Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SURVEI CONTOH KADARMANTO 1. TIK Mahasiswa mampu merancang dan melaksanakan survei sampel dengan memahami langkah-langkah yang harus dilakukan dalam rancang.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SURVEI CONTOH KADARMANTO 1. TIK Mahasiswa mampu merancang dan melaksanakan survei sampel dengan memahami langkah-langkah yang harus dilakukan dalam rancang."— Transcript presentasi:

1 SURVEI CONTOH KADARMANTO 1

2 TIK Mahasiswa mampu merancang dan melaksanakan survei sampel dengan memahami langkah-langkah yang harus dilakukan dalam rancang suatu survei, aplikasi metode sampling, penentuan variabel, dan konsep definisi, rancang daftar isian, pengolahan, sehingga tersaji menjadi data. Termasuk di dalamnya mengontrol dan mengatasi kesalahan, uji coba, dan pasca evaluasi survei. 2

3 3 Y ANG PERLU DIPERHATIKAN UNTUK MERANCANCANG SURVEI SAMPEL : Cakupan dan isi dari populasi Metode observasi Jenis variabel Konsep definisi Rencana Analisis Rancangan tabel Metode analisis Kegunaan survei Tingkat presisi Desainer perlu memahami:. Substansi survei. Pengetahuan survei. Pendanaan Desainer perlu memahami:. Substansi survei. Pengetahuan survei. Pendanaan

4 P RINSIP K EGIATAN S URVEI C ONTOH Dalam kegiatan survei perlu lebih dahulu menentukan minimal hal-hal sebagai berikut: Obyek dan tujuan dari survei Populasi survei/populasi yang akan disampel Data yang akan dikumpulkan, dalam hal ini variabelnya Tingkat ketelitian yang dikehendaki Kerangka sampel dalam populasi (population frame) dan penarikan sampelnya Target populasi yang akan disajikan (estimasi) Inferensial yang berupa berbagai kajian dan analisis. Ketujuh hal di atas sebagai dasar untuk mengkaji alternatif metode sampling yang dapat digunakan. 4

5 5 D ESAIN S URVEI Mencakup seluruh aspek perencanaan survei desain sampel Didalamnya termasuk desain sampel

6 6 D UA ASPEK DESAIN SAMPEL Proses Penarikan Sampel Proses Penarikan Sampel Proses Estimasi Proses Estimasi Metode Sampling

7 7 T AHAPAN K EGIATAN D ESAIN S URVEI Perencanaan  paling menentukan keberhasilan survei Persiapan Pelaksanaan lapang Pengolahan & Penyajian Cek consistensi Antar tabel Survei sebelumnya

8 PERTEMUAN 1 PERTEMUAN 1: METODE PENGUMPULAN DATA Pengertian/konsep dasar dari berbagai cara pengumpulan data serta mengkaitkan dengan survei sampel. Latar belakang, alasan, keuntungan, kelemahan, meliputi cakupan, ketelitian, ketepatan, dan biaya. Kaitan dengan sampling error dan non sampling error serta kemungkinan menanggulangi kesalahan. 8

9 C ARA - CARA PENGUMPULAN DATA Secara umum ada berbagai cara pengumpulan data yang antara lain melalui: Registrasi atau catatan administrasi Sensus, baik sensus lengkap maupun sensus sampel Survei sampel, baik probability maupun non probability Eksperimen atau percobaan 9

10 REGISTRASI/CATATAN ADMINISTRASI (1) Istilah registrasi yang dikenal saat ini adalah pencatatan secara individu yang dilaksanakan oleh setiap instistusi seperti registrasi/pencatatan penduduk di desa, misalnya mencatat keberadaan penduduk di wilayah tempat tinggal, kelahiran, kematian, perpindahan, dsb secara kontinu. Apabila dilaksanakan dengan baik dan teratur akan dapat dijadikan sebagai sumber data statistik yang cukup baik. Namun belum dilakukan dengan baik yang disebabkan berbagai faktor, antara lain belum ada kesadaran dari masyarakat akan pentingnya data registrasi, petugas pelaksana yang kualifikasinya rendah, dan masih kurangnya perhatian dari berbagai unsur yang ada di lembaga bersangkutan. jika cukup baik, tidak akan diperlukan adanya sensus yang dilakukan secara lengkap. 10

