Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Broadcast Programming RUBIYANTO, MM. Keberhasilan Program Menurut Vane-Gross dalam buku “ Programming for TV, Radio and Cable “ : tidak peduli dengan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Broadcast Programming RUBIYANTO, MM. Keberhasilan Program Menurut Vane-Gross dalam buku “ Programming for TV, Radio and Cable “ : tidak peduli dengan."— Transcript presentasi:

1 Broadcast Programming RUBIYANTO, MM

2 Keberhasilan Program Menurut Vane-Gross dalam buku “ Programming for TV, Radio and Cable “ : tidak peduli dengan tujuannya (mendapatkan audien, prestise, penghargaan, dan sebagainya) atau daya tariknya (informasi dan hiburan), maka setiap program yang ditayangkan stasiun televisi memiliki dua bentuk, yaitu dominasi format dan dominasi bintang. RUBIYANTO, MM

3 Dominasi format (format dominant) Vane-Gross : “ The concept of the show is the key to its success; performers are selected to fulfill the requirements of the core idea “ atau konsep dari suatu pertunjukkan adalah kunci keberhasilan; pemain dipilih untuk memenuhi persyaratan dari inti cerita. Pemain dipilih untuk memenuhi persyaratan dari inti cerita yang hendak dibangun. Contoh : Harry Potter, James Bond 007 dsb Termehek-mehek, Tolong dsb RUBIYANTO, MM

4 Dominasi Bintang (star dominant) Vane-Gross : “ The star is the key ingredient; a format is designed around the skills of the lead performer “ atau pemain adalah unsur kunci; format program dirancang berdasarkan keahlian pemain utamanya. Pemain atau bintang merupakan unsur utama yang ditonjolkan. Format cerita dirancang atau dipersiapkan berdasarkan kemampuan pemainnya untuk berakting atau drama yang memasang bintang-bintang terkenal menjadi faktor utama untuk menarik banyak audien. Contoh : The Oprah Winfrey show, Bill Cosby Show, Sinetron, OVJ dsb RUBIYANTO, MM

5 Bintang besar dan sangat berbakat belum tentu berhasil untuk program yang mengutamakan dominasi format. Contoh : Bill cosby gagal main lewat drama “You Bet Your Life” yang dibeli 200 stasiun TV President Twentieth Television Greg Meidel : “Format first, star second. You can have a proven big star, but you really have to have a proven format” Atau Format pertama, bintang kedua. Anda dapat memiliki bintang besar yang terbukti bagus, namun Anda betul-betul harus memiliki format yang bagus. RUBIYANTO, MM

6 Tidak seorangpun programmer yang bisa menjamin programnya akan berhasil dan disukai oleh audien Elemen-elemen keberhasilan suatu program, meliputi : 1. konflik 2. durasi 3. kesukaan 4. konsistensi 5. energi 6. timing dan 7. tren RUBIYANTO, MM

7 konflik Salah satu elemen paling penting dalam keberhasilan program. Adanya benturan kepentingan atau benturan karakter di antara tokoh yang terlibat. Tanpa konflik kecil kemungkinan sebuah program akan mampu mempertahankan perhatian audien. Baik itu program sinetron, drama komedi, talk show ataupun berita. RUBIYANTO, MM

8 Vane-Gross : “programmers should attempt, whenever possible to offer opposing or alternatives attitudes. It is not only fair play; it is good television” atau pengelola program harus berusaha sebisa mungkin untuk menawarkan pandangan- pandangan yang bertentangan atau pandangan yang berbeda. Ini tidak hanya akan membuat pertunjukkan di televisi menjadi adil tapi juga bagus. RUBIYANTO, MM

9 durasi Suatu program yang berhasil adalah program yang bertahan selama mungkin. Jangan berfikir membuat suatu program hanya untuk satu kali tayang. Pengelola program sebaiknya merancang suatu produksi program yang mampu bertahan terus menerus, kata lain program itu memiliki kemampuan untuk mempertahankan daya tariknya selama mungkin. RUBIYANTO, MM

10 Jadi ditinjau dari durasinya atau lamanya penayangan program; ada program yang bertahan lama (durable program) dan program yang tidak dapat bertahan lama (nondurable program). Kata kunci agar program dapat bertahan lama adalah : tidak boleh kehabisan ide cerita. Program yang paling durable adalah program berita. Karena selalu fresh dan berganti-ganti setiap hari. Dia akan nondurable bila pengelola program tersebut mengalami kejenuhan. RUBIYANTO, MM

11 kesukaan Adakalanya orang menyukai suatu program bukan karena isinya, namun lebih tertarik kepada penampilan pembaca berita atau pembawa acaranya. Sebagian audien memilih program yang menampilkan pemain utama atau pembawa acara yang mereka sukai, yaitu orang-orang yang membuat audien merasa nyaman, seperti kata Vane-Gross : “Viewers tune to people they like and with whom they feel comfortable” RUBIYANTO, MM

12 Mereka adalah orang-orang yang memiliki kepribadian yang hangat, suka menghibur, sekaligus sensitif dan ramah, yang mungkin kita sukai untuk diundang datang ke rumah kita. Seorang pembawa acara yang sukses tidak akan mungkin memiliki sikap yang agresif dan antipati. Misal suka memojokkan atau menyinggung kontestannya. Dia harus ramah, lucu, tampan/cantik, sekaligus pintar, memancarkan keceriaan dan memiliki pemikiran positif serta good will. RUBIYANTO, MM

