Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Konsep-konsep Di Dalam Pengelolaan Basisdata Oleh Nanang Chosin Universitas Islam Attahiriyah Wednesday, January 14, 20151.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Konsep-konsep Di Dalam Pengelolaan Basisdata Oleh Nanang Chosin Universitas Islam Attahiriyah Wednesday, January 14, 20151."— Transcript presentasi:

1 Konsep-konsep Di Dalam Pengelolaan Basisdata Oleh Nanang Chosin Universitas Islam Attahiriyah Wednesday, January 14, 20151

2 Tujuan Pembelajaran  Mempelajari tentang SIG sebagai Basisdata.  Mempelajari Konsep-konsep dalam sistem basisdata.  Mempelajari Sistem Manajemen Basisdata.  Mempelajari model Basisdata Relational.  Mempelajari model Relasional dan SIG. Wednesday, January 14, 20152

3 8.1 Pendahuluan  Data atau Informasi geografi, yang diturunkan dari dari peta- peta tematik, penelitian, pengukuran di lapangan, atau kumpulan data statistik yang dikum- pulkan oleh institusi- institusi pemerintah (termasuk data sensus di dalamnya), pada umumnya menga- ndung lebih dari satu atribut yang diasosiasikan den- gan lokasi spasialnya.  Sebagai contoh, properti jenis tanah yang menjadi dayatarik studi-studi sumberdaya lahan pada umumnya adalah tipe, warna, tekstur, kandungan organik, derajat keasaman (PH), dll. Wednesday, January 14, 20153

4  Tipe-tipe spasial memiliki properties topografi dasar yang meliputi lokasi, dimensi, dan bentuk (shape).  Untuk mengelola data dan informasi di dalam SIG diperlukan pemahaman yang baik mengenai konsep-konsep sistem manageman basisdata (database management system-DBMS) Wednesday, January 14, 20154

5 8.2 SIG sebagai Basisdata  SIG dikembangkan dengan menggunakan sistem-sistem managamen basisdata (DBMS) yang telah lahir sebelumnya.  Fakta-fakta pengembangan SIG dengan DBMS 1. Biaya DBMS yang telah hadir dipasaran telah mendominasi (sebagian besar) biaya keseluruhan perangkat lunak sistem-sistem (termasuk SIG). Wednesday, January 14, 20155

6 2. DBMS telah demikian banyak memiliki dan menangani fungsi-fungsi (dan prosedur) yang sangat diperlukan oleh SIG.  Pendekatan-pendekatan untuk menggunakan DBMS di dalam SIG 1. Pendekatan solusi DBMS total. Pendekatan ini semua data spasial dan non spasial diakses melalui DBMS sehingga data- data tersebut harus memenuhi asumsi yang telah ditentukan oleh perancang DBMS-nya. Wednesday, January 14, 20156

7 2. Pendekatan solusi Kombinasi. Pendekatan ini beberapa data (tidak semua) data (pada umumnya berupa tabel-tabel atribut beri- kut relasi-relasinya) diakses melalui DBMS kar- ena data-data tersebut telah sesuai dengan modelnya. Wednesday, January 14, 20157

8 8.3 Konsep-konsep di dalam Sistem Basisdata Basisdata  Konsep basisdata dapat dipandang dari berbagai sudut. 1. Sisi Sistem Basisdata merupakan kumpulan tabel-tabel atau files yang saling berelasi. 2. Sisi Managemen Basisdata dapat dipandang sebagai kumpulan data yang memodelkan aktivitas-aktivitas yang terdapat dalam enterprise-nya. Wednesday, January 14, 20158

9 8.3.2 Keuntingan Basisdata  Keuntungan-keuntungan Basisdata 1. Reduksi duplikasi data (minimum redudancy data yang pada gilirannya akan mecegah inkonsintensi dan isolasi data) 2. Kemudahan, kecepatan dan efisiensi (data sharing dan availability) akses (pemanggilan) data. 3. Penjagaan integritas data. 4. Menyebabkan data menjadi self-documented dan self- descriptive. 5. Mereduksi biaya pengembangan perangkat lunak. 6. Meningkatkan faktor keamanan data (security) Wednesday, January 14, 20159

10 8.3.3 View Basisdata (Lever Abstraksi Data) bagian bagian bagian Marketing Keuangan Produksi View 1View 2 View 3 Level Konseptual Level Fisik Wednesday, January 14,

11  Level Fisik, merupakan tingkat yang terendah di dalam abstraksi data, menunjukkan bagaimana sesungguhnya data di simpan.  Level Konsepsual menggambarkan data apa saja yang sebenarnya (secara fungsional) di simpan dalam basisdata beserta hubungannya (relasi-relasi) dalam basisdata.  Level View merupakan tingkat tertinggi. Pengguna hanya mengenal struktur data yang sederhana dan sangat berorientasi pada pengguna. Wednesday, January 14,

