Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Metode Penarikan Contoh I (Praktikum) Oleh: Kadir, S.ST.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Metode Penarikan Contoh I (Praktikum) Oleh: Kadir, S.ST."— Transcript presentasi:

1 Metode Penarikan Contoh I (Praktikum) Oleh: Kadir, S.ST

2 PENGERTIAN DAN KONSEP DASAR SAMPLING

3 Mengapa Sampling? (1) Dalam keseharian, kita selalu ingin tahu berbagai hal tentang populasi. Perlu dilakukan pengumpulun data/informasi (kuantitatif maupun kualitatif) untuk menjawab keingintahuan tersebut. Cara pengumpulan data: Sensus dan Survei sampel. Sensus adalah cara pengumpulan data dimana seluruh elemen populasi menjadi objek pengamatan. Survei sampel adalah cara pengumpulan data dimana yang diamati adalah elemen sampel dari suatu sampel (subset dari populasi). Elemen: individu yang digunakan untuk mendapatkan informasi (statistik/inferensial). Ditentukan sesuai objek dan tujuan survei. Populasi: kesatuan/agregasi dari elemen-elemen. Isi, unit, cakupan, dan waktu harus didefinisikan  Semua penduduk yg tinggal dalam rumahtangga biasa di Indonesia pada bulan Februari 2007 Elemen: individu yang digunakan untuk mendapatkan informasi (statistik/inferensial). Ditentukan sesuai objek dan tujuan survei. Populasi: kesatuan/agregasi dari elemen-elemen. Isi, unit, cakupan, dan waktu harus didefinisikan  Semua penduduk yg tinggal dalam rumahtangga biasa di Indonesia pada bulan Februari 2007

4 Mengapa Sampling? (2) “N” elemen POPULASI Bagaimana, ya, persepsi mereka terhadap produk yang baru diluncurkan? (perusahaan) Bagaimana, ya, elektabilitas dan citra saya sebagai calon lurah menurut mereka? (politisi) Berapa rata-rata banyaknya beras yang mereka konsumsi dalam sebulan, ya? (pemerintah) Contoh informasi tentang populasi PENGUMPULAN DATA Sensus Semua elemen populasi dikumpulkan data/informasinya (sesuai tujuan yang telah ditetapkan) Survei sampel Dilakukan sampling, yakni diambil sampel yang terdiri dari sejumlah “n” elemen untuk dikumpulkan data/informasinya. “n” elemen SAMPEL

5 Mengapa Sampling? (3) Sampling adalah suatu proses yang dilakukan untuk memilih dan mengambil sampel secara benar dari suatu populasi sehingga sampel tersebut dapat mewakili populasinya.

6 Mengapa Sampling? (4) (Sensus Vs Survei Sampel) Sensus KeuntunganKerugian Dapat menyajikan data wilayah kecil (small area statistics). Dapat dijadikan master frame/kerangka sampel. Cakupan variabel terbatas karena yang dikumpulkan hanya data dasar/pokok. Membutuhkan waktu yang lama dan biaya besar karena semua elemen populasi diamati/dikumpulkan data/infromasinya. Ketelitian kurang.

7 Mengapa Sampling?(5) Survei Sampel KeuntunganKekurangan Menghemat biaya dan tenaga. Biaya dan tenaga  pelatihan yang efektif dan pengawasan yang cukup Mempercepat hasil survei. Waktu  tidak terlalu lama sehingga data tidak usang atau memperkecil perbedaan respon awal dengan respon akhir akibat suatu kejadian, gosip dan sebagainya. Cakupan materi lebih besar dan dapat memberikan informasi yang lebih menyeluruh (komprehensif). Akurasi lebih tinggi, karena nonsampling error akan kecil. Penyajian sampai wilayah yg kecil dengan sampel terbatas tidak terpenuhi. Dalam metode sampling dibutuhkan jml sampel yg sesuai dgn tingkat ketelitian yang diinginkan, khususnya menyangkut kesalahan sampling. Survei sampel sulit/tidak dpt menyajikan variable langka yaitu variabel yang kejadiannya kecil dalam populasi (proporsi kecil). Tidak tersedianya kerangka sampel sehingga persyaratan sampling berpeluang tidak dapat dipenuhi, dan mungkin sulit untuk melakukan estimasi terhadap nilai parameter dari suatu populasi

8 Mengapa Sampling? (6) Sampling dilakukan karena pengumpulan data dengan survei sampel lebih menghemat biaya dan tenaga dibanding sensus. Selain itu, cakupan variabel lebih banyak, waktu yang dibutuhkan lebih singkat, dan akurasi (gambaran populasi ) yang dihasilkan lebih baik.

9 Teknik Sampling Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan Data Sensus (populasi)Sampling (sampel) ProbabilitaNon-Probabilita

10 Sampling Berpeluang (Probability Sampling) Setiap unit dalam populasi harus mempunyai peluang untuk terpilih dalam sampel, maka dimungkinkan untuk menghasilkan estimasi parameter dari populasi seperti total, rata-rata dan pro-porsi. Untuk ini diperlukan kerangka sampel Makin kenal kita akan sifat populasi, makin tepat pemilihan sampel yang akan digunakan. Contoh: Penarikan Sampel Acak Sederhana (SRS), Probability Proportional to Size (PPS), dan sistematik sampling.

