Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Penulisan Karya Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Kimia hese Kimia lieur.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Penulisan Karya Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Kimia hese Kimia lieur."— Transcript presentasi:

1 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Penulisan Karya Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Kimia hese Kimia lieur

2 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Workshop Penulisan Karya Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Jadwal Kegiatan Kamis 03 Agustus 2006 Waktu MateriKeterangan s.d 08.20Pengantar KegiatanDr. Agus Setiabudi s.d 09.20Kaidah Bahasa dalam Penulisan Karya Ilmiah Drs. Nurul Hana, M.Pd s.d 09.40Istirahat s.d 10.40Format dan Gaya penulisan karya ilmiah bidang pendidikan Kimia Ruang A Dr.Asep Kadarohman, M.Si s.d 10.40Format dan Gaya penulisan karya ilmiah bidang Kimia Ruang B Dr. Agus Setiabudi, 03 s.d 10 Agustus 2006 Take home assigment: Pembuatan draft karya tulis (satu Bab Skripsi yang di anggap paling siap)

3 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Workshop Penulisan Karya Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Waktu MateriKeterangan s.d 10.00Presentasi dan diskusi draft Kelas A: Drs. Harry Firman, M.Pd s.d 10.00Presentasi dan diskusi draft Kelas B: Dr. Agus Setiabudi Ketentuan Peserta 1.Berkomitmen untuk mengikuti seluruh kegiatan yang dijadwalkan 2.Wajib membaca bahan workshop sebelum pelaksanaan kegiatan 10 Agustus 2005

4 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Format dan Gaya Penulisan Laporan dan Artikel Penelitian Bidang Kimia

5 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Publikasi Hasil Penelitian

6 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Publikasi Hasil Penelitian Publications Journal Papers (published) A. Setiabudi, N.K. Allart, M. Makkee, and J. A. Moulijn, On the physical contact of soot and molten catalyst, Microscope study of soot-Cs2SO4.V2O5 system, Applied Catalysis B, 60 (2005) A. Setiabudi, J. Chen, M. Makkee, and J. A. Moulijn, CeO2 catalysed NOx-assisted soot oxidation, the role of surface species, Applied Catalysis B; Environment 51 (2004) 9-19 A. Setiabudi, G, Mul, M. Makkee and J. A. Moulijn, The role of NO2 and O2 in the accelerated diesel soot combustion, Applied Catalysis B; Environment, 50 (2004) A. Setiabudi, M. Makkee and J. A. Moulijn, An optimal usage of NOx in a combined Pt/ceramic foam and wall-flow monolith for an effective NOx-assisted soot oxidation, Topics in Catalysis, 30/31 (2004) A. Setiabudi, M. Makkee and J. A. Moulijn, An Optimal usage of NOx-assisted abatement of diesel soot in an advanced catalytic filter design, Applied Catalysis B: Environment 42, 2003, A. Setiabudi, M. Makkee and J. A. Moulijn, An optimal usage of NOx in a combined Pt/ceramic foam and wall-flow monolith for an effective NOx-assisted soot oxidation, Society of Automotive Engineering (SAE) paper, A. Setiabudi, B.A.A.L van Setten, M. Makkee, and J.A.Moulijn, in: The Influence of NOx on soot oxidation rate; Pt vs Molten salt, Applied Catalysis B: Environment, 2002, 35, Book (Contributor Author) Suresh T. Gulati, M. Makkee, and A. Setiabudi, Ceramic Catalysts, Support and Filters for Diesel Exhaust Aftertreatment, in Structured Catalyst and Reactors: 2nd Ed and Expanded, edited by A. Cybulski and J. A Moulijn, CRC, 2006.

