Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Gambar: renjith krishnan | freedigitalphotos.net Pengantar m Bagian 5 Imunisasi, Kesehatan, dan Gizi Anak.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Gambar: renjith krishnan | freedigitalphotos.net Pengantar m Bagian 5 Imunisasi, Kesehatan, dan Gizi Anak."— Transcript presentasi:

1 Gambar: renjith krishnan | freedigitalphotos.net Pengantar m Bagian 5 Imunisasi, Kesehatan, dan Gizi Anak

2 100% SDKI 2012 Tujuan:  Memperoleh keterangan kesehatan anak (hidup maupun yang sudah meninggal) dan perilaku sehat ibu.  Mengumpulkan informasi imunisasi, kesehatan, dan gizi anak. Pertanyaan diajukan untuk setiap anak yang dilahirkan hidup dalam 5 tahun terakhir Pengantar m Buku Pedoman WUS Hal

3 100% SDKI 2012 Pengantar m Buku Pedoman WUS Hal

4 Imunisasi Tindakan memberi perlindungan/ kekebalan di dalam tubuh bayi dan anak. Tujuan Melindungi dan mencegah penyakit- penyakit menular yang berbahaya bagi bayi dan anak. Gambar: Sura | freedigitalphotos.net 100% SDKI 2012 Pengantar m 3 3

5 Penyakit-penyakit yang dapat dicegah: 1.Tuberkulosis (TBC) 2.Difteri 3.Pertusis (Batuk rejan/batuk 100 hari) 4.Tetanus 5.Poliomielitis (polio) 6.Campak 100% SDKI 2012 Pengantar m 4 4 Tuberkulosis (TB atau TBC) Penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru walaupun pada sepertiga kasus menyerang organ tubuh lain dan ditularkan orang ke orang. Seseorang bisa tertular TB karena kontak dengan dahak atau menghirup titik-titik air dari bersin atau batuk dari orang yang terinfeksi kuman tuberkulosis. Tuberkulosis (TB atau TBC) Penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru walaupun pada sepertiga kasus menyerang organ tubuh lain dan ditularkan orang ke orang. Seseorang bisa tertular TB karena kontak dengan dahak atau menghirup titik-titik air dari bersin atau batuk dari orang yang terinfeksi kuman tuberkulosis. Campak (rubeola, campak 9 hari)/tampak Infeksi virus yang sangat menular yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva), dan ruam kulit. Penularan infeksi terjadi karena menghirup percikan ludah penderita campak. Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam 2-4 hari sebelum timbulnya ruam kulit dan selama ruam kulit ada. Campak (rubeola, campak 9 hari)/tampak Infeksi virus yang sangat menular yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva), dan ruam kulit. Penularan infeksi terjadi karena menghirup percikan ludah penderita campak. Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam 2-4 hari sebelum timbulnya ruam kulit dan selama ruam kulit ada. Polio Penyakit yang dapat merusak sistem saraf dan meyebabkan kelumpuhan. Paling sering terjadi pada anak-anak umur <2 tahun. Infeksi virus dimulai dengan gejala demam, muntah, dan sakit otot, lalu sering diikuti kelumpuhan sebagian tubuh. Virus ini masuk melalui rongga mulut. Polio Penyakit yang dapat merusak sistem saraf dan meyebabkan kelumpuhan. Paling sering terjadi pada anak-anak umur <2 tahun. Infeksi virus dimulai dengan gejala demam, muntah, dan sakit otot, lalu sering diikuti kelumpuhan sebagian tubuh. Virus ini masuk melalui rongga mulut. Pertusis (Batuk Rejan) Penyakit yang disebabkan oleh infeksi tenggorok oleh bakteri Bordetella pertussis. Pertusis biasanya mulai seperti pilek saja, dengan hidung beringus, rasa lelah dan adakalanya demam parah, kemudian batuk terjadi, biasanya sebagai serangan batuk, diikuti dengan tarikan napas besar (atau “whoop”). Adakalanya penderita muntah setelah batuk. Pertusis (Batuk Rejan) Penyakit yang disebabkan oleh infeksi tenggorok oleh bakteri Bordetella pertussis. Pertusis biasanya mulai seperti pilek saja, dengan hidung beringus, rasa lelah dan adakalanya demam parah, kemudian batuk terjadi, biasanya sebagai serangan batuk, diikuti dengan tarikan napas besar (atau “whoop”). Adakalanya penderita muntah setelah batuk. Difteri Infeksi bakteri yang bersumber dari Corynebacterium diphtheriae, yang biasanya mempengaruhi selaput lendir dan tenggorokan. Difteri umumnya menyebabkan sakit tenggorokan, demam, kelenjar bengkak, dan lemas. Dalam tahap lanjut, difteri bisa menyebabkan kerusakan pada jantung, ginjal dan sistem saraf. Difteri Infeksi bakteri yang bersumber dari Corynebacterium diphtheriae, yang biasanya mempengaruhi selaput lendir dan tenggorokan. Difteri umumnya menyebabkan sakit tenggorokan, demam, kelenjar bengkak, dan lemas. Dalam tahap lanjut, difteri bisa menyebabkan kerusakan pada jantung, ginjal dan sistem saraf. Tetanus Penyakit akut, bahkan fatal, yang disebabkan racun dari bakteri Clostridium Tetani. Bakteri ini banyak ditemukan di tanah, debu, pupuk, tinja, serta sampah. Ia dapat masuk melalui luka pada tubuh, misalnya luka tusuk, luka iris yang kotor dan dalam, luka akibat duri, paku berkarat, gigitan hewan, atau luka pada potongan tali pusat bayi. Tetanus Penyakit akut, bahkan fatal, yang disebabkan racun dari bakteri Clostridium Tetani. Bakteri ini banyak ditemukan di tanah, debu, pupuk, tinja, serta sampah. Ia dapat masuk melalui luka pada tubuh, misalnya luka tusuk, luka iris yang kotor dan dalam, luka akibat duri, paku berkarat, gigitan hewan, atau luka pada potongan tali pusat bayi.

