Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

K A R B O H I D R A T. Rumus : C n H 2n O n Karbohidrat: polihidroksi aldehid / keton meliputi kondensat polimer-polimernya yang terbentuk C n (H 2 O)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "K A R B O H I D R A T. Rumus : C n H 2n O n Karbohidrat: polihidroksi aldehid / keton meliputi kondensat polimer-polimernya yang terbentuk C n (H 2 O)"— Transcript presentasi:

1 K A R B O H I D R A T

2 Rumus : C n H 2n O n Karbohidrat: polihidroksi aldehid / keton meliputi kondensat polimer-polimernya yang terbentuk C n (H 2 O) n C yang mengalami hidratasi

3 Jenis-jenis Karbohidrat amilosa sukrosa amilopektin glukosa Oligosakarida Polisakarida fruktosa galaktosa maltosa laktosa rafinosa Monosakarida

4 Penentuan Karbohidrat Persiapan Sampel  Bahan dibebaskan dari zat-zat pencampur dan dijernihkan  Giling dan cegah perubahan komposisi kimiawi dan perubahan lain  Tambah CaCO 3 untuk menetralisasi dan mencegah  hidrolisa  Hilangkan lipida dan klorofil dengan ekstraksi menggunakan eter (t ekstraksi <50  C)  Inaktivasi dengan HgCl 2  Ekstraksi dilakukan dengan etanol 80%  Larutkan bahan dalam aquades  Penjernihan  Tentukan Karbohidrat yang dilarutkan dalam air.

5 Prinsip Penjernihan  Logam berat mengendapkan koloid dalam ekstrak / zat kimia  Menghilangkan / mengendapkan koloid, zat warna dan asam organik lain

6 Sifat Zat Penjernih :  Dapat mengendapkan zat bukan gula tanpa mengabsorbsi / memodifikasi zat-zat gula  Dalam keadaan berlebihan tidak mengganggu ketepatan analisa  Hasil pengendapan harus mudah dipisah dari larutan

7 Zat Penjernih 1. Pb Asetat mengendapkan asam organik, asam amino, protein dan polifenol paling banyak dipakai dalam penjernihan larutan gula 2. Al (OH) 3 zat koloid 3. Kieselguhr zat koloid 4. K 4 Fe (CN) 6. 3H 2 O + Zn SO 4. 7 H 2 O dibuat basis dengan Na OH Reagen Carrez I dan IIuntuk protein

8 5. Campuran Ba(OH) 2 dan Zn SO 4 cara somogyi untuk protein dari susu 6. Campuran Nitrat dan alkali untuk protein dari jaringan daging 7. TCA / asam fostotungstat protein pada umumnya 8. Poliamida, gelatin atau polivinil poli pirolidon untuk zat warna dalam larutan 9. Penukaran ion untuk asam amino + dalam larutan gula

9 Penjernihan berlebih: mempengaruhi polarisasi gula saat pemanasan terjadi interaksi dengan gula dan terjadi destruksi senyawa gula Sisa Pb dihilangkan dengan Na 3 PO 4, K – oxalat atau Na 2 CO 3

10 Senyawa kompleks (ungu) (pada batas antar larutan karbohidrat dan H 2 SO 4 ) Uji Karbohidrat secara Kualitatif 1. Uji Molisch KH + (p) mono sakarida H 2 O + Zn SO 4 H 2 SO 4 dehidrasi Furfural / HMF + alfa naftol

11 2. Uji Seliwanoff  Uji untuk ketosa Furfural (hasil dehidrasi) + resorcinol Senyawa kompleks (merah) (1, 3 dihidroksibenzen) dehidrator : HCl 12% CH 3 COOH H 2 SO 4 alkoholik

12 3. Uji Anthrone H 2 SO 4 KH  monosakarida  furfural/HMF (9, 10 – dihiro – 9 – Oxanthracene)

13 4. Uji Barfoed  Uji gula reduksi/monosakarida Gula reduksi + Larutan Barfoed  Cu2O, (monosakarida) (CH 3 COO) 2 Cu, dan CH 3 COOH Gula reduksi dari sakarida reaksinya sangat lambat.

14  Pati + I 2  biru, karena molekul pati berbentuk spiral  memerangkap Iodin  Kemampuan membentuk helix juga dipengaruhi oleh keberadaan gugus modifikasi Amilopektin + I 2  merah violet Dextrin + I 2  coklat (6 – 8) Polimer < 5  tidak memberi warna 5. Uji Iodin  Karbohidrat golongan polisakarida + I 2  warna spesifik tergantung jenisnya.

