Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

DASAR PEMIKIRAN AHLISSUNNAH WAL JAMA’AH I. AQIDAH II.SYARI’AH III. TASAWWUF ASY’ARIY-Maturidi Imam Madzhab 4 Al-Ghozali-Al-Junaidi DOKTRINALISASI KARAKTER.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "DASAR PEMIKIRAN AHLISSUNNAH WAL JAMA’AH I. AQIDAH II.SYARI’AH III. TASAWWUF ASY’ARIY-Maturidi Imam Madzhab 4 Al-Ghozali-Al-Junaidi DOKTRINALISASI KARAKTER."— Transcript presentasi:

1

2

3 DASAR PEMIKIRAN AHLISSUNNAH WAL JAMA’AH I. AQIDAH II.SYARI’AH III. TASAWWUF ASY’ARIY-Maturidi Imam Madzhab 4 Al-Ghozali-Al-Junaidi DOKTRINALISASI KARAKTER ASWAJA TASAMUH TAWAZUN I’TIDAL TASAMUH

4 SIKAP KEBERAGAMAN DAN KEMASYARAKATAN ASWAJA AN-NAHDLIYYAH (NU) I. Twassuth & I’tidal II. Tasamuh III. Tawazun IV. Amar Ma’ruf Nahi Munkar PEMIKIRAN AHLISSUNNAH WAL JAMA’AH AN-NAHDLIYYAH I. AQIDAH II. SYARI’AH III. TASAWWUF IV. ADAT V. KEMASYARAKATAN VI. KEBANGSAAN

5 KARAKTER DOKTRIN ASWAJA-NU 1). TIS’UN NAHDLOH 2). PENGAWAL PEMURNIAN ISLA 3). PELEMBAGAAN IDE ULAMA 4). KEKUATAN SPIRITUAL 5). PROGRESIFITAS &KEMAJUAN 6). MEDIA PERJUANGAN 7). PEMBINAAN GENERASI MUDA 1. Nahdloh syari’ah 2. Nahdloh ‘Ilmiyyah 3.Nahdloh Tarbiyyah 4. Nahdloh Khuluqiyyah 5.Nahdloh Ukhuwwah 6. Nahdloh Ta’awuniyyah 7. Nahdloh Ijtima’iyyah 8.Nahdloh Iqtishodiyyah 9. Nahdloh Imroniyyah

6 DASAR PEMIKIRAN AHLISSUNNAH WAL JAMA’AH I. AQIDAH II.SYARI’AH III. TASAWWUF ASY’ARIY-Maturidi Imam Madzhab 4 Al-Ghozali-Al-Junaidi Mengapa demikian…?. Al-Asy‘Ariy: Fiqh: Syafi’y dan Malikiy, dan Mu’tazilah Aqidah: 1).Tawassuth antara Jabariyyah-Qodariyyah (mu’tazilah) dalam kasus Qudrot-Irodak Manusia dengan Konsep “AL-KASAB” yaitu: kebersamaan qudrot-irodah manusia bersama perbuatan Allah atau manusia bertanggungjawab atas perbuatan karena keaktifannya 2).Tasamuh (toleran). a). Kasus qudrot-Irodah Allah dalam hubungannya dengan perbuatan manusia. I).Mu’tazilah: Allah harus adil pada manusia, yang baik harus surge dan jahat neraka ii).Asy’ariy, qurot-irodah Allah muthlak pada-Nya b).Posisi Akal dan Wahyu. I).Mu’tazilah akal segala-galanya ii).Asy’ari wahyu segalanya dan akal sebagai penyempurna Al_maturidiy: Fiqh: Hanafiy, Mu’tazilah, Mujassimah Qoromithoh, Jahmiyyah, Yahudi,Majusi & Nashroniy Aqidah: Tawassuth antara naql-akal, wahyu-akal Yang membedakannya adalahmasalah posisi akal terhadap wahyu, yaitu - Wahyu harus diterima secara penuh dan menyuluruh. Jika bertentangan, maka akal harus mentakwilkan -Qudrot-irodah Allah tidak muthlak dan dibatasi Allah sendiri. Sekalipun demikian, manusia bebas memilih antara baik-buruk. Inllah yang dimaksud dengan ayat MA MAUSHUL dalah ayat وَالله خلقكم وما تعملون Prinsip yang bisa diambil dari doktrin keduanya adalah: TASAMUH,

