagang200 Kas 200 Cek diuang- kan ke Bank Giro PT A200 Kas 200 Biaya Ad- ministrasi Giro PT A 5 Pendapatan Adm 5 Tidak ada pemberi- tahuan

27 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati27 ILUSTRASI TERJADINYA BIAYA ADMINISTRASI BANK Perusahaan (PT A)Bank Buku Besar Debit Kredit Saldo Awal 0 Pengelr 200 Penerm 500 Saldo Akhir 300 Laporan Bank Debit Kredit Saldo Karena jumlah saldo akhir kedua tidak menunjukkan angka yang sama berarti ada yang salah & harus dibetulkan melalui proses rekonsiliasi Karena yang salah dalam hal ini adalah catatan perusahaan, maka yang harus dibe - Betulkan melalui proses rekonsilisi bank adalah catatan perusahaan Karena salah persh adalah belum mencatat pengeluaran kas (biaya) maka pembetu - lannya dlm proses rekonsiliasi adalah dikurangkan pd saldo kas per buku persh

28 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati28 ILUSTRASI TERJADINYA CEK KOSONG (NOT SUFFICIENT FUNDS CHEK) Perusahaan (PT A)Bank Terima dari pihak ke-3 dalam ben- nuk CEK Kas500 Piutang Dagang 500 Kas (dalam bentuk CEK disetor ke Bank Kas 500 Giro PT A 500 Karena ter- nyata CEK KOSONG oleh Bank di- Keluarkan lagi Giro PT A 500 Kas 500 Tidak ada pemberi- tahuan

29 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati29 ILUSTRASI TERJADINYA CEK KOSONG (NOT SUFFICIENT FUNDS CHEK) Perusahaan (PT A)Bank Buku Besar Debit Kredit Saldo Awal 0 Penerm 500 Saldo Akhir 500 Laporan Bank Debit Kredit Saldo Karena jumlah saldo akhir kedua tidak menunjukkan angka yang sama berarti ada yang salah & harus dibetulkan melalui proses rekonsiliasi Karena yang salah dalam hal ini adalah catatan perusahaan, maka yang harus dibe - Betulkan melalui proses rekonsilisi bank adalah catatan perusahaan Karena salah persh adalah belum mencatat pengeluaran kas (biaya) maka pembetu - lannya dlm proses rekonsiliasi adalah dikurangkan pd saldo kas per buku persh

30 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati30 BENTUK LAPORAN REKONSILIASI BANK Laporan Rekonsiliasi Bank Per 31 Januari 2011 Saldo per Laporan Bank (+) a. Setoran dlm perjln b. Kas yg ada di prsh xxx Saldo per Buku Persahaan (+) a. Pengmpl piut via Bank b. Jasa giro Bank xxx c. Kslhn pencatatanxxx c. Kslhn pencatatanxxx (--) a. Cek msh beredar b. Kslhn pencatatan xxx Xx x (--) a. Biaya admin Bank b. Cek Kosong c. Kslhn pencatatan xxx Saldo kas yang benarxxxSaldo kas yang benarxxx

31 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati31 CONTOH PT Gagak Rimang Laporan Rekonsiliasi Bank 31 Maret 2011 (dalam ribuan rupiah) Saldo per lap bank (+) 1. Setoran dlm perjln Saldo per buku persh (+) 1. Pengumpulan piutang via bank (--) 1. Cek msh beredar(3.397)(--) 1. Biaya adm bank 2. Cek kosong 3. Koreksi kesalahan (25) (441) (90) Saldo kas yg benar12.425Saldo kas yg benar12.425

32 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati32 JURNAL PENYESUAIAN Rekonsiliasi bank merupakan prosedur/cara untuk menentukan saldo kas (simpanan giro di bank) yang benar untuk dicantumkan/dilaporkan dalam neraca. Rekonsiliasi bank hanya merupakan proses pengu- kuran (perhitungan) dan bukan merupakan proses pengakuan (pencatatan). Oleh karena itu, untuk membetulkan saldo kas pada buku (catatan) perusahaan yang masih salah harus dibuat jurnal penyesuaian. Jadi tujuan pembuatan jurnal penyesuaian pada proses rekonsiliasi bank adalah untuk menyesuaikan (membetulkan) buku (catatan) perusahaan.

33 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati33 CONTOH (lanjutan) Kas1.000 Piutang Wesel 878 Pendapatan Bunga 122 (Untuk mencatat pengumpulan piutang lgs melalui bank) Biaya Administrasi Umum 25 Kas 25 (Untuk mencatat biaya administrasi bank) Piutang Dagang 441 Kas 441 (Untuk mencatat cek kosong) Utang Dagang 90 Kas 90 (Untuk mencatat koreksi kesalahan pencatatan cek)

34 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati34 CONTOH (lanjutan) Atau apabila keempat jurnal penyesuaian di atas diga- bung menjadi satu jurnal, maka nampak sebagai beri – kut: Kas 444 Biaya Administrasi Umum 25 Piutang Dagang 441 Utang Dagang 90 Piutang Wesel 878 Pendapatan Bunga 122 (Untuk mencatat semua penyesuaian yang diperlukan untuk membetulkan (menyesuaian) saldo kas menurut laporan bank.

35 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati35 To Be Continued Jangan lupa mempelajari kembali buku teksnya serta mencoba soal-soal latihannya di rumah. Memang ujian masih jauh, tetapi buatlah lebih pasti dari sekarang.