11 REGISTRASI/CATATAN ADMINISTRASI (2) Catatan administrasi lainnya yang ada pada masing- masing instansi atau lembaga juga cukup banyak dan berbagai institusi telah memanfaatkannya sebagai data statistik, tetapi sebaliknya masih banyak juga yang belum dapat dijadikan data statistik. Menjadikan suatu informasi dari registrasi atau catatan administrasi juga tidak begitu saja bisa dilakukan, karena memerlukan berbagai pertimbangan antara lainnya perlu adanya konsep definisi yang jelas dan baku, klasifikasi yang sesuai, serta sistem pengkodean dalam klasifikasi data statistik yang baku. Data pendidikan seperti jumlah sekolah, murid, dan guru, secara rutin sudah dapat disajikan dari catatan administrasi atau pelaporan sekolah. Juga data mengenai jumlah mahasiswa, dosen dari berbagai perguruan tinggi telah disajikan secara rutin, walaupun masih ada kelemahan antara lain bisa terhitung jumlah dosen pada berbagai perguruan tinggi. 11

12 REGISTRASI/CATATAN ADMINISTRASI (2) Data dari registrasi atau catatan administrasi sangat bermanfaat apabila dikelola dengan baik dan dikumpulkan secara berkala (bulanan, triwulanan, dan sebagainya), sehingga dapat dijadikan sebagai: Data statistik sesuai dengan bidangnya untuk berbagai level penyajian, bahkan sampai wilayah kecil. Kerangka sampel untuk berbagai keperluan survei guna mendapatkan data yang lebih rinci. Pengelolaan data catatan administrasi apabila ingin dijadikan sebagai data statistik dan kerangka sampel, maka sejak awal perlu disesuaikan format pencatatannya termasuk sistem pengkodean, konsep- definisi, dan klasifikasinya, sehingga memenuhi syarat untuk dapat dilakukan pengolahan lanjut. 12

13 S ENSUS (L ENGKAP DAN S AMPEL ) (1) Sensus adalah pencacahan lengkap terhadap seluruh unit populasi dari fenomena yang menjadi objek sensus pada suatu wilayah. Sensus penduduk misalnya adalah pencacahan lengkap penduduk dengan berbagai karakteristik pokoknya. Setiap individu didata sehingga diperoleh data penduduk berikut karakteristiknya untuk penyusunan data dan indikator di bidang kependudukan. Sehingga akan diperoleh informasi dan potret keadaan penduduk di suatu wilayah pada saat pelaksanaan sensus di tingkat nasional, propinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga tingkat wilayah yang lebih kecil. 13

14 S ENSUS (L ENGKAP DAN S AMPEL ) (2) Pada awalnya data dasar yang dikumpulkan melalui sensus telah cukup memenuhi kebutuhan data kependudukan. Namun seiring dengan kemajuan pembangunan, data pokok yang diperoleh melalui sensus lengkap dirasakan tidak mencukupi lagi sehingga timbul tuntutan untuk menyediakan data karakteristik penduduk yang lebih rinci. Penyediaan data rinci ini sangat sulit dipenuhi karena disamping biaya mahal, memerlukan banyak tenaga dan waktu yang lama untuk memperoleh hasilnya. Untuk mengatasinya dilakukan sensus sampel dengan sampel yang besar sehingga hasilnya masih dapat menyediakan informasi/data yang cukup representatif untuk keperluan estimasi wilayah kecil. 14

15 S URVEI S AMPEL (1) Seiring dengan pesatnya kemajuan zaman dan perkembangan ilmu, semakin banyak data yang diperlukan. Permasalahan yang timbul adalah usaha apa yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan data yang makin beragam dan dapat disajikan untuk berbagai level penyajian dengan keterbatasan sumber daya yang ada baik tenaga maupun biaya. Timbul gagasan dari para ahli untuk memenuhi kebutuhan data tersebut tanpa melakukan pengumpulan data secara lengkap yaitu dengan pemilihan sebagian dari unit-unit dalam populasi untuk diobservasi baik untuk gambaran populasi atau keperluan penelitian dengan kriteria tertentu. 15