6 Imunisasi dapat diperoleh di:  Rumah sakit  Puskesmas  BKIA (Balai Kesehatan Ibu dan Anak)/ Rumah Bersalin  Pos Yandu  Praktek dokter swasta  (terutama dokter spesialis anak) 100% SDKI 2012 Pengantar m 5 5 JADWAL IMUNISASI UmurJenis Imunisasi 0-7 hariHepatitis B (HB) 0 1 bulanBCG, Polio 1 2 bulanCombo 1 (DPT1/HB1), Polio 2 3 bulanCombo 2 (DPT2/HB2), Polio 3 4 bulanCombo 3 (DPT3/HB3), Polio 4 9 bulanCampak Imunisasi Hepatitis Suntikan pada paha bagian luar untuk mencegah hepatitis B. Suntikan ini diberikan 4 kali yaitu B0, B1, B2 dan B3. Khusus imunisasi HB0 diberikan segera setelah bayi lahir. Imunisasi Hepatitis Suntikan pada paha bagian luar untuk mencegah hepatitis B. Suntikan ini diberikan 4 kali yaitu B0, B1, B2 dan B3. Khusus imunisasi HB0 diberikan segera setelah bayi lahir. Imunisasi BCG (Bacillus Calmette Guerin) Suntikan biasanya pada lengan kanan bagian atas di dalam kulit yang diberikan kepada bayi, anak, atau orang dewasa untuk mencegah penyakit TBC. Pada tempat suntikan biasanya terdapat bekas yang berupa jaringan parut. Imunisasi BCG (Bacillus Calmette Guerin) Suntikan biasanya pada lengan kanan bagian atas di dalam kulit yang diberikan kepada bayi, anak, atau orang dewasa untuk mencegah penyakit TBC. Pada tempat suntikan biasanya terdapat bekas yang berupa jaringan parut. Imunisasi Polio cairan merah muda atau putih yang diteteskan ke dalam mulut bayi. Imunisasi ini biasanya diberikan sebanyak 4 kali sampai bayi berumur 2 tahun. Imunisasi Polio cairan merah muda atau putih yang diteteskan ke dalam mulut bayi. Imunisasi ini biasanya diberikan sebanyak 4 kali sampai bayi berumur 2 tahun. Imunisasi DPT (Diphteri Pertusis Tetanus) suntikan biasanya di paha yang diberikan kepada bayi untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Biasanya diberikan sebanyak 3 kali pada anak sebelum berumur 1 tahun. Imunisasi DPT (Diphteri Pertusis Tetanus) suntikan biasanya di paha yang diberikan kepada bayi untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Biasanya diberikan sebanyak 3 kali pada anak sebelum berumur 1 tahun. Imunisasi Campak Suntikan biasanya di lengan kiri bagian atas untuk mencegah penyakit campak. Biasanya diberikan sebanyak 1 kali. Imunisasi Campak Suntikan biasanya di lengan kiri bagian atas untuk mencegah penyakit campak. Biasanya diberikan sebanyak 1 kali. Buku Pedoman WUS Hal