7 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Publikasi Hasil Penelitian Conferences A. Setiabudi, Ois Pandi, Nahadi, Bambang Soegijono, dan Achmad Hanafi S, Preparasi dan Karakterisasi Material Konduktor Ionik Komponen Sensor Gas NOx, Seminar Nasional Keramik IV, Bandung, 3 Oktober 2005 A. Setiabudi, Achmad Hanafi S, Wuryaningsih S.R., Non-noble metal catalyst for the oxidation diesel particulate, First Symposium of Indonesian Catalyst Society, Seminar Nasional Fundamental dan Aplikasi Teknik Kimia, Poster presentation, Jakarta, Indonesian Institute of Science A. Setiabudi, Achmad Hanafi S, Wuryaningsih S.R., Blasius H, Non-noble metal catalyst for the oxidation diesel particulate, National Seminar on Fundamental dan Aplication of Chemical Engineering, oral presentation, ITS Surabaya, 6,7 Desember 2004 A. Setiabudi, M. Makkee *), and J. A. Moulijn, 6th International Congress on Catalysis and Automotive Pollution, Poster presentation, October , Brussel Belgium. *) presenter A. Setiabudi, M. Makkee and J. A. Moulijn, SAE World Congress 2003, March 2003, Detroit, USA A. Setiabudi, M. Makkee and J. A. Moulijn, Netherlands Catalysis and Chemistry Conference , Noordwijkhouter, The Netherlands A. Setiabudi, M. Makkee and J. A. Moulijn, Regional Symposium on Chemical Engineering, Ocktober 2001, Bandung Indonesia

8 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Publikasi Hasil Penelitian Menuntaskan kegiatan penelitian baik berupa eksperimen laboratorium atau modeling Bukti telah melakukan kegiatan penelitian Rujukan untuk mengukur kualitas penelitian

9 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Jenis Publikasi Hasil Penelitian Laporan Penelitian: Skripsi, Thesis, dan Desertasi, Laporan Hasil Penelitian Artikel Hasil Penelitian Makalah Seminar

10 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Format dan Gaya Publikasi Ilmiah Format Publikasi Ilmiah

11 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Penulisan Judul Fungsi: Menarik pembaca Memberikan gambaran tentang isi laporan/artikel penelitian Memudahkan pengelompokan ke dalam data base Tips menulis judul: Singkat (10-15 kata) tetapi tetap informatif dan memenuhi kaidah gramatikal Sertakan kata-kata yang merupakan kata kunci penelitian Hindari (sedapat mungkin) jargon, simbol, rumus dan singkatan Usahakan untuk tidak menyebutkan nama/merk perusahaan, zat kimia, obat, dan instrumen Dibuat setelah naskah selesai ditullis

12 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Penulisan Judul JudulKritik Peningkatan oksigen pada minyak terpentin menggunakan oksigen, kalium permanganat dan Asam perasetat Sintesis Adsorben Histidin-bentonit dan Uji Adsorpsinya terhadap Pestisida Dalam Air minum Pemanfaatan Limbah Katalis Proses Pengolahan Minyak Bumi (Studi Pendahuluan Recovery logam Aktif dan Uji Aktivitas Hasil Regenerasi)

13 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Pengarang dan Afiliasi Kode etik: menuliskan identitas semua orang yang terlibat dalam pekerjaan penelitian. walaupun hanya satu orang saja yang menuliskan naskah Afiliasi adalah institusi atau beberapa institusi tempat pekerjaan penelitian dilakukan atau tempat. Jika terdapat beberapa pengarang dari berbagai institusi gunakan pengkodean dengan superscript atau asterik (lihat contoh). Salah seorang dari penulis naskah harus menjadi ‘correspondimg author’ untuk berkorepondensi.

14 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Pengarang dan Afiliasi Petunjuk dalam menuliskan nama dan afiliasi Beberapa jurnal internasional mansyaratkan pengarang menulis nama depan, inisial (kalau ada) dan nama belakang. Misalnya John R Smith, Barry A.A.L. Van Setten, Tamara Blezinski, Agus Setiabudi. Jangan menuliskan gelar, agama dan titel profesional lainnya