12 8.3.4 Enterprise  Enterprise adalah obyek-obyek penting, organisasi, proses yang bekerja pada suatu sistem, atau sistem itu sendiri.  Sebagai contoh : obyek-obyek penting : perpustakaan, sekolah. aktivitas organisasi/enterprise : aktivitas akademik, pengelolaan keuangan dll. Wednesday, January 14,

13 8.3.5 Enterprise Rules  Enterprise rules adalah aturan-aturan yang digun- akan untuk mendefinisikan hubungan-hubungan (keterkaitan atau relasi) antara entity satu dengan entity yang lainnya (entity relationship) beserta operations-nya (prosedur atau fungsi yang dapat dikenakan terhadap entities yang bersangkutan).  Contoh Enterprise rules Enterprise : Administrasi pertahanan a. Satu kabupaten atau kotamadya terdiri dari beberapa kecamatan. Wednesday, January 14,

14 b. Satu kecamatan terdiri dari beberapa desa c. Setiap desa terdiri dari beberapa persil tanah milik. d. Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu persil tanah milik. e. Setiap persil tanah hanya dapat dimiliki oleh seorang pemilik hak Skeleton Table  Skentelon table adalah sekumpulan tabel-tabel yang mejalankan hubungan antar entitas yang digunakan dalam suatu enterprise. Wednesday, January 14,

15  Contoh Skeleton Table 1. Dosen (KodeDosen, NamaDosen, AlamatDosen, GolonganDosen, TglLahirDosen). 2. Mahasiswa (Nim, NamaMhs, AlamatMhs, TglLahirMhs). 3. Gedung (KodeGedung, NamaGedung, LuasGedung). 4. Ruang (KodeRuang, NamaRuang, LuasRuang, KodeRuang). 5. MataKuliah (KodeMataKuliah, NamaMataKuliah, BobotSKS, JamKuliah KodeRuang, KodeDosen). 6. NilaiPerkuliahaan (Nim, KodeMataKuliah, Nilai) Wednesday, January 14,

16 8.3.7 Aplikasi  Aplikasi (program) merupakan tugas khusus yang akan dijalankan oleh enterprise baik secara otomatis maupun semi- otomatis.  Contoh Aplikasi yang dimiliki Enterprise Perusahaan Listrik : Menentukan kelayakan pembangunan infrastruktur baru (jaringan) yang dapat melayani kebutuhan- kebutuhan listrik suatu kawasan Indutri Wednesday, January 14,

17 8.3.8 Sistem Basisdata  Pengertian atau definisi sistem basisdata 1. Menurut Pustaka : Sistem Basisdata merupakan perangkat lunak DBMS bersama dengan datanya (basisdata), dan terkadang juga mencakup men- cakup perangkat lunak aplikasi di dalamnya. 2. Menurut Fathan : Sistem Basisdata merupakan sistem yang terdiri dari kumpulan file (tabel) yang saling berhubungan (dalam basisdata di sebuah sistem komputer) dan sekumpulan program (DBMS) yang memungkinkan beberapa pemakai dan atau program lain untuk mengakses dan mem- anipulasi file-file (tabel-tabel) tersebut. Wednesday, January 14,

18 8.3.9 Komponen Sistem Basisdata  Komponen-komponen basisdata : 1. Perangkat keras 2. Pengguna (user) 3. Sistem Operasi 4. Sistem pengelola Basisdata (DBMS) 5. Program Aplikasi Lain 6. Basisdata  Pengguna Sistem Basisdata terdapat beberapa kelompok 1. Database Administrator : Pengguna memilik kewenan- gan sebagai pusat pengendali seluruh sistem baik basisdata maupun program-program yan mengaksesnya. Wednesday, January 14,

19 2. Application programmer : pengguna ini merupakan para programer aplikasi yang profesional berinteraksi dalam sistem melalui pemanggilan DML (data manipulation language) yang dimasukkan (embedded) ke dalam program yang ditulis dalam bahasa pemograman dasarnya. 3. Sophisticated users : Pengguna ini berinteraksi dengan sistem tanpa harus menuliskan sendiri programnya. 4. Specialized users : pengguna termasu dari sophisticated user yang menuliskan program aplikasi basisdata khusus yang tidak sesuai dengan framework pemrosesan data tradisional. Wednesday, January 14,

20 5. Naïve user : pengguna ini merupakan kebanyakan pengguna yang berinteraksi dengan sistem dengan cara memanggil salah satu program aplikasi yang telah disediakan Komponen Fungsional Sistem Basisdata  Komponen fungsional Sistem basisdata 1. File Manager : Mengelola alokasi kebutuhan ruang penyimpanan basisdata beserta struktur-struktur data yang digunakan untuk mempresentasikan informasi yang disimpan dalam disk. Wednesday, January 14,

