Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Departemen Pendidikan Nasional Guru Matapelajaran : Drs.Suparno,MSi Pesona Fisika SMA NEGERI 59 JAKARTA BBBB aaaa bbbb 7 7 7 7.... AAAA rrrr uuuu ssss.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Departemen Pendidikan Nasional Guru Matapelajaran : Drs.Suparno,MSi Pesona Fisika SMA NEGERI 59 JAKARTA BBBB aaaa bbbb 7 7 7 7.... AAAA rrrr uuuu ssss."— Transcript presentasi:

1 Departemen Pendidikan Nasional Guru Matapelajaran : Drs.Suparno,MSi Pesona Fisika SMA NEGERI 59 JAKARTA BBBB aaaa bbbb AAAA rrrr uuuu ssss D D D D aaaa nnnn T T T T eeee gggg aaaa nnnn gggg aaaa nnnn A A A A CCCCKelas XII- Semester R R R R aaaa nnnn gggg kkkk aaaa iiii aaaa nnnn R R R R LLLL,,,, R R R R CCCC d d d d aaaa nnnn R R R R LLLL CCCC

2

3 a. Rangkaian Seri R dan L a. Rangkaian Seri R dan L b. Diagram vektor b. Diagram vektor c. Ipedansi rangkaian c. Ipedansi rangkaian V R dan I = sefase V L dan I = berbeda fase 90 o ( V L mendahukui I ) Jadi V R dan V L berbeda fase 90 o ( V L mendahului 90 o terhadap V R )

4 d. Grafik Tegangan V R, dan V l terhadap t d. Grafik Tegangan V R, dan V l terhadap t e. Hambtan total rangkaian e. Hambtan total rangkaian Hambatan total rangkaian disebut impedensi rangkaian ( Z )

5 f. Kuat arus rangkaian f. Kuat arus rangkaian g. Beda sudut fase ( θ ) g. Beda sudut fase ( θ ) Beda sudut fase antara tegangan total ( V ) dan kuat arus ) I ) ditunjukkan oleh sudut θ pada diagram vektor di atas

6 1). Rangkaian Seri R dan L 1). Rangkaian Seri R dan L 2). Diagram vektor 2). Diagram vektor 3). Ipedansi Rangkaian 3). Ipedansi Rangkaian V R dan I = sefase V C dan I = berbeda fase 90 o ( V C tertinggal oleh I ) Jadi V R dan V C berbeda fase 90 o ( V C tertinggal 90 o terhadap V R )

7 4). Grafik V R, V C, terhadap waktu t * 4). Grafik V R, V C, terhadap waktu t * 5). Tegangan total rangkaian 5). Tegangan total rangkaian

8 Hambatan total rangkaian disebut impedensi rangkaian ( Z ) 6). Hambatan total rangkaian 6). Hambatan total rangkaian 7. Kuat arus rangkaian 7. Kuat arus rangkaian 8. Beda sudut fase ( θ ) 8. Beda sudut fase ( θ ) Beda sudut fase asntara tegangan total ( V ) dan kuat arus ) I ) ditunjukkan oleh sudut θ pada diagram vektor di atas

9 a. Rangkaian Seri R –L dan C a. Rangkaian Seri R –L dan C b. Diagram vektor b. Diagram vektor c. Ipedansi Rangkaian c. Ipedansi Rangkaian V R dan I = sefase V L dan I = berbeda fase 90 o ( V L mendahukui I ) V C dan I = berbeda fase 90 o ( V C mengiringi I ) V L dan V C berbeda fase 180 o ( V L mendahului V C ) V R dan I = sefase V L dan I = berbeda fase 90 o ( V L mendahukui I ) V C dan I = berbeda fase 90 o ( V C mengiringi I ) V L dan V C berbeda fase 180 o ( V L mendahului V C ) d. Grafik V R,V L dan V C terhadap t

10 a. Rangkaian Seri R –L dan C a. Rangkaian Seri R –L dan C b. Diagram vektor b. Diagram vektor c. Ipedansi Rangkaian c. Ipedansi Rangkaian V R dan I= sefase V L dan I= berbeda fase 90 o ( V L mendahukui I ) V C dan I= berbeda fase 90 o ( V C mengiringi I ) V L dan V C = berbeda fase 180 o ( V L mendahului V C )

11 d. Grafik V R,V L dan V C terhadap t e. Tegangan total rangkaian (V)

12 f. Hambatan total rangkaian (Z) Hambatan total rangkaian disebut impedensi rangkaian ( Z ) g. Kuat arus rangkaian Beda sudut fase asntara tegangan total (V) dan kuat arus (I) ditunjukkan oleh sudut θ pada diagram vektor di atas h. Beda sudut fase ( θ )

13 i. Kemungkinan-kemungkinan yang dpat terjadi pada rangkaian seri R-L-C Ada tiga kemungkinan yang dapat terjadi pada rangkaian seri R-L-C, yaitu : 1. X L > X C 2. X L < X C 1.X L > X C, maka tg θ = positif, berarti rangkaian bersifat induktif dan tegangan rangkaian V mendahului kuat arus I 2.X L < X C, maka tg = negatif, berarti rangkaian bersifat kapasitif dan teganganrangkaian V tertinggal (mengiringi ) kuat arus I

14 3. X L = X C 3. X L = X C, maka tg = 0 ( nol ), berarti V = V R dan Z = R, dan tegangan V sefase dengan kuat arus I. Dalam kedaan ini timbul suatu peristiwa yang disebut resonansi deret. Besarnya frekuensi resonansi dapat dicari sebagai berikut : F = frekuesi resonansi ( Hz ) L = induktansi induktor ( H ) C = kapsitas kapasitor ( F )


Download ppt "Departemen Pendidikan Nasional Guru Matapelajaran : Drs.Suparno,MSi Pesona Fisika SMA NEGERI 59 JAKARTA BBBB aaaa bbbb 7 7 7 7.... AAAA rrrr uuuu ssss."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google