Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SAIFUL JAZIL. PRESTASI MFQ JATIM PADA MTQ NASIONAL JUARA I PADA MTQ TAHUN 2006 DI KENDARI SULTENG JUARA HARAPAN I PADA MTQ TAHUN 2008 DI BANTEN (SCORE=

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SAIFUL JAZIL. PRESTASI MFQ JATIM PADA MTQ NASIONAL JUARA I PADA MTQ TAHUN 2006 DI KENDARI SULTENG JUARA HARAPAN I PADA MTQ TAHUN 2008 DI BANTEN (SCORE="— Transcript presentasi:

1 SAIFUL JAZIL

2 PRESTASI MFQ JATIM PADA MTQ NASIONAL JUARA I PADA MTQ TAHUN 2006 DI KENDARI SULTENG JUARA HARAPAN I PADA MTQ TAHUN 2008 DI BANTEN (SCORE= 1650 JATIM) DAN JABAR =1655) JUARA HARAPAN II PADA MTQ 2010 DI BENGKULU JUARA HARAPAN I PADA MTQ 2012 DI AMBON

3 Persyaratan administrasi Akte Ijazah KTP (Surat dimisili) Usia maksimal 18 tahun 11 bulan 29 hari (19 tahun)

4 MATERI (SILABUS) Pemahaman Isi kandungan al-Qur’an Tarjamah & Kisah-kisah dalam al-Qur’an Qira’ah Sab’ah, Tahfidz, Tajwid, & Jenis lagu Tilawah Ulumul Qur’an, Hadis & Ulumul Hadis Fiqh-Ushul Fiqh, Aqidah-Akhlaq Bahasa Arab & Inggris Sejarah Indonesia & Islam Pengetahuan umum dll.

5 Perlukah al-Qur ’ an pada era globalisasi saat ini ? Untuk kepentingan kesejahteraan duniawi semata memang tidak diperlukan al-Qur’an. Tetapi guna keselamatan duniawi apalagi demi keselamatan ukhrawi, mutlak dibutuhkan al-Qur’an.

6 Para sahabat menjadi “khairul qurun” Sayid Qutub: pertama, karena mereka menjadikan Al-Qur'an sebagai satu-satunya sumber petunjuk jalan, guna menjadi pegangan hidup mereka, dan mereka membuang jauh-jauh berbagai sumber lainnya. Kedua, ketika mereka membacanya, mereka tidak memiliki tujuan untuk tsaqofah, pengetahuan, menikmati keindahannya dll. Namun mereka membacanya hanya untuk mengimplementasikan apa yang diinginkan oleh Allah dalam kehidupan mereka. Ketiga, mereka membuang jauh-jauh segala hal yang berhubungan dengan masa lalu ketika jahiliah. Mereka memandang bahwa Islam merupakan titik tolak perubahan, yang sama sekali terpisah dengan masa lalu, baik yang bersifat pemikiran maupun budaya.

7 Kemu ’ jizatan al-Qur ’ an Para penemu kemu’jizatan al-Qur’an sebagian besar non- muslim, yang kemudian sebagian masuk Islam karenanya, seperti: Dr. Sir. Marmaduch Ptcall Dr. Maurice Buchaille Jacques Cousteau Prof. DR. Ayrton Allison DR. Hartwigg Hirsfeld Prof. DR. Fuat Sezgin DR. J.L.C. Wortman dan Prof. DR. Carrel Dapat dipastikan bahwa kemu'jizatan al-Qur'an itu tetap ada, setidaknya nampak pada tak tertandinginya bahasa al- Qur'an, padahal tantangan untuk membuat seperti al- Qur'an (al-Isra' 88), atau 10 surat (Hud 13) atau bahkan 1 surat saja (al-Baqarah 23) sudah diproklamirkan oleh Allah SWT sejak lebih 1400 tahun silam.