15 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Pengarang dan Afiliasi Kotak 1 Preparasi dan Karakterisasi Material Konduktor Ionik Komponen Sensor Gas Nox Agus Setiabudi 1, Nahadi 1, Ois Pandi 1, Bambang Soegijono 2, dan Achmad Hanafi S 2 1 Program Studi Kimia Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi 229 Bandung Tlp./Fax: Program Pasca Sarjana Ilmu Material FMIPA-Universitas Indonesia Jl. Salemba Raya No. 4, Jakarta

16 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Abstrak Fungsi Memudahkan pembaca menangkap ‘hakekat’ dan ruang lingkup laporan atau artikel penelitian. Membantu editor untuk mengidentifikasi fitur dan kata kuncinya. Ditulis setelah isi laporan atau artikel penelitian telah selesai dibuat.

17 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Abstrak Komponen abstrak laporan/artikel hasil penelitian: Pernyataan singkat masalah dan tujuan penelitian, Gambaran eksperimen atau teori yang digunakan Rangkuman hasil yang diperoleh Indikasi tentang kesimpulan utama penelitiannya Definisi singkatan yang pertama kali digunakan dalam abstrak, dan ini harus diulang pada teks Harus dihindari dalam abstrak !!!: Menuliskan/merujuk tabel, gambar atau bagian tertentu dalam abstrak Menuliskan persamaan, skema atau struktur yang memerlukan baris khusus pada abstrak

18 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Abstrak Kotak 2 Abstrak Organo-bentonit merupakan salah satu adsorben yang banyak dikembangkan untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan perairan oleh poluan-polutan organik. Penelitian ini mengkaji mengenai sintesis organo-bentonit yaitu histidin-bentonit dan uji adsorpsinya terhadap pestisida dalam air minum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum sintesis histidin-bentonit dapat diperoleh pada kondisi pH 4, waktu kontak 4 jam, kecepatan pengadukan 180 rpm dan komposisi bentonit terhadap histidin yang digunakan adalah 20:1. Uji adsorpsi histidin-bentonit dilakukan terhadap insektisida karbamat yaitu karbaril dan insektisida organofospat yaitu diazinon yang banyak digunakan oleh para petani di Indonesia. Histidin-bentonit mampu mengadsorpsi karbaril 10 ppm sebesar 76,87 % sedangkan diazinon 12 ppm dapat teradsorpsi sebesar 95,11 % untuk 0,5 gram histidin-bentonit/ 10 mL larutan. Pada kondisi yang sama, kalsium-bentonit hanya mampu mengadsorpsi karbaril sebesar 23,80 % dan diazinon sebesar 38,51 %. Hal ini menunjukkan bahwa histidin-bentonit memiliki kinerja yang jauh lebih baik sebagai adsorben insektisida karbaril dan diazinon dibandingkan dengan kalsium-bentonit. Kata kunci: adsorpsi, bentonit, diazinon, histidin, karbaril, organo-bentonit, pestisida,

19 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI B 2. Abstract Components 1.Name of the Problem Solved 2.Data Domain 3.Solution 4.What is new 5.NO CITATIONS 5. Structuring Papers

20 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Pendahuluan Fungsi Pendahuluan: untuk memberikan informasi tentang latar belakang kenapa penelitian yang dilaporkan penting untuk dilakukan kajian atas hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh peneliti terdahulu pada bidang atau topik yang sama atau relevan (diuraikan secara singkat tapi terarah) masalah yang belum terselesaikan oleh peneliti terdahulu dan dipecahkan (telah dicoba dipecahkan) pada penelitian yang dilakukan tujuan penelitian yang dilakukan, gambaran umum metode, serta deskripsi singkat hasil yang didapat. Pada laporan penelitian seperti skripsi, item-item tersebut biasanya dituangkan sebagai sub-sub bab pendahuluan secara terpisah Ke contoh pendahuluan

21 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI C 3. Introduction Some paragraph with the set of goals of your work Goal: establish main message of paper 1 page for paper 2/3 page for Report 5. Structuring Papers