7 sebab dengan tasamuh amar ma’ruf nahi munkar bisa terialisir, karena prinsipnya adalah berhasilnya nilai syari’ah dijalankan masyarakat secara kondional. Inilah yang dimaksud dengan الْمُحَافَظة على القديم الصالِح والاخذ بالْجديد الاصلَح Mengapa dengan hanya 4 madzhab dalam menyelesaikan kasus hukum … ?. Sebab mereka dianggap sebagai ulama yang berjuang dan berijtihad untuk merumuskan hokum islam dengan mencari keseimbangan (tawazun) antara dalil naql-akal, misalnya Syafi ’ iy membela Hadis Shahih dan sekaligus menganjurkan qiyas secara rasional dan merumuskan beberapa teori hokum islam secara logis dan rasional. Mengapa dengan hanya ghozaliy & Junaidiy … ?. Sebab dalam mencapai tingkatan INSAN KAMIL, keduanya tetap menggunakan syari ’ ah sebagai dasar pijakan untuk pencapaian, sehingga tasawwuf yang benar adalah tasawwuf yang dituntun oleh wahyu.

8 KARAKTER DOKTRIN ASWAJA-NU 1). TIS’UN NAHDLOH 2). PENGAWAL PEMURNIAN ISLA 3). PELEMBAGAAN IDE ULAMA 4). KEKUATAN SPIRITUAL 5). PROGRESIFITAS &KEMAJUAN 6). MEDIA PERJUANGAN 7). PEMBINAAN GENERASI MUDA 1. Nahdloh syari’ah 2. Nahdloh ‘Ilmiyyah 3.Nahdloh Tarbiyyah 4. Nahdloh Khuluqiyyah 5.Nahdloh Ukhuwwah 6. Nahdloh Ta’awuniyyah 7. Nahdloh Ijtima’iyyah 8.Nahdloh Iqtishodiyyah 9. Nahdloh Imroniyyah

9 KARAKTER DOKTRIN ASWAJA-NU 1). TIS’UN NAHDLOH 1. Nahdloh syari’ah ( نَهْضَةُ الشَّرْعِيَّة /Kebangkitan syari’ah Islam), sebagai kelanjutan estafesasi perjuanagan wali songo dan membenarkan adanya kekeliruan pemahaman islam serta menghilangkan khurofat 2. Nahdloh ‘Ilmiyyah ( نَهْضَةُ العلمية / Kebangkitan Ilmu Pengetahuan). Hal ini dilakukan dengn cara mendasarkan gerak perjuangan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan 3.Nahdloh Tarbiyyah ( نَهْضَةُ التربية /Kebangkitan Pendidikan dan pengajaran). Hal ini dilakukan dengan cara usaha mendidik warga nahdliyyin dan bangsa, serta membebaskan manusia dari kebodohan dan kebiadaban 4. Nahdloh Khuluqiyyah ( نَهْضَةُ الخلوقية /Kebangkitan Etika atau akhlak). Hal ini dilakukan dengan cara menjadikan akhlakul karimah sebagai pilar dan gerak Ahlissunnah wal jama’ah annahdliyyah (NU) 5.Nahdloh Ukhuwwah ( نَهْضَةُ الاخوّة / kebangkitan persaudaraan), dengan menjalankan gerak roda perjuangan berdasarkan prinsip persaudaraan, kesetiakawanan, saling tolong menolong dan menghapuskan permusuhan. 6. Nahdloh Ta’awuniyyah ( نَهْضَةُ التعاونية / Kebangkitan Tolong-Menolong), dengan menjalankan gerak perjuangan berdasarkan prinsip tolong menolong 7. Nahdloh Ijtima’iyyah ( نَهْضَةُ الاجتماعية /Kebangkitan hidup berorganisasi kemasyarakatan), dengan cara menempatkan kepentingan social dan kepentingan umat serta kepentingan warga nahdliyyin (NU) sebagai sasaran utama gerakan perjuangan jam’iyyah Nahdlotul Ulama’ (NU) 8).Nahdloh Iqtishodiyyah ( نَهْضَةُ الاقتصادية / kebangkitan Perekonomian), dengan meningkatkan taraf hidup ekonomi kaum nahdliyyin berdasarkan prinsip kesederhanaan, kejujuran dan kemanfaatan, tanpa kemubadziran. 9. Nahdloh Imroniyyah ( نَهْضَةُ العمرانية /Kebangkitan Pembangunan dan kebijakkan). Hal ini dilakukan dengan cara menempatlkan pembangunan semua sector kehidupan sebagai sarana bertawakkal kepada Allah SWT. 2). PENGAWAL PEMURNIAN ISLAM Untuk mengawal ini, NU memandang bahwa sumber utama dalam mermahami syari’ah adalah al-qur’an dan al-sunnah sesuai dengan doktrin ahlissunnah wal jama’ah.. suntuk mewujudkannya pemahaman tersebut harus mengikuti pemahaman para ulama’ madzahibul arba’ah. 3). PELEMBAGAAN IDE ULAMA Karakter ketiga ini dinyatakan bahwa NU merupakan lembaga atau organisai yang menapung pemikiran para ulama’ dan merupakan wadah dari suatu kegiatan untuk merealisasikan pemikiran tersebut. Karnanyalah kelompok Ulama (syuriyah) merupakan pimpinan NU dan beragama dan berorganisasi. 4). KEKUATAN SPIRITUAL Prinsip ini, sikap ikhlash dalam berjuang dan beramal merupakan landasan sikap warga NU dan organisasi NU yang bisa melahirkan sikap optimism dalam menghadapi semua kasus dan masa depan