8 DR. Hartwigg Hirsfeld menyatakan: ”Kita tidak boleh terkejut mendapati, bahwa al-Qur’an adalah sumber ilmu pengetahuan. Segala hal yang berhubungan dengan langit dan bumi, perdagangan dan pekerjaan, kehidupan manusia, sebentar-sebentar disinggung, dan hal ini membangkitkan tumbuhnya monograf-monograf yang memuat tafsir dari bagian- bagian kitab suci itu. Dalam hal ini al-Qur’an menimbulkan diskusi besar dan secara tidak langsung telah menimbulkan perkembangan yang menakjubkan dari segala cabang ilmu pengetahuan”

9 DR. Ahmad Al-Qodi', direktur utama islamic medicine for education and research yang berpusat di amerika sekaligus konsultasi ahli sebuah klinik di panama city, florida amerika serikat telah melakukan penelitian tentang pengaruh Al Quran pada manusia dalam perspektif fisiologis dan psikologis. Hasil eksperimen, membuktikan bahwa 97% responden, baik muslim maupun non-muslim, baik yang mengerti bahasa arab maupun tidak, mengalami beberapa perubahan fisiologis yang menunjukkan tingkat ketegangan urat syaraf reflektif. Hasilnya membuktikan bahwa Al Quran memiliki pengaruh yang mampu merelaksasi ketegangan urat syaraf tersebut. Dari penelitian tersebut juga di ketahui, bahwa ketegangan urat syaraf berpotensi megurangi daya tahan tubuh yang disebabkan terganggunya keseimbangan fungsi organ dalam tubuh untuk melawan sakit atau membantu proses penyembuhan.

10 Hasil penelitian quranik yang dilakukan oleh DR. Ahmad Al-Qodi' dalam kajian ini menunjukkan bahwa AlQquran memiliki pengaruh positif yang signifikan dalam menurunkan ketegangan (stres), dan ini dapat dicatat dan diukur secara kuntitatif maupun kualitatif. Pengaruh tersebut tampak dalam bentuk perubahan-perubahan yang terjadi pada arus listrik otot urat syaraf, juga perubahan pada daya tangkap kulit terhadap konduksi listrik, perubahan pada sirkulasi darah, serta perubahan pada detak jantung, kadar darah yang mengalir pada kulit dan suhu kulit yang kesemuanya saling terkait dan paralel dengan perubahan-perubahan aspek lain.

11 Untuk Apa al-Qur ’ an Sebagai hudan lin naas, al-Qur’an memiliki nilai- nilai universal yang diakui kebenaran dan kebaikannya oleh seluruh masyarakat beradab dan membawa kebaikan dalam hidup bermasyarakat, terutama mengenai prinsip kebebasan yang bertanggung jawab, kesamaan yang "reasonable", keadilan yang jujur dan musyawarah yang positif. Sebagai hudan lil muttaqiin, al-Qur’an memiliki nilai-nilai sakral yang membimbing ke arah keselamatan dunia dan akhirat, yaitu mengenai iman, Islam dan ihsan (aqidah, syari‘ah dan akhlak)

12 Perlukah al-Qur'an Dihafalkan Sebagai salah satu upaya menjaga kemurnian dan bukti kemu'jizatan al-Qur'an, penghafalan al-Qur'an tetap diperlukan, karena para penghafal al-Qur'anlah yang diyakini kokoh mental dan moralnya dalam ikut menjaga kehormatan al-Qur'an

13 Niat menghafal al-Qur ’ an a. Ikut menjaga al-Qur’an dan mensyi’arkannya b. Mempertinggi frekuensi membaca al-Qur’an c.Mempermudah telaah ilmiah yang berkaitan dengan ilmu-ilmu ke-Islaman d.Mengendalikan amaliah agar senantiasa sesuai dengan al-Qur’an e. Mencari ridla Allah SWT.

14 Problem menghafal al-Qur ’ an Bagaimana supaya mudah dalam menghafal al- Qur’an Bagaimana supaya cepat dalam menghafal al- Qur’an ? Bagaimana mengatasi godaan, baik godaan internal (nafsu menambah hafalan, malas dll), maupun godaan eksternal (banyaknya kesibukan, pacaran dll) ? Bagaimana menjaga supaya tidak mudah lupa? Bagaimana menginternalisasikan al-Qur’an ke dalam diri kita ?

15 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah selama di dalam penjara, dari tanggal 7 Sya'ban 726 H sampai wafatnya 22 Dzulqa'dah 728 H, selama 2 tahun 4 bulan beliau telah mengkhatamkan Al-Qur'an bersama saudaranya Syeikh Zainuddin Ibnu Taimiyah sebanyak 80 kali khatam, yang berarti rata-rata setiap 10 hari khatam satu kali.


Download ppt "SAIFUL JAZIL. PRESTASI MFQ JATIM PADA MTQ NASIONAL JUARA I PADA MTQ TAHUN 2006 DI KENDARI SULTENG JUARA HARAPAN I PADA MTQ TAHUN 2008 DI BANTEN (SCORE="

Presentasi serupa


Iklan oleh Google