Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Departemen Pendidikan Nasional Guru Matapelajaran : Drs.Suparno,MSi Pesona Fisika SMA NEGERI 59 JAKARTA MMMM IIII KKKK RRRR OOOO SSSS KKKK OOOO PPPPKelas.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Departemen Pendidikan Nasional Guru Matapelajaran : Drs.Suparno,MSi Pesona Fisika SMA NEGERI 59 JAKARTA MMMM IIII KKKK RRRR OOOO SSSS KKKK OOOO PPPPKelas."— Transcript presentasi:

1 Departemen Pendidikan Nasional Guru Matapelajaran : Drs.Suparno,MSi Pesona Fisika SMA NEGERI 59 JAKARTA MMMM IIII KKKK RRRR OOOO SSSS KKKK OOOO PPPPKelas X- Semester 2 BBBB aaaa bbbb A A A A llll aaaa tttt O O O O pppp tttt iiii kkkk

2 MIKROSKOP Mikroskop digunakan untuk mengamati benda- benda yang sangat kecil ( benda mikro ), misalya kuman atau bakteri. Mikroskop SiswaMikroskop Lanjutan 1. Jenis Mikroskop Sterio Mikroskop Mikroskop KesehatanBinoculer Mikroskop

3 2. Bagian-bagian Mikroskop Test

4 Mikroskop terdiri dari dua buah lensa positif, masing-masing disebut : a. Lensa obyektif ; yaitu lensa yang dekat dengan obyek yang diamati b. Lensa okuler : yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat. Lensa okuler ini berfungsi sebagai lup. Jarak fokus lensa okuler sedikit lebih panjang dari jarak fokus lensa obyektif. Lensa okuler ini berfungsi sebagai lup. Jarak fokus lensa okuler sedikit lebih panjang dari jarak fokus lensa obyektif. Obyek yang diamati dengan mikroskop diletakan di depan lensa obyektif pada jarak antara f dan 2f, agar diperoleh bayangan nyata yang diperbesar. Bayangan yang terbentuk oleh lensa obyektif ini merupakan benda bagi lensa okuler Pengamatan dengan mikroskop pada umumnya mata berimpit dengan lensa okuker dan dapat MIKROSKOP Pengamatan dengan mikroskop dapat dilakukanan dengan dua cara,yaitu : a.D engan mata berakomodasi ( berakomodasi maksimum ) dan b.D engan mata tak berakomodasi ( berakomodasi minimum )

5 1. Mata berakomodasi maksimum Untuk mata berakomodasi maksimum, lensa okuler diatur sedemikian rupa sehingga benda okuler ( bayangan obyektif ) terletak pada jarak antara lensa dan titik fokus lensa okuler (Sok < fok ) Gambar. Mikroskop dengan pengamatan beraomodasi maksimum Lensa obyektif Lensa okuler h h’=h ok h’ ok S ob S’ ob S ok L

6 a. Perbesaran sudut maksimum Perbesaran mikroskop = perbesaran linier obyektif x perbesaran sudut okuler sebagai lup γ maks = perbesaran maksimum S ob = jarak benda obyektif S’ ob = jarak bayangan obyektif S n = jarak titik dekat mata f ok = jarak fokus lensa okuler Dari gambar panjang tubus mikroskop ( jarak antara lensa obyektif dan lensa okuler ) adalah L = panjang tubus mikroskop ( jarak lensa obyektif dan lensa okuler ) S’ ob = jarak bayangan obyektif S ok = jarak benda okuler, yaitu jarak bayangan obyektif ke lensa okuler

7 2. Mata berakomodasi minimum Untuk mata beakomodasi minimum ( tak berakomodasi ), lensa okuler diatur sedemikian rupa sehingga benda okuler ( bayangan obyektif ) terletak tepat di titik fokus lensa okuler ( Sok = fok ). Bayangan akhir yang terbentuk oleh lensa okuler adalah maya, terbalik ditempat jauh tak terhingga. Gambar. Mikroskop dengan pengamatan beraomodasi minimum Banyangan maya di titik jauh mata pengamat

8 Perbesaran mikroskop = perbesaran linier obyektif x perbesaran sudut okuler sebagai lup γmin= perbesaran maksimum Sob= jarak benda obyektif S’ob= jarak bayangan obyektif Sn= jarak titik dekat mata f ok= jarak fokus lensa okuler Dari gambar panjang tubus mikroskop ( jarak antara lensa obyektif dan lensa okuler ) adalah L = panjang tubus mikroskop ( jarak lensa obyektif dan lensa okuler ) S’ ob = jarak bayangan obyektif S ok = jarak benda okuler, yaitu jarak bayangan obyektif ke lensa okuler f ok = jarak fokus lensa okuler a. Perbesaran minimum b. Panjang Tubus Mikroskop


Download ppt "Departemen Pendidikan Nasional Guru Matapelajaran : Drs.Suparno,MSi Pesona Fisika SMA NEGERI 59 JAKARTA MMMM IIII KKKK RRRR OOOO SSSS KKKK OOOO PPPPKelas."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google