16 S URVEI S AMPEL (2) Pertanyaan yang timbul sehubungan dengan pengumpulan data melalui sampel ini adalah bagaimana cara menentukan unit-unit yang akan terpilih di dalam suatu populasi dan berapa besarnya sampel yang representatif terhadap populasi, atau dengan perkataan lain bagaimana teknik pemilihannya. Ada 2 cara teknik penarikan sampel yaitu: Probability sampling Non probability sampling. 16

17 P ROBABILITY S AMPLING (1) Yang dimaksud dengan probability sampling adalah setiap unit dalam populasi mempunyai kesempatan (peluang) untuk dipilih dalam sampel dan keseluruhan sampel yang terpilih dapat mewakili populasi. Dalam memilih unit-unit tersebut digunakan cara berikut: Teknik pemilihannya (sampling) langsung ke elemen, atau elemen-elemen tersebut lebih dahulu dikelompokkan menjadi kelompok-kelompok yang disebut klaster kemudian dilakukan pemilihan kelompok. Teknik penarikan sampel dapat dilakukan satu tahap atau lebih dari satu tahap. 17

18 P ROBABILITY S AMPLING (2) Dalam penerapan probability sampling diperlukan kerangka sampel yang memenuhi persyaratan, yaitu: Tersedia sampai satuan unit terkecil yang akan digunakan sebagai dasar penarikan sampel Mempunyai batas jelas Tidak tumpang tindih atau terliwat Mempunyai korelasi dengan data yang diteliti Keadaan mutakhir 18

19 N ON P ROBABILITY S AMPLING (1) Yang dimaksud dengan non probability sampling adalah metode penarikan sampel yang mengabaikan prinsip probabilitas. Sampel yang dipilih didasarkan atas kriteria tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Sampel yang dipilih didasarkan atas kriteria tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Hal ini berarti tidak semua unit dalam populasi memperoleh kesempatan untuk terpilih. 19

20 N ON P ROBABILITY S AMPLING (2) Misalnya untuk meneliti secara mendalam faktor-faktor yang menyebabkan penyakit demam berdarah di suatu wilayah, yang akan menjadi objek penelitian adalah hanya pada lokasi tertentu yang ditentukan sesuai tujuan penelitian. Perlakuan yang sama juga berlaku untuk penelitian penyebab balita kekurangan gizi, penyebab kecanduan narkoba dan sebagainya. 20

21 N ON P ROBABILITY S AMPLING (3) Non probability sampling dibedakan antara lain: Purposive atau judgement sample yang didasarkan keahlian dari pelaksana survei Quota sample yaitu sampel yang didasarkan pada suatu kuota yang telah ditentukan Sampling untuk populasi bergerak, misalnya untuk memperkirakan kepadatan binatang suatu area hutan Haphazard atau fortuitous sample (secara kebetulan) 21

22 E KSPERIMEN (1) Eksperimen juga merupakan suatu cara pengumpulan data melalui unit-unit yang telah ditentukan, tetapi eksperimen lebih spesifik untuk tujuan-tujuan khusus seperti memilih unit-unit tertentu kemudian memberikan perlakuan berbeda dan selanjutnya dilihat perbedaannya. 22

23 E KSPERIMEN (2) Misalnya sebidang tanah ditanami jagung diberikan suatu pupuk tertentu dan kemudian sebidang tanah lainnya yang juga ditanami jagung diberikan pupuk lainnya. Dapat juga suatu survei sampel dengan probability sampling diintegrasikan dengan eksperimen seperti pengukuran kadar garam yodium pada rumahtangga terpilih survei konsumsi/pengeluaran rumahtangga, penimbangan dan pengukuran lingkar lengan atas pada balita. 23

