Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MATERI 3 Mata Kuliah Kewarga Negaraan EMDY SA, MT

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MATERI 3 Mata Kuliah Kewarga Negaraan EMDY SA, MT"— Transcript presentasi:

1 MATERI 3 Mata Kuliah Kewarga Negaraan EMDY SA, MT

2 SEPUTAR REFORMASI PENDAHULUAN DIVINISI REALITAS PERJALANAN REFORMASI
RESPON MHS DAN MASYARAKAT REFORMASI VS REVOLUSI TRANSFORMASI SOSIAL SUBSTANSI REFORMASI

3 PENDAHULUAN Sudah menjadi pendapat Umum, bahwa presiden Suharoto turun atas desakan gerakan Reformasi ( Mhs & Masarakat ) Reformasi juga mendorong perubahan sistem Politik Apakah Reformasi yg sebenarnya ???? ( divinisi,realitas proses sejarah, respon dan wujud serta posisioningnya)

4 DIFINISI Reformasi : Perbaikan (dalam bidang politik, sosial dan agama) yang Radikal dan tanpa kekerasan (peperangan) Kata kuncinya : 1. Perubahan->perbaikan 2. Radikal 3. Tanpa Kekerasan / peperangan

5 REALITAS PROSES SEJARAH REFORMASI
Isyu Aksi Mahasiswa Kejumudan Politik Krisis Ekonimi Mencuci dg Air Keruh Kesadaran Sapta Marga

6 REALITAS PROSES SEJARAH REFORMASI
Isyu Aksi MHS : Monopoli Bisnis Keluarga Cendana Konglomerasi, 90% dikuasai kroni Penguasaan Tanah (HPH & strategis) Perusakan Lingkungan Single Majority Golkar cs ABRI, Presiden takterbatas Perjudian & Maksiat lain ( SDSB )

7 REALITAS PROSES SEJARAH REFORMASI
Kejumudan Politik Hegemoni politik Single Majority GOLKAR yg di Back Up ABRI, membuat kejumudan politik, sehingga check and balancing pemerintahan tdk jalan krn tdk ada fungsi kontrol. Presiden terpilih berulang2, kebijakan presiden tidak tersentuh hukum

8 REALITAS PROSES SEJARAH REFORMASI
Krisis Ekonomi 1.Rupiyah Terpuruk 2.Perbankan Ambruk 3.Sektor Riel Meradang 4.Hutang Melonjak 5.BBM Mendaki

9 REALITAS PROSES SEJARAH REFORMASI
Kesadaran Sapta Marga Meskipun terlambat, kesadaran ABRI sebagai alat Negara, membolehkan reformasi, dan meminimalisir kekerasan

10 REALITAS PROSES SEJARAH REFORMASI
Mencuci dg Air Keruh Keinginan Presiden utk memimpin sendiri Gerakan Reformasi Nasional, ditolak mentah, mentah. Warga Negara menginginkan Presiden turun tahta

11 RESPON MHS & MASYARAKAT
Dengan Lengsernya Presiden dan di ganti oleh Wapres (21 Mei 1998 ) menimbulkan berbagai tanggapan diantaranya Pendukung Reformasi Total Pendukung Reformasi Damai Pendukung Reformasi Pembangunan Pendukung Reformasi dg Tahapan ( Kelompok Ciganjur)

12 RESPON MHS & MASYARAKAT
Reformasi Total 1.Tdk menerima pergantian Presiden oleh Wapres 2.Menuntut Pemerintahan Darurat 3.Menuntut Indonesia Baru yg Demokratis,bersih dari : militerisme, Otoriterianisme, sentralisme, monopoli, KKN 4.Menuntut Pembubaran GOLKAR amandemen UUD Tokoh : Sri Bintang Pamungkas,

13 RESPON MHS & MASYARAKAT
Reformasi Damai 1.Menerima naiknya Wapres Menjadi Presiden Transisi 2.Presiden Transisi tdk berhak dipilih 3.Tugas Presiden Transisi : Menyiapkan Pemilu LUBER JURDIL, Mengadili pejabat KKN, Membuat UU yg melancarkan Reformasi Damai TOKOH : Nurcholis Majid, Dr Saryadi, Forum Salemba