7 100% SDKI 2012 Pengantar m 6 6 Imunisasi dapat diperoleh di:  Rumah sakit  Puskesmas  BKIA (Balai Kesehatan Ibu dan Anak)/ Rumah Bersalin  Pos Yandu  Praktek dokter swasta  (terutama dokter spesialis anak)

8 100% SDKI 2012 P501-P503 m Buku Pedoman WUS Hal. 103

9 KARTU IMUNISASI KMS BALITA BUKU KIA 100% SDKI 2012 P504-P505 m Buku Pedoman WUS Hal. 103 Klik untuk menampilkan gambar, dan klik lagi untuk menutup gambar.

10 100% P506 m Buku Pedoman WUS Hal. 103

11 100% SDKI 2012 Contoh Cara Pengisian P506 m Buku Pedoman WUS Hal

12 100% SDKI 2012 P507 m Buku Pedoman WUS Hal. 105 Jika isian di P506 tidak lengkap Jika isian di P506 lengkap

13 100% SDKI 2012 P508-P509 m Buku Pedoman WUS Hal. 105

14 100% SDKI 2012 P510-P510D m Buku Pedoman WUS Hal. 105

15 Seorang anak yang sudah mendapat imunisasi combo maka anak tersebut sudah mendapatkan imunisasi DPT (P510F) dan Hepatitis B (P510H). Seorang anak yang sudah mendapat imunisasi combo maka anak tersebut sudah mendapatkan imunisasi DPT (P510F) dan Hepatitis B (P510H). Bila terjadi pengulangan karena gagal atau melampaui waktu toleransi pemberian imunisasi (misalnya hepatitis B, BCG, Polio), maka frekuensi imunisasi yang diisikan termasuk yang pengulangan tersebut. 100% SDKI 2012 P510E-P510H m Buku Pedoman WUS Hal. 105

16 Contoh pil zat besi antara lain adalah Sulfas Ferrosus, Sangobion, dan Sangovitin Contoh pil zat besi antara lain adalah Sulfas Ferrosus, Sangobion, dan Sangovitin Obat cacing digunakan untuk memberantas atau mengurangi cacing tubuh (cacing kremi, cacing gelang, cacing tambang) dalam lumen usus atau jaringan. Sebagian besar diberikan secara oral. Contoh obat cacing adalah Combantrin, Mebendazol, Tiabendazol, Albendazo, Piperazin, Dietilkarbamazin. Obat cacing digunakan untuk memberantas atau mengurangi cacing tubuh (cacing kremi, cacing gelang, cacing tambang) dalam lumen usus atau jaringan. Sebagian besar diberikan secara oral. Contoh obat cacing adalah Combantrin, Mebendazol, Tiabendazol, Albendazo, Piperazin, Dietilkarbamazin. Diare Mencret atau muntaber atau buang-buang air besar >3 kali sehari, dan lebih lembek dari biasanya. Ketika membaca pertanyaan ini, tekankan "dalam dua minggu terakhir". Diare Mencret atau muntaber atau buang-buang air besar >3 kali sehari, dan lebih lembek dari biasanya. Ketika membaca pertanyaan ini, tekankan "dalam dua minggu terakhir". 100% P510I-P514 m Buku Pedoman WUS Hal. 106