24 K EUNTUNGAN REGISTRASI Dapat menghasilkan data sesuai level penyajian tertentu sesuai cakupan pencatatan. Sebagai contoh apabila registrasi penduduk dilakukan dengan baik, maka dapat disajikan jumlah penduduk, kelahiran, kematian, migrasi/perpindahan penduduk pada level desa/kelurahan dan selanjutnya ditingkatkan menjadi level kecamatan, kabupaten/kota, propinsi, dan nasional. Demikian pula data lain yang ada pada suatu instansi/lembaga bila dikelola dengan baik akan menjadi sumber data yang bermanfaat seperti data tentang fasilitas pendidikan dan kesehatan. Dengan adanya registrasi atau pencatatan administrasi yang baik dan telah mengikuti kaidah untuk dapat dijadikan data statistik, maka sensus lengkap menjadi tidak diperlukan. Dengan demikian akan terjadi efisiensi biaya. Sebagai contoh, bila registrasi penduduk dilakukan dengan baik maka tidak diperlukan sensus penduduk. 24

25 K ELEMAHAN RE GISTRASI Belum adanya kesadaran secara penuh terhadap kegunaan data hasil registrasi atau catatan administrasi. Pencatatan kelahiran dan kematian misalnya di desa/kelurahan belum dilakukan secara lengkap dan baik. Catatan administrasi belum sepenuhnya dikelola dengan baik dan belum mengikuti kaidah untuk menjadi data statistik. Cakupan variabel pada catatan administrasi terbatas. 25

26 K EUNTUNGAN SENSUS Data hasil sensus dapat menyajikan data sampai satuan wilayah kecil seperti desa/kelurahan atau kecamatan. Data dapat dijadikan dasar penyusunan kerangka sampel untuk berbagai survei sampel. 26

27 KELEMAHAN SENSUS Cakupan variabel yang dikumpulkan sangat terbatas, karena tidak mungkin mengumpulkan data rinci untuk setiap individu. Biaya pengumpulan data cukup mahal. Waktu pengumpulan data dan pengolahan cukup lama. Sumber daya manusia (SDM), yang berkualitas sulit dipenuhi karena memerlukan tenaga yang cukup banyak. Kesalahan yang timbul pada pengumpulan data cukup besar, karena faktor SDM, responden, dan sebagainya. 27

28 KEUNTUNGAN SURVEI Cakupan variabel yang dikumpulkan dapat lebih rinci. Ketelitian lebih besar, karena petugas pelaksana dapat dipilih yang mempunyai kualifikasi sesuai dengan yang ditentukan dan dapat diadakan pelatihan serta pengawasan yang intensif. Pengumpulan dan penyajian data lebih cepat. Biaya pengumpulan data tidak terlalu besar dibanding dengan sensus. 28

29 KELEMAHAN SURVEI Tidak dapat menyajikan data wilayah kecil atau domain kecil, terutama bila sampel tidak memenuhi persyaratan besarnya sampel minimum yang diperlukan. Diperlukan kerangka sampel yang memenuhi persyaratan, apabila digunakan probability sampling. 29

30 K ENAPA ADA BERBAGAI MACAM METODE PENGUMPULAN DATA ? Dengan makin beragam data yang diperlukan dan makin luas cakupan wilayah, maka tidak mungkin data statistik hanya mengandalkan pada sensus dan registrasi atau catatan administrasi. Dengan alasan adanya keterbatasan waktu dan biaya serta cakupan data yang luas, maka perlu dicari jalan cara pengumpulan data lainnya, yaitu melalui survei sampel. Dan yang perlu diketahui bahwa setiap cara pengumpulan data tidak terlepas dari kesalahan (ERROR), baik yang dikumpulkan dari sensus, catatan administrasi, maupun survei sampel. 30