22 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Tinjauan Pustaka Biasanya hanya ada pada laporan penelitian seperti skripsi, thesis, dan desertasi. Pada artikel penelitian; terintegrasi pada pendahuluan dan pembahasan. Beberapa perguruan tinggi telah memperbolehkan penempatan tinjauan pustaka yang terintegrasi pada pendahuluan dan pembahasan dalam skripsi atau thesis Literatur yang dirujuk pada pendahuluan berfungsi sebagai:  overviu atas perkembangan penelitian,  overviu atas pekerjaan serupa yang telah dilakukan orang lain,  justifikasi mengenai pentingnya melakukan penelitan  menjelaskan dan memperkuat alasan pemilihan metode experimen yang digunakan Sedangkan literatur yang dirujuk pada pembahasan berfungsi sebagai:  pembanding atas hasil yang diperoleh  menjelaskan beberapa fenomena/hasil yang ditemukan

23 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Metode Penelitian Menguraikan urutan dan teknik percobaan yang dilakukan. Rujukan bagi orang lain dalam membandingkan hasil yang diperoleh. Seringkali pembaca hanya akan merujuk bagian experiment dan metode penelitian jika menemukan hasil yang menarik atau ganjil. Mencakup informasi-informasi sebagai berikut: Material (bahan) yang digunakan (nyatakan pula kemurnian bahan serta nama senyawa kimia yang digunakan) Alat-alat (khusus) yang digunakan Uraian metode dan teknik experiment yang diterapkan. Untuk jenis penelitian dengan topik pemodelan atau simulasi maka metode pemodelan, simulasi dan teknik numerik (jika digunakan) harus diuraikan pada bagian ini.

24 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Hasil penelitian Menampilkan data yang diperoleh pada percobaan yang telah dilakukan. Pada kebanyakan kasus urutan hasil harus diuraikan sejalan dengan urutan eksperimen yang dilakukan. Hanya data yang relevan dan mendukung untuk penarikan kesimpulan yang ditampilkan. Untuk memperjelas dan merangkum informasi dapat digunakan persamaan, gambar/grafik, dan tabel.

25 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Hasil penelitian Tabel Tabel digunakan jika data tidak bisa ditampilkan secara jelas dalam bentuk narasi. Data pada tabel harus menjadi pelengkap tetapi tidak menduplikasi informasi yang sudah tertuang pada teks atau grafik. Atau terdapat hubungan yang bisa dibaca secara jelas dalam bentuk tabel Komponen Tabel:  Judul Tabel  Judul Kolom  Isi Kolom:  Kata-kata dibuat dengan rata kiri  Angka dengan rata kanan  Usahakan tidak menuliskan idem

26 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Hasil penelitian Gambar Gambar dalam publikasi ilmiah dapat berupa ilustrasi, foto, grafik, atau struktur kimia Faktor yang harus diperhatikan dalam membuat grafik:  Panjang, lebar, luas, jenis, simbol, dan garis harus dibuat proporsional  Buat ilustrasi dengan jelas dan sederhana; kata-kata yang seminimum mungkin  Hindari penggunaan ‘warna gray’  Jika satu grafik terdiri dari beberapa kurva, Setiap kurva harus memiliki identitas (legend)  Sumbu sumbu harus diberi label beserta satuan pengukurannya

27 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Hasil penelitian Duplikasi tabel dan grafik

28 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Hasil penelitian Tabel dan Gambar (Grafik) Setiap tabel dan gambar harus dirujuk dalam narasi Teknik merujuk tabel atau gambar Jangan Menuliskan: Pola difraksi sinar-x material konduktor ionik hasil preparasi ditunjukkan pada gambar berikut (di atas, samping dsb.): Tulisakan dengan cara ini: Pola difraksi sinar-x material konduktor ionik hasil preparasi ditunjukkan pada Gambar 4.2. Gambar 4.2 menampilkan Pola difraksi sinar-x material konduktor ionik hasil preparasi.

29 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Graphing Graphs are a useful tool in science. The visual characteristics of a graph make trends in data easy to see. One of the most valuable uses for graphs is to "predict" data that is not measured on the graph.

