Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Sosiologi Komunikasi Media dan Teknologi Informasi (KOMPUTERISASI MEDIA) HM. Burhan Bungin, Prof., Dr., M.Si. Profesor Ilmu Sosiologi Komunikasi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Sosiologi Komunikasi Media dan Teknologi Informasi (KOMPUTERISASI MEDIA) HM. Burhan Bungin, Prof., Dr., M.Si. Profesor Ilmu Sosiologi Komunikasi."— Transcript presentasi:

1 Sosiologi Komunikasi Media dan Teknologi Informasi (KOMPUTERISASI MEDIA) HM. Burhan Bungin, Prof., Dr., M.Si. Profesor Ilmu Sosiologi Komunikasi

2 REVOLUSI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI KOMPETISI DALAM DUNIA BISNIS DAN MANAJEMEN Setidak-tidaknya ada empat era penting sejak diketemukannya komputer sebagai alat pengolah data sampai dengan era internet saat komputer menjadi senjata utama dalam komputerisasi. Setiap era memiliki karakteristik masing-masing, dan secara langsung maupun tidak langsung memiliki hubungan yang erat dengan alam kompetisi dunia usaha, baik secara mikro maupun makro..

3 Yang harus dipahami, tidak semua negara-negara di dunia telah memasuki pemanfaatan komputer yang dicirikan oleh era keempat, selain negara-negara maju seperti Amerika, Jepang, Australia, Jerman, Inggris, dan negara-negara besar yang lainnya. Padahal mengetahui trend perkembangan teknologi informasi akan membantu manajemen dalam menyusun strategi perusahaannya untuk bersaing.

4 Salah satu penyebab utama terjadinya era globalisasi yang datangnya lebih cepat dari dugaan semua pihak adalah karena perkembangan pesat teknologi informasi.

5 Implementasi internet, electronic commerce, electronic data interchange, virtual office, telemedicine, intranet, dan sebagainya telah menerobos batas-batas fisik antarnegara. Penggabungan antara teknologi komputer dan telekomunikasi telah menghasilkan suatu revolusi di bidang sistem informasi. Kecepatan mengirim data yang hanya dihitung dgn hitungan detik. Bahkan kecepatan mengirimkan data dan suara sekaligus dalam satu kabel, telah membuat revolusi besar dalam teknologi informasi.

6 Pakar IBM menganalogikannya dengan perkembangan otomotif sebagai berikut : “Seandainya dunia otomotif mengalami kemajuan sepesat teknologi informasi, saat ini telah dapat diproduksi sebuah mobil berbahan bakar solar, yang dapat dipacu hingga kecepatan maksimum km/jam, dan dengan harga beli hanya sekitar 1 dolar Amerika !”.

7 I. ERA KOMPUTERISASI Periode ini mulai sekitar tahun 1960-an ketika minicomputer dan mainframe diperkenalkan perusahaan, seperti IBM, ke dunia industri. Kemampuan hitung yang sedemikian cepat menyebabkan banyak sekali perusahaan yang memanfaatkannya untuk keperluan pengelolahan data (data processing).

8 Pemakaian komputer di masa ini ditujukan untuk meningkatkan efesiensi, karena terbukti untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu, mempergunakan komputer jauh lebih efesien (dari segi waktu dan biaya) dibandingkan dengan memperkerjakan berpuluh-puluh SDM untuk hal serupa.

9 Pada era ini, belum terlihat suasana kompetisi yang sedemikian ketat. Kebanyakan perusahaan-perusahaan besar secara tidak langsung “memonopoli” pasar-pasar tertentu, karena belum ada persaing yang berarti, Hampir semua perusahaan besar yang bergerak di bidang infrastruktur (listrik dan telekomunikasi) dan pertambangan pada saat itu membeli perangkat komputer untuk membantu kegiatan administrasinya. Keperluan organisasi yang paling banyak menyita waktu komputer pada saat itu adalah untuk administrasi back office terutama yang berhubungan dengan akuntansi dan keuangan.

10 II. ERA TEKNOLOGI INFORMASI Kemajuan teknologi digital yang dipadu dengan telekomunikasi telah membawa komputer memasuki masa-masa “revolusi”–nya. Di awal tahun 1970-an, teknologi PC atau Personal Computer mulai diperkenalkan sebagai alternatif pengganti minicomputer. Dengan seperangkat komputer yang dapat ditaruh di meja kerja (desktop), seorang dapat memperoleh data atau informasi yang telah diolah oleh komputer (dengan kecepatan yang hampir sama dengan kecepatan minicomputer, bahkan mainframe).