17 100% SDKI 2012 P514A-P514C m Buku Pedoman WUS Hal

18 100% SDKI 2012 P515-P516 m Buku Pedoman WUS Hal. 107

19 Kode 5 (TIDAK DIBERI MAKANAN) Anak tidak diberi makanan selama diare (anak biasanya makan). Kode 6 (BELUM PERNAH DIBERI MAKANAN) Anak yang belum pernah diberi makanan atau masih ASI eksklusif. Kode 5 (TIDAK DIBERI MAKANAN) Anak tidak diberi makanan selama diare (anak biasanya makan). Kode 6 (BELUM PERNAH DIBERI MAKANAN) Anak yang belum pernah diberi makanan atau masih ASI eksklusif. 100% SDKI 2012 P517-P518 m Buku Pedoman WUS Hal. 107

20 100% SDKI 2012 P519 m Buku Pedoman WUS Hal. 107

21 100% SDKI 2012 P520-P521 m Buku Pedoman WUS Hal. 107

22 100% SDKI 2012 P522-P523 m Buku Pedoman WUS Hal. 108 Sumber : blogdokter.blogdetik.com

23 Seng (Zinc) merupakan mineral penting dalam sel, dikenal sebagai penyembuh, dan mendukung sistem imunitas tubuh. Penderita diare berkemungkinan lebih besar untuk mengalami kekurangan zinc karena banyak zinc yang dikeluarkan dari tubuh. Seng (Zinc) merupakan mineral penting dalam sel, dikenal sebagai penyembuh, dan mendukung sistem imunitas tubuh. Penderita diare berkemungkinan lebih besar untuk mengalami kekurangan zinc karena banyak zinc yang dikeluarkan dari tubuh. Antimotility Obat yang membantu pengurangan air pada feses dan dapat digunakan tanpa petunjuk dokter untuk membantu merawat diare akibat radang borok usus besar yang sedang dan parah. Contoh: Imodium, Loperamid, dan lain-lain. Antimotility Obat yang membantu pengurangan air pada feses dan dapat digunakan tanpa petunjuk dokter untuk membantu merawat diare akibat radang borok usus besar yang sedang dan parah. Contoh: Imodium, Loperamid, dan lain-lain. Suntikan pembuluh darah Memasukkan cairan (obat, makanan, vitamin) ke dalam tubuh melalui pembuluh darah (infus), maupun suntikan ke pembuluh darah. Suntikan pembuluh darah Memasukkan cairan (obat, makanan, vitamin) ke dalam tubuh melalui pembuluh darah (infus), maupun suntikan ke pembuluh darah. Suntikan Memasukkan cairan (obat, vitamin) ke dalam tubuh melalui jaringan tubuh (jaringan otot), misal pantat, paha, lengan dll. Suntikan Memasukkan cairan (obat, vitamin) ke dalam tubuh melalui jaringan tubuh (jaringan otot), misal pantat, paha, lengan dll. 100% SDKI 2012 P524-P425 m Buku Pedoman WUS Hal. 108

24 Pertanyaan ini ditujukan untuk mengetahui apakah anak tersebut menderita sakit batuk yang disebabkan infeksi saluran pernapasan bagian atas, flu, atau penyakit paru-paru (pneumonia). 2 minggu terakhir adalah pembeda antara penyakit yang sudah lama (kronik) dengan penyakit baru (akut). Pertanyaan ini ditujukan untuk mengetahui apakah anak tersebut menderita sakit batuk yang disebabkan infeksi saluran pernapasan bagian atas, flu, atau penyakit paru-paru (pneumonia). 2 minggu terakhir adalah pembeda antara penyakit yang sudah lama (kronik) dengan penyakit baru (akut). 100% SDKI 2012 P527-P529 m Buku Pedoman WUS Hal. 109

