Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

NAMA : DRS. SUPARNO NIP : 131405606 UNIT KERJA : SMAN 59 JAKARTA D K I.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "NAMA : DRS. SUPARNO NIP : 131405606 UNIT KERJA : SMAN 59 JAKARTA D K I."— Transcript presentasi:

1

2 NAMA : DRS. SUPARNO NIP : UNIT KERJA : SMAN 59 JAKARTA D K I

3 Pada tahun 1927, Wener Heisenberg mengemukakan bahwa tidak mungkin menentukan posisi dan momentum suatu elektron dengan tepat pada saat yang bersamaan. Prinsip ini dikenal dengan prinsip “ Ketidakpastian Heisenberg “ Dengan demikian, posisi elektron dalam atom hanya merupakan kebolehjadian dan tidak dapat ditentukan dengan pasti. Pada tahun 1900, Max Planck mengatakan bahwa, radiasi yang dipancarkan / diserap terdiri dari paket-paket energi yang disebut kuantum. Pada tahun 1923 Luis de Broglie mengemukakan bahwa partikel-partikel yang begerak memiliki sifat gelombang. Karena elektron-elektron melakukan gerak, maka elektron juga memiliki sifat gelombang. Hal ini bertentangan dengan pendapat Neils Bohr yang mengemukakan bahwa elektron mengelilingi inti pada lintasan tertentu berbentuk lingkaran, sehingga untuk menjelaskan keadaan elektron cukup dengan satu bilangan kuantum saja. Tetapi teori atom Bohr tidak dapat menjelaskan keadaan elektron untuk atom yang komplek. Teori Atom Kuantum Ke Menu Utama

4 Bilangan kuantum utama (n ) menyatakan tingkat energi utama ( kulit) tempat elektron berada. Harga n = 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 Harga n1234 Harga l 0123 Subkulitspdf 2. Bilangan kuantum azimut / orbital (l ) Besarnya energi total elektron Pada tahun 1927 dengan menggunakan persamaan gelombang, Erwin Schrodinger mengemukakan bahwa keadaan elektron dalam atom dinyatakan dalam 4 bilangan kuantum, yaitu : bilangan kuantum utama (n), azimut ( l ), magnetik (m), dan spin (s) Untuk atom hidrogen Untuk atom yang mempunyai nomor atom Z A. Bilangan Kuantum 1. B ilangan kuantum utama (n) Bilangan kuantum azimut menyatakan sub-tingkat energi (subkulit) yang ditempati elektron. Harga l = n – 1

5 Contoh : a. Subkulit s ( l = 0),mempunyai orbital sebannyak = 1 orbital, yaitu m = 0 b. Subkulit p ( l =1),mempunyai orbital sebanyak = 3 orbital, yaitu m = -1,0, 1 c. Subkulit d ( l = 2), mempunyai orbital sebanyak = 5 orbital, yaitu ; m = -2, -1, 0, 1, 2 Menurut Goudsmit dan Uhlenbeck, selektron suatu atom selain bergerak mengelilingi inti atom ( berotasi) juga berputar pada sumbunya ( berspin). Untuk menyatakan rotasi elektron menurut sumbunya pada waktu bergerak mengelilingi inti atom dingunakan bilangan kuantum spin Harga : s = + ½, elektron berputar searah putaran jarum jam s = - ½, elektron berputar berlawanan putaran jarum jam /2- 1/2 3. Bilangankuantum magnetik (m) Bilangan kuantum magnetik (m) menyakakan orbital yang ditempati oleh elektron dalam subkulit. 4. Bilangankuantum spin (s) Harga m = ± l a a a atau m = - l, 0, + l. Dalam suatu subkulit mengandung orbital sebanyak =( 2l + 1 )

6 Aturan yang harus dipertimbangkan dalam penentuan konfigurasi elektron 2. Azas larangan Pauli, menyatakan bahwa tidak ada dua buah elektron yang mempunyai keempat bilangan kuantum yang sama B. Konfirugasi Elektron 1. Aturan Aufbau, yaitu pengisian elektron dari sub kulit yang berenergi rendah sampai penuh, kemudian dilanjutkan ke subkulit yang tingkat energinya lebih tinggi

7 Diagram keadaan bilangan kuantum (n, l, m, s ) elektron dari suatu atom, untuk n = /2 -1/2 Pada diagram di atas terdapat 8 keadaan bilangan kuantum yang berbeda. Kedelapan bilangan kuantum itu memiliki tingkat energi yang sama, karena mempunmyai bilangan kuantum utama yang sama, yaitu n = 2


Download ppt "NAMA : DRS. SUPARNO NIP : 131405606 UNIT KERJA : SMAN 59 JAKARTA D K I."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google