11 Kegunaan komputer bukan hanya untuk meningkatkan efesiensi, tapi juga untuk mendukung terjadinya proses kerja yang lebih efektif. Tidak seperti halnya pada era komputerisasi ketika komputer hanya menjadi “milik pribadi”. Komputer dapat digunakan mengolah database, maupun data processing (end-user computing). Pemakaian komputer di kalangan perusahaan semakin marak. Pada era inilah komputer memasuki babak barunya, yaitu sebagai suatu fasilitas yang dapat memberikan keuntungan kompotitif bagi perusahaan, terutama yang bergerak di bidang pelayanan atau jasa.

12 III. ERA GLOBALISASI INFORMASI Fenomena yang terlihat adalah bahwa sejak pertengahan tahun 1980-an, perkembangan di bidang teknologi informasi (komputer dan telekomunikasi) sedemikian pesatnya.

13 Ketika sebuah seminar internasional mengenai internet diselenggarakan di San Fransisco pada tahun 1996, para praktisi teknologi informasi yang dahulu bekerja sama dalam penelitian untuk memperkenalkan internet ke dunia industri pun secara jujur mengaku bahwa mereka tidak pernah menduga perkembangan internet akan terjadi seperti sekarang ini.

14 Ibaratnya mereka melihat bahwa yang ditanam adalah benih pohon ajaib, yang tiba-tiba membelah diri menjadi pohon raksasa yang tinggi menjulang. Sulit untuk menemukan teori yang dapat menjelaskan semua fenomena yang terjadi sejak awal tahun an, namun fakta yang terjadi dapat disimpulkan sebagai berikut:

15 LAN, GlobalNet, Intranet, Ekstranet, Point to Point Com. semakin hari semakin merata dan membudaya di masyarakat. Produk-produk aplikasi yang berbasis objek, seperti OOP (Object Oriented Programming), OODBMS (Object Oriented Database Management System), Object Technology Distributed Object, dan Microsof, perusahaan internet seperti Yahoo, Hotmail, amazon, Gmail, Google dan sebagainya.

16 IV. ERA SISTEM INFORMASI Teori-teori manajemen organisasi modern secara intensif mulai diperkenalkan di awal tahun 1980-an. Salah satu teori yang paling banyak dipelajari dan diterapkan adalah mengenai manajemen perubahan (change management).

17 Tidak seperti kedua era sebelumnya yang lebih menekankan pada unsur teknologi, pada era manajemen perubahan yang lebih ditekankan adalah sistem informasi, karena komputer dan teknologi informasi merupakan komponen dari sistem tersebut. Kunci keberhasilan perusahaan di era tahun an adalah penciptaan dan penguasaan informasi secara cepat dan akurat.

18 Informasi di dalam perusahaan dianlogikan sebagai darah dalam peredaran darah manusia yang harus selalu mengalir dengan teratur cepat terus-menerus, ke tempat-tempat yang membutuhkannya (strategis).

19 Kunci kinerja perusahaan adalah pada proses yang terjadi baik di dalam perusahaan (back office) maupun yang langsung bersinggungan dengan pelanggan (front office), Penciptaan proses (business process) yang efesien, efektif, dan terkontrol dengan baiklah sebuah perusahaan akan memiliki kinerja yang andal.

20 I. ERA KOMPUTERISASI 1960-an, Pemakaian komputer untuk meningkatkan efesiensi II. ERA TEKNOLOGI INFORMASI 1970-an, Kegunaan komputer bukan hanya untuk meningkatkan efesiensi, tapi juga untuk mendukung terjadinya proses kerja yang lebih efektif. III. ERA GLOBALISASI INFORMASI 1980-an, Komputer sebagai media informasi IV. ERA SISTEM INFORMASI 1980/1990-an manajemen perubahan (change management).

21 PERUBAHAN POLA PIKIR SEBAGAI SYARAT Dari keempat era di atas, terlihat bagaimana alam kompotisi dari kemajuan teknologi informasi sejak dipergunakannya komputer dalam industri hingga terkait erat satu dan lainnya pada saat sekarang. Memasuki abad informasi berarti memasuki dunia dengan teknologi baru, teknologi informasi.

22 Mempergunakan teknologi informasi seoptimum mungkin berarti harus mengubah pola pikir. Mengubah pola pikir merupakan hal yang teramat sulit dilakukan, karena pada dasarnya “people do not like to change”.

23 Kalau pada saat ini dunia maju dan negara-negara tetangga Indonesia sudah memiliki komitmen khusus untuk mengambil bagian dalam penciptaan komponen- komponen sistem informasi, bagaimana dengan Indonesia? Masih ingin jadi negara konsumen? Atau sudah mampu jadi negara produsen? Paling tidak, hal yang harus ada terlebih dahulu dalam setiap manusia Indonesia adalah kemauan untuk merubah.

24 Tanpa “Willingness to change”, sangat mustahil bangsa Indonesia dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk membangun kembali bangsa yang saat ini tengah hancur ditelan krisis.