11 Sampling Tidak Berpeluang (Non- Probability Sampling) (1) Tidak dapat menghasilkan estimasi populasi karena ada elemen yang tidak mempunyai peluang akan terpilih. Dimanfaatkan untuk mencari pendekatan terbaik misalnya keperluan pemasaran, opini publik, survei harga barang-barang tertentu

12 Sampling Tidak Berpeluang (Non- Probability Sampling) (2) Purposive/ judgement sample yang didasar-kan keahlian dari pelaksana survei.Contoh:Survei kepuasan konsumen terhadap sabun lux Quota samples yaitu sample yang didasarkan pada suatu kuota yang telah ditentukan, seperti digunakan pada opini masyarakat. Sampling untuk populasi bergerak, misalnya memperkirakan kepadatan binatang suatu area hutan. Haphazard atau fortuitous samples, misalnya studi para archaeolog.

13 Perencanaan Survei Tentukan objek dan tujuan survei Tetapkan populasi yang akan disampel Tetapkan variabel yang akan diteliti Tingkat ketelitian yang dikehendaki Tetapkan kerangka sampel dan penarikan sampelnya Target penyajian dan rancangan analisisnya

14 Terminologi (konsep dan defenisi) Sampling (1) Target populasi, merupakan sub populasi dari elemen yang ada pada populasi yang berbagai indikatornya akan dicari, seperti penduduk usia 7-12 tahun. Unit observasi, adalah unit dimana informasi diperoleh baik secara langsung maupun melalui responden tertentu. Elemen sangat erat kaitannya dengan unit observasi. Elemen bisa sama dengan unit observasi, contoh rumah tangga adalah selain sebagai elemen juga dapat sebagai unit observasi, misalkan pengumpulan data keadaan tempat tinggal. Unit observasi bisa individu dari elemen, misalnya anggota ART.

15 Terminologi Sampling (2) Unit Sampling (Sampling Unit), Unit sampling adalah unit yg dijadikan dasar penarikan sample baik berupa elemen atau kumpulan elemen (klaster). Rumahtangga dapat dijadikan unit sampling dan atau kumpulan rumahtangga pada wilayah tertentu yaitu bloksensus. Individu perusahaan/usaha sbg unit sampling pada direktori perusahaan / usaha. Daftar Unit (Listing Unit), adalah daftar unit yang digunakan untuk dasar penarikan sample, seperti direktori perusahaan/ usaha atau daftar rumah tangga dari blok sensus. Kerangka Sampel (Sampling Frame), merupakan seluruh unit dalam populasi yg akan dijadikan dasar penarikan sample. Kerangka sampel harus memenuhi syarat-syarat berikut: tersedia sampai satuan unit terkecil, mempunyai batas yang jelas, mempunyai korelasi dengan data yang diteliti, tidak tumpang tindih, uptodate. Dapat berupa daftar individu atau daftar wilayah.

16 Terminologi Sampling (3) Parameter adalah karakteristik dari populasi yang ingin diketahui atau diestimasi nilainya. Karakteristik dapat berupa variabel yang berhubungan dengan keadaan elemen dalam populasi, seperti umur, pendidikan, status pekerjaan, dsb. Nilai yang diestimasi dapat berupa angka mutlak, rata-rata, rasio, proporsi, dsb. Statistik/inferensial adalah nilai karakteristik populasi yang dihitung dari hasil survei sample. Confidence interval adalah estimasi dalam bentuk selang antara dua nilai terendah dan tertinggi dengan tingkat kepercayaan sebesar (1-  ).100% bahwa estimasi akan berada pada selang tersebut. Coeficient of Variance (CV) adalah nilai yang sudah dihilangkan pengaruhnya dari satuan, berguna untuk mengetahui tingkat heterogenitas suatu data, terutama untuk membandingkan 2 data yang berbeda satuannya.

17 Terminologi Sampling (4)

18 Terminologi Sampling (5) Bias adalah nilai yang diharapkan tidak sesuai dengan nilai parameternya. Standard Deviation adalah sebuah ukuran dari penyebaran data atau penyimpangan data terhadap nilai tengahnya. Standard Error adalah satuan pengukuran untuk “rataan” dari kesalahan- kesalahan dari seluruh distribusi sample. Relative Standard Error adalah ratio antara standar error terhadap ekspektasi dari penduganya. Dengan RSE dapat diketahui sejauh mana tingkat ketelitian suatu teknik sampling. Sampling Error adalah kesalahan yang disebabkan oleh teknik pengambilan sampel. Non sampling Error adalah kesalahan yang disebabkan bukan dari teknik pengambilan sampel.

19 Kesalahan Sampling (1) Kesalahan sampel (kesalahan sampel yang digunakan untuk mengestimasi populasi) Sampling error Kesalahan karena faktor sampling Non-sampling error Kesalahan bukan karena faktor sampling

20 Kesalahan Sampling (2) Error Non Sampling Error Sampling Error Banyaknya sampel (n) A B C Hubungan Sampling Error dan Non Sampling Error

21 Terima Kasih


Download ppt "Metode Penarikan Contoh I (Praktikum) Oleh: Kadir, S.ST."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google