15 6. Uji pembentukan osason Aldosa/ketosa + fenilhidrasin  hidroson / osason  terjadi karena gugus aldehid / keton dari karbohidrat berikatan dengan fenil hidrasin. Atom C yang bereaksi adalah C1 dan C2 dari Aldosa / ketosa.

16 7. Uji Fehlings Larutan fehlings : CuSO4, Na – K – tartrat dan NaOH Gula reduksi  endapan berwarna hijau kuning, orange, merah II. Uji KH secara Kuantitatif Hidrolisa Oligo / polisakarida  monosakarida (Pati) Asam, enzim (glukosa) Analisa:  kimiawi  fisik  enzimatik  kromatografi

17 Cara kimiawi 1.Metoda oksidasi dengan Cu 2 + Dasar : reduksi Cu 2 +O  Cu 2 +O oleh gula reduksi Benedict, Barfoed Reagen : - Reagen Luff (campuran CuSO 4, Na 2 CO 3, dan asam sitrat) - Reagen soxhlet (campuran CuSO 4 dengan K – Na – tartrat) K-Na tartrat : pencegah pengendapan CuSO 4 dalam reagen

18 Cara Luff Schoorl Yang ditentukan adalah CuO sebelum dan sesudah direaksikan dengan gula reduksi (titrasi blanko – titrasi sampel) Reaksi : R – COH + CuO  Cu 2 O + R – COOH H 2 SO 4 + CuO  CuSO 4 + H 2 O CuSO 4 + 2KI  CuI 2 + K 2 SO 4 2CuI 2  Cu 2 I 2 + I 2 I 2 + Na 2 S 2 O 3  Na 2 S 4 O 6 + NaI I 2 + amilum : biru

19 Metode oksidasi dengan larutan Ferrisianida alkalis Dasar : reduksi ferisianida  ferrosianida oleh gula reduksi. 2K 3 Fe(CN) 6 + 2KI  2K 4 Fe(CN) 6 + I 2 2K 4 Fe(CN) ZnSO 4  K 2 Zn 2 [Fe(CN) 6 ] 2  + 3 K 2 SO 4 gula reduksi ditentukan :  berdasar  I 2  berdasar  NaS 2 O 3 untuk titrasi Indikator : amilum (warna biru hilang) K 4 Fe(CN) 6 yang terbentuk dihitung dari selisih antara K 3 Fe(CN) 6 sebelum dan sesudah reaksi reduksi. Perlu dilakukan percobaan standarisasi

20 Metoda Iodometri  Kelebihan I 2 dititrasi dengan Na 2 S 2 O 3  Reaksi : Sampel Spesifik untuk aldosa, ketosa hanya sedikit yang teroksidasi  Harus dihilangkan zat yang dapat bereaksi dengan Iodin : etanol, aseton, mannitol, gliserin, Na laktat, Na format dan Urea

21 Laktosa secara kimiawi  25 ml susu + reagen  filtrat  5 ml filtrat + reagen  titrasi dengan Na 2 S 2 O A = (Tb – Ts) x N x 0,171 x  5 A = Kadar Laktosa (g/100 ml) Tb = titrasi blanko Ts = titrasi sampel  Susu dengan kadar protein = 3,2%, lemak = 3,5% dari 100 ml susu  48,4 ml filtrat 48,4 100 Kadar laktosa/100 ml susu = A x  x 

22 Penentuan Sukrosa  Langsung dengan Polirimeter/refraktometer  Kimia : hidrolisa (tentukan jumlah gula reduksi) C 6 H 12 O 11 + H 2 O  C 6 H 12 O 6 + C 6 H 12 O 6 Sukrosa fruktosaglukosa (342)(180)(180)  Sukrosa = 0,95 x  gula reduksi  BM Sukrosa 342 FK =  =  2 BM gula reduksi 360 Penting : Cek dulu kemungkinan adanya gula reduksi dalam sampel sebelum hidrolisa.

23 Penentuan pati Prinsip : pati dihidrolisa dengan asam/enzim  gula reduksi  ditera jumlahnya [C 6 H 10 O 25 ] m + mH 2 O  m C 6 H 12 O 6 pati glukosa BM = m.162 BM = 180 m BM pati FK =  m. BM gula reduksi m x 162 =  = 0,9 m x 180

24 Cara Enzimatis  Terutama untuk penentuan gula dalam campuran  karena enzim bersifat spesifik Misal: penentuan glukosa dan fruktosa  Dasar : glukosa dan fruktosa difosforilasi  glu – 6 fosfat (G6P) dan F 6 P dengan bantuan enzim heksokinase dan Adenosin – 5 trifosfat (ATP)

25 G-6P-DH G-6-P + NADP  glukonat 6P + I NADPH + H + NADPH diukur dengan spektrofotometer ( = 334, 340, 365 nm) PGI F 6 P  G-6-P G-6P-DH G-6P + NADP  glukonat + 6P + II NADPH + H +  Ditera Glu + ATP  G6P + ADP Fruk + ATP  F-6-P + ADP