25 100% SDKI 2012 P530-P531 m Buku Pedoman WUS Hal. 109

26 Kode jawaban 5: Anak tidak diberi makanan selama demam atau batuk (anak biasanya makan). Kode jawaban 6: Anak belum pernah diberi makanan atau masih ASI eksklusif. Kode jawaban 5: Anak tidak diberi makanan selama demam atau batuk (anak biasanya makan). Kode jawaban 6: Anak belum pernah diberi makanan atau masih ASI eksklusif. Mungkin saja responden tidak berusaha mengobati sakit anaknya, oleh karenanya jangan memberi kesan bahwa anda mengharap agar responden menjawab "YA". 100% SDKI 2012 P532-P533 m Buku Pedoman WUS Hal

27 100% SDKI 2012 P534 m Buku Pedoman WUS Hal. 110

28 100% SDKI 2012 P535-P537 m Buku Pedoman WUS Hal. 110

29 Chloroquine seperti: Camoquine, Maralex Resochin Mexaquine Chloroquine seperti: Camoquine, Maralex Resochin Mexaquine Aspirin seperti : Aspilet Contrexyn Inzana Aspirin seperti : Aspilet Contrexyn Inzana Paracetamol/Asetamin ophen seperti : Biogesic Bodrexin Decolgen Panadol Neozep Stop Cold Tempra Paracetamol/Asetamin ophen seperti : Biogesic Bodrexin Decolgen Panadol Neozep Stop Cold Tempra Ibuprofen seperti : Proris Children’s Motrin Ibuprofen seperti : Proris Children’s Motrin 100% SDKI 2012 P538 m Buku Pedoman WUS Hal. 110

30 100% SDKI 2012 P552 m Buku Pedoman WUS Hal. 110 RALAT

31 Dibuang ke kakus Anak buang air besar di suatu tempat, kemudian kotoran dibuang ke kakus. Dibuang ke kakus Anak buang air besar di suatu tempat, kemudian kotoran dibuang ke kakus. Dikubur di pekarangan Kotoran dibuang atau dikubur di sekitar halaman/pekarangan. Dikubur di pekarangan Kotoran dibuang atau dikubur di sekitar halaman/pekarangan. Disiram Anak buang air besar di sembarang tempat lalu dibersihkan dengan disiram. Disiram Anak buang air besar di sembarang tempat lalu dibersihkan dengan disiram. Popok yang langsung dibuang Contohnya: ”pampers”. 100% SDKI 2012 P553-P554 m Buku Pedoman WUS Hal. 111 Catatan untuk Kode 06 dan 07 Sebenarnya Kode 6 dan 7 tidak akan terpilih jika kita menyelidiki lebih lanjut ke mana kotoran akhirnya dibuang.

32 100% SDKI 2012 P555-P556A m Buku Pedoman WUS Hal. 111

33 Contoh jawaban TERGANTUNG: “Saat anak perempuan saya sakit, saya yang memutuskan namun saat anak laki-laki saya sakit, saya harus bertanya dahulu pada suami”. Adapun bila responden menjawab, “Saya bisa mengambil keputusan kalau suami tidak ada dirumah”, lingkari Kode 2. Contoh jawaban TERGANTUNG: “Saat anak perempuan saya sakit, saya yang memutuskan namun saat anak laki-laki saya sakit, saya harus bertanya dahulu pada suami”. Adapun bila responden menjawab, “Saya bisa mengambil keputusan kalau suami tidak ada dirumah”, lingkari Kode % SDKI 2012 P556B-P556C m Buku Pedoman WUS Hal

34 100% SDKI 2012 P557 m Buku Pedoman WUS Hal. 112

35 1 kali meminum susu adalah 1 kali dalam membuat 1 botol susu, meskipun diminumnya berkali-kali. 100% SDKI 2012 P558 m Buku Pedoman WUS Hal

36 100% SDKI 2012 P558 m Buku Pedoman WUS Hal

37 100% SDKI 2012 P559-P561 m Buku Pedoman WUS Hal. 113


Download ppt "Gambar: renjith krishnan | freedigitalphotos.net Pengantar m Bagian 5 Imunisasi, Kesehatan, dan Gizi Anak."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google