14 RESPON MHS & MASYARAKAT
Reformasi Pembangunan 1.Menerima kenaikan Wapres menjadi Presiden. 2.Presiden Baru menyiapkan Pemilu, dan berhak dipilih bahkan didukung utk dpt terpilih 3.Golkar berubah mnejadi Partai Golkar dan ikut pemilu 4.Reposisi ABRI ( Pemaknaan baru thdp DwiFungsi ABRI) 5.Setuju Suharto Lengser, tanpa mengabaikan keberhasilan pembangunan masa lalu ( Kesinambungan) Tokoh : Muladi, Yuwono Sudarsono, Wiranto, SBY, Eksponen 66 ( Abdul Gofur, Cosmas Batubara)

15 RESPON MHS & MASYARAKAT
Reformasi ber-Tahap ( Kelompok Ciganjur ) 1.Reformasi hrs bertahap 2.Memberi kesempatan Habibie sbg pemerintah transisi 3.Membatasi pemerintah transisi smp 1999 4.Pemerintahan Transisi menyiapkan PEMILU Luber, Jurdil & Aman. Didahului dg Perubahan UU Parpol,UU Pemilu, & SUSDUK DPR-MPR 5.Pemerintah Transisi mengusut tuntas KKN termasuk Suharto 6.Dwi Fungsi ABRI diubah scr bertahap ( Jatah kursi ABRI berkurang bertahap sampai akhirnya dihapus ) Tokoh : Amien Rais, Gus Dur,Mega Wati, Sri Sultan Hamengkubuwono X

16 REFORMASI VS REVOLUSI Meskipun sama-sama menuntut Perubahan yang Radikal, Reformasi berbeda dg Revolusi. Revolusi menghalalkan kekerasan/peperangan, Reformasi tdk menghalalkan kekerasan/peperangan bahkan menuntunkan cara-cara damai

17 TRANSFORMASI SOSIAL DIFINISI : Proses perubahan kebudayaan dlm masyarakat yang hanya dapat dilakukan scr bertahap, konseptual menuju ke tahapan yg lebih maju Perubahan yg dimaksud scr toritis disebut perubahan budaya mistis kearah ontologis dan fungsional. Menurut teori ini, tuntutan perubahan masyarakat terlebih ketatanegaraan yg relativ rumit itu, hanya mungkin berhasil manakala didahului oleh perubahan budaya, yg utamanya menyangkut sikap dan perilaku masyarakat

18 TRANSFORMASI SOSIAL Perubahan Ketata Negaraan hanya mungkin berhasil, jika masyarakat telah memiliki budaya demokratis : 1.Menghargai perbedaan pendapat 2.Menghargai penalaran yg kritis korektif 3.Menghargai hasil kerja/prestasi pribadi 4.Mengakui persamaan didepan hukum & pemerintahan (Civil Society / masyarakat madani / masyarakat yg rasional )

19 SUBSTANSI REFORMASI (Kesimpulan)
Reformasi bukan barang jadi / kata benda. Reformasi adalah proses dan kata kerja Hasil Akhir reformasi sangat tergantung dari konsistensi proses reformasi terhadap tujuannya

20 SUBSTANSI REFORMASI (Kesimpulan)
Formulasi Reformasi di Indonesia menurut Dr Mardi Atmojo : “Reformasi adalah memberi bentuk baru pada roh persaudaraan yg melahirkan bangsa & negara Indonesia”, dg Inti : 1.Penghargaan HAM yg lebih mantap 2.Persamaan org/warga negara di depan hukum 3.Penyenggaraan Keadilan Sosial bg seluruh rakyat Indonesia 4.Kehidupan Politik yg ber-kedaulatan rakyat 5.Kehidupan ber-ketuhanan yg adil n beradab

21 TERIMA KASIH SEMOGA BERMANFAAT


Download ppt "MATERI 3 Mata Kuliah Kewarga Negaraan EMDY SA, MT"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google