13 konsistensi Suatu program harus konsisten terhadap tema dan karakter pemain yang dibawa sejak awal. Tidak boleh terjadi pembelokan atau penyimpangan tema atau karakter di tengah jalan yang akan membuat audien bingung dan pada akhirnya meninggalkan program itu. Vane-Gross : “All viewers bring a certain level of anticipation to every program” atau semua penonton televisi memiliki tingkat antisipasi tertentu terhadap setiap program. ini berarti penonton sejak awal sudah mengharapkan sesuatu ketika menonton sesuatu. RUBIYANTO, MM

14 Misal : film komedi warkop DKI tiba-tiba berubah menjadi film perang atau film James Bond berubah karakter menjadi film Drama misteri atau Drama komedi. atau film Doraemon ditengah-tengah disisipi tips praktis cara memasak (hanya karena beranggapan saat film kartun sang ibu menemani anaknya menonton) RUBIYANTO, MM

15 energi Setiap program harus memiliki energi yang mampu menahan audien untuk tidak mengalihkan perhatiannya kepada hal-hal lain. Vane-Gross : “the quality that infuses a sense of pace and excitement into a show. It is the charging of the screen with pictures that won’t let the viewer turn away” atau kualitas yang menekankan pada kecepatan cerita dan semangat ke dalam cerita dengan menyajikan gambar- gambar yang tidak bisa ditinggalkan penonton. RUBIYANTO, MM

16 Maksudnya, suatu program yang memiliki energi harus memiliki tiga hal, yakni : 1. kecepatan cerita 2. excitement (daya tarik) 3. gambar yang kuat suatu program harus memiliki kecepatan dalam cerita / tidak boleh lamban apalagi monoton. Penonton tidak boleh bingung pada suatu cerita atau tidak tahu arah cerita setelah program telah berjalan seperempat pertunjukkan. RUBIYANTO, MM

17 Excitement berarti kegembiraan, kegemparan atau kehebohan. Namun dalam hal ini dimaksudkan sebagai kemampuan menimbulkan daya tarik atau kegairahan kepada audien terhadap cerita yang dibangun. Setiap bagian cerita harus memancing rasa ingin tahu atau rasa penasaran audien setiap saat. Excitement berbeda dengan kegila-gilaan (frenzy) dan juga tidak berarti motion atau sekedar perpindahan gambar. RUBIYANTO, MM

18 Tanggungjawab untuk menciptakan energi terletak kepada tiga pihak, yakni : Penulis Cerita, Sutradara dan Pemain. Penulis cerita Harus memiliki kemampuan untuk mengembangkan dialog dan menyusun adegan sedemikian rupa, sehingga mampu menciptakan ketegangan yang terus meningkat hingga akhir cerita. RUBIYANTO, MM

19 Sutradara Harus mampu mengarahkan pemain sesuai dengan cerita dan memilih gambar yang mampu membangkitkan kepuasan penonton. Pemain Harus mampu melakukan peran mereka sebaik-baiknya, namun aktor yang terbaik adalah mereka yang mampu membuat adegan menjadi menarik. RUBIYANTO, MM

20 timing Programmer dalam memilih suatu program siaran harus mempertimbangkan waktu penayangan (timing), yaitu apakah program bersangkutan itu sudah cocok atau sesuai dengan zamannya. Setiap program memiliki cerita yang mencerminkan nilai-nilai sosial yang hidup dan diterima oleh masyarakat saat itu. Apabila bertolakbelakang, kemungkinan tidak berhasil bahkan ditolak oleh masyarakat. RUBIYANTO, MM

21 Vane-Gross : “for a program to work it must be in harmony with the times. Too far behind and the audience will dismiss it as outmoded; too far in front and viewers will rebel against it” atau agar suatu program dapat berhasil, maka program itu haruslah harmonis dengan waktu. Program yang terlalu ketinggalan zaman akan ditinggalkan penonton; namun jika terlalu maju juga akan ditinggalkan penontonnya. RUBIYANTO, MM

22 tren Seorang programmer dalam memilih program harus memiliki kesadaran terhadap adanya hal- hal yang tengah digandrungi (tren) di tengah masyarakat. Program yang sejalan dengan tren yang berkembang akan lebih menjamin keberhasilan, sebaliknya program yang tidak seirama dengan tren maka besar kemungkinan akan gagal. RUBIYANTO, MM

23 Namun menurut Vane-Gross, program yang mengikuti tren bukanlah faktor sangat penting dalam menentukan keberhasilan. Menurutnya tren sebagai petunjukterhadap selera audien secara umum sehingga sedikit banyak memantau meningkatkan rating acara. Dengan demikian tren bukanlah hal yang terlalu penting untuk diikuti, namun tren menjadi jalan yang akan menunjukkan apa yang tengah disukai masyarakat. RUBIYANTO, MM

24 Menurut Vane-Gross, tren program televisi berkembang karena dua alasan, yakni : 1. perkembangan ekonomi dan teknologi 2. mengikuti program yang sukses sebelumnya. Contoh : Tahun 50-an di AS, videotape (kaset) belum diciptakan, sementara industri film Hollywood masih belum tertarik menjual filmnya ke stasiun televisi dan stasiun televisi hanya membuat siaran live teater. RUBIYANTO, MM

25 Tahun 90-an di AS, biaya produksi mahal sehingga program berita dan infomercial banyak bermunculan. TPI membuat sinetron religius “Rahasia Ilahi” dengan satu cerita habis satu episode. Tren ini diikuti oleh stasiun televisi lainnya. RUBIYANTO, MM

26


Download ppt "Broadcast Programming RUBIYANTO, MM. Keberhasilan Program Menurut Vane-Gross dalam buku “ Programming for TV, Radio and Cable “ : tidak peduli dengan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google