Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Analisis Transaksional (Eric Berne) Sebagai Metode Dasar Psikoterapi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Analisis Transaksional (Eric Berne) Sebagai Metode Dasar Psikoterapi."— Transcript presentasi:

1 Analisis Transaksional (Eric Berne) Sebagai Metode Dasar Psikoterapi

2 Pandangan Mengenai Manusia Secara filosofis manusia dapat ditingkatkan, dikembangkan, dan diubah secara langsung melalui proses yang aman dan menyenangkan Asumsi: semuanya OK: setiap individu dalam berperilaku memiliki dasar yang menyenangkan dan mempunyai potensi serta keinginan untuk berkembang dan mengaktualisasikan diri. Cth: hub suami- istri, ayah-anak, guru-siswa Dasar TA: Decision model: setiap individu belajar perilaku yang spesifik dan memutuskan rencana hidupnya dalam menghadapi kehidupan

3 Konsep Dasar

4 Ego State (Status Ego) Adalah: Sumber-sumber tingkah laku, sikap, dan perasaan, sebagaimana individu melihat kenyataan, mengolah informasi, dan melihat dunia luar dirinya Terbentuk melalui pengalaman-pengalaman yang membekas pada diri manusia sejak masa kecil  dapat berwujud: pendapat, pandangan, sikap, perilaku baik dari orang tua, orang dewasa, tokoh penting pada masa anak-anak. Pengalaman tsb betul- betul melekat dalam diri individu

5 3 Hipotesis dan Status Ego Hipotesis 1. Setiap perkembangan menuju kedewasaan, melalui masa kanak-kanak 2. Setiap manusia punya jaringan otak yang baik dan sanggup melakukan testing terhadap realita 3. Setiap individu yang berjuang menuju dewasa mempunyai orang tua/ seseorang yang dianggap sebagai orang tua Jenis Status Ego Status Ego Anak Status Ego Dewasa Status Ego Orang Tua

6 Status Ego Anak Berisi: Perasaan, perilaku, dan bagaimana individu berpikir ketika masih kanak-kanak dan berkembang bersama dengan pengalaman semasa kanak-kanak Tampak dalam perilaku manja, ingin menang, sendiri, ingin diperhatikan, takut, pemberani, ceroboh, bebas, dan acuh 2 Bentuk Status Ego Anak: 1. Anak yang menyesuaikan (adapted child): T.l dipengaruhi orang tua. Cth: penurut, sopan, patuh  menarik diri, takut, manja  dapat alami konflik 2. Anak yang wajar (free child): T.l lucu, tergantung, egois, agresi, kritik, spontan, tidak mau kalah, pemberontak

7 Status Ego Dewasa Tampak dari perilaku yang bertanggung jawab, tindakan rasional, dan mandiri Sifat: obyektif, penuh perhitungan, rasional Status Ego Orang Tua Merupakan kumpulan perasaan, sikap, pola-pola perilaku yang mirip dengan bagaimana orang tua individu merasa dan bertingkah laku terhadap dirinya

8 Stroke (Belaian) Belaian ini menyehatkan dan merupakan kebutuhan dalam setiap interaksi sosial  ortu belai bayinya Dibutuhkan pada anak dan orang dewasa Belaian yang diterima / diberikan, akan menguatkan posisi hidup seseorang dan memperkuat naskah, fungsi ego, transaksi, dan permainan-permainannya

9 Life Position (Posisi Hidup) Merupakan akibat dari keputusan individu yang dibuat berdasarkan reaksi orang tua terhadap ekspresi anak akan perasaan dan kebutuhan-kebutuhannya 4 Dasar posisi hidup: 1. I’m OK - You’re OK: ind. percaya pada diri sendiri dan orang lain 2. I’m OK - You’re not OK: ind. merasa superior, merasa punya hak untuk gunakan o.l untuk capai tujuan pribadi 3. I’m not OK – You’re OK: individu merasa bersalah, inferior, depresi, tidak percayaan, dan takut 4. I’m not OK – You’re not OK: ind. merasa dirinya dan orang lain tidak baik  tidak ada sumber belaian yang positif  indv. Merasa tidak berdaya. Cth: autisme

10 Batas Status Ego Setiap individu punya ketiga status ego Dapat terjadi aliran status ego untuk menanggapi rangsang dari luar 2 Jenis Batas Status Ego: 1. Batas status ego yang kaku: individu terkurung dalam salah satu status ego  hambat berfungsinya status ego lain. Disebut: eksklusi 2. Kontaminasi: situasi dimana batas antara status ego yang satu dengan yang lain menjadi lemah, shg status ego ttt mengalami pencemaran/pengaruh dari status ego lain Indv. punya kepribadian baik: status ego dewasa dapat menjadi manajer dari ketiga status ego secara efektif dan sehat