30 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Graphing Steps Identify the Variables Determine the range Determine the scale Number and label each axis Plot the points Draw the graph Give your graph a title

31 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Identify the Variables –Independent Variable - (the thing you changed)  Goes on the X axis (horizontal)  Should be on the left side of a data table. –Dependent Variable - (changes with the independent variable)  Goes on the Y axis (vertical)  Should be on the right side of a data table.

32 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Range –Subtract the lowest data value from the highest data value. –Do each variable separately.

33 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Scale –Determine a scale, (the numerical value for each square), that best fits the range of each variable. –Spread the graph to use MOST of the available space.

34 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Label Axis's You need to tell everyone reading your graph what the graph means. Be sure to include units.

35 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Plotting Plot each data value on the graph with a dot. You can put the data number by the dot, if it does not clutter your graph.

36 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Drawing –Draw a curve or a line that best fits the data points. –Most graphs of experimental data are not drawn as "connect-the- dots".

37 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Title Your title should clearly tell what the graph is about. If your graph has more than one set of data, provide a "key" to identify the different lines While your high school teachers might not like it, I do like putting your name in the title of the graph. Rachel and Max’s Sunspot Graph

38 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Interpolation Interpolate: predicting data between two measured points on the graph.

39 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Extrapolation Extrapolate: extending the graph, along the same slope, above or below measured data.

40 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Operational Definition A very clear and very precise explanation of the items being measured. A method to ensure that anyone making the measurement will get the same answer. Basically you are deciding how each variable is being measured.

41 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI How will we measure? In the Bouncing Ball Lab we are measuring how high the ball bounces when dropped. But where do we measure to? The bottom. Top, or middle of the ball? It makes a difference.

42 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Our Definition We will all measure from the floor to the bottom of the ball. This way we will get consistent results.

43 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Pembahasan Tujuan: Menginterpretasi dan membandingkan hasil penelitian yang diperoleh. Tips menulis pembahasan: Dalam menulisakan pembahasan harus bersifat objectif, tunjukkan fitur dan keterbatasan pekerjaan yang dilaporkan Hubungkan hasil yang diperoleh dengan pengetahuan terkini dan dengan tujuan awal penelitian. Nyatakan apakah masalah yang seharusnya dipecahkan telah terjawab, Nyatakan pula bentuk sumbangan pengetahuan baru yang diberikan.

44 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Pembahasan Tujuan: Menginterpretasi dan membandingkan hasil penelitian yang diperoleh. Tips menulis pembahasan: Dalam menulisakan pembahasan harus bersifat objectif, tunjukkan fitur dan keterbatasan pekerjaan yang dilaporkan Hubungkan hasil yang diperoleh dengan pengetahuan terkini dan dengan tujuan awal penelitian. Nyatakan apakah masalah yang seharusnya dipecahkan telah terjawab, Nyatakan pula bentuk sumbangan pengetahuan baru yang diberikan.

45 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Kesimpulan dan Saran KESIMPULAN Penulisan kesimpulan bertujuan untuk menyatukan interpretasi dan pembahasan hasil ke dalam konteks permasalahan penelitian. Berisi jawaban atas masalah penelitian yang dituangkan dalam bagian pendahuluan. Harus dibuat berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan.

46 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Kesimpulan dan Saran SARAN/REKOMENDASI Berisi perspektif penulis atas hasil yang diperoleh untuk ditindak lanjuti pada peneltian berikutnya. Rekomendasi juga dapat berisi ‘judgement’ penulis tentang prospek aplikasi hasil penelitian.

47 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Material not necessary in order to understand the paper but useful: references proof code … Appendixes and Footnotes

48 A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI 7. The Process Structuring Papers: Fine Grained 2.2 Analysis of Readers 2.3 Defining Goals Structuring Papers: Coarse Grained Feedback from Friends Feedback from Peer Review Paper Publishing Paper Finished Orange Arrows:= something is wrong


Download ppt "A. Setiabudi, Prodi Kimia UPI Penulisan Karya Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Kimia hese Kimia lieur."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google