36 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati36 PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN KAS KECIL – SISTEM DANA TETAP (IMPREST) Jumlah kas kecil yang dibentuk harus ditetapkan. Pengelolaan fisik kas kecil dilakukan oleh kasir (pemegang) kas kecil yang bertugas menyimpan uang tunai kas kecil, me- ngurusi pengeluaran 2 kas kacil, dan menyim pan bukti 2 pe- ngeluaran kas kecil, serta menukarkan bukti 2 pengeluaran kas kecil dengan uang tunai pada saat yang telah ditentukan untuk melakukan pengisian kembali kas kecil. Pencatatan atas transaksi 2 kas kecil dilakukan oleh (petugas) bagian akuntansi dan bukan oleh kasir (pemegang) kas kecil. Transaksi 2 kas kecil yang dicatat terdiri atas: a.Pembentukan kas kecil, dengan jurnal: Kas Kecilxxx Kas (Bank)xxx

37 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati37 PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN KAS KECIL – SISTEM DANA TETAP (IMPREST) b.Pengisian kembali kas kecil, dengan jurnal: Macam 2 Akun di Debetxxx Kas (Bank)xxx c.Penambahan jumlah kas kecil, dengan jurnal (atau se- baliknya pengurangan): Kas Kecilxxx Kas (Bank)xxx d.Penyesuaian pada akhir periode, dengan jurnal: Macam 2 Akun di Debetxxx Kas Kecilxxx

38 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati38 PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN KAS KECIL – SISTEM DANA TETAP (IMPREST) Jadi setiap terjadi pengeluaran (penggunaan) kas kecil tidak dicatat melainkan cukup dikumpulkan & disimpan bukti 2 pe- geluarannya, dijadikan satu dengan sisa uang tunai yang ada. Jumlah uang tunai ditambah bukti2 pengeluaran yang ada (yang dikelola oleh kasir pemegang kas kecil) setiap saat harus selalu sama dengan jumlah saldo kas kecil menurut catatan (buku besar kas kecil) yang diselenggarakan oleh bagian akuntansi.

39 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati39 CONTOH Pemegang Kas KecilBagian Akuntansi 01/02/11 Dibentuk dana kas kecil 01/02/11 Dicatat Kas Kecil Kas/Bank Kotak Kas Kecil - Uang Tunai Jumlah Kas Kecil 01/02/

40 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati40 CONTOH Pemegang Kas KecilBagian Akuntansi 10/02/11 Dana kas kecil di GUNAKAN Kotak Kas Kecil - Uang Tunai Bukti2 Transaksi Jumlah /02/11 TIDAK DICATAT Kas Kecil 01/02/

41 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati41 CONTOH Pemegang Kas KecilBagian Akuntansi 20/02/11 Dana kas kecil di- ISI KEMBALI Kotak Kas Kecil - Uang Tunai Bukti2 Transksi. 0 - Jumlah /02/11 DICATAT Beban Listrik 100 Beban Telepon 250 Suplais 500 Kas/Bank 850 Kas Kecil 01/02/

42 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati42 CONTOH Pemegang Kas KecilBagian Akuntansi 25/02/11 Dana kas kecil di- TAMBAH Kotak Kas Kecil - Uang Tunai Bukti2 Transksi. 0 - Jumlah /02/11 DICATAT Kas Kecil Kas/Bank Kas Kecil 01/02/ /02/ Saldo 2.500

43 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati43 CONTOH Pemegang Kas KecilBagian Akuntansi 26/02/11 Dana kas kecil di- GUNAKAN Kotak Kas Kecil - UangTunai Bukti2 Transaksi Jumlah /02/11 TIDAK DICATAT Kas Kecil 01/02/ /02/ Saldo 2.500

44 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati44 CONTOH Pemegang Kas KecilBagian Akuntansi 28/02/11 Dana kas kecil di- SESUAIKAN Kotak Kas Kecil - Uang Tunai Bukti2 Transaksi Jumlah /02/11 DICATAT Beban Reparasi 150 Beban Perjl Dns 500 Beban Sosial 100 Kas Kecil 750 Kas Kecil 01/02/ /02/ /02/ Saldo 1.750

45 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati45 CONTOH Pemegang Kas KecilBagian Akuntansi 20/02/11 Dana kas kecil di- ISI KEMBALI Kotak Kas Kecil - Uang T Bukti2 T Jumlah /02/11 DICATAT Beban List Beban Telp Suplais Selisih Kas 25 Kas/Bank /02/11 Dana kas kecil di- ISI KEMBALI Kotak Kas Kecil - Uang T Bukti2 T Jumlah /02/11 DICATAT Beban List Beban Telp Suplais Selisih Kas 25 Kas/Bank

46 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati46 CONTOH Pembentukan kas kecil Kas Kecil Kas / Bank1000 Penggunaan kas kecil Pengisian kembali kas kecil Beban Listrik 100 Beban Telepon 250 Suplais 500 Kas / Bank 850

47 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati47 CONTOH (lanjutan) Penambahan saldo kas kecil Kas Kecil1.500 Kas / Bank1000 Penggunaan kas kecil Penyesuaian kas kecil (pada akhir periode) Beban Reparasi 150 Beban Perjalan Dinas 500 Beban Sosial 100 Kas Kecil 750

48 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati48 Contoh Penyajian Kas Sebagai elemen aktiva lancar Pada urutan paling atas kare- paling likuid sifatnya

49 1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati49 The End Jangan lupa mempelajari kembali buku teksnya serta mencoba soal-soal latihannya di rumah. Jangan lupa untuk mengerjakan dan mengumpul- kan Tugas-1 pada hari kuliah berikutnya.


Download ppt "1/11/2015© Budhi Purwantoro Jati1 AKUNTANSI PENGANTAR II Oleh: Budhi Purwantoro Jati."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google