10 SIKAP KEBERAGAMAN DAN KEMASYARAKATAN ASWAJA AN-NAHDLIYYAH (NU) I. Twassuth & I’tidal II. Tasamuh III. Tawazun IV. Amar Ma’ruf Nahi Munkar Penjelasan: I). Twassuth & I’tidal -sikap keberagaman yang tidak terjebak pada titik extrim -Sikap yang mampu menjemput setiap kebaikan dari berbagai kelompok -Sikap yang mampu mengapresiasikan kebaikan dan kebenaran II). Tasamuh Sikap menerima kehidupan sebagai suatu kjeberagamnan, sebab keberagaman hidup menuntut sebuah sikap yang sanggup menerima perbedaan pendapat secara tasamuh dan tetap diimbangi oleh keteguhan sikap dan pendirian IV). Tawazun Sebuah sikap keberagaman yang bersedia memperhitungkan bebrabagai sudut pandang dengan mengambil posisi tawazzun dan proposional. V). Amar Ma’ruf Nahi MUnkar Sebagai konsekuensi dari keyakinan terhadap islam ala ahlissunnah waljama’ah. Mengapa al-Asy’ariy & al-Maturidi bisa diterima ASWAJA NU…?. Sebab keduanya dianggap sebagai: Ajaran tauhid sunniy dalam bentuk sebuah ikhtiyar mencari jalan tengah (tawassuth/Muderat) antara ekstri jabariyyah-qodariyyah (mu’tazilah) Respon atas sikap keberagaman mu’tazilah yang mnenganggap semua mungsuh-mungsuhnya adalah sesat, dan semua umat harus ikut ajarannya (mihnah)

11 PEMIKIRAN AHLISSUNNAH WAL JAMA’AH AN-NAHDLIYYAH I. AQIDAH II. SYARI’AH III. TASAWWUF IV. ADAT V. KEMASYARAKATAN VI. KEBANGSAAN I. AQIDAH 1). Al-Asy’ariy 2).Al_Maturidiy 3).al-Asy’ariy & al-Maturidiy II. SYARI’AH 1). Sunber ajarannya a). Pola Tematik ( Maudlu’iyyah ), dalam wujud adanya tasawwur lintas disiplin empiric b). Pola Terapan ( Qanuniyyah ), dengan cara Tathbiq al-Syari’ah (aolikasi hokum dalam RUU atau Qanun. c). Pola Kasuistik, dengan cara “ Takhayyur (eklektik), yaitu memilih kutipan doktrin yang siap pakai (instan) 2).Pola atau Methode Istinbathnya a). Madzhab Qauliy, yaitu pendapat para ulama’ sunniy yang diambil dari kitab-kitab yang representative dalam satu madzhab, seperti kitab al-Iqtishod fi al-I’tiqod, Ghazali tentang aqidah al-Asy’ariy, al-Um (syafi’iy) dan al-Majmu’, Nawawiy yang mengulang kembali pendapat imam al-Sairoziy dalam satu madzhab b). Madzhab Manhajiy yaitu usaha merespon masalah kasuistik yang memerlukan penyertaan dalil nash syar’iy, seperti kutipan al-qur’an atau nuqilan hadits. Sedang pola kerjanya adalah: a).Kutipan ayat-ayat al-Qur’an beserta tafsirnya dari kalangan sunniy. b). Nuqilan hadoits dari kitab Ushul al-Hadits yang representative. Karnanyalah, ada hadis shohih, hasan dan dlo’if c).Menguatkan posisi Ijma’, baik shahabi maupun para mujtahidin. Acuannya pada kitab karya para Mujtahid Muharror Madzhab ( Nawawiy dll) c).Pengembangan asas ijtihad madzhab. Dengan melihat: 1). Jika dalam kasus Tathbiq al-syar’iyyah (aplikasi hokum dalam RUU, maka yang diperhatikan adalah:, umumul Balwa, Qaul shahabiy, qaul tabi’iy dan muro’atul khilaf 2).Jika dalam kondisi dlorurat, maka yang diperhatikan adalah, urf, amal ahli madinah, syadud dzaro’iy, Mashlahah mursalah, Maqosih al-syari’ah & siyasatus syari’ah