25 KARAKTER INFORMASI DALAM KOMUNIKASI ORGANISASI INFORMATION SOURCES FREQUENCY OF DECISION TIME SCALE TIME HORIZON SCOPE NATURE OF DECISION

26 TIGA KOMPONEN UTAMA TEKNOLOGI KOMUNIKASI Sumberdaya Manusia Teknologi Relasi-Informasi

27 Makna Perkembangan Teknologi Komunikasi Perkembangan kemajuan teknologi komunikasi dewasa ini berlangsung demikian pesatnya sehingga para ahli menyebut gejala ini sebagai suatu revolusi.

28 Sekalipun kemajuan tersebut masih dalam perjalanannya, sejak sekarang sudah dapat diperkirakan terjadinya berbagai perubahan di bidang komunikasi maupun bidang-bidang kehidupan lain yang berhubungan, sebagai implikasi dari perkembangan keadaan yang dimaksud.

29 Perusahaan-perusahaan yang akan datang dikembangkan dari berbagai kemampuan dan potensi teknologi komunikasi tersebut, membuat manusia saling berhubungan dan memenuhi kebutuhan komunikasi mereka secara hampir tanpa batas. Beberapa keterbatasan yang dulu dialami, seperti faktor jarak, waktu, jumlah, kapasitas, keceptan dan lain-lainnya

30 Menurut Tehranian (1982), dalam 25 tahun terakhir ada tiga kekuatan teknologis, sosio- ekonomi, dan politik utama yang telah mengubah struktur sistem internasional ke tingkat tertentu yang bahkan suatu pandangan yang cukup realistic pun harus mempertimbangkannya, yaitu:

31 (1) Eksplosi teknologis bergerak cepat dilapangan komunikasi, dimana revolusi dalam bidang satelit komunikasi dan teknik mikroprossessor luar biasa dramatis, membuat dunia memiliki komunikasi universal sesuai dengan keperluan pribadi atau personalized. (Dordick et el., 1981).

32 Konvergensi dari enam teknologi yang masing-masing berkembang secara agak terpisah yakni: percetakan, penyiaran (broadcasting), telekomunikasi titik ke titik (point to point communication), komputer, satelit, dan mikroprossessor menjadi suatu revolusi teknologi yang telah dicirikan sebagai Revolusi Industri Kedua.

33 (2) Di pihak lain, perangkat kekuatan kedua telah dibentuk oleh dorongan demokratisasi dari suatu proses revolusioner sedunia yang bermula dari dikenalkannya media massa (sejak percetakan dan seterusnya).

34 (3) Sementara media telah berfungsi sebagai saluran bagi berlangsung-nya konflik ideologis sekaligus pembangkit konsensus sedunia, krisis dimensi sedunia juga telah menyumbang bagi tumbuhnya suatu “suku baru” (“new tribe”) warga negara dan organisasi dunia yang telah melintasi batas-batas dan kesetiaan nasional.

35 Jussawalla (1982) menganalisis aspek ekonomi dari perkembangan teknologi komunikasi di abad ini, menilai bahwa masyarakat modern saat ini sedang menempuh periode yang paling mengasyikkan (exciting) dalam sejarah kehidupannya, karena mengalami perubahan teknologi yang besar dan cepat, yang memberikan komunikasi secara seketika (instant).

36 Dengan pertumbuhnya persambungan (interface) antara satelit dengan komputer, dan menyebarnya telematique, maka negara- negara diseluruh dunia akan mendapatkan pertumbuhan ekonomi mereka ditentukan oleh dan tergantung pada investasi yang dilakukan di bidang teknologi komunikasi yang inovatif.

37 Dalam 50 tahun ini, peralatan pokok dalam industri manufacturing dianggap sebagai alat utama pembagunan ekonomi, begitu pula pada 50 tahun mendatang maka perangkat keras dan lunak telekomunikasi akan merupakan penyumbang utama (mayor share) bagi pertumbuhan pendapatan nasional.

38 “Di masa depan akses yang merata kepada informasi merupakan masalah yang sama bermaknanya dengan pemerataan pendapatan yang merata untuk masa kini”, demikian Jassawalla

39 TERIMA KASIH SEMOGA SUKSES Prof. Dr. HM Burhan Bungin, S.Sos., M.Si. Profesor Ilmu Sosiologi Komunikasi Jl. Mutiara Timur Boulevard BK 11 Pondok Mutiara Sidoarjo-Surabaya Jawa Timur Indonesia HP


Download ppt "Sosiologi Komunikasi Media dan Teknologi Informasi (KOMPUTERISASI MEDIA) HM. Burhan Bungin, Prof., Dr., M.Si. Profesor Ilmu Sosiologi Komunikasi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google