Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PEMBUATAN FILM ACTION BERJUDUL “MISI” DENGAN TEKNIK PENGGABUNGAN UNSUR LIVE SHOOT DAN SPECIAL EFFECT Ardhitya Luki H. 07510160024 D4 Komputer Multimedi,

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PEMBUATAN FILM ACTION BERJUDUL “MISI” DENGAN TEKNIK PENGGABUNGAN UNSUR LIVE SHOOT DAN SPECIAL EFFECT Ardhitya Luki H. 07510160024 D4 Komputer Multimedi,"— Transcript presentasi:

1 PEMBUATAN FILM ACTION BERJUDUL “MISI” DENGAN TEKNIK PENGGABUNGAN UNSUR LIVE SHOOT DAN SPECIAL EFFECT Ardhitya Luki H D4 Komputer Multimedi, STIKOM Surabaya,

2 Abstract Action film is a battle that many showing elements in each scene. So the audience is brought into the speed and tension gestures leaders who were fighting. In the action film is often used for special effect techniques used to visual scenes that can not be achieved with ordinary tools, replacing the real property within the frame such as an explosion, fire or the destruction of a lot of buildings and other infrastructure. Besides the special effects used in order not to endanger the actors and to improve the quality of the captured image, by adding, subtracting, or changing elements in the frame. The initial process design of this action film begins with a live shoot a movie shoot as usual. After the shoot live pictures taken then added effects on the editing process as gunshot or explosion, and the like. The benefits of this action filming material for the manufacture of hardcore action further references Kata Kunci: Film, action, soecial effect, cool casual.

3 Film di Indonesia kembali berkembang dan beragam. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya film dengan berbagai genre seperti Modus Anomali yang bergenre thriller, Malaikat Tanpa Sayap yang bergenre drama, 3 Hari untuk Selamanya yang bergenre road movie, Kuntilanak-Kuntilanak yang bergenre horror, Kala yang bergenre noir dan sebagainya (Imanjaya, 2006). Sayangnya, perkembangan ini tidak disambut dengan baik oleh masyarakat Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari tingkat penjualan tiket bioskop yang sulit menembus satu juta penonton (PPFI, 2010). Berbeda dengan film-film luar yang banyak dinantikan oleh masyarakat Indonesia seperti The Hunger Games, Battleship, The Avengers, Amazing Spiderman dan sebagainya. Film-film itu begitu mudahnya menarik hati masyarakat. Salah satu alasan mengapa film-film Hollywood itu disukai karena digunakannya special effect. Hal ini bisa dilihat dari pemasukan laba per tanggal 30 Maret 2012 – 1 April 2012, diduduki oleh fil yang menggunakan special effect seperti The Hunger Games, Wrath Of The Titans, Mirror Mirror dll (Cinemags edisi 154). Kenyataannya, di Indonesia masih jarang digunakan special effect.

4 Melalui dibuatnya film action berjudul “Misi” dengan penggabungan unsur liveshoot dan special effect ini mampu memberikan warna baru di dunia perfilman kemudian mendapat pengakuan oleh masyarakat Indonesia. Pada film ini digunakan genre action karena jenis genre ini jarang digunakan di Indonesia. Kebanyakan hanya genre horror dan drama. Faktanya genre action di Indonesia merupakan genre favorit. Hal ini bisa dibuktikan dari rating yang diterima film The Raid dengan ditonton orang (PPFI, 2012). Genre action sangat disukai tapi masih jarang digunakan oleh sineas film Indonesia. Data ini berasal dari 10 film Indonesia peringkat teratas dalam perolehan jumlah penonton pada tahun 2012 berdasarkan tahun edar film dimana genre action mendapat peringkat teratas diantara 4 film bergenre drama dan 5 film bergenre horror (PPFI, 2012). Film ini bercerita tentang seorang tentara yang disuruh atasan guna menemani teman seperjuangnya untuk menemukan barang terlarang. Dalam perjalanan itu banyak kendala yang ditemui tapi hal itu tidak menyurutkan semangat mereka dalam melanjutkan misi. Barang itu sukses berpindah tangan dan kembalilah mereka ke tujuan awal. Namun tak disangka salah satu tentara membelot. Ia mempunyai tujuan lain yaitu membawa lari barang terlarang. Terjadi konflik antara mereka berdua. Karena film ini bergenre action maka digunakan penggabungan liveshoot dan special effect. Hal ini didukung oleh pernyataan Didik Wijaya dalam bukunya, Special Effects History and Techniques, film action akan lebih menarik jika digabung dengan special effect karena hal itu bisa meningkatkan dampak suatu obyek terhadap indera manusia