12 III. TASAWWUF, mengikuti pola pemikiran Imam al-Ghozaliy dan Imam al-Junaidiy IV. ADAT Karakternya adat adalah perubahan yang terus menerus seperti kehidupan itu sendiri Dasarnya adalah: a). الْمُحَافَظة على القديم الصالِح والاخذ بالْجديد الاصلَح, sebabnya adalah: - AGAMA itu dari Allah yag sifatnya Ukhrowiyyah (sacral) - ADAT adalah kreasi manusi, yang sifatnya duniawiyah (profane) b). العادة مُحكمة / العادة المطردة تنزل منزلة الْحكم. karnanyalah karus selektif dalam mencari kepastiannya, sebab dalam ADAT pasti ada mashlahah dan mafsadah c). ما لاَ يُدرك كله لاَ يُترك كله Dari kenyataan inilah, Imam Syafi’iy berkata: كل رأيِى صواب يَحتمل الْخطاء ورأي غَيرى خطاءٌ يَحْتمل الصواب V. KEMASYARAKATAN 1). مَبادئ خير أمة (langkah awal membangun umat yang baik Mu’tamar NU 13/1935 dinyatakan bahwa kendala utama amar ma’ruf nahi munklar adalah ekonomi, kemiskinan sebab SDM nya. Makanya kaum nahdliyyin harus: الصدق, jujur, benar, terbuka dalam hati, ucapan dan perbuatan) الامانة, yaitu dipercaya memegang tanggungjawab dan janji العدالة, yaitu, adil, proposional, obyektif dan mengutamakan kebenaran, yakni kebenaran obyektif dalam pergaulan untuk mengembangkan kehidupan, sehingga bisa menjadi pengayom masyarakat. التعاون, yaitu saling tolong menolong dalam kebaikan disegala bidang الاستقامة, yaitu sikap mantab, tegak, konsisten dan tidak goyah oleh godaan 2). مصلحة الامة (Kemashlahatan Umat) Hal ini fdilakukan dengan cara

13 a). penguatan perekonomian umat, apalagi sebelum terbentuknya NU sudah ada penggalangan seperti itu dalam bentuk “ TAHDLOTUT TUJJAR ( نَهْضَة التُّجَّار ) sebagai cikal bakal terbentuknya organisasi Nahdlotul Ulama’. Hal ini bisa dilakukan melalui pemberdayaan: - Masyarakat pedesaan membuka peluang kerja untuk sector Hom Industri atau UKM dsb - Masyarakat Kota menjalin komunikasi dan relasi dengan perusahaan dan berkreasi dalam memnbuka peluang pangsa pemasan yang ada di pedesaan. b).Tarbiyah ( التربية ), Formal seperti Pondik dan Madrasah serta PT), Non Formal, seperti pengajaran lingkungan dsb. c).Pelayanan Kesehatan VI. KEBANGSAAN a). Ruhut Tadayun (), yaitu semangat beragama yang difahami, di dalami dan di amalkan. Hal ini menunjukkan bahwa umat itu selalu meningkatkan pemahaman terhadap nilai-ni;ai agama, sehingga Islam dijadikan sebagaiu Agama yang ramah dan damai. Karnanyalah semua kegiatannya harus tawassuth (muderat). Terjadinya ini bisa dilihat dari: - adanya kesadaran yang sudah tertanam (ghiroh) - adanya kepekaan membela eksistensi islam (Islamiyyah) - Adanya saling menghormati terhadap agama lain. b).Ryhul Watoniyah (), semangat cinta tanah air, misalnya hilangnya 7 kata dalam piagam Jakarta (dengan kewajiban menjalankan syari’at islam bagi pemeluknya) c).Ruhut Ta’addudiyyah (), semangat menghormati perbedaan, menghormati hak setiap warga Negara, sehingga yang minoritas tetap harus diberi haknya.