21 2. Database Manager : Menyediakan interface antara data low-level yang disimpan dalam basisdata dengan program-program aplikasi dan queries yang dikirimkan ke sistem. 3. Query processor : Menterjemahkan pernyataan bahasa query ke dalam intruksi-intruksi low –level yang dimengerti database manager. 4. DML precompiler : Mengkonversi pernyataan DML yang di masukkan di dalam program aplikasi ke dalam pemanggilan prosedur normal di dalam induknya. 5. DDL compiler : Mengkonversi pernyataan DDL ke dalam sekumpulan tabel yang mengandung metadata atau “data mengenai data” Wednesday, January 14,

22 8.4 Sistem Manajemen Basisdata Pengertian dan Definisi  Penertian Sistem Manajemen Basisdata 1. Menurut Korth Sistem Manajemen Basisdata adalah kumpulan dari data yang salimg berelasi dengan sekumpulan program-program yang mengakses data-data tersebut. 2. Menurut Elmasari Sistem Manajemen Basisdata merupakan paket parangkat lunak atau sistem yang digunakan untuk memudahkan pembuatan dan pemeliharaan basisdata yang terkomputerisasi Wednesday, January 14,

23 8.4.2 Manfaat Sistem Manajemen Basisdata  Menurut Ade alasan-alasan penggunaan DBMS 1. Sistem manajemen basisdata (DBMS) sangat baik di dalam mengorganisasikan dan mengelola data dengan jumlah besar 2. DBMS tidak selalu ditunjukkan untuk analisis data ; hal ini lebih merupakan tugas-tugas SIG, spread sheet, atau tools analisis lainnya. 3. DBMS ini seperti kantong tempat meletakkan sesuatu (data) di dalam satu wadah sehingga barang yang dimasukkan (data) akan mudah diambil (dipanggil) kembali. Dan lain-lain Wednesday, January 14,

24 8.4.3 Komponen-komponen Sistem Manajemen Basisdata  Menurut [Hkbu20], Komponen-komponen sistem manajemen basisdata (DBMS) 1. Data yang tersimpan di dalam basisdata. 2. Operasi standart yang disediakan hampir semua DBMS. 3. DML (data manipulation language) atau bahasa query ini pada umumnya setara dengan bahasa pemograman generasi ke 4 dan didukung oleh DBMS untuk membebtuk perintah perintah untuk masukan, keluaran, editing, analisis basisdata. Wednesday, January 14,

25 4. DDL (data definition language) yang merupakan bahasa yang digunakan untuk mendeskripsikan isi (dan struktur) basisdata. 5. Bahasa pemograman (programing tools). 6. Struktur files. Setiap DBMS memiliki struktur internal yang digunakan untuk mengorganisasikan data walaupun beberapa model data yang umum telah yang digunakan oleh sebagian besar DBMS. Wednesday, January 14,

26 8.4.4 Operasi Dasar Sistem Manajemen Basisdata.  Operasi-operasi dasar Sistem Manajemen Basisdata 1. Membuata basisdata (create database). 2. Menghapus basisdata (drop database). 3. Membuat tabel basisdata (create table). 4. Menghapus tabel basisdata (drop table). 5. Mengisi dan menyisipkan data (record) ke dalam table (insert) 6. Membaca dan mencari dat (field atau record) dari tabel basisdata (seek, find, search, retrieve). 7. Menampilkan basisdata (display, browse). Wednesday, January 14,

27 8. Mengubah dan meng-edit data yang terdapat dalam tabel basisdata (update, edit). 9. Menghapus data dari tabel basisdata (delete, zap, pack). 10. Menbuat indeks untuk setiap tabel basisdata (create index). Wednesday, January 14,

28 8.4.5 Model Basisdata di dalam DBMS  Model-model Basisdata 1. Flat file : Data terletek didalam tabel tunggal (tidak terdapat kaitan antara tabel suatu dengan tabel-tabel yang lain. NimNamaAlamatKulo1Sks01Dos01Kul02Sks02Dos02 002JamalCemara 45Kartografi2HusniSIG2Toto 005AmirJurang 103SIG2TotoHPG II3Ade 001DinaDago 154Astro I2HusniInderaja II 2Eka 003InsanSalam 12AIUT II3AsrulSurvey GPS 3Dudi Wednesday, January 14,

29 2. Hierarchical : Model ini serng disebut sebagai model pohon atau hirarki karena mirip dengan struktur pohon terbalik. Dosen Root Parent Mata Kuliah Child Parents Mahasiswa Leaves Childs Husni M. Astro I Kartografi Jamal Dina Wednesday, January 14,

