Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Peukur Arus Pengukuran arus listrik:  dilakukan dengan Am meter  skala dikalibrasi dalam A (Amper). mA, μA.  diletakan seri dgn rangkaian yg akan diukur.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Peukur Arus Pengukuran arus listrik:  dilakukan dengan Am meter  skala dikalibrasi dalam A (Amper). mA, μA.  diletakan seri dgn rangkaian yg akan diukur."— Transcript presentasi:

1 Peukur Arus Pengukuran arus listrik:  dilakukan dengan Am meter  skala dikalibrasi dalam A (Amper). mA, μA.  diletakan seri dgn rangkaian yg akan diukur (menambah tahanan rangkaian dengan internal resistance Rm). A E Ro Io E Ro Iw Rm a). Io arus sesungguhnya pada rangkaian (tanpa Am meter) b). Iw arus terukur Am meter yg dipasang pada rangkaian Eo

2 Amper meter diletakan secara seri dalam rangkaian yang akan diukur. Konsekwensi pemasangan Ammeter akan menambah tahanan dari rangkaian tersebut dengan sejumlah tahanan yg sama dgn “internal resistance” dari meter Rm

3 Akurasi perbandingan arus bila meter dipasang pada rangkaian Iw (arus terukur) dengan arus tanpa meter Io (arus sesungguhnya). Akurasi  KA = Iw / Io, dimana: Iw = E / (Ro+Rm) dan Io = E / Ro, sehingga KA = Ro / (Ro+Rm) Loading Error (%), adalah: % error pada meter yang disebabkan oleh efek pembebanan (loading effect) akibat penambahan tahanan meter pada rangkaian. Loading error (%) = ( 1 – KA ) (100)

4 CONTOH: Tentukan akurasi dan loading error dr sebuah meter μA dengan Rm = 200 Ω. Tentukan juga arus Io dan Iw, bila rangkaian disuplai dengan tegangan 10 Volt dan Ro (ekivalen) = 1 KΩ. Penyelesaian : KA = Ro / (Ro+Rm) = 1000 / ( ) = 0,833 KA = 83,3 %. Ini berarti Am meter membaca 83,3 % dari harga arus yang sesungguhnya. Makin besar KA makin kecil error yg dilakukan meter.

5 Akurasi rendah disebabkan Rm berharga dekat dengan harga tahanan pada rangkaian. Agar KA tinggi diperlukan harga tahan Rm jauh lebih rendah dari tahan rangkaian. Loading Error (%) =( 1 – KA )(100) =(1 – 0,833)100 = 16,79 % Io = E / Ro = 10 V/ 1000 Ω = 0,01 A Iw = E / (Ro+Rm) = 10V / ( ) Ω Iw = 8,33 x A Atau : Iw = KA Io = 0,833 x 10 mA = 8,33 mA.

6 TAHANAN PENGALI AMPER METER (TAHANAN SHUNT) KUMPARAN AMMETER HANYA DPT MENGALIRKAN ARUS YANG KECIL ( ± 20 μ A s/d BEBERAPA AMPER). UNTUK MENGUKUR ARUS YANG BESAR DIPERLUKAN “TAHANAN SHUNT” I = arus bebanIm = arus defleksi skala penuh Ish = arus shunt Rsh = tahanan shunt Rm = tahanan dalam meter. GERAK d’ARSONVAL Im RmRsh Ish I

7 TAHANAN SHUNT TERHUBUNG PARALEL TERHADAP AMPERMETER DROP TEGANGAN PADA Rsh DAN PADA AMMETER Rm ADALAH SAMA: V sh = V alat ukur Ish Rsh = Im Rm  Rsh = (Im.Rm)/ Ish karena Ish = I – Im, maka Rsh = (Im Rm)/(I-Im) Rsh = { Rm / (I/Im) – 1} atau Rsh = Rm / (n-1).

8 Sebuah alat ukur 1 mA dg tahanan dalam100 Ω akan diubah menjadi 0 – 100 mA. Tentukan nilai tahan shunt yang diperlukan. Penyelesaian: Ish = 100 mA – 1mA = 99 mA Rsh = (Im Rm) / (I - Im) Rsh =(1mA x 100 Ω)/(99 mA) = 1,01Ω

9 MULTI RANGE AMMETER PEMASANGAN BEBERAPA TAHANAN SHUNT DAPAT DILAKUKAN : 1.TERMINAL (BINDING POST) 2.SAKLAR a. MAKE BEFORE BREAK SWITCH

10 b. SHUNT AYRTON R1R1 R2R2 R3R3 Im Rm + SHUNT UNIVERSAL

11 Soal: Rancang sebuah shunt Ayrton yang menghasilkan Am-meter dengan batas ukur 2 A dan 10 A. Gunakan gerak d’Arsonval dengan Rm 50 Ω danarus defleksi skala penuh 0,5 mA! R1R1 R2R2 Im Rm + 2A 10 A

12 Penyelesaian: Pada batas ukur 2 A: (R1 + R2) // Rm dimana R1+R2 sbg Rsh Ish = 2 A – 0,5 mA = 1999,5 mA Rsh = (Im Rm) / Ish = 0,5 x 50 / 1999,5 = 0,0125 Ω Pada batas ukur 10 A:R2 // (R1 + Rm) dimana R2 sbg Rsh Ish = 10 A – 0,5mA = 9999,5 mA Rsh = Im (Rm + R1) / I – Im R2 = 0,5 ( 50 + R1) / 9999,5 mA = (25 + 0,5 R1) / 9999,5 Karena R1 + R2 = 0,0125 Ω, maka : R1 + (25+0,5R1)/9999,5 = 0,0125 Ω R1 = 125 – 25 R1 = 0,01 Ω dan R2 = 0,0025 Ω

13 PENGARUH PEROBAHAN SUHU PADA Rm. Rm(t 2 )= Rm(t 1 ){1+α(t 1 – t 2 )} Bila koefisien temperatur dari Rm adalah α dan koefisien Rsh dan R 1 diabaikan (= 0), arus yang akan di ukur I, maka arus yang masuk ke dalam kumparan putar : Im = (Rsh) / [Rm(t 1 ){1+α(t 1 – t 2 )}+R 1 + Rsh] x I Im = (Rsh) I / (R1+Rm+Rsh) x {1- (αRm) (t 1 – t 2 ) / (R1+Rm+Rsh)}. Karena temperatur keliling t o arus Im, Im = (Rsh) / (R1+Rm+Rsh) I, maka pada perobahan temperatur dari t 1 ke t 2 terjadi perobahan arus yg mengalir ke dalam kumparan sebesar ; - (αRm) (t 1 – t 2 ) x I / (Rm+Rsh+R1) A Rsh R1 Rm Ish I

14 Soal :


Download ppt "Peukur Arus Pengukuran arus listrik:  dilakukan dengan Am meter  skala dikalibrasi dalam A (Amper). mA, μA.  diletakan seri dgn rangkaian yg akan diukur."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google