5 Menurut Patricia D. Netzley dalam bukunya Encyclopedia of Movie Special Effect, special effect digunakan untuk menvisualkan adegan yang tidak dapat dicapai dengan alat yang biasa, menggantikan properti sesungguhnya yang berada dalam frame seperti ledakan, tembakan atau penghancuran banyak sekali gedung dan infrastruktur lainnya. Selain itu special effect digunakan agar tidak membahayakan aktor dan untuk meningkatkan kualitas gambar yang sudah diambil, dengan cara menambahi, mengurangi, atau mengubah elemen dalam frame. Harapan dengan dibuatnya film action berjudul “Misi” dengan penggabungan unsur liveshoot dan special effect ini yaitu dapat membawa film Indonesia ke dunia internasional, kemudian mendapat pengakuan dari bangsa Indonesia sendiri.

6 METODE Metode yang digunakan dalam proses pembuatan Tugas Akhir ini menggunakan gabungan dari metode-metode yang ada. Menurut (Yonohudiyono, 2005) metodologi penelitian dapat dibedakan dalam 3 klasifikasi, yaitu penelitian aplikatif, penelitian maksud, dan penelitian berdasarkan jenis informasi. Jenis penelitian yang digunakan dalam Tugas Akhir ini yaitu penelitian terapan dimana hasilnya dapat langsung digunakan untuk menyelesaikan masalah sebagai dasar pemahaman. Dalam penyelesaian Tugas Akhir ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan metode penelitian kuantitatif. Metode kualitatif digunakan sebagai dasar pemikiran untuk memecahkan masalah yang bersumber dari literature-literatur. Kuantitatif digunakan untuk menentukan alternatif pilihan dari data kualitatif melalui media survey. Metode yang digunakan untuk memperoleh data dalam metodologi perancangan yaitu : Studi Literatur Merupakan beberapa buku yang digunakan dalam menyelesaikan Tugas Akhir yaitu: a. Pengantar Vidiografi oleh Askurifai Baskin yang mengajarkan dasar dasar implementasi teori vidiografi. b. The Art of Moviemaking : Script to Screen 2001 oleh Richard Beck Peacock yang secara garis besar berisi tentang etika dan estetika pembuatan film atau cerita dalam video. c. Bikin Film Indie itu Mudah oleh M. Bayu Widagdo & Winastwan Gora S. yang mengajarkan cara membuat film

7 Studi Eksisting Studi Eksisting sebagai referensi dalam mengerjaka Tugas Akhir. Studi eksisting berguna untuk memperdalam ide dan konsep diwujudkan dalam karya di Tugas Akhhir ini. Beberapa video yang menjadi kajian yaitu : Act of Valor (2012) The Raid (2012) Bagan pembuatan Tugas Akhir ini adalah:

8

9 KONSEP DAN IDE Berawal dari penulis menonton film the raid yang menggabungkan antara live shoot dan special effect, dan film action seperti the raid jarang sekali dibuat. Oleh karena itu penulis berkeinginan untuk membuat suatu film action yang menggunakan gabungan live shoot dan special effect, sehingga mampu menambah film action local yang menggunakan gabungan live shoot dan special effect. Penulis mencoba menjadikan special effect sebagai adegan perang seperti efek tembakan dan percikan darah, serta live shoot untuk karakternya. Penulis ingin membuktikan bahwa para sineas lokal tidak kalah dan mampu menghasilkan karya yang baik dan layak dinikmati masyarakat Indonesia.

10 SINOPSIS Sebuah Tim khusus ditugaskan untuk mengambil sebuah paket dalam misi super rahasia yang tidak diketahui banyak orang, hanya beberapa pihak saja yang mengetahuinya. Bahkan penjelasan mengenai paket itu pun dirahasiakan. Tim khusus itu tidak diberitahu apa yang mereka ambil dalam misi ini. Tim khusus yang terdiri dari 8 orang itu berangkat ke lokasi untuk mengambil paket yang dijaga ketat. dengan persenjataan yang mumpuni mereka menyelinap ke pegunungan dan mengeliminasi penjaga2 yang ada disana. Mereka berhasil menembus pertahanan musuh dan terjadi kontak senjata antara tim khusus dan penjaga2. Mereka berhasil mengamankan paket, mereka terkejut dengan isi paket itu. Setelah mendapatkan paket, mereka bergegas kembali ke lokasi penjemputan, tanpa disangka, musuh telah memanggil bala bantuan dan tim khusus berlarian tidak berdaya dibuatnya

11 STORYBOARD

12 PRODUKSI Untuk meminimalkan dana dan waktu, produksi dilakukan selama 6 hari di 3 tempat yang berbeda. Proses syuting pertama dilakukan di hutan daerah kota Batu selama 3 hari 2 malam, kemudian dilanjutkan syuting di bekas pabrik soda kota Sidoarjo selama 2 hari, dan terakhir adegan breafing dilakukan di ruko sekaligus dubing. 1 Special effect Dalam tahap ini penulis mempersiapkan effect yang akan digunakan seperti suara tembakan, gambar percikan tembakan dan darah yang menunjang film. 2 Proses penggabungan live shoot dan special effect Proses penggabungan terjadi pada software adobe after effect, dimana video live shoot yang telah disusun ditambah dengan effect percikan tembakan dan percikan darah serta effect ledakan di setiap frame yang menunjukan adegan perang, dan ditambahkan effect glow saat terjadi tembakan. Sehingga video dapat menyatu antara live shoot dan special effect.