26 Penentuan Laktosa dan Galaktosa Dasar : Laktosa dapat dihidrolisa E.galaktosidase air  - galaktosa + glu Gal DH  galaktosa + NAD  asam galatonat + NADH + H+  ditera (I) pada = 334, 340, 365 nm Gal DH hidrolisa  Tera (II)

27 C. Khromatografi Khromatografi kertas/TLC : diukur besarnya Rf tiap komponoen karbohidrat Jarak perpindahan molekul zat Rf =  Jarak perpindahan pelarut Harga Rf tiap jenis gula tertentu untuk perlakuan yang sama dipengaruhi : - Macam zat pelarut - Ukuran bejana - Suhu - Macam fase tetap/stasioner - Sifat zat yang dianalisa

28 Kromatografi kertas untuk karbohidrat  Fase stasioner: air  Penyangga : kertas yang tersusun oleh selulosa murni (misal: kertas whatman no.1) kecepatan merambat zat sedang, potong sesuai kebutuhan.  Teteskan sampel (sekecil mungkin), penetesan 3-4 x (tetesan besar  terjadi tailing/pemisah tidak sempurna)  Masukkan kertas ke dalam wadah berisi pelarut  pelarut merambat pada kertas sampai tanda (Solvent front)  Identifikasi :  Cara fisis : menyinari kertas dengan sinar UV pada : 254 – 370 nm  Kimiawi : semprot dengan larutan kimia misal : gula reduksi: anilinpthalat, AgNO3; gula non reduksi : naphtoresorcinol dalam asam fosfat.

29 Larutan khloroglusional dan HCl : Aldosa pentosa (violet) Ketosa pentosa (hijau tua) Ketoheksosa (kuning coklat) Metil pentosa (hijau ) Uap Iodin  Semprotkan pada kertas diruang asam  Setelah kering akan timbul noda berwarna  Hitung Rf, bandingkand dengan standar

30 Gula sederhana Campur butanol : asetat : air asam asetat : pyridin : air Pengaruh C terhadap (  ) sangat kecil  diabaikan Suhu berpengaruh  perlu koreksi : [  ]tD = [  ]tD. [1 – 0, (t – 20)]

31 Cara fisis (Cara optic)  Penentuan index biasdengan refraktometer  tiap jenis gula punya index bias tertentu.  Keuntungan: interval skala index bias cukup besar 1,30 – 1,75 sampel sangat sedikit (beberapa tetes) ketelitian :  0,0002  dinyatakan dengan nD20 : pengukuran pada t = 20 o C dengan sinar Na sebagai sumber sinar monokromatis.

32 Penentuan dengan polarimeter Karbohidrat bersifat optis aktif (mempunyai C asimetri  mampu memutar bidang sinar terpolarisasi) 100  [  ] t D =  I C [  ]: putaran/ritasi spesifik t: suhu pengukuran (oC) D: sinar Na (589 nm)  : sdf putar yang diamati C: konsentrasi (g sampel/100 ml pelarut) I: panjang tabung (dm)

33 Penentuan Serat Kasar  Serat kasar : Senyawa yang tidak dapat dicerna dalam organ pencernaan manusia maupun binatang.  Dalam analisa : diperhitungkan banyaknya zat yang tidak larut dalam asam/basa encer pada kondisi tertentu.

34  Protein menyulitkan penyaringan  perlu digesti pendahuluan dengan E.proteolitik  Residu : 97% selulosa dan lignin  senyawa yang belum dapat diidentifikasi Langkah analisa : 1. Defatting : menghilangkan lemak dalam sampel dengan pelarut lemak 2. Digestion : - pelarutan dengan asam - pelarutan dengan basa  dalam keadaan tertutup pada t terkontrol mendidih  segera dilakukan penyaringan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut

35 Bahan diskusi : Pada analisa gula reduksi dengan Luff Schoorl indikator apa yang digunakan, kenapa dipilih senyawa indikator tersebut dan apa tanda titik ekuivalen telah dicapai ? Hitung/tentukan faktor konversi untuk pati. Tugas : Baca prosedur analisa gula reduksi dengan metode Nelson-Somogyi, kemudian ceritakan langkah-langkah yang harus dilakukan, misalnya apa saja bahan/larutan yang harus disiapkan dan bagaimana cara membuat larutan tersebut.


Download ppt "K A R B O H I D R A T. Rumus : C n H 2n O n Karbohidrat: polihidroksi aldehid / keton meliputi kondensat polimer-polimernya yang terbentuk C n (H 2 O)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google