11 Analisis Transaksional Transaksi: setiap apa yang dikerjakan dan apa yang dikatakan antara ind. satu dengan yang lain Transaksi dapat terjadi secara verbal (transaksi sosial) dan nonverbal (transaksi psikologik) 3 Bentuk transaksi antara 2 individu: 1. Transaksi Komplementer: stimulus-respon cocok, tepat, shg transaksi berjalan lancar 2. Transaksi Silang: stimulus-respon tidak cocok  komunikasi terganggu 3. Transaksi Terselubung: dua status ego beroperasi bersama-sama. Cth : seolah dewasa ke dewasa, tetapi sebenarnya isi pesan dewasa/ orang tua ke anak

12 Kontak Sosial Setiap manusia membutuhkan kontak dengan lingkungannya mulai dari masa kanak-kanak hingga tua. Jika individu mendapat kontak yang positif (fisik dan verbal) dari lingkungan, maka individu juga dapat memberikan kontak yang positif kepada lingkungan Dalam berhubungan dengan orang lain, individu perlu struktur untuk mengisi/mengatur waktu

13 Lanjutan Kontak Sosial 6 Cara penggunaan waktu: 1. Penarikan diri (withdrawal): indv. tidak kontak secara terbuka dengan orang lain 2. Tata cara (ritual): komunikasi yang sudah diatur bagaimana stimulus dan responnya. Cth: “Selamat pagi!” 3. Aktivitas (activity): aktivitas dalam kehidupan sehari-hari dan sudah ada ketentuan umum yang direncanakan = kerja

14 Lanjutan Kontak Sosial 4. Pengisi Waktu (Pastime): transaksi yang terjadi pada ind., hanya merupakan pengisi waktu. Cth: gosip, arisan 5. Permainan (Games): serangkaian transaksi tersamar yang saling melengkapi, menuju ke suatu hasil yang dapat diramalkan dan telah direncanakan. Ciri: terselubung dan ganjaran. Resikonya tinggi 6. Keakraban (Intimacy): komunikasi terjadi secara sederhana. Individu menampilkan keadaan yang sebenarnya tanpa dibuat-buat

15 Proses Terapi

16 Dasar dan Tujuan Terapi Dasar Terapi: mengganti cara hidup secara otomatis dengan kesadaran, spontanitas, dan keakraban dengan cara memanipulasi permainan dan naskah hidup yang menyalahkan diri atau mengalah Tujuan TA: membantu individu agar mempunyai kebebasan memilih, kebebasan untuk berubah, dan berganti respon terhadap rangsang baru

17 Fungsi dan Peran Terapis 1. Sebagai guru: menerangkan teknik TA 2. Membantu klien menemukan kondisi- kondisi yang tidak menguntungkan, mengadaptasi rencana hidup, dan mengembangkan strategi dalam berhubungan dengan orang lain 3. Membantu klien dalam menemukan alternatif-alternatif hidup yang lebih mandiri

18 Metode Terapi 1. Analisis Struktural: suatu cara yang dapat menjadikan individu sadar tentang isi dan fungsi dari status egonya  indv. dapat identifikasi status ego  indv dapat selesaikan pola status ego yang terganggu dan keluar dari status ego tersebut 2. Metode Belajar: TA berdasar pada aspek kognitif  proses belajar mengajar yang I’m Ok you’re Ok merupakan bagian dari pendekatan ini

19 Lanjutan Metode Terapi 3. Empty Chair: sangat efektif untuk bantu klien selesaikan konflik dengan orang tua atau orang lain yang ada di sekitar klien pada waktu klien dibesarkan. Klien bayangkan orang yang duduk di depannya adalah orang lain, dan kemudian diajak untuk berdialog, sesuai dengan status ego yang diharapkan 4. Role Play: anggota kelompok yang lain menggunakan status ego tertentu yang berkaitan dengan masalah klien dan klien berbicara dengan anggota tersebut

20 Lanjutan Metode Terapi 5. Family modelling: Klien menetapkan situasi dan menggunakan anggota lain dari kelompoknya sebagai anggota keluarga. Dari analisis didiskusikan dan dievaluasi mengenai situasi ttt dan arti dirinya 6. Analysis of Ritual and Past Time: TA terkait dengan masalah identifikasi tata cara dan pengisi waktu 7. Analysis of Game and Rackets: dalam analisis permainan perlu diobservasi dan diketahui bagaimana permainan dimainkan dan belaian diterima, keadaan permainan, jarak, dan keakraban

21 Sekian. Terima Kasih atas Kehadiran dan Perhatiannya Selamat Belajar. Sukses Selalu!


Download ppt "Analisis Transaksional (Eric Berne) Sebagai Metode Dasar Psikoterapi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google