14 KARAKTER DOKTRIN ASWAJA-NU 1). TIS’UN NAHDLOH 1. Nahdloh syari’ah ( نَهْضَةُ الشَّرْعِيَّة /Kebangkitan syari’ah Islam), sebagai kelanjutan estafesasi perjuanagan wali songo dan membenarkan adanya kekeliruan pemahaman islam serta menghilangkan khurofat 2. Nahdloh ‘Ilmiyyah ( نَهْضَةُ العلمية / Kebangkitan Ilmu Pengetahuan). Hal ini dilakukan dengn cara mendasarkan gerak perjuangan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan 3.Nahdloh Tarbiyyah ( نَهْضَةُ التربية /Kebangkitan Pendidikan dan pengajaran). Hal ini dilakukan dengan cara usaha mendidik warga nahdliyyin dan bangsa, serta membebaskan manusia dari kebodohan dan kebiadaban 4. Nahdloh Khuluqiyyah ( نَهْضَةُ الخلوقية /Kebangkitan Etika atau akhlak). Hal ini dilakukan dengan cara menjadikan akhlakul karimah sebagai pilar dan gerak Ahlissunnah wal jama’ah annahdliyyah (NU) 5.Nahdloh Ukhuwwah ( نَهْضَةُ الاخوّة / kebangkitan persaudaraan), dengan menjalankan gerak roda perjuangan berdasarkan prinsip persaudaraan, kesetiakawanan, saling tolong menolong dan menghapuskan permusuhan. 6. Nahdloh Ta’awuniyyah ( نَهْضَةُ التعاونية / Kebangkitan Tolong-Menolong), dengan menjalankan gerak perjuangan berdasarkan prinsip tolong menolong 7. Nahdloh Ijtima’iyyah ( نَهْضَةُ الاجتماعية /Kebangkitan hidup berorganisasi kemasyarakatan), dengan cara menempatkan kepentingan social dan kepentingan umat serta kepentingan warga nahdliyyin (NU) sebagai sasaran utama gerakan perjuangan jam’iyyah Nahdlotul Ulama’ (NU) 8).Nahdloh Iqtishodiyyah ( نَهْضَةُ الاقتصادية / kebangkitan Perekonomian), dengan meningkatkan taraf hidup ekonomi kaum nahdliyyin berdasarkan prinsip kesederhanaan, kejujuran dan kemanfaatan, tanpa kemubadziran. 9. Nahdloh Imroniyyah ( نَهْضَةُ العمرانية /Kebangkitan Pembangunan dan kebijakkan). Hal ini dilakukan dengan cara menempatlkan pembangunan semua sector kehidupan sebagai sarana bertawakkal kepada Allah SWT. 2). PENGAWAL PEMURNIAN ISLAM Untuk mengawal ini, NU memandang bahwa sumber utama dalam mermahami syari’ah adalah al-qur’an dan al-sunnah sesuai dengan doktrin ahlissunnah wal jama’ah.. suntuk mewujudkannya pemahaman tersebut harus mengikuti pemahaman para ulama’ madzahibul arba’ah. 3). PELEMBAGAAN IDE ULAMA Karakter ketiga ini dinyatakan bahwa NU merupakan lembaga atau organisai yang menapung pemikiran para ulama’ dan merupakan wadah dari suatu kegiatan untuk merealisasikan pemikiran tersebut. Karnanyalah kelompok Ulama (syuriyah) merupakan pimpinan NU dan beragama dan berorganisasi. 4). KEKUATAN SPIRITUAL Prinsip ini, sikap ikhlash dalam berjuang dan beramal merupakan landasan sikap warga NU dan organisasi NU yang bisa melahirkan sikap optimism dalam menghadapi semua kasus dan masa depan


Download ppt "DASAR PEMIKIRAN AHLISSUNNAH WAL JAMA’AH I. AQIDAH II.SYARI’AH III. TASAWWUF ASY’ARIY-Maturidi Imam Madzhab 4 Al-Ghozali-Al-Junaidi DOKTRINALISASI KARAKTER."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google