31 MENGAPA SURVEI SAMPEL DIGUNAKAN? Karena alasan waktu dan biaya, informasi tersebut seringkali diperoleh dengan menggunakan survei sampel yang menjadi subyek penting dalam mata kuliah metode penarikan contoh ini. Sangat jelas bahwa anggaran yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan tersebut akan sangat besar sekali disebabkan karena waktu, biaya perjalanan, dan jumlah anak yang terlibat. Meskipun dengan melibatkan staff dalam jumlah besar, hal ini tampaknya masih akan sulit untuk diselesaikan dalam kerangka waktu yang telah ditetapkan tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan suatu cara untuk memilih sebagian dari sekumpulan aslinya kepada para peneliti. Sebagian dari sekumpulan tersebutlah yang akan diwawancarai, diteliti, atau diukur. 31

32 S AMPLING E RROR DAN N ON S AMPLING E RROR (1) Pada keempat cara pengumpulan data di atas tidak terlepas dari adanya kesalahan yang disebabkan faktor manusia, seperti: Pada registrasi atau administrasi sering terdapat adanya pencatatan yang salah, tidak lengkap, duplikasi, dan sebagainya. Pada sensus terjadi adanya kesalahan seperti salah isian dan pengolahan atau karena responden dan petugas yang cukup banyak. Pada survei sampel terjadi kesalahan antara lain karena metode sampling yang tidak tepat ( sampling error ) dan kesalahan yang disebabkan oleh faktor manusia seperti kesalahan yang disebut pada butir a dan b ( non sampling error ). 32

33 S AMPLING E RROR DAN N ON S AMPLING E RROR (2) Daftar isian yang kurang baik atau daftar isian dengan variabel yang terlalu rinci akan menyebabkan kesalahan faktor manusia menjadi makin besar. Pada registrasi dan sensus lengkap tidak dijumpai kesalahan yang disebabkan karena penarikan sampel, sedangkan pada survei sampel terjadi kesalahan yang bersumber dari sampling error dan non sampling error. Keseimbangan antara keduanya perlu dipertimbangkan dalam mendesain suatu survei terutama dalam penentuan besarnya sampel sehingga dapat menggambarkan populasi. Kenaikan besaran sampel akan menurunkan sampling error tetapi sebaliknya akan memperbesar non sampling error. Makin besar sampel berarti makin banyak responden dan petugas sehingga kemungkinan makin besar kesalahan pada pengumpulan informasi. 33

34 S AMPLING E RROR DAN N ON S AMPLING E RROR (3) Dari Gambar 1 terlihat bahwa makin besar sampel maka makin besar kesalahan karena non sampling error. Sebaliknya makin besar sampel maka sampling error akan makin kecil. Pada suatu sensus lengkap sampling error nol, sensus lengkap hanya dipengaruhi oleh non sampling error, seperti kesalahan petugas dalam memahami dan menjelaskan maksud setiap pertanyaan, kesalahan responden dalam menjawab, pengolahan pada saat perekaman data, dan sebagainya. 34

35 S AMPLING E RROR DAN N ON S AMPLING E RROR (4) Sedangkan pada survei sampel terjadi kesalahan baik non sampling error maupun sampling error. Apakah berarti survei sampel kesalahannya lebih besar?. Jawabannya tentunya belum tentu, bahkan mungkin survei sampel mempunyai total error jauh lebih kecil dari sensus pada level penyajian tertentu. Pada Gambar 1, apabila akan dilakukan survei sampel, maka total error terkecil ada pada B. Pada B sampling error dan non sampling error seimbang yaitu sama besar, tetapi totalnya lebih kecil dibandingkan dengan A dan C. Pada A non sampling error kecil, tetapi sampling error besar. Pada C sampling error kecil tetapi non sampling error besar. Pada desain sampel dapat dipertimbangkan besar n dengan melihat presisinya, sedangkan dari segi non sampling error dapat dikurangi dengan merancang dan melaksanakan survei sebaik-baiknya. 35

36 G AMBAR 1 : S AMPLING E RROR DAN N ON S AMPLING E RROR 36


Download ppt "SURVEI CONTOH KADARMANTO 1. TIK Mahasiswa mampu merancang dan melaksanakan survei sampel dengan memahami langkah-langkah yang harus dilakukan dalam rancang."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google