30 3. Network : Model ini sering disebut juga sebagai model database task group (DTBG) karena model ini telah distandarisasikan oleh DTBG pada Dosen Mata kuliah Mahasiswa Nurma Akbar DTM SIG II Inderaja I SIG I Dedi Asep Roni Adi Ida Wednesday, January 14,

31 4. Relational : Model ini terdiri dari tabel-tabel ternormalisasi dengan field-field kunci sebagai penghubung relational antar tabel. NimNama MahasiswaAlamat 002Jamal SujamilJl. Cemara Dina HasanahJl. Jurang Amir DaryantoJl. Dago Insan KamilJl. Salam 12A Wednesday, January 14,

32 8.5 Model Basisdata Relational Terminologi di dalam Model Basisdata Relational Relasi  Setiap baris data mempunyai beberapa Atribut.  Setiap tipe record membentuk tabel dam relasi.  Derajat atau tingkatan relasi suatu tabel dinyatakan dengan jumlah atribut yang terdapat di dalam tabel yang bersangkutan Kunci  Dapat diidentifikasi secara unik.  Tidak ada satu atribut kunci-pun yang dapat dihapus tanpa merusak ke-unikan atibut kunci. Wednesday, January 14,

33 Queries  DDL yang digunakan untuk menentukan data-data mana saja yang akan disimpan didalam basisdata dan menentukan bagaimana data-data tersebut direlasikan.  DDL digunakan untuk menembah, memanggil kembali, meng-update, dan menghapus data didalam DBMS.  Query sering diambil sebagai pernyataan atau sekumpulan pernyataan baik pada DDL, DML, atau keduanya.  Query language (QL) adalh bahasa formal yang mengimplementasikan DDL, DML, atau keduanya. Wednesday, January 14,

34 Normalisasi  Normalisasi adalah tehnik yang digunakan mengstrukturkan data sedemikian rupa seingga mengurangi atau mencegah timbulnya masalah-masalah yang berhubungan dengan pengolahan data.  Hasil sepros normalisasi adalah data, records atau tabel-tabel yang konsisten secara lojik, mudah dimengerti, dan peliharaanya tidak sulit dan murah.  Pendekatan Normalisasi 1. Bentuk normal pertama (1NF) : jika semua atributnya mempunyai nilai yang atomik (atribut yang bersangkutan tidak dapat dibagi lagi menjadi atribut- atributyang lebih kecil) tetapi mengandung redudancy (atribut yang tampil berulang) Wednesday, January 14,

35 2. Bentuk normal kedua (2NF) : suatu tabel bentuk normal pertama yang memenuhi syarat tambahan bahwa semua atribut bukan kuncinya hanya tergantung pada kunci primer. 3. bentuk ketiga (3NF) : suatu tabel bentuk normal kedua yang memenuhi syarat tambahan bahwa semua atribut bukan kunci tidak memiliki ketergantungan trasitif terhadap kunci primer. 4. Bentuk Normal Boyne-Codd (BCNF) : suatu tabrl yang mempunyai semua field penentu yang merupakan candidate key. 5. Bentuk normal lainnya :keempat (4NF), kelima (5NF), dan seterunya. Wednesday, January 14,

36 8.5.2 Keunggulan Model Basisdata Relational  Keuntungan Basisdata relational 1. Model relational benar-benar merupakan model data yang lengkap secara matematis. 2. Model relational mempuyai teori-teori yang solid untuk mendukung. 3. Fleksibelitas tinggi 4. Integritas 5. Multiple Views 6. Concurency Wednesday, January 14,

37 8.6 Model Basisdata Relational dan SIG Model Data Hybrid  Langkah awal pada pendekatan ini adalah pemahaman adanya dugaan atau pendapat (premise) bahwa mekanisme penyimpanan data yang optimal untuk informasi lokasi (spasial) di satu sisi, tetapi di sisi lain, tidak optimal untuk informasi atreibut (tematik).  Perangkat lunak SIG mengelola hubungan antara file kartografi dan DBMS selama operasi-operasi pemrosesan peta yang berbeda berlangsung. Wednesday, January 14,

38 8.6.2 Model data Terintegrasi  Kebanyakan implementasi pada saat ini adalah bentuk topologi vektor dengan tabel-tabel relational yang menyimpan data-data koordinat peta (titik, nodes, segmen garis, dll.)  Aspek lain didalam penanganan basisdata spasial yang bervolume besar adalah kebutuhan mengenai konversi informasi koordinat dua dimensi menjadi kunci-kunci spasial atau dimensi yang dapat disimpan menjadi kolom-kolom tabel basisdata. Wednesday, January 14,


Download ppt "Konsep-konsep Di Dalam Pengelolaan Basisdata Oleh Nanang Chosin Universitas Islam Attahiriyah Wednesday, January 14, 20151."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google