13 PASCAPRODUKSI Pada tahapan pasca produksi ini silakukan proses editing dan spesial efek dengan beberapa langkah yang harus dilakukan, yaitu: Proses pemilihan video Proses awal dimana menyeleksi beberapa stock shoot yang telah diambil semalam 7 hari. Materi pemilihan berdasarkan kelayakan gambar secara visual dan audio. Proses Penataan stock shoot Proses ini dilakukan dengan bantuan program editing vidio. Setelah melakuan pemilihan vidio stock shoot, Proses selanjutnya melakukan penataan yang mengacu kepada tretment.

14 shotnya, tetapi arti scene itu sendiri. Proses Colour Grading Dalam proses ini adalah proses merubah atau memodifikasi warna terhadap gambar sehingga menimbulkan kesan tertentu. pemilihan warna sesungguhnya tidak didasari oleh teori khusus melainkan hanya untuk menajamkan dan memberikan nilai estetika tersendiri.

15 Gambar 4 proses grading

16 Special Effect Dalam proses ini penambahan efek gambar ledakan dari senjata dan darah pada saat tertembak guna mendukung visual agar terlihat nyata. Proses editing special effect pada film “MISI” menggunakan software Adobe After Effect. Pada prosesnya gambar dalam film “MISI” terbagi menjadi beberapa chanel, dimana chanel- chanel berisi gambar asli, kemudian ditambah efek tembakan dan glow sehingga mendukung visual dari film tersebut.

17 Gambar 5 editing special effect

18 Sound Editing Dalam proses ini penambahan backsound dilakukan guna mendukung tatanan visual. Proses sound editing pada film “MISI” menggunakan musik free lisence yang didapat dari berbagai situs musik di internet. Pada prosesnya sound dalam film “MISI” terbagi menjadi 2 chanel dimana chanel pertama berisikan suara asli yang dihasilkan dari gambar dan chanel kedua adalah suara tambahan yang diberikan.

19

20 Rendering Adalah proses akir dari pasca produksi dimana semua proses editing stock shoot disatukan menjadi sebuah format media. Dalam proses rendering memiliki pengaturan tersendiri sesuai hasil yang diinginkan. Sedangkan dalam film action berjudul “MISI” menggunakan format media AVI

21 Gambar 7 Proses Sebelum Rendering

22 Mastering Mastering merupakan proses dimana file yang telah di render dipindahkan ke dalam media kaset, VCD, DVD atau media lainya. Film action ini menggunakan media DVD. Publikasi Setelah selesai mengolah seluruh hasil film, maka penulis melakukan publikasi. Media yang digunakan penulis untuk publikasi adalah poster dan DVD. Kemudian diimplementasikan ke dalam bentuk cetak berupa poster dan DVD (cover wajah dan cover cakram) seperti gambar di bawah ini :

23 Gambar 4.7 Poster film “MISI”

24 DAFTAR PUSTAKA Askurifai, Baksin Membuat Film Indie Itu Gampang. Bandung: Katarsis. Askurifai, Baksin Pengantar Vidiografi. Bandung: Widya Padjadjaran. Effendi, Heru Mari Membuat Film. Jakarta: Erlangga. Imanjaya, Ekky A to Z about Indonesian. Bandung: DAR! MIzan. Netzley, Partricia D Encyclopedia of Movie Special Effect. New York : Checkmark Books. Onong Uchjana Effendy, (1989) MA, Kamus Komunikasi. Bandung: Mandar Maju Pratista, Himawan Memahami Film. Yogyakarta : Homerian Pustaka. Rosady Ruslan, SH, MM, (2004) Metode Penelitian PR dan Komunikasi, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Wijaya, Didik Special Effect History and Techniques. Jakarta: Escaeva.


Download ppt "PEMBUATAN FILM ACTION BERJUDUL “MISI” DENGAN TEKNIK PENGGABUNGAN UNSUR LIVE SHOOT DAN SPECIAL EFFECT Ardhitya Luki H. 07510160024 D4 